
"Kenalkan namaku..." Terhenti
"Aku tidak menanyakan namamu jika mau langsung bertarung.. membuang² waktuku saja" Kesalnya karena benar Nǚshén tidak suka berbelit-belit dan lebih suka menggunakan waktunya untuk berlatih, mempelajari, dan membuat barang-barang yang dia suka -Ye Nǚshén
"A.. Apa kau...." Kesalnya hingga mukanya menjadi merah "Jangan menyesali ucapanmu Nona" Ucapnya sambil menyerang di udara
"Penyerang jarak dekat.. lumayan" Ucapnya sambil menghindari serangan -Ye Nǚshén
"B..bagaimana mungkin tidak ada yang bisa menghindari seranganku" Berbalik dan melihat pedang yang dia keluarkan tadi
"Hah! Tidak ada ingat di atas langit masih ada langit.. PAMAN" Demgan raut muka mengejek dan menekan kata Paman -Ye Nǚshén
"Hahaha tidak ku sangka adik ku di permalukan oleh seorang perempuan" Ucap laki-laki itu dari kejauhan
"Kau benar.. sangat di permalukan" Ucap laki-laki di sebelahnya
.........
"P.. Am..An? Sial kau bocah" Teriaknya dan menyerang dengan brutal
"Gerakannya sangat gesit pasti dia sudah berlatih sangat keras.. Jika bisa mendapat auranya bagaimana rasanya" Smirk dengan melihat sekelilingnya "Masih ada dua lagi? pasti mereka sama kuatnya" Batin -Ye Nǚshén
"Astaga bagaimana dia bisa bertahan kita saja dengan prajuritnya sangat susah"
"Itulah perbedaan orang hebat dengan kita"
"Padahal baru mengeluarkan kekuatan yang sangat besar dan masih bisa bertaham sangat hebat"
"Sangat beruntung Kerajaan di bantu oleh Nona jika tidak mungkin sekarang telah kalah telak" Ucap jendral Dai di dalam hatinya sambil melihat pertarungan itu
"Nona walau aku tidak tahu kenapa kau sangat kuat dan orang sekuat dirimu mau di gunakan oleh Kerajaan mereka tapi jika kau mau membantu kerajaan kami kau akan mendapat dua kali lipat nya.. bagaimana" Berhenti dan mulai menurunkan pedangnya
"Tapi jika aku berkata aku tidak mendapat apa-apa bagaimana" Menatapnya dengan sangat sinis hingga lingkaran merah yang ada di matanya terlihat jelas dan bercahaya -Ye Nǚshén
"A.. Apa kau tidak mendapat apa-apa lalu kau mengapa membantu kerajaan itu" Ucapnya tak percaya dengan apa yang di ucapkan wanita di depannya
"Karena aku.." Mengeluarkan pedang nya "Terlahir di kerajaan ini" Mengores lehernya dengan cepat -Ye Nǚshén
"Akh.. bagaimana mungkin kau bisa berada di belakangku" Memegang lehernya
"Menyerah lah dan ungkapakn kalian telah kalah aku tidak akan membunuh kalian" Menurunkan pedangnya -Ye Nǚshén
"Kamu sudah menyadarinya dari tadi" Terbang mendekat ,Dua orang yang tadi
"Umumkan lah jika kalian kalah" Berbalik badan -Ye Nǚshén
"Bagaimana bisa begitu aku belum bermain denganmu" Ucap salah satu pemuda dari dua pemuda itu dan terbang mendekat dengan cepat
"Bodoh..." Memasukkan pedangnya dan mengambil jarum beracun lalu melemparnya -Ye Nǚshén
__ADS_1
"Ah.. " Mencabut jarum dari kepalanya
"Jika kalian ingin saudara kalian tetap hidup menyerahlah" Senyumnya licik -Ye Nǚshén
"Akhh.. panass..." Memegang badannya
"Panas?" Tanya salah satu pemuda
"Sangat.. panas.. akh.." Mulai lemas
"Ya itu memang sangat panas karena yang aku gunakan adalah 'jarum penaik suhu darah' tingkat tiga" Berfikir "Bentar tingkat tiga.." Kagetnya "Jika tingkat tiga.. kekuatanku untuk mereka setara dengan tingkat enam.. kekuatanku dua kali lebih kuat dari manusia biasa" gugup " Baik tenang tunggu mereka aku akan menahan sedikit kekuatanku" Batinnya dan sedikit menarik kekuatannya kembali -Ye Nǚshén
"Kekuatan apa yang kamu gunakan untuk menyerang adikku" Sentaknya sambil mencoba merangkul saudaranya
"Itu.. aku hanya menekan titik akupuntur nya dan sedikit membuat dia pelajaran" Tatapnya tajam -Ye Nǚshén
...Duer...
...Angep aja suara kembang api ya😂...
"Dia.. meminta bantuan?" Mengerutkan alisnya -Ye Nǚshén
...Disisi lain...
"Yang Mulia apa anda baik-baik saja" Tanya seorang penasihat raja
"Tidak apa mungkin hanya perasaan..." Terlihat seorang pria angkuh menggenakan pakaian seorang raja dengan warna emas yang membuatnya semakin terlihat berwibawa dan duduk di atas kursi dengan ornamen naga di sekitarnya dan terlihat juga dia berada di tempat yang sangat megah berwarna emas dan di setiap tiangnya ada sebuah ukiran naga yang sangat cantik lalu ada juga kupu-kupu di sekitarnya juga
...Duer...
"Apa ada terjadi dengan para putraku hingga mereka menembakkan sinyal bantuan" Berdiri tiba-tiba
"Yang Mulia apa anda mau kemedan" Tanyanya
"Tidak kirimkan bantuan saja pada mereka.. kirim yang terbaik" Ucapnya tegas
"Baik Yang Mulia" Ucap beberapa Prajurit
...back to story...
"Dia.. meminta bantuan?" Mengerutkan alisnya -Ye Nǚshén
"Ukhhh..." Mulai memuntahkan darahnya
"Oke sekarang aku mulai panik.. karena mereka adalah bagian dari kerajaan" Gugupnya di dalam hati tapi tetap cool di dunia nyata -Ye Nǚshén
"Bagaimana apa kalian menyerah" Tanyaku dengan menampilkan smirk ku -Ye Nǚshén
"Tidak semudah itu dasar penyihir" Cibirnya
"Penyihir?.." Membelakkan matanya -Ye Nǚshén
__ADS_1
"Ya bagaimana bisa memakai racun tapi kamu tidak terkena racun itu" Herannya tapi memang benar jika jarum kan tidak tentu akan memegang dengan benar tanpa menusuk tangan sendiri
"Ya mungkin aku telah kebal oleh racun yang 'ku buat' sendiri" Menekan kata ku buat -Ye Nǚshén
"Bantuan telah datang.. kerajaan Naga" Teriak seseorang
"Oh.. bagus sekali akhirnya aku bisa bertarung" Memutarkan badannya senang -Ye Nǚshén
"Nona dia.. senang? bagaiaman bisa ada musuh di depannya bahkan tidak gemetar sama sekali" Batin nya heran dengan Tuannya -Ten
"Nona itu masih bisa tersenyum" Gumamnya tak percaya -Jendral Dai
"Apa dia gila" Gumam tiga orang laki'laki itu
"Tapi jika terbunuh tidak apa kan" Bergerak cepat dan berada di laki-laki yang berteriak tadi
...|Jadi hanya terlihat cahaya api dari sayap nya Nǚshén aja...
"T..ti..tidak apa" Gugupnya karena takut dan merasakan aura Nǚshén yang sangat menyeramkan
"Ah jika bergitu.." Menghadap ke mereka "Mereka pasukan berani mati kan" Batinku sambil melihat mereka yang memakai pakaian anti baja -Ye Nǚshén
"Tapi sepertinya kalian mengaku kalah saja... karena pangeran kalian akan kehilangan nyawanya jika tidak di tangani secepatnya" Berbalik lagi -Ye Nǚshén
"A..apa aku" Menunjuk dirinya yang bahkan sekarang mulai pulih
"Apa kau bohong Nona" Tatap laki-laki kedua
"Tidak karena.. itu menyebar ke darah lalu.. kalian pasti tahu" Tersenyum penuh kemenangan
"Apa.." Teriak seorang laki-laki angkuh
"Begini saja aku memberikan kemudahan untuk kalian.. bahwa peperangan ini hasilnya seri" Menghadap ke orang itu "Hah!... Raja? Aiss aku fikir jendral mereka" Batin dengan penuh penyesalan -Ye Nǚshén
"Mata itu seperti..." Gumamnya / kaget dengan mata Nǚshén yang sama seperti wanita itu -Raja
"Ayahanda" Kaget tiga orang pria itu
"Ayah? aku fikir mereka kesatria!..." Menangis dalam hati "Baiklah bagaimana 'Yang Mulia' Terhormat" Senyumnya ramah -Ye Nǚshén
...•Next•...
...~~~...
Siapa Raja itu?
Mengapa dia membahas mata Nǚshén?
Apa Raja ada hubungan dengan salah satu keluarga Nǚshén?
Tunggu episode selanjutnya jangan lupa klik tanda jempol
__ADS_1