
Seperti biasa pagi ini aku dijemput oleh Deni.
"Mas Adam kerja hari ini Mas?"Aku menanyakan kegiatan hari ini pada Deni.
"Tidak Mbak!hari ini jadwal beliau kontrol jahitan dan kesehatan dirumah sakit."Tidak seperti biasanya menjawab pertanyaan ku tentang kegiatan Mas Adam.
"Ya udah!"Lega rasanya itu orang tidak kelayaban hari ini.
Ponselku bergetar satu pesan dari Mas Adam.
Ga usah khawatir hari ini aku masih cuti...nanti aku juga harus kontrol jahitan ke dokter! Masalah Mama Sari aku sudah minta orang untuk menjaganya.Nanti pulang sekolah jenguk Restu,ada yang harus aku urus hari ini.Kamu dengan Deni dulu.
Baru saja lega karena dia ga kelayaban tapi ya seperti biasa dia tidak bisa diam.
Super sibuk,sakit saja tidak cukup untuk menghentikan kegiatannya.
"Mas Deni nanti pulang antar aku ke rumah sakit aku mau jenguk Kak Restu!"Ya fasilitas dari si tukang sibuk,aku yang hanya anak rumahan dan kampungan sekarang kesana kesini naik mobil.Dijemput assisten pribadi pula.
Sebenarnya aku tidak pernah memimpikan ini semua.Mengenal Mas Adam,yang aku juga belum jelas keluarganya.Dulu aku hanya bermimpi menjadi bagian di hidup seorang Restu,cowok cool dengan senyuman menawan.
Tapi suratan Tuhan berbeda,entah apa lagi yang akan terjadi setelah ini aku hanya bisa pasrah.
Hari ini disekolah masih seperti biasa.
"Adel...kamu dipanggil Bu Nesti sekarang!"Yesa menyampaikan pesan dari guru BK.
"Bu Nesti?oke... makasih!"seketika aku langsung berpikir keras,apa yang telah aku lakukan hingga guru BK memanggilku.
Aku ga pernah lakuin apapun!semua nilai pelajaran ku masih tahap aman walaupun aku ga pintar-pintar amat lah! setidaknya otak ku masih bisa dibilang aman.
Lalu apa yang membuat guru BK memanggilku.Aku memang sering ngantuk dijam pelajaran tapi selalu aman.Jangan sampai si jaelangkung tahu aku dipanggil guru BK,bisa repot urusannya.
"Maaf Bu...ada apa memanggil saya?"Aku memasuki ruangan guru BK dengan jantung tak terkendali.
Aku memang konyol tapi ciut juga kalau sampai ruangan guru BK.
"Masuk Del!ada yang mau ketemu sama kamu!"Bu Nesti seorang guru BK yang sebenarnya tidak killer tapi ciut juga kalau harus konseling dengan beliau.
Aku masuk kedalam ruang BK yang dianggap sebagian siswa angker.
Aku melihat seorang wanita duduk dikursi konseling.Seperti aku familiar, dilihat dari belakang tubuhnya.Aku duduk disebelahnya.
"Adel ini Desti ingin bertemu dengan kamu!Pasti kamu sudah kenal kan, karena kata Desti kalian bertetangga!"Bu Nesti yang sangat ramah ternyata.
"Terimakasih Bu Nesti!bisa tinggalkan kami berdua sebentar saya ingin bicara dengan Adel dari hati ke hati."Kak Desti meminta waktu pada Bu Nesti.
"Baik...saya tinggal dulu!"Bu Nesti berjalan keluar.
Kulihat Kak Desti memastikan bahwa Bu Nesti sudah tidak didalam ruangan.
"Oke... sebenarnya aku tidak ingin bertemu dengan gadis sok polos kaya kamu!Aku hanya tidak mau, orang-orang pacarmu itu mengendus pertemuan ku denganmu! Urusan kita belum selesai."Menatapku tajam.
__ADS_1
"Aku ga ngerti maksudnya apa!Tapi aku juga ga perduli dengan apapun itu."Aku mencoba untuk tidak takut dengan semua ancamannya.
"Ini untuk yang terakhir kalinya aku peringatkan kamu!Jauhi Restu, jangan sok jadi pahlawan kesiangan, Kalau kamu ga mau orang-orang disekitar kamu merasakan akibatnya!"Dia mengancam ku, menekankan kata-katanya untuk menjauhi Kak Restu.
"Terserah Kak Desti,aku ga ingin berdebat terlalu lama.Kakak sudah dewasa harusnya berpikir lebih baik,jangan ikuti nafsu!Permisi."Aku pergi meninggalkan dia diruang BK sendirian.
Aku tak mau berlama-lama berhadapan dengan dia karena ga ada manfaatnya juga.Aku tidak pernah tahu apa sebenarnya yang terjadi pada hubungannya dengan Desti dan Restu.
Aku juga tidak pernah memanfaatkan keadaan tentang hubungan mereka.
"Huuuhhh! semangat....ga usah dipikirin ga penting!Eh...tapi kalau dipikir-pikir berarti orang-orang Mas Adam selalu ngawasin aku dong!"Aku baru sadar dengan kata-kata Desti barusan.
Ponselku bergetar panggilan dari Erda.
"Assalamualaikum!"buka ku.
"Wallaikumsalam! Ngapain Desti nemuin kamu?Ngomong apa dia?"Cerocos Erda.
"Eh...kaya ibu-ibu Anda!"Aku menggodanya.
"Aku ga bercanda ya Del!Aku ga mau Adam marah besar gara-gara aku lengah!"Terdengar sangat serius.
"Oke...jadi kamu tahu aku baru ditemui Desti?"
"Iya...salah satu orang ku lihat Desti kesekolah kamu!Aku yakin pasti dia nemuin kamu!"Insting seorang tentara memang tepat sasaran.
"Iya tadi dia nemuin aku!Dia minta aku untuk menjauhi Kak Restu!"Akhirnya aku menceritakan pertemuan ku dengan Desti.
"Shiiittt! Ya udah,kamu ga usah cerita sama Adam dulu,kamu tahu gimana sifat Adam!Biar Desti aku yang urus!"Erda memintaku.
"Ya udah, assalamualaikum!"Tutupnya.
"Wallaikumsalam!"
Astaghfirullah apalagi ini!
Sepulang sekolah aku langsung kerumah sakit untuk menjenguk Kak Restu.
Setelah mengetuk pintu kamar aku membukanya.
"Assalamualaikum!"aku menyapa.
"Wallaikumsalam!"Kak Restu dan Kak Gibran bersamaan.
"Adel...!"Kak Restu langsung menyebut namaku.
"Hay Kak! Gimana keadaan Kakak?"Aku mendekatinya yang sedang setengah terduduk diatas bed nya.
"Alhamdulillah sudah mendingan!"Suaranya terbata-bata.
"Alhamdulillah!sudah makan?"Aku melirik makanan yang masih utuh sepertinya belum tersentuh.
__ADS_1
"Ga mau makan dia Del!ga tahu nungguin kamu kaya nya."Kak Gibran menimpali.
"Rasanya mual Kak!"Kak Restu membela diri.
"Ya makan dikit-dikit Kak,biar perutnya ada isinya."berusaha membujuknya.
"Nanti aja!"Kak Restu.
"Atau mau makan buah?Aku kupasin!"menawarinya buah berharap dia mau makan.
"Ya udah!"Akhirnya Kak Restu mau.
Aku mengupas kan buah apel untuknya.
Aku melihatnya masih susah bergerak,mengangkat tangannya pun dia kesulitan.
Akhirnya aku menyuapinya.
"Maaf ya Del, ngrepotin kamu!"Dia menatapku sayu.
"Gapapa kak!"
Setelah menyuapinya beberapa potong buah,aku pamit pulang.
Diparkiran Deni tidak terlihat.Aku menghubungi nya tapi tidak diangkat.
"Cari Deni?"Mas Adam seperti biasa selalu datang tanpa memberi tahu.
"Kamu tuh ya Mas... kebiasaan!"Aku mengerucut.
"Cek dulu ponsel kamu! dihubungi dari tadi ga bisa!"Dia gantian pasang muka jutek.
Aku merogoh ponselku disaku rok sekolah yang masih kupakai.Ternyata ponsel ku mati.
"Maaf...lagian kamu juga kenapa ga nyusul kedalam?"Aku masih ga mau kalah.
"Memang cewek itu ga pernah ada salahnya!"Dia menatapku heran.
"Cewek itu maha benar!"Aku meliriknya.
"Mau kerumah Rifi ga?"Dia menawarkan.
"Sekarang?"
"Besok habis lebaran!"Dia menjawab dengan jutek.
"Tapi masa kesana tangan kosong!"
"Itu Mas sudah nyiapin semuanya didalam mobil...lihat aja dulu ada yang kurang ga?kalau ada yang kurang nanti beli lagi!"Dia menggodaku.
Oke fix ini cowok paling ngerti.Tanpa aku mengucapkan dia sudah tahu apa yang aku pikirkan.
__ADS_1
Aku meringis dan tersipu malu.
Laki-laki ini yang ditakuti oleh anak buahnya bisa sehangat ini dengan cewek biasa seperti ku.