
"Mbak Adel ruangan Anda sudah siap!"Deni membuyarkan semua pikiran ku.
Aku mengangguk,dan menuju ke ruangan Mas Adam.
Ruangan yang cukup besar malah kalau menurut ku ini sangat besar.Ada meja kerja simpel yang rapi dan bersih,serta beberapa sofa.Dinding kaca yang mengelilingi ruangan tersebut menjadikan ruangan ini bisa melihat bagian produksi dan taman belakang pabrik.Ada satu foto seseorang yang tidak familiar namun jika diperhatikan sangat mirip dengan Mas Adam.
"Mbak Adel ini semua laporan yang Anda minta!"Deni meletakkan berkas di meja kerja Mas Adam yang kini sementara menjadi meja kerja ku.
"Makasih Mas Deni!tolong hubungi Mas Adam jika bisa dihubungi,aku masih awam untuk masalah ini!"aku meminta nya.
"Baik Mbak!ini sudah jam tujuh,saya sudah menyuruh orang untuk membersihkan apartemen Pak Adam,jika Mbak Adel ingin istirahat saya akan antarkan kesana!"Deni yang selalu tahu apa yang harus dia lakukan.
Aku masih terdiam,"Ya kita pulang dulu!"aku memutuskan untuk pulang ke apartemen Mas Adam.
Apartemen Mas Adam yang tak begitu jauh dari perusahaan.
"Mari Mbak Adel silahkan masuk!"Deni membukakan pintu untuk ku.Setelah aku masuk dan melihat dalam apartemen itu di sana ada sebuah buket bunga mawar putih di atas meja ruang tamu.
"Mbak Adel!"seorang perempuan setengah baya menyapaku.
Aku memandanginya yang sedikit bingung siapa dia berada di apartemen ini?
"Saya Umi Mbak yang biasa bersih-bersih disini!"memperkenalkan diri karena melihatku bingung.
"Ini Umi Mbak,yang biasa bersih-bersih disini,biasanya dia ditemani suaminya namanya Pak Ratno tapi hari ini beliau sedang pulang jadi Umi ini sendirian."Jelas Deni.
"Oh...ya saya Adel!"mengulurkan tanganku yang disambutnya dengan mimik wajah bahagia.
"Mari Mbak saya antarkan ke kamar Pak Adam!"Umi membantuku mengangkat tas besar yang ku bawa.
"Kalau begitu,saya permisi Mbak Adel!unit saya ada di depan unit ini jika membutuhkan sesuatu silahkan hubungi saya!"Deni pamit.
Aku mengangguk dan tersenyum.
Sebelum masuk kedalam kamar aku mengambil buket bunga tadi.
"Silahkan Mbak!"Umi mengantarku hingga dalam kamar dan membantuku membereskan semua barang-barang ku.
"Makasih Mbak Umi!"setelah selesai membantuku.
Aku memutuskan untuk mandi dan shalat.
Setelah itu aku mencoba menghubungi Mas Adam namun tak tersambung.
"Huh...tugas masih di dalam negeri aja susah banget dihubungi apalagi diluar bumi!"aku melempar ponselku di atas kasur,dan merebahkan tubuh ku.Kucium harum bunga mawar putih dan aku kembali bangun untuk mengambilnya.
__ADS_1
"Ini pasti si Mas-mas yang punya apartemen!"aku memeluk buket bunga yang lumayan besar saat ku peluk,disana ada sebuah surat.
esok akan menjadi saksinya
aku selalu akan menunggu mu
Aku tersenyum aneh,"Adam-Adam!kamu mau romantis model gimanapun jatuhnya ya malah jadi komedi!"aku tertawa sendiri.
Ada suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk!"teriak ku dari dalam.
Seseorang membuka pintu, ternyata mbak Umi."Maaf Mbak makan sudah siap!mau sekarang atau nanti?"tanya mbak Umi.
"Iya, sebentar lagi saya keluar!"mbak Umi kembali menutup pintu kamar.
Setelah makan malam aku duduk di balkon untuk mencari angin sebentar dan berpikir untuk memikirkan pekerjaan yang aku masih bingung cara memecahkannya.
"Selamat malam Mbak Adel!"suara Deni memecah lamunanku.
"Malam!"aku yang kaget dengan kedatangannya.
"Maaf jika membuat Mbak Adel kaget!saya ingin memberikan skedul besok!"memberikan sebuah tablet padaku yang berisi list kegiatan yang harus aku lakukan esok.
"Pergi ke desainer kebaya?"aku berhenti pada tulisan yang menurut ku aneh.
"Oh...!"aku yang menurut saja pada Deni.
"Untuk meeting dengan semua staf departemen besok,draft nya sudah saya siapkan laporan-laporan dari mereka juga sudah saya pelajari dan saya sudah meminta dari pihak buyer untuk meninjau kembali kerja sama dengan perusahaan kita.Dan besok kita akan datang untuk kembali membahas kerjasama ini ke kantor mereka."Deni memang pantas menjadi orang kepercayaan Mas Adam.
"Ok...kamu siapin saja,aku baru belajar!"aku yang merasa tidak ada apa-apanya dengan Deni.
"Baik Mbak,kalau begitu saya pamit! selamat malam!"Pamit Deni.
...****************...
Pagi ini aku bersiap ke kantor ditemani Deni.
Setelah meeting dengan staf departemen,aku keluar dari ruang meeting yang lumayan membuatku pusing.
"Adel!"seseorang memanggil nama ku saat kami berpapasan.
Aku menatapnya,dan mencoba mengingat siapa.Dan aku ingat namanya Rasta dia temanku SMP yang dari dulu selalu memanggilku dengan sebutan cewek beasiswa karena aku anak si miskin yang selalu bisa sekolah di sekolah favorit karena beasiswa.
"Kamu ngelamar disini juga?Bagian apa?Wah kamu udah beda ya sekarang bukan Adel si cewek beasiswa lagi!tapi disini beda perusahaan bonafit ini tidak memberikan beasiswa untuk orang tidak mampu tapi menerima karyawan yang potensial!"dengan sifat yang sama dia menyapaku.
__ADS_1
"Oh...kamu ngelamar disini? semangat ya!"aku mengabaikan kesombongannya.
"Bu Adel!"salah satu staf HR menyapaku saat melihat ku dan Resta sedang ngobrol.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman,"ada interview hari ini?"aku bertanya pada staf ku.
"Iya Bu...!"jawabnya.
Resta nampaknya kaget dengan kejadian yang dia lihat.
"Tolong perusahaan ini tidak membutuhkan karyawan yang tidak bisa menghargai level kehidupan orang lain! perusahaan ini dibangun susah payah oleh Mas Adam jadi saya minta cari orang yang benar-benar kompeten bukan orang sombong seperti nona Resta Raharsa ini!"aku berlalu pergi.
"Hey!"Resta meneriaki ku."Siapa sih dia berani banget ngatur disini?"dia marah.
"Beliau adalah tunangan Pak Adam CEO perusahaan ini!maaf mbak karena perintah Bu Adel jadi interview hari ini saya putuskan tidak dapat diteruskan dan mbak Resta bisa kembali, sebelumnya saya minta maaf ini perintah!"Meninggalkan Resta.
Bukannya aku ingin memutus rejeki orang tapi aku tidak ingin melihatnya lagi.
Dan aku meneruskan bertemu dengan kolega bisnis untuk membahas kerjasama yang hampir gagal.
Setelah hampir setengah jam menunggu akhirnya aku dan Deni dipersilahkan masuk untuk bertemu dengan Direktur utama nya.
"Kak Restu?"aku yang melihat seseorang yang sangat aku kenal.
Dia tersenyum."Duduk!"dia mempersilahkan kami duduk.
"Aku sengaja meminta kalian datang karena aku tahu CEO nya kamu!"dia tertawa licik.
"Jadi!"aku melotot.
"Ya maaf!kalau ga gini aku ga bisa ketemu adik ku yang lama hilang!"dia tertawa kecil.Lalu menyodorkan berkas ke hadapan ku."Aku percaya pada adik ku ini jika perusahaannya bisa menjadi rekan kerjasama yang baik!jadi ga usah banyak basa-basi kita mulai kerjasamanya sekarang!"Restu mengulurkan tangannya.
Aku yang kaget karena skenario ini luar semua yang aku pikirkan sejak kemarin.
Namun aku juga bersyukur masalah ini bisa cepat teratasi.Dengan mantap aku menjabat tangannya pertanda kami saling bekerjasama.
"Deni... masalah kerjaan sudah deal boleh aku pinjam bos mu untuk makan siang diluar bersama saya?"meminta ijin pada Deni.
"Saya terserah Mbak Adel saja Pak!"
Kak Restu menatapku,menunggu jawabanku.
"Tapi ga bisa lama ya Kak!dua jam lagi aku ada kerjaan!"sanggup ku.
Dia mengacungkan jempol tanda setuju.
__ADS_1
Aku dan Deni berpisah,aku menemani Kak Restu untuk makan siang disebuah cafe.