
Darah segar mengalir dari punggung Adel yang melemah karena tembakan senjata api.Tubuh Adel lemas dan hampir terjatuh namun Aku langsung meraihnya dan memeluknya.
Dan bersamaan dengan itu polisi datang.
Dan menangkap semua anak buah Devan.
"Mas!"Kata-kata Adel terhenti karena menahan sakit.
Aku masih memeluknya,kulihat raut wajahnya kini pucat.
"Kamu harus bertahan Del!kita ke rumah sakit sekarang!"aku menggendongnya keluar dari tempat itu.
"Gini ta rasanya kena tembak!"celotehnya dengan senyum menahan sakit.
"Kamu ngomong apa?"hati ku rasanya remuk melihat Adel seperti ini."Ambulance mana ambulance!"aku berteriak mencari ambulance.
"Bos!"Erda menghampiriku sudah menyetir sebuah mobil.
Aku bergegas masuk ke dalam mobil.Mobil pun melaju dengan kencang.Darah tak berhenti mengalir dari pundak Adel.Air mata ini pun tak bisa ku sembunyikan.
Adel terus meringis kesakitan dalam pelukanku.
Tempat kejadian yang lumayan jauh dari pusat kota itu menjadikan perjalanan kian jauh.
Setelah sampai di sebuah rumah sakit Adel sudah tak sadarkan diri karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Sekarang Adel di dalam ruang IGD dan ditangani oleh dokter.
Sudah hampir tiga jam Adel diruang operasi,seorang dokter yang menangani Adel keluar.
Aku langsung mencercanya"Bagaimana keadaan Adel dok?"rasa khawatir dan takut menyelimuti ku.
__ADS_1
"Peluru sudah diambil dari tubuh pasien,namun pasien belum bisa melewati masa kritisnya karena terlalu banyak mengeluarkan darah!Semoga pasien segera sadar dan melewati masa kritisnya!"dokter itupun berlalu.
Duniaku serasa runtuh,wanita yang kucintai sedang meregang nyawa demi menyelamatkan ku.
Aku terduduk di lantai seperti tak punya tenaga.Air mata ku tumpah,harusnya aku yang berada di sana bukan dia,dia terlalu baik terlalu polos.
"Sabar bos!aku yakin Adel bisa melewati masa-masa kritisnya!"Erda memberiku semangat.
Deni yang baru datang bersama ibu Adel segera menemui ku yang sedang runtuh.
"Maaf pak saya baru mendengar kabar ini,dan saya langsung menjemput ibu Mbak Adel!sekarang beliau berada di lobi."jelas Deni.
"Aku telah gagal menjaga Adel!apa yang akan kukatakan pada ibu Adel!Aku yang selama ini selalu berjanji untuk melindungi anak semata wayang nya telah lalai!"hatiku memberontak atas kegagalan ku.
"Temui ibunya Adel dulu bos!berikan penjelasan atas keadaan Adel sekarang,dan kita hanya bisa berdoa dan dokter sedang mengupayakan yang terbaik untuk Adel!"Erda menasehati ku yang sejak tadi tidak bergeming dari tempatku terduduk.
Ya,aku harus menjelaskan pada ibu Adel sekarang! Aku tidak bisa terus terdiam disini! aku harus mempertanggungjawabkan semua yang terjadi pada Adel sekarang!
Dengan goyah aku berdiri dan melangkahkan kaki.Sebelum pergi untuk menemui ibu Adel aku melihat Adel yang sedang berbaring lemah melawan masa kritisnya melalui pintu kaca.
"Maafkan Mas Adam ya Del!Mas gagal melindungi kamu!tapi Mas janji ga akan pernah meninggalkanmu menanggung rasa sakit mu sendirian sekarang! Mas temui ibu dulu sebentar nanti Mas kesini lagi!"pamitku dalam hati dari balik pintu.
Melihat ibu Adel yang sedang duduk di ruang tunggu lobi,Dari kejauhan aku tak berdaya,semakin dekat aku langsung bersimpuh dipangkuan nya.
"Adam!"Ibu Adel terkejut dengan perlakuan ku.
"Buk...maafkan Adam ga bisa jagain Adel!Adel kritis bu!"aku menangis dipangkuan nya.
"Nak!ini semua bukan salah kamu,ini semua sudah menjadi takdir Nya!sekarang kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Adel!ibu yakin anak ibu kuat,dia pasti bisa melewati ini semua dan segera kembali ditengah-tengah kita."air mata ibu juga menetes deras suara nya juga rapuh tapi mencoba kuat demi sang putri tercinta.
"Adam!Ibu tahu kamu sangat menyayangi Adel begitu pula Adel!beri Adel kekuatan untuk melawan masa kritisnya ya Nak!kita sama-sama berdoa yang terbaik untuk Adel!"mengelus pundak ku.
__ADS_1
Suara alunan adzan subuh memecah keheningan malam menjelang pagi.
"Sudah subuh!lebih baik sekarang kamu bersih-bersihin badan kamu,shalat subuh!"Ibu menyarankan ku.
Aku benar-benar bersyukur mengenal keluarga Adel,bukan hanya baik tapi mereka sangat baik.
Setelah membersihkan diri dan mengganti baju.Aku mengambil air wudhu dan segera shalat subuh.
Dalam sujud ku"Ya Allah nama ini setiap hari engkau dengar dari doaku,dan hamba meminta kepada Mu ya Rob ku!dulu mungkin dalam doanya pernah meminta kepadaMu juga untuk keselamatan ku dan kini aku juga meminta kepadaMu untuk kesembuhan nya!sembuhkan lah dia kembalikan senyum nya,aku berjanji padamu untuk menjaganya selamanya!dan menjadi yang terbaik untuk nya...amin!"air mataku menetes mengingat saat Adel pasang badan agar aku tak tertembak.
Aku kembali ke ruangan Adel,di sana sudah ada beberapa polisi untuk meminta keterangan juga untuk menjaga keamanan Adel selama dalam perawatan.
Aku yang belum siap memberikan keterangan meminta Deni untuk mengurus semuanya.Aku juga meminta Erda untuk membawa pulang Ibu Adel,aku tidak ingin beliau sakit jika harus merawat Adel selama di rumah sakit.
Aku meminta ijin dokter untuk menjaga Adel di dalam ruang ICU dan dokter pun memperbolehkan.
Aku yang duduk di samping tempat tidur Adel,aku menggenggam tangan nya.
"Del...tangan kamu dingin!"aku merasakan dinginnya tangan Adel."Mas temani kamu disini ya!Mas janji akan menebus semua kelalaian Mas!"aku mulai berkaca-kaca.
Hanya ada suara peralatan medis yang terpasang ditubuh Adel.
Aku tersenyum pilu,"Del...Mas Adam rindu dengan senyuman kepolosan mu!Mas ga tahu apakah bisa hidup tanpa kamu?Mas ingat waktu Mas pergi tugas ke luar negeri dan dinyatakan hilang,kamu sampai sakit memikirkan Mas Adam!gimana Mas Adam ga besar kepala coba?ada seorang perempuan yang merasa kehilangan hingga dia pun jatuh sakit.Sekarang keadaan itu terbalik,seperti ini yang kamu rasakan dulu!kamu selalu bisa menjaga hati kamu walau jauh dari ku!wanita hebat ku,wanita sholehah ku!"ku pandangi wajah yang tanpa mimik muka apapun.
Seseorang mengetuk pintu.
"Sebentar ya Del...Mas keluar sebentar!"aku pamit pada Adel yang belum memberi respon sama sekali.
Diluar aku ditunggu Deni dan Erda juga Ibu Adel.Aku yang melihat Ibu Adel langsung mencium tangannya.
"Adam!Ibu boleh lihat keadaan Adel?"Ibu meminta kepada ku.
__ADS_1
"Boleh bu...semoga setelah Adel bertemu Ibu bisa segera sadar!"harapanku.
"Pak Adam dimintai keterangan ke kantor polisi besok!saya juga sudah meminta Papa pak Erda untuk meminta cuti atas peristiwa ini pada atasan Bapak!"Deni yang selalu mengerti apa yang harus dia lakukan.