
Inilah Adam yang ku kenal dari pertama kali bertemu dia selalu mengagumi bapak,karena Bapak adalah energi untuk ku.
"Mas!"panggilku lirih.
"Iya...!"jawabnya lembut.
"Maaf kalau aku terlalu kekanak-kanakan!"
"Emang kamu sudah besar?"Dia masih menjawab dengan canda.
"Kamu kenapa sabar banget ngadepi aku?"
"Karena kamu anak titipan!"Masih bercanda.
"Serius!"
"Mas Adam juga serius!kamu bisa dengerin Mas dengan baik!Mas itu sayang sama kamu walau rasa sayang Mas ga sebesar sayang bapak ke kamu!Kamu mau ga jadi istri Mas?"
Aku terpaku mendengar pertanyaan Mas Adam.
Apa aku sedang mimpi?Aku bagaikan sedang melayang mendengar Mas Adam melamarku.
"Del...kamu masih melek kan belum tidur kan?"
Dan aku belum kembali ke tubuhku lagi.
"Del...!Mas Adam pulang ke Semarang sekarang kalau kamu ga jawab!"Candanya,"Fadela Hanifa binti bapak Fatah!"Serunya didalam sambungan telepon kami.
"Kamu bohong!Mas Adam cuma bercanda kan?!"Aku masih belum percaya.
"Mas jujur kamu bilang bohong,Mas bohong malah kamu kira jujur!Terus Mas Adam harus jawab gimana?"
"Ya habis kalau bercanda suka bikin emosi!"Aku nyerocos.
"Oke...kamu minta dilamar kapan?"Dia menantangku.
"Sekarang!"Jawabku ngasal tapi tegas.
"Fadela Hanifa binti bapak Fatah,maukah kamu menjadi istri seorang Adam Mahesa Pradipta?"Dia kembali mengulangi kata-katanya.
"Ga lucu! Ngelamar kok ditelpon!"
"Oke tunggu Mas pulang dari sini,tak lamar kamu!"Tegasnya.
__ADS_1
"Oke...tapi aku ga janji jawab mau ya!bisa aja nanti aku sudah jatuh hati sama yang lain bukan salahku dong,salah sendiri ditinggal tugas lama!"Aku menggodanya.
"Del...!Mas mau tanya serius sama kamu,jujur ya!"Suaranya berubah menjadi serius.
"Apa?"
"Kamu sayang sama Restu?"Ini pertanyaan yang sering ditanyakan banyak orang dan sekarang Mas Adam pun mempertanyakan.
"Menurut Mas Adam ?"Aku balik bertanya.
"Menurut ku kamu terlalu memberinya harapan Del,kamu hanya kasihan dengannya !"Nada suaranya datar.
"Aku juga bingung Mas,tadi dia juga masuk lagi kerumah sakit karena tahu kalau Kak Gibran pernah menikah dengan Kak Desti!Dia ga bisa emosi kalau emosi kepalanya sakit dan pingsan."Aku menceritakan yang terjadi pada Kak Restu hari ini.
"Kondisinya sekarang bagaimana?"
"Sekarang sudah sadar,hanya dia tidak mau bertemu dengan Kak Gibran! sepertinya dia sangat marah pada kakaknya!"
"Aku sudah ingatkan Gibran untuk jujur dengan ini semua,tapi sepertinya Gibran punya cara tersendiri untuk menjelaskan pada keluarganya!"
"Entahlah lah Mas aku juga serba salah!"
"Mas tahu,kamu pasti sudah mengerti dengan posisimu sekarang!Kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan!Ya udah,disini sudah jam satu pagi,kamu juga harus istirahat besok harus sekolah!Selamat malam tuan putri Adam, Assalamualaikum!"tutupnya.
Malam ini rasanya indah, setelah seharian tadi menghadapi masalah yang entah aku sendiri bingung!Tapi mendengar Mas Adam melamarku tadi rasanya hati ini seperti mendapatkan undian berhadiah surga mungkin ah entahlah intinya aku sangat bahagia.
Jujur yang aku tunggu selama ini adalah kata cinta dari Mas Adam,tapi yang kudapat melebihi yang ku inginkan,"Aaaaaa...!"Aku menutup mata ku dengan kedua telapak tangan ku.
"Adel kamu belum tidur?"Suara ibu di depan pintu kamarku.
"Belum Buk bentar lagi!"Sahut ku dari dalam kamar.
"Huuuhhh cuma ditanya mau jadi istrinya aja aku sudah seperti orang gila!Apalagi kalau dia sampai ngajak ijab Kabul Ya Allah amin Ya Allah!"Aku seperti orang tidak waras berbicara sendirian.
Pikiran ku melayang membayangkan bersanding dengan Mas Adam suatu saat nanti.Hingga alam mimpi merasuki ku.
Pagi ini tiba-tiba Kak Gibran mampir ke rumah.
"Pagi Kak!"Aku menyapanya yang sedang terduduk di teras dengan melamun.
"Eh pagi Del!"Dia sepertinya terkaget dengan suara ku.
"Ada apa Kak ?Kak Restu baik-baik saja kan?"Aku meyakinkan kabar Kak Restu, karena raut muka Kak Gibran seperti orang yang sedang memikul beban berat.
__ADS_1
"Restu baik-baik aja,hanya entah dia sekarang tidak ingin bertemu dengan ku,dia juga tidak suka dengan kehadiran ku!"Kesedihan diwajahnya.
"Ya mungkin Kak Restu belum bisa menerima kenyataan ini Kak!"
"Tapi aku ingin menjelaskan yang sebenarnya terjadi!"Dia menunduk sedih.
"Maaf sebelumnya Kak! Bukan nya aku membela Kak Restu,tapi menurut ku Kak Restu seperti ini juga bukan salah Kak Restu seutuhnya,ya wajar dia kecewa Kak karena ya dia pasti merasakan dibohongi selama ini!!"
"Ya aku tahu itu Del! Sekarang aku sudah bisa merasakan akibat dari yang kulakukan dulu!"Kak Gibran terlihat sangat menyesal.
"Sudah siang Kak,maaf aku harus berangkat!"
"Aku antar Del,biar kamu ga kesiangan!"
"Kalau ga ngrepotin Kak Gibran sih gapapa, lumayan udah siang juga!"aku meringis,aku hanya ingin mencairkan suasana yang sejak tadi serasa ga nyaman.
Sampai disekolah seperti biasa,tapi hari ini sedikit berbeda karena hari ini tiba-tiba Kak Sela menemuiku di saat jam istirahat.
"Tumben Kak kesini pas jam sekolah ada yang penting?"Aku yang sudah lumayan lama ngobrol dengan Kak Sela.
"Iya...tapi kamu jangan kaget ya kalau aku kasih tahu!"Dia tersenyum-senyum menatap ku.
"Kok senyum-senyum gitu!ada kabar apa nih?"Aku yang sudah lumayan dekat dengan sepupu Mas Adam ini.
"Aku bulan minggu depan tunangan Del!"Tersenyum bahagia.
"Oh ya...wah selamat ya Kak!"Aku memeluknya,"siapa cowok yang beruntung itu kak?"Aku penasaran karena yang ku tahu Kak Sela baru saja putus dari pacarnya waktu Mas Adam pulang tugas dari luar negeri kemarin.
Dia tersenyum-senyum,"beneran kamu mau tahu?"Membuatku semakin penasaran,dia memberiku ponselnya yang terlihat sudah ada foto seorang laki-laki berpakaian dinas lengkap TNI.
Aku melotot melihat nya,dan menutup mulutku yang hampir ternganga.
"Aerda?"Aku menyebut nama dengan semangat.
Kak Sela tersenyum dan mengangguk."Sejak kapan?Mas Adam tahu ini?"Aku tidak bisa mengontrol suara ku hingga beberapa anak-anak yang sedang istirahat makan menatap ku dengan wajah heran.
"Ya Allah bikin gaduh kamu tuh!"Melihatku yang malu karena dilihatin orang-orang sekeliling.
"Ya habis, Kak Sela bikin kaget!"aku tertawa.
"Kami bertemu ga sengaja waktu aku ke kantor Mas Adam aku kan magang di kantornya dia waktu Mas Adam dinyatakan hilang dia sering ke kantor Mas Adam untuk ketemu Deni, disitulah mulai kita kenalan dan dua bulan yang lalu dia tiba-tiba kerumah ketemu papa aku untuk melamar aku! Pertamanya aku kaget,tapi katanya dia hanya ingin ta'aruf sama aku!"Kak Sela tidak berhenti-henti nya tersenyum bahagia.
Mungkin kebahagiaan seorang wanita juga ada saat dia dipilih oleh seorang laki-laki yang sedang berjuang untuk mendapatkan ridho Nya.
__ADS_1