
"Del!"Kak Restu tiba-tiba berlutut dihadapan ku.
"Mas Adam tinggal dulu ya!"Berdiri melihatku dengan senyuman.
"Mas Adam mau kemana?"Aku meraih tangannya.
"Mas mau ke depan,ada yang harus Mas selesaikan dengan Erda dan Deni!Kalian ngobrol dulu!"Mas Adam meninggalkan kami,aku dan Kak Restu.
"Del... maafin aku ya!aku ga bisa seperti Mas Adam yang selalu ada untuk kamu!"Kak Restu menyesali diri nya sendiri.
"Aku ga minta Kakak untuk menjadi orang lain, Kak Restu ya Kak Restu,Mas Adam ya Mas Adam jangan jadi orang lain!"Tegasku.
"Aku tahu cinta kamu hanya untuk Mas Adam!Tapi apa kita masih bisa berteman?"Menatapku penuh harapan.
"Kak,aku memang sayang sama Mas Adam tapi bukan berarti aku menutup diri untuk berteman dengan siapa pun!Kita masih bisa berteman seperti dulu!"Aku tidak mau memutus tali persaudaraan yang sudah ada.
Sedang diluar Mas Adam,Erda dan Deni sedang ngobrol.
"Gimana Er,kamu udah tahu gimana kejadian sebenarnya?"Adam pada Erda.
Adam meminta Erda untuk menyelidiki kasus kecelakaan yang merenggut nyawa bapak Adel.
"Anak buah gue udah jalan,tadi mereka ngasih info kalau udah ketemu sama yang nabrak!tinggal tunggu waktu yang tepat aja kita tahu ini real kecewa atau ada kesengajaan!"Erda seperti biasa yang selalu cepat menyelesaikan permintaan Adam.
"Den...apa kamu juga ga tahu kalau selama ini Adel mengenal Mama?"Adam kecewa pada Deni,yang tidak mengetahui kalau selama dia bertugas Adel mengenal Mamanya.
"Maaf Pak! saya tidak mengetahuinya, karena saya terlalu sibuk mengurus semua bisnis Pak Adam!"Deni meminta maaf atas keteledorannya.
"Lalu,apa selama aku pergi ada yang mendekati Adel Er?"
"Itu cowok yang lagi ngobrol sama Adel itu!"Menunjuk Restu,dengan cengengesan.
"Bukan itu maksud gue!"Adam melirik tajam Erda yang dia tahu sedang bercanda.
"Oke...oke bos!ada beberapa orang yang mau mendekat,ada seorang perempuan dan laki-laki mereka kayanya ada hubungan.Tapi yang gue tahu kalau yang perempuan ini sering banget ngancam gadis Lo itu,tapi yang laki-laki lebih kearah Restu!Ya gue ga tahu gimana ceritanya,cuma memang beberapa kali si perempuan ini menyuruh orang untuk mendekati Adel,tapi digagalkan oleh anak buah gue!"Erda menceritakan semua kejadian yang terjadi selama Adam tugas.
"Lo tahu siapa perempuan itu?"Adam meminta diperjelas.
__ADS_1
"Ini!"Menunjukkan sebuah foto seorang perempuan didalam ponselnya pada Adam.
"Sudah gue duga,pasti dia akan mencoba menyentuh Adel!"Adam mengepalkan tangannya.
"Tapi gadis Lo itu ga bergeming sering banget diancam ma ni cewek!"Erda yang menyanjung Adel adalah cewek yang tangguh.
"Ga salah pilih kan gue!"Adam membanggakan diri sendiri.
"Tapi kalau Lo kemarin beneran ilang dan dinyatakan gugur dalam tugas, sekarang Lo udah lihat itu gadis Lo itu udah disamber sama si pendekar langit itu!"Memandangi Adel dan Restu.
"Allah udah milih gue untuk jadi pemeran utama!"Adam.
"Sorry Dam bisa kita bicara berdua?"Gibran tiba-tiba muncul.
"Bicara aja besok di kantor,jangan disini!"Adam dingin.
Mas Adam pergi meninggalkan Gibran,Erda dan Deni.
Keesokan harinya, Gibran benar-benar datang ke kantor Adam.
"Maaf Pak,ada yang ingin bertemu Bapak!Pak Gibran namanya!"Susi sekretaris Adam menghubungi Adam lewat pesawat telepon.
Tak berapa lama Gibran diantar Susi masuk kedalam ruang kerja Adam.
"Apa kabar Dam?"Gibran membuka percakapan mereka.
"Alhamdulillah baik Gi,gimana kabar om dan tante Nugraha?"Adam mencairkan suasana.
"Alhamdulillah Mama dan papa sehat!Udah lama ya kita ga ngobrol gini!Sejak lulus SMA kita ga komunikasi!"Gibran membicarakan kenangan mereka dulu.
"Iya, setelah lulus kamu kuliah di Jakarta!"Adam membahas masa dulu mereka saat masih dekat karena mereka dahulu memang bersahabat saat SMA.
"Jujur salut gue sama Lo!"Gibran memuji Adam.
Adam memang termasuk orang yang memilih jalur diluar kebanyakan orang seumuran nya waktu itu.Sifatnya yang dingin,tegas tapi lucu,juga religius.
Ketika almarhum Papanya seorang pengusaha sukses,dia lebih memilih menjadi seorang prajurit TNI.Meninggalkan statusnya sebagai pewaris satu-satunya di keluarganya.
__ADS_1
Adam melanjutkan bintara untuk menggapai cita-cita nya.Dia juga menempuh kuliah umum di bidang hukum.Itu semua dia lalui tanpa biaya dari orangtuanya.
Adam yang sekarang, seorang CEO sebuah AM PRADIPTA grup.Juga seorang Kapten di TNI AD.
Adam seorang yatim yang berdiri sendiri karena kesendirian nya tanpa keluarga.
"Gue juga salut sama Lo,jadi pengusaha di bidang ritel yang empat puluh persen menguasai pasar modal!"Sanjung Adam.
"Itu semua karena mertua gue Dam,tanpa beliau gue bisa apa? Beliau yang mengarahkan bisnis gue hingga saat ini!"Gibran mulai bercerita.
"Ya berarti Lo harus bersyukur dong punya mertua yang hebat,bisa menuntun Lo hingga menjadi Gibran Putra Nugraha seperti sekarang!"Adam sedikit menyindir Gibran.
"Iya,you know lah Dam!Gue menantu yang ga tahu diri!"Gibran menunduk.
"Lalu,maksud Lo nemui gue disini apa?"Adam menyelidik.
"Ini mengenai Adel Restu dan Desti!"Gibran memulai dari akar masalahnya menemui Adam.
"Lo terlalu buta Gi,dibutakan cinta!"Adam memotong.
"Iya gue tahu!"Terlihat Gibran menyesal.
"Sekarang terlambat Gi! orang yang Lo cinta telah mengubah cintanya menjadi dendam!Dan dendamnya membuat nya menjadi buta hingga semua orang yang berada di sekitar Lo menjadi sasaran nya!"Adam menyesalkan sikap Gibran.
"Iya,gue nyesel Dam!Makannya sekarang gue kesini untuk minta tolong sama Lo!Gue udah ga bisa handle ini sendiri!"Gibran meminta tolong.
"Hadapi semua yang udah Lo buat sendiri Gi! Gue sekarang hanya ingin melindungi orang yang gue cinta!Gue ga mau ada luka sedikitpun pada cinta gue, Adel menjadi korban atas perbuatan yang awalnya Lo perbuat.Dia kehilangan bapaknya karena istri simpanan Lo itu, seseorang yang Lo anggap air dalam kehidupan Lo sekarang menjadi api yang membakar sekeliling Lo!"Menatap Gibran yang sudah merasa terpojokkan.
"Maaf,untuk meninggalnya pak Fatah gue baru tahu kalau itu ulah Desti! Kalau begitu gue akan coba untuk mengakhiri semuanya!"Janji Gibran.
"Selesaikan secepatnya Gi,gue ga mau ada korban lagi!"Tuntut Adam.
"Oke! sebelum nya gue minta maaf untuk masalah Adel! harusnya dia ga ngalamin ini!"Gibran kembali menyesali.
"Udahlah Gi, sekarang Lo fokus sama keluarga Lo... terutama adek Lo,gue ga larang dia deket sama Adel tapi untuk saat ini Adel bahaya jika Restu masih terus berusaha mendekati Adel!"Adam meminta pengertian.
"Oke Dam gue ngerti maksud Lo, makasih untuk semua informasi yang Lo kasih,tank you juga nasehat Lo!Lo masih sahabat gue yang dulu!Masih seorang Adam Mahesa sahabat gue SMA dulu!"Gibran memeluk Adam.
__ADS_1
"Gue akan bantu Lo,tapi sekarang gue harus menjaga Adel dan ibunya! semua yang sudah Lo mulai harus Lo akhiri!"Bisik Adam pada Gibran.
Pertemuan kedua sahabat lama.Mereka dipertemukan kembali karena seorang gadis yang harus dilindungi.