
"Huhhh" mengeluarkan nafasnya perlahan "Akhirnya aku naik tingkat lagi" Senangnya -Ye Nǚshén
"Tapi kayaknya baru ke Raja bumi tingkat awal deh" -Ye Nǚshén
"Nona apa anda sudah bisa memurnikannya" Kompak mereka sambil muncul tiba-tiba
"Ehh Mama kaget gue astaga" Kagetnya -Ye Nǚshén
"Nona apa itu gua" -Jingmi
"Ah t...tidak" "Astaga barusan aku ngomong bahasa sana... jangan buat mereka curiga" Batinnya -Ye Nǚshén
"Oh ya apa kalian tidak istirahat kelihatannya kalian tambah kurusan" Berdiri -Ye Nǚshén
"Kami baik-baik saja selagi anda baik-baik saja" -Tao
"Masuklah ke cincin dimensi aku sudah membuat rumah untuk kalian dan kalian bisa berlatih di sana" -Ye Nǚshén
"Kami baik-baik saja Nona terimakasih tapi kami hanya hewan kami tidak layak menempatinya" -Shen
"Ayo lah aku tidak keberatan dan juga jika kalian kuat kalian bisa menjagaku" Meyakinkan -Ye Nǚshén
"Baik Nona kami akan masuk tapi anda harus berjanji jika anda istirahat kami harus menjaga di samping anda" -Li
"Baiklah kalian pasti lelah oh ya bukannya seharusnya sekarang musim dingin" -Ye Nǚshén
"Musim dingin akan turun tujuh hari lagi Nona" -Tao
"Oo... Mmm baiklah masuklah" -Ye Nǚshén
"Terimakasih" Kompaknya dan masuk ke dimensi
"Emm bukankah yang ku tarik itu pedang mengapa menjadi cincin ya coba aku ubah jadi gelang" Berkonsentrasi dan benda itu benar menjadi gelang -Ye Nǚshén
"Emm mengapa beda dengan yang aku inginkan... sudahlah mending aku berlatih cambukan petir" Lalu pergi -Ye Nǚshén
|Ye Nǚshén kembali kerumah tua tersebut dan masuk ke dalam dimensinya dan ia melihat hewan spiritualnya tertidur sangat pulas
__ADS_1
...¦Satu minggu kemudian...
"Ya sepertinya aku harus ke hutan iblis untuk berlatih cambukan petir kasihan mereka pasti lelah menungguku" Meletakkan obat penambah energi tingkat enam di sampingnya -Ye Nǚshén
...|Keluar dari dimensi...
"Satu... dua... satu... dua... "Meregangkan ototnya -Ye Nǚshén
"Nona maaf menganggu" Tiba-tiba Li keluar
"Mama ayam pangang goreng rebut Huhh kau mengagetkanku saja" Kagetnya "Ada apa" Sambil melanjutkan peregangannya -Ye Nǚshén
"Nona ada kereta kuda dari bagian utara mengarah kesini" -Li
"Apa ada berapa mereka" segera mengeluarkan make up nya -Ye Nǚshén
"Ada enam kuda beserta pengendaranya dan satu kereta kuda besar sepertinya itu kereta kuda milik Raja dan Selir" -Li
"Ada apa mereka kemari ini belum dua tahun kan" Fikirnya sambil kesana kemari -Ye Nǚshén
"Li tolong bawakan tanah kering dan darah beku" Sambil merias untuk membuat jerawat -Ye Nǚshén
"Sudah jangan banyak bertanya cepat berapa menit mereka akan tiba" Terburu-buru -Ye Nǚshén
"Sekitar dua puluh menit Nona" Sambil masuk ke dimensi -Li
"Bisa lah... Jingmi keluarlah" Pangilnya -Ye Nǚshén
"Ada apa Nona" Keluar dari dimensi -Jingmi
"Tolong buat sarang laba² di sekitar sini" Perintahnya -Ye Nǚshén
"Untuk apa Nona" Herannya -Jingmi
"Apa kau merasakan ada yang mendekat" Tanyanya -Ye Nǚshén
"Iya Nona seperti ada yang mendekat lagi" -Jingmi
"Lagi???" Bingungnya -Ye Nǚshén
__ADS_1
"Iya Nona saat anda memurnikan kekuatan ada dua orang menggunakan kuda kemari kami tidak tahu itu siapa dan kami juga tidak mau menganggu anda" -Jingmi
"Pasti mereka akan bertanya" Gumamnya -Ye Nǚshén
"Huh cepat kau buat sarang laba² nya" Perintahnya -Ye Nǚshén
"B..baik Nona" Berubah menjadi laba-laba -Jingmi
"Li apa kau sudah menemukannya" Tanyanya -Ye Nǚshén
"Sudah Nona" Keluar membawa tanah kering dan darah beku -Li
"Bagus" Mengambilnya dan menempelkannya di hanfu putihnya -Ye Nǚshén
"Dan yang lain tolong buat rumah ini menjadi berdebu" Perintahnya -Ye Nǚshén
...|Disisi lain ...
"Yang Mulia apa masih jauh kita sudah tiga jam didalam dan aku bosan" Rayu seorang Selir
"Apa kau bosan Ini baru dua jam bagaimana bisa kau tambah menjadi tiga" Bingung Raja
"Aiss mengapa Yang Mulia mau menjenguknya" Bertingkah sok imut
"Aku juga tidak mau... tapi putrimu memaksaku untuk menjemputnya dia tidak mau ikut pemilihan selir" Memegang kepalanya -Yang Mulia Raja
"Emm bagaimana jika tunangan dia menjadi tunangan putriku dan perempuan itu mengikuti pemilihan selir" Ucap sang selir
"Apa kau fikir itu mudah... Jika Ye Yué tidak membuat perjanjian dengan kakek mereka mungkin pertunangan ini bisa dirubah" Ucap Yang Mulia frustrasi
"Tapi jika mereka berdua menolak itu bukannya bisa membatalkannya" Bersikap sok imut -Selir
"Baiklah kita lihat apa benar kata penjaga itu jika Ye Nǚshén kabur dari rumah tua itu" Sambil melihat keluar jendela -Yang Mulia
"Baiklah…" Menyembunyikan senyum jahatnya
...•Next•...
...~~~...
__ADS_1