AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Masa lalu


__ADS_3

"Ya andai aku bisa jalan,pasti kamu ga akan menghibur ku seperti ini!"


"Udah deh ga usah mikir kemana-mana!kita ke taman depan gimana?"Aku mengajaknya mencari udara segar mungkin dengan sedikit jalan-jalan hatinya akan lebih baik.


Sampai di taman kompleks perumahan,kami berhenti disebuah kursi.


"Disini aja ya kak!"Aku.


"Iya...eh Del kayanya asik nih sambil beli somay itu!"menunjuk penjual somay yang tak jauh dari kami duduk.


"Kak Restu mau?tunggu disini,Adel beliin!"


Aku beranjak pergi namun tangan ku diraihnya.


"Tunggu!"Menghentikan langkah ku."Ini uangnya, Kak Restu ga pakai sambel n kecap pakai saus aja!sama jangan pakai kentang ya Kak Restu ga suka!"Memberiku uang.


"Iyah...tunggu sini jangan kabur!"Godaku.


Aku meninggalkannya,untuk membeli pesanannya.


"Ini kak!"Aku memberikan satu plastik somay pesanannya, tapi kulihat raut wajahnya berubah marah dengan memandangi layar ponselnya.


"Kak!"Aku kembali memanggilnya,"Kak Restu kenapa?"


"Maaf!"Mengambil somay yang ku berikan.


Namun wajahnya masih terdiam beku diselimuti amarah sepertinya.


"Maaf ya Del!Bisa antar Kakak pulang?"Tiba-tiba dia meminta pulang.


"Iya!"Aku mengangguk menurutinya.


Ku dorong kursi rodanya sampai di rumah yang tak jauh dari taman itu.


"Aku ingin ke kamar Del istirahat!"Suaranya menekan.


"Tunggu!Kak Restu kenapa? Tiba-tiba berubah marah gini,Adel ada salah sama Kakak ?"Aku yang bingung langsung meminta penjelasan sebenarnya apa yang terjadi dan membuat nya berubah.


Dia membuka ponselnya dengan cepat dan memperlihatkan sebuah foto yang ternyata foto pernikahan antara Kak Gibran dan Kak Desti.


Aku terkejut dengan foto yang sengaja dikirim seseorang pada Kak Restu.


"Kak sabar!Ya ini belum tentu benar!"Aku berusaha menenangkannya.


Aku tahu ini benar, karena aku sudah lama mengetahuinya.Ku kira Kak Restu juga sudah mengetahuinya dan masalah ini sudah clear tapi ternyata aku salah.Masalah ini sama sekali belum tersentuh.

__ADS_1


"Kak Gibran keterlaluan!"Dia mulai emosional.


"Kak... dengarkan aku!redam emosi kakak,kita bisa minta penjelasan pada Kak Gibran.Tapi tidak dengan emosional."Aku berusaha memberikan cara menyembunyikan masalah.


Tiba-tiba Kak Restu berteriak kesakitan dan memegangi kepalanya.


"Kak! Kak Restu kenapa?"Aku bingung melihatnya seperti itu.


Kak Nisa yang mendengar Kak Restu berteriak keluar dari kamar menghampiri kami.


"Restu kenapa Del?"Khawatir melihat adik iparnya berteriak-teriak kesakitan.


"Adel ga tahu Kak, tiba-tiba Kak Restu sakit kepalanya!"Aku yang juga bingung harus menjawab jujur atau tidak.


"Ya udah Kak Nisa telepon Mas Gibran kamu panggil supir untuk bantu kita kerumah sakit sekarang!"Kak Nisa yang panik langsung berpikir untuk membawa Kak Restu ke rumah sakit.


Tak berapa lama kami berangkat ke rumah sakit,dan Kak Restu sekarang pingsan.


Sesampainya di IGD dokter Erli yang menangani Kak Restu sudah menunggu kami.Kak Restu langsung dibawa masuk keruang tindakan.


Tak berapa lama Kak Gibran pun datang dengan wajah khawatir.


Aku yang dicerca pertanyaan hanya mampu menjawab tidak mengerti.Karena kalau ku jawab jujur pasti sepasang suami-istri ini akan ribut disini.


Astaghfirullah aku harus bagaimana?batinku.


"Del...!"Kak Gibran mendekati ku


"Iya...!"Aku terkejut karena sedari tadi aku memikirkan yang akan terjadi jika Kak Restu sudah siuman.


"Kamu melamun!"Memperhatikan ku.


"Iya Kak!Maaf aku jadi merasa bersalah karena harusnya aku bisa membuat kak Restu lebih baik malah sekarang dia jadi gini!"Aku juga sebenarnya kecewa dengan diriku sendiri.


"Adam tahu kamu bekerja untuk Restu?"Dia menatapku.


Aku menggeleng,"Aku memang sengaja tidak memberitahu Mas Adam Kak!"Menghembuskan nafas panjang.


"Tadi Deni ke kantor untuk memintaku menjadi saksi untuk kasus ayahnya Desti!Kamu tahu masalah itu Del?"


"Iya kak aku tahu kasus itu,tapi aku ga begitu jelas karena Mas Adam hanya menceritakan soal masalah ayah Kak Desti yang tertangkap dan yang sedang dicari selanjutnya suami Kak Desti!"


"Hanya itu?"Kak Gibran sepertinya tidak percaya.


"Iya kak!"

__ADS_1


"Adam begitu menjagamu Del,aku tahu benar bagaimana Adam.Dia tidak pernah seperti ini.sepertinya dia mempertaruhkan jabatannya demi kamu!"Kak Gibran terheran-heran.


"Maksudnya?"Aku belum mengerti.


"Kamu tahu suami Desti?"


Aku menggeleng.


"Dia bukan seorang yang sembarangan!Hampir saja pabrik Adam dan beberapa yayasan atas namanya diobrak-abrik oleh suami Desti!Tapi begitu tangguhnya Adam!dia juga memikirkan semua untukmu,Adam mempertaruhkan jabatannya sekarang makannya sekarang dia di mutasi ke luar pulau!Demi melindungi kamu."


"Aku masih belum mengerti kak?"


"Intinya Adam tidak pernah main-main sama kamu!Dia sedang bertaruh dengan suami Desti yang terkenal susah untuk di dapatkan karena dia kelas kakap.Agar orang-orang suami Desti tidak bisa menyentuhmu.Aku salut dengannya, Makannya aku tanya sama kamu soal kamu ngurus Restu karena aku tidak mau ada salah paham diantara kalian!"


"Iya aku memang belum cerita karena menurut ku ini hak ku kak untuk tidak meminta ijin padanya!"Aku tersenyum tipis.


"Ya aku harap yang terbaik saja untuk kamu dan Adam! Jangan beri Restu harapan Del jika kamu memang mencintai Adam!Adam laki-laki yang sangat baik!"Kak Gibran meninggalkan ku.


"Emhhh Kak!"


"Iya!"Dia menghentikan langkahnya.


"Bisa kita ngobrol di depan!"Aku menunjuk keluar dari rumah sakit.


"Ada apa?"


"Ada yang ingin aku tanyakan tapi ga disini!"Aku memintanya.


Dia mengangguk dan berjalan keluar dari rumah sakit aku berjalan mengekornya.Sampai disebuah taman dia duduk dan akupun mengikutinya duduk disebelahnya.


"Kamu ingin bicara apa sampai minta bicara diluar ?"


Aku mengeluarkan ponsel Kak Restu.Dan membuka pesan yang didalamnya terdapat foto pernikahan antara kak Gibran dan kak Desti.


Kak Gibran terlihat sangat kaget.Dia berulang kali memandangi foto itu.


"Ini ponsel Restu?"Mengenali ponsel sang adik.


"Iya Kak ini ponsel Kak Restu!Aku sengaja menyimpannya karena aku ingin kak Gibran tahu masalah ini!Foto ini yang membuat Kak Restu menjadi marah dan pingsan."Akhirnya aku jujur apa yang sebenarnya terjadi.


"Siapa yang mengirimkan foto ini ?"Kak Gibran terlihat tersulut emosi juga.


"Aku tidak tahu Kak!yang jelas Kak Restu sangat marah mengetahui ini, kupikir dulu Kak Gibran sudah jujur tentang masalah ini makannya aku bingung saat foto ini sampai pada Kak Restu!"


"Aku memang belum menceritakan ini semua pada keluarga ku Del, karena aku yakin pasti mereka akan kecewa juga marah!"Kak Gibran terlihat menyesal.

__ADS_1


__ADS_2