
Hari ini kuputuskan mengikuti latihan ekskul silat.Yang pasti aku juga menghindari dijemput Mas Adam.
"Hay Del?"Kak Sela menyapaku saat aku sedang pemanasan.
"Iya Kak!"
"Cie...semangat banget!Latihan ditemeni ayang!"Goda Kak Sela yang juga sepupu Mas Adam.
"Ayang siapa Kak ?Kan biasa juga latihan gini-gini aja !"Aku masih santai melanjutkan pemanasanku.
"Yok...yok kumpul!"teriak Mas Najib pelatih kami hari ini.
Dengan malas aku berlari berkumpul dengan teman-teman yang lain.
Berbaris ditengah lapangan basket.Cuaca hari ini lumayan panas,hari pertama PMS juga.Entahlah pelatih hari ini juga dalam versi full team.
"Selamat siang!"Kak Danu menyapa kami.
"Siang!"Suara kami bersamaan.
"Oke... latihan hari ini akan dibagi dua kelompok,kelompok satu akan dipegang oleh Kak Sela dan Kak Melati", menunjuk kedua bidadari tim silat sekolah yang menurutku mereka berdua duo bidadari yang cantik-cantik."Dan kelompok kedua akan bersama saya dan Mas Najib itu kelompok yang akan mengikuti seleksi PON nanti! Siapa disini yang masuk seleksi PON?"Kak Danu melirik kanan kiri.
"Saya kak!"Aku mengangkat tangan.
"Adel kamu ikut Mas Najib!Dan yang lain ikut saya!"Jelas Kak Danu.
Setelah semua berkumpul dengan kelompoknya masing-masing dan ternyata aku sendiri.
"Del...kenapa kemarin ga latihan?"Mas Najib terlihat tidak suka.
"Kemarin ada urusan mendadak Mas,maaf kalau ga ngabarin?"Alasanku.
"Sekarang kamu lari keliling lapangan lima kali,lalu lakukan rangkaian wiraloka!Jangan sesukamu lagi.Aku tahu kamu dekat dengan Mas Adam tapi bukan berarti kamu bisa seenak mu!"Mas Najib sedikit melirih.
"Siap Mas!"Aku dengan tegas,dan aku sebenarnya sakit hati jika harus disangkut pautkan dengan nama besar Mas Adam.Aku sampai dititik ini memang sedikit banyak ada pengaruh Mas Adam tapi aku juga menempa diriku untuk sampai di sekarang.
Aku berlari keliling lapangan dengan sedikit malas dan sebal.
Baru tiga putaran rasanya sudah terkuras tenagaku.Kepalaku semakin berat, matahari berada tepat di atas kepala.
Dan semakin berat kaki melangkah.Pandanganku berkunang-kunang dan menghilang.
Beberapa saat aku sudah tak ingat lagi.Yang ku dengar hanya ada suara yang sangat aku kenal memanggil-manggil namaku.
"Adel!"Berulang kali aku mendengar namaku dipanggil tapi sulit sekali untuk membuka mata.
__ADS_1
Entah berapa lama aku pingsan saat aku membuka mata Kak Sela berada disampingku menghirupkan minyak kayu putih ke hidung ku.
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar Del!"Kak Sela seperti lega ketika melihat ku membuka mata.
"Aku kenapa Kak ?"Aku melihat sekeliling yang kutahu sekarang aku sudah berada di klinik sekolah.
"Kamu tadi pingsan!kamu gapapa kan?"bertanya padaku.
"Masih agak lemes aja sih Kak!"Aku berusaha bangun untuk duduk.
"Ga usah bangun dulu kalau masih lemes!"Suara Mas Adam memecah obrolan ku dan Kak Sela.
Dia masuk kedalam klinik membawa sebotol air mineral.Dan memberikan padaku.
"Kamu pulang sama siapa Sel?"Mas Adam sedikit berbeda di depan Sela yang juga sepupunya.
"Paling bareng Kak Danu!"Kak Sela santai.
"Nanti Mas Adam antar pulang!Sana ganti baju!"Menyuruh Kak Sela ganti baju seperti anak kecil.
"Punya kakak satu,galaknya super!"Kak Sela manyun.
"Sel!"Mas Adam menatap tegas Kak Sela.
"Kamu lagi PMS?"Memberikan sebotol air mineral padaku yang sudah dibuka tutupnya.
Awalnya aku tidak menjawab karena menurutku itu hal tabuh dan malu untuk ku.
"Besok lagi kalau lagi PMS minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup!minum vitamin tambah darah,pakai hoodie Mas ini buat nutupin celana kamu!"Memberikan hoodie padaku.
Sontak aku memutar bola mata.
Aku tembus? bertanya-tanya dalam hati.Ingin mengecek tapi malu karena Mas Adam ada di depanku.
"Kenapa?Ga usah dilihat percaya sama aku,mau jalan atau gendong?"Mas Adam menatapku dengan tatapan kejahilannya.
"Tas aku mana?"Aku mengalihkan pembicaraan.
"Udah di mobil!"Jawabnya malas
"Ayok...jadi nganterin ga?malah pacaran!"Kak Sela yang sudah nongol di depan pintu klinik.
Mas Adam membantuku berdiri dan menyelempangkan hoodie nya dipinggangku sehingga menutupi bagian belakang celana ku.
"Bisa jalan?atau masih pusing?"Dia selalu nampak khawatir jika melihatku seperti ini.
__ADS_1
Dari sinilah aku jatuh cinta pada nya,dia tidak pernah mengungkapkan cinta tapi setiap perbuatannya itu melebihi ungkapan rasa.
"Sini biar aku yang bantu!"Kak Sela memapah ku.
"Ga usah Kak,aku bisa sendiri kok ini udah enak kan!"
Mas Adam sepertinya memang sengaja mengantar pulang Kak Sela dulu.Padahal rumahnya melewati jalan menuju rumahku.
"Ga mampir dulu Del?"Kak Sela setelah turu dari mobil.
"Ga Kak!sudah sore, kapan-kapan aja!"Aku menolaknya halus.
"Salam buat Mama papa mu Sel!"Mas Adam.
"Oke! Hati-hati!"Kak Sela.
Diperjalanan aku terus terdiam.Karena aku pun bingung harus bagaimana menghadapi Mas Adam yang seharusnya aku sudah tak peduli dengan nya.
"Mas sudah minta orang buat beliin kamu vitamin,kata Erli kalau cewek PMS harus minum itu supaya lebih fit!"Jelas Mas Adam.
Astaghfirullah dia malah sebut nama Erli! Rasanya ngeselin banget ini cowok!apa dia ga tau kalau aku ga suka dengan cewek itu.Bisa-bisanya,kalau dia tanya sama mantannya itu berarti dia berhubungan lagi.
Banyak perkiraan banyak yang aku pertanyakan diotak ku tapi aku enggan untuk mengungkapkannya.
"Jangan lupa makan ya!Oh ya kamu ditanyakan mama...katanya kangen sama kamu!"
Aku masih terdiam.
"Kamu boleh marah sama Mas sampai kapanpun!Mas akan tetap menunggu kamu hingga kamu maafin Mas!Kasus kecelakaan bapak sudah ada titik terang, polisi juga sudah mempunyai cukup bukti untuk menuju ke seseorang!semoga kasus ini cepat terungkap.Jadi kamu dan ibu bisa minta keadilan!"Tiba-tiba Mas Adam membahas hal yang tidak pernah aku tahu.Bahkan aku saja tidak pernah berpikir kearah sana.
"Dia siapa Mas?"Aku yang penasaran langsung ingin tahu.
"Polisi belum mengungkap siapa tapi sudah memiliki satu nama sebagai otak dari kecelakaan itu,ya kita berdoa saja semoga cepat terungkap!"Sepertinya Mas Adam berbicara dengan sangat hati-hati padaku.Mungkin Mas Adam sudah tahu siapa orangnya tapi masih merahasiakan dariku
"Sebenarnya aku dan ibu sudah tidak ingin membahas ini,kami sudah anggap ini semua takdir Allah yang memang harus kami lalui.Tapi karena kamu mengungkap ini aku hanya ingin tahu siapa orangnya?dan apa alasannya melakukan ini?apa salah bapak padanya?Kalau masalah keadilan Allah adalah pengadilan paling adil! biarkan Dia yang menentukan hukuman yang pantas untuknya, siapapun dia."Aku yang memang sudah berusaha mengikhlaskan kepergian bapak walau berat.
Mas Adam meminggirkan mobilnya,dan berhenti.
"Entahlah Del,aku selalu bersyukur telah dipertemukan dengan kamu ibu dan bapak!aku belajar banyak dari kalian.Jangan deket-deket sama Restu lagi ya!Mas itu lagi ngerayu Allah supaya dijodohkan dengan kamu!"Sifat konyolnya keluar.
Aku menatapnya ga habis pikir,Adam yang ku kenal tegas, fokus,dan kharismatik kenapa sekarang jadi konyol seperti ini?
Benarkah ini Adam yang ku kenal?atau dia sedang kesambet?
Yang punya sifat konyol itu bukannya aku, kenapa sekarang nular ke Mas Adam?
__ADS_1