AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
kedatangan Mahes


__ADS_3

Hari ini Mas Adam berangkat tugas.


Huh rasanya berat,baru saja akur tapi dia sudah ingin pergi lagi.


"Del,Mas berangkat ya!"Menggenggam tanganku.


Sekarang ada seorang laki-laki berpakaian dinas lengkap TNI sedang berdiri di hadapan ku.


"Boleh aku naik kursi biar bisa sejajar sama tinggi kamu Mas?"Aku mengalihkan fokus ku.


Aku berusaha menghibur diriku sendiri, karena air mata sudah tak sanggup bersembunyi.


"Ga boleh nangis!"Menyapu ujung mataku."Mas akan kembali buat kamu!Mas ga lama! Makannya Mas tuh ga mau pamit karena kamu pasti gini!"Mencoba menatapku yang sedari tadi menunduk.


"Ya udah berangkat sana!"Aku mendorongnya.


"Ya udah jangan nangis!"Membingkai wajah ku,"Sini lihat Mas! Walau Mas Adam jauh dari kamu tapi Mas akan selalu disini buat kamu!"Meyakinkan ku.


Air mataku tak bisa ku tahan hingga akhirnya aku benar-benar menangis sekarang.


"Ccckk beli es krim sana!"merogoh saku celananya dan memberikan uang padaku.


"Kok cuma sepuluh ribu!kurang!"Aku membalas candaannya.


"Nanti kalau kamu sudah menjadi Nyonya Adam,tak kasih semuanya!"Tersenyum licik.


"Udah sana berangkat!"Aku masih menangis.


"Ya udah Mas berangkat!ingat jangan keseringan main sama Restu,nanti tak nikahin kamu!"Mencubit hidungku.


"Ya siapa suruh ditinggal pergi?Ya aku cari cadangan dong!"Candaku ngasal dengan cengengesan padahal hatiku berat.


"Eh... nantangin!"Melirik ku.


"Udah berangkat sana!"aku kembali mengusirnya.


Mas Adam melihat jam ditangannya.


"Mas berangkat ya!"Tersenyum,"Assalamualaikum!"Menatapku.


Kemudian dia menaiki sepeda motornya.Dan perlahan menghilang dari pandangan.


"Sudah!sudah akur sekarang ?"Ibu yang melihatku dari jendela."Nduk kalian itu saling menyayangi!sejauh apapun sekuat apapun kamu ingin menjauh,itu pasti berat...jadi jangan menjauh kecuali memang Gusti Allah yang memang sudah mentakdirkan semuanya!"Mendekatiku dan mengelus kepala ku.


"Iya Bu... doain yang terbaik untuk Adel ya buk!Oh iya mulai besok Adel sudah bekerja untuk Kak Restu bu!"

__ADS_1


"Kamu yakin?"


"Insyaallah yakin buk!"jawabku mantap.


"Ya kalau itu sudah keputusan memang kamu sudah yakin,semoga ini yang terbaik dan berkah untuk kita!"Doa ibu selalu membuatku semangat.


Baru beberapa menit ditinggal Mas Adam sudah galau.


"Baru aja akur!baru aja seneng eh udah ditinggal lagi!Tau ga sih Adam aku itu trauma kalau kamu pamit pergi tugas,yang kemarin saja rasanya aku hampir tak berdaya denger kamu hilang kontak! Sekarang udah pergi lagi...Ya Allah lindungi dia ya Allah!"Aku bicara sendiri.


"Assalamualaikum!"Terdengar suara seseorang mengetuk pintu dan mengucap salam.


"Wallaikumsalam!"Ibu yang menjawabnya,dan membuka pintu.


Aku yang penasaran juga keluar dari kamar dan masih sempat berpikir kalau itu Mas Adam yang ga jadi berangkat tugas,dasar aku.


"Ya Allah Rifi!eh bawa cah Bagus...ayo masuk!"ternyata Rifi dan Mahesa serta Alfian.


"Aaaa...Mahes...!"Aku berlari ketika melihat Mahes datang bersama Rifi dan Alfian,"Mimpi apa Tante kamu nyamperin tante?"Aku mencolek-colek pipi gembul Mahes yang masih tertidur pulas di gendongan Rifi.


"Astaghfirullah Del...kamu tuh jail konyol ga berubah!"menepuk tanganku yang mengganggu Mahes."Ini bocah baru aja tidur dari tadi malam kamu colek-colek kaya es krim!"Rifi terlihat gemas dengan kelakuan ku.


"Rewel Fi kok ndak tidur?"Ibu yang keluar dari dapur membawa minuman.


"Iya Buk,Del saya mau nitip Rifi dan Mahesa sementara disini soalnya saya mau jemput ibu dan bapak ke Cilacap!"Alfian meminta ijin.


"Boleh dong...disini lama pun Tante bakal ngebolehin!iya ga buk?"Aku bersemangat.


Kalau Mahes dan Rifi disini lumayan lah bisa mengurangi sedihku ditinggal si tukang sibuk.Setidaknya aku tidak terlalu memikirkan Adam Mahesa karena ada si kecil Mahes.


"Alhamdulillah! kalau gitu saya pamit!saya nitip Mahes dan Rifi buk... Del!"Alfian pamit, mencium Rifi dan Mahes.


Besok kalau Mas Adam mau berangkat tugas keluar kota begini juga kali ya!


Aku yang tiba-tiba berangan dalam hati.


"Apa kamu Del senyum-senyum sendiri!"Rifi menangkap basah ku yang sedang melamun ga jelas.


Aku hanya nyengir,"Sini biar Mahes aku gendong!sana antar suamimu ke depan!"Aku menyuruh Rifi.


Rifi tak menolak, memberikan Mahes yang masih tertidur kepadaku.Kemudian mengantar Alfian sampai ke mobil.


"Bobok dikamar Tante ya sayang nanti bobok sama Tante juga!"Ku bawa Mahes kedalam kamar ku,ku letakkan perlahan aku takut dia terbangun."Kamu ganteng kaya papa Adam!"Bisik ku saat ku tatap wajah Mahes.


"Udah jangan diganggu Del!"Ibu mendekati ku.

__ADS_1


"Ganteng ya buk!"Aku tersenyum-senyum melihat Mahes.


"Namanya siapa?"


"Mahesa bu!"Rifi yang tiba-tiba muncul nimbrung.


"Mahesa ini Mbah Uti Mahesa juga!"Ibu ternyata juga senang kedatangan Mahes.


"Mahesa cari Papa nya buk kesini,tapi kok tumben ini hari minggu tapi kok ga nongol?"Rifi.


"Papanya siapa Fi?"ibu terlihat bingung.


"Papa Adam buk! Karena nama mereka sama Mas Adam minta dipanggil papa!"Menyenggolku.


"Kan kamu sendiri juga yang ngasih nama sama!katanya Mas Adam sudah berjasa emang dikira pahlawan nasional berjasa?!Ah kamu Fi kebanyakan akal jadi agak ga normal!"Celetuk ku.


"Ya gapapa sama,orang Adam juga orang yang baik,ramah sholeh tentara lagi!semua orang pasti juga akan kagum!Kamu harusnya bersyukur karena Adam kecantol nya sama kamu jadi kamu yang terpilih diantara yang lain!"Menasehati ku.


Ya mungkin ibu benar! harusnya aku bersyukur karena aku yang terpilih di hati Mas Adam untuk semua wanita yang datang.


"Mas Adam kemana Del tumben ga ngapel?"kepadaku.


"Orangnya baru aja jalan tugas ke Papua,baru aja berangkat!"Aku kembali lesu jika ingat itu.


"Oh jadi ceritanya ini samaan sama Mahes lagi ditinggal ke luar kota!Berarti Mahes sama kamu memang sehati!"Rifi terkekeh.


"Ngasal aja Lo tukang somay!"Sudah lama aku tidak bercanda dengan Rifi seperti ini.


Rasanya aku juga bersyukur karena Allah hari ini mengirim Mahes dan Rifi kesini.Jujur aku juga kangen dengan Rifi persahabatan kita yang dulu semasa masih satu kelas membuatku menjadi seorang yang mempunyai saudara.Atau bahkan melebihi kata saudara karena kita selalu ada satu sama lain.


"Udah...jangan berisik nanti cah Bagus bangun!"Ibu pergi meninggalkan kami bertiga.


"Eh Del...aku dengar Kak Restu sekarang pakai kursi roda ya kalau jalan?"Rifi penasaran.


"Iya...karena kecelakaan dulu itu berimbas pada kondisinya sekarang,tapi alhamdulilah sekarang sudah jauh lebih baik ya walau harus pakai kursi roda karena kakinya masih belum kuat menopang berat tubuhnya."Aku mulai menceritakan kondisi Restu sekarang.


"Kamu masih berhubungan dengan dia?"Rifi menatapku serius.


"Iya...aku masih berhubungan baik dengan Kak Restu hingga hari ini!Dan mulai besok pun aku bekerja untuk merawatnya sampai dia sembuh nanti!"Nada suaraku melemah.


"Haaaa...gila kamu Del?"Rifi melonjak kaget.


"Ssststt...ga usah kencang-kencang anak kamu bangun ntar!"Aku menutup mulut Rifi.


Dan hari ini aku punya teman curhat! Karena Rifi hari ini menginap di rumah ku.Aku bisa curhat sepuas hatiku padanya hari ini.

__ADS_1


__ADS_2