AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Menang


__ADS_3

"Mas Adaaaaaaammmmmm!"Teriak ku.


"Hahahaha...!"Dia tertawa terbahak-bahak.


"Panggil sayang lagi...!"Aku meminta.


"Ih ketagihan!"Dia masih tertawa.


"Tumben jam segini udah telepon?kangen yaaa!"Godaku.


"Kesambet apa,mimpi apa,makan apa kamu jadi agak ga karuan gini ngomongnya?"Heran.


"Laper...!"


"Makan dulu sana bentar lagi dzuhur juga kan,mandi juga."


"Pengen bakso!"Aku semakin seperti anak kecil.


"Mandi dulu,nanti aku minta Deni belikan kamu bakso."Dan Mas Adam selalu menurutiku.


"Ya udah aku mandi dulu, assalamualaikum!"Tutupku.


Aku mengembalikan ponsel Deni,


"Terimakasih Mas Deni!"


"Adel!"Kak Restu memanggilku dengan meninggi suaranya.


"Kak Restu!"


"Saya permisi Mbak!kalau butuh sesuatu hubungi saya!"Pamit Deni.


"Ga usah Lo ga usah kesini lagi,biar semua yang Adel butuhkan Gue yang kasih!"Marah.


"Udah Kak!Mas Deni terimakasih!"Aku berusaha menahan Kak Restu.


"Kak Restu apa-apaan sih?Adel ga suka Kakak seperti ini."


"Kenapa kamu masih hubungi dia terus?kalau kamu butuh apapun bisa hubungi kakak!"Membentak ku.


"Kak Restu, aku ga suka kakak campuri urusan pribadi ku.Aku ingatkan sekali lagi,aku dan kak Restu tidak ada hubungan apa-apa,jadi berhenti posesif sama aku!"Aku meninggalkannya.


"Lalu mau kamu apa?"Teriaknya.


Aku tak memperdulikan nya dan meneruskan masuk kedalam rumah.


Tak berapa lama seseorang mengantar makanan untuk ku.


Kulihat Kak Restu masih terduduk di teras rumahku.


"Adel...Adel kakak minta maaf!"Memegangi tanganku ketika aku akan masuk rumah.


"Lepas kak!"Mengibaskan tangannya.


"Kita bicara diluar ya!"Memintaku.


"Maaf Kak aku mau makan aku juga mau istirahat!"Kejadian ini membuat suasana hatiku menjadi tak ingin membicarakan apapun dengan kak Restu.


"Kakak mohon!"

__ADS_1


"Adel mau istirahat capek!"Nyelonong masuk kedalam rumah.


Ponselku bergetar, panggilan dari nomor tak ku kenal.


"Hallo...!"angkat ku.


"Jauhi Restu!"Seketika telepon itu berakhir.


"Siapa sih ga jelas banget!"Aku tak menghiraukan nya.


......********......


Hari ini semifinal pertandingan aku,dan seperti biasa aku dijemput Mas Deni.


Ku lalui pertandingan hari ini dengan semangat karena sebelum berangkat Mas Adam menelpon ku.Dan berjanji akan menonton pertandingan ku secara streaming.


Pertandingan pertama ku lalui dengan baik dan lancar.


Seperti mengalir begitu saja semua gerakan yang kulakukan, menjatuhkan lawan dengan membaca gerakan nya.


Melihat wajah Mas Adam dalam video call membuat semangat ku tak berhenti.


Hingga aku masuk final untuk yang pertama kali.


Hampir tiga bulan tidak melihatnya aku terkesima saat dia memintaku untuk tidak gegabah menjatuhkan lawan.Dia masih tampan walau kulitnya sekarang lebih coklat karena mungkin tugasnya disana.


Di final ini aku sedikit kesulitan untuk mengalahkan lawan ku kali ini.Ya karena di final kekuatan kami seimbang.


Namun,semangat dan motivasi mas Adam yang selalu ada untuk ku,aku berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis.


"Selamat ya Del,semoga dipertandingan selanjut-lanjut nya lebih baik kurang-kurang in kekonyolan di pertandingan,bahaya!"Nasehatnya yang melihatku menggoda lawan dengan menaik-turunkan alis.


"Ya udah,sana celebration dulu udah ditunggu sama pelatih mu itu!"


"Ga mau ngasih hadiah apa gitu?"Mengode.


"Nanti Mas telpon lagi,Mas ada tugas lima menit lagi!Berikan ponselnya ke Deni."


Aku cemberut,karena kalau Mas Adam sudah berhubungan dengan tugas dia memang tidak bisa diganggu.


Kuberikan ponsel ke Mas Deni dan berlanjut gabung dengan teman-teman.


Bapak dan ibu pasti bahagia kalau dengar aku menang.


Aku mengirim pesan kepada Mama Sari tentang kemenangan ku.Namun belum dibalas,mungkin beliau masih sibuk.


Ponselku bergetar Kak Restu menelpon ku.


Sekali tak ku angkat dan hingga beberapa kali,hingga panggilan yang keberapa kalinya baru ku angkat.


"Hallo assalamualaikum!"Aku pertama kali.


"Wallaikumsalam,Del...ini Kak Gibran!Restu kecelakaan dan sekarang ada dirumah sakit Bina Medika,kamu bisa kesini sekarang?"Kak Gibran memburu.


"Ya Allah, bagaimana keadaan Kak Restu sekarang Kak?"Khawatir.


"Dia masih di IGD sedang ditangani, Kakak minta sekarang kamu kesini ya!Kak Gibran tunggu."Pintanya.


"Baik Kak,Adel kesana sekarang!"

__ADS_1


"Mas Deni,bisa antar aku ke rumah sakit Bina Medika sekarang?"Jujur aku khawatir dengan kondisi Kak Restu.


"Baik Mbak!"


Sampai dirumah sakit aku langsung berlari menuju ke IGD.Disana kulihat Kak Gibran dan Om Nugraha mondar-mandir tanpa arah.


"Kak...Om! bagaimana keadaan Kak Restu?"Dengan mengatur nafas setelah berlari.


"Adel...kamu sudah sampai?Restu masih didalam,kita juga belum tahu bagaimana bisa dia kecelakaan!"Tutur Kak Gibran.


"Iya Del...Om hanya dihubungi pihak rumah sakit kalau Restu kecelakaan!"Sambung Om Nugraha.


"Dia tadi pamit mau nonton pertandingan kamu,tapi katanya dijalan motornya nabrak trotoar!"Kak Gibran bercerita.


"Astaghfirullah!"Ku kira kak Restu tak peduli tentang pertandingan ku.


"Kita tunggu Dokter tangani Restu dulu!"Kak Gibran menenangkan ku.


Aku mengangguk,dan berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan kak Restu.


Hampir satu jam kami menunggu di depan IGD,suara pintu terbuka.Seorang suster keluar,


"Keluarga Restu Djati Nugraha!"Panggilnya.


"Saya kakak nya sus! Bagaimana kondisi adik saya?"Kak Gibran menanyakan.


"Saudara Restu mengalami cidera tangannya patah tapi kami sudah melakukan tindakan! Sekarang Restu bisa ditemui tapi dia belum sadar karena shock benturan di punggung nya."Jelas suster.


"Baik terimakasih sus!"Om Nugraha.


"Adel...kamu mau temui Restu?"Kak Gibran menawarkan.


"Iya kak!"Aku mengangguk.


Aku berjalan masuk kedalam untuk melihat keadaan Kak Restu.


Kepala nya diperban,tangannya memakai gips, terkulai lemah.Dan beberapa luka tergores aspal mungkin.Matanya masih terpejam.Ku dekati dia.


"Kak... Kak Restu!"Mencoba membangunkan nya.


"Kak...kakak gapapa kan?"Masih tidak merespon.


Aku menjadi melow,teringat kejadian kemarin waktu aku berdebat dengannya.Seperti apapun dia,dulu aku pernah memimpikan dekat dengannya.


"Kak... Kak Restu dengar Adel kan!"Aku mencoba membangunkannya lagi.


"Del...kamu pulang saja dulu,kamu pasti capek habis bertanding!Restu tidak apa-apa,dia hanya shock atas kecelakaan yang dialaminya.Tadi Kak Gibran sudah mendapat penjelasan dari dokter!Restu hanya butuh waktu nanti dia pasti akan siuman."Kak Gibran yang masuk setelah menemui dokter.


"Syukurlah Kak kalau tidak terlalu serius,tapi tangan Kak Restu?"Melihat tangan Kak Restu yang di pasang gips.


"Iya lengannya patah,kata dokter itu masih bisa sembuh walau butuh waktu lama.Tapi alhamdulillah tidak ada luka yang serius!Kamu tenang saja."Kak Gibran menenangkan.


"Iya Adel,kamu pulang dulu saja .Biar Om dan Kak Gibran yang mengurus Restu!Nanti Om dan Kak Gibran kabari selanjutnya.Yang terpenting sekarang Restu sudah ditangani dan tidak ada luka yang cukup serius."Om Nugraha menyambung.


Akhirnya aku setuju dengan nasehat Om Nugraha dan Kak Gibran untuk pulang.


"Kak maafin Adel ya untuk yang kemarin!"Pamitku sebelum pulang.


Jujur ada perasaan bersalah,tapi semuanya tidak serta merta kesalahannya juga kesalahan ku.Ini semua hanya salah paham.Kami hanya ingin sama-sama dimengerti.

__ADS_1


__ADS_2