
Hari ini aku mulai sekolah lagi dan aku diantar oleh Aerda.
"Pulang jam berapa nanti?"Erda bertanya padaku yang sibuk melamun.
"Nanti aku kabari! soalnya aku juga mau ketemu teman-teman di ekskul!"Jawabku datar.
"Aku tuh aneh sama hubungan kamu, Adam dan Restu!"ucapnya.
"Aneh gimana?"Aku masih menanggapinya dengan datar.
"Sebenarnya kamu tuh cinta nya sama siapa?ribet banget ceritanya!"Heran.
"Ga keduanya!"Jawabku ngasal.
"Aku beneran nih Del!Aku sampe dikasih tugas diluar tugas negara demi cintanya Adam sama kamu!Yakin kamu ga cinta sama dia?"Erda menanyakan keputusan ku.
"Taulah Er...pusing!Boleh pinjam ponsel kamu ga?"Aku meminjam ponsel Erda untuk menelpon Mas Adam,aku ingin tahu dia sedang apa?karena dari tadi pagi belum membalas pesan ku.
"Buat apa?"Sepertinya dia enggan meminjamkannya.
"Atasan kamu sedang apa!dari pagi ga balas pesan aku!"Aku yang sudah sebal karena itu.
"Astaghfirullah!ga...pakai ponselmu sendiri,kamu sama dia sama-sama ga jelas!pacaran ga tapi perhatian melebihi kapasitas!"Erda mengomel.
"Kenapa jadi kamu yang repot sih Er?"Aku memang sengaja ga jawab pertanyaan Erda.
"Dasar pasangan ribet!Temeni ga kedalam nanti?"
"Ga usahlah!ntar kamu ngadu sama atasan kamu yang posesif itu!"Erda memang sahabat Adam tapi dia lebih santai,tidak seperti Mas Adam yang dingin dan tertutup.
Erda hanya tersenyum dingin.
Sampai dirumah sakit,aku langsung menuju ke ruangan Kak Restu pemandangan pertama saat aku melihat seorang yang sangat ku kenal terbaring lemah dengan segala peralatan pembantu seperti selang-selang dan alat-alat pembantu pernafasan.
Aku mendekatinya,hanya suara alat pendeteksi detak jantung dan oksigen yang terdengar.
__ADS_1
"Inilah keadaan Restu sekarang Del!"Kak Gibran yang mengikuti ku masuk kedalam ruangan.
"Segini parah ya Kak?"Aku yang masih belum percaya.
"Kata Dokter harus ada pembedahan di otak kecilnya,tapi pembedahan itu belum tentu juga akan bisa seratus persen jalan,kemungkinan membantu hanya lima puluh persen.Tapi Restu juga tidak bisa begini terus,itu juga akan memperburuk keadaannya."Kak Gibran menceritakan semua yang harus dilalui kak Restu.
"Aku ga nyangka bakal jadi seperti ini!Yang kutahu dia sehat tapi malah menyimpan rasa sakit hingga seperti ini!"Aku trenyuh melihat keadaan Kak Restu.
"Semenjak Adam pulang dan kembali menjalin hubungannya dengan mu,Restu sering diam, bahkan jarang keluar kamar.Dia juga tidak bersemangat saat dekat dengan kamu!"Cerita kak Gibran.
"Semenjak bapak meninggal aku memang sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Kak Restu, terakhir kalinya kami ngobrol Kak Restu setelah bapak dikebumikan! Setelah itu aku sudah tak berkomunikasi lagi."Aku juga bercerita versiku.
"Restu pernah bilang,dia sayang sama kamu!dia sudah bisa melupakan Desti karena kamu!"Kak Gibran menatapku.
"Aku memang pernah mengagumi Kak Restu,tapi setelah aku bertemu Mas Adam semuanya berbeda!Aku sudah jujur pada Kak Restu siapa yang ku pilih,dan kami sepakat untuk berteman!"
"Kak Gibran ngerti Del! sekarang mungkin jika Restu mendengar suara kamu dia akan terbangun! Kak Gibran mohon,bantu kami!"Pintanya dengan suara yang bergetar.
Aku mencoba mendekatinya, mengajaknya bicara.
Kak Gibran menuruti permintaan ku.
"Kak... Kak Restu pasti mendengar suara Adel!Kak Restu ga kasihan sama om n tante?Kak, Kak Restu pernah bilang sama Adel kalau kakak sudah anggap Adel seperti adek Kakak sendiri,tapi kok sekarang menyerah? katanya mau jagain Adel tapi sekarang lemah kaya gini!Kak, dengerin Adel,Adel sudah kehilangan salah seorang laki-laki terbaik di hidup Adel,apa kakak juga tega mau menyerah gitu aja dan ninggalin Adel?Kak Restu tega,sama Adel! Kalau Kak Restu sayang sama Adel bangun Kak lawan sakit Kakak!Bangun!"Tak terasa air mata ini menetes.
Aku berusaha berbicara apapun agar dia merespon tapi sepertinya memang tidak mudah.
Sekitar dua jam aku berusaha ngobrol dengan orang yang tidak sadarkan diri, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pulang.
"Gimana keadaan Restu?"Erda menanyakan keadaan Kak Restu padaku.
"Ga ada perkembangan,besok akan dijadwalkan operasi! semoga saja operasinya berjalan lancar,walau kemungkinannya kecil tapi harapan pasti masih ada!"Harapan ku.
"Amin,semoga cepat pulih!Ini semua tu karena ceweknya dia juga!"Erda tiba-tiba membahas tentang pacar Kak Restu, siapa lagi kalau bukan Kak Desti.
"Maksudnya?"Aku masih bingung dengan ucapan Erda.
__ADS_1
"Ya,yang menyebabkan Restu kecelakaan waktu itu kan pacarnya yang sudah bersuami itu!"Erda mulai bercerita
"Lalu?"
"Karena cemburu suaminya Desti nyuruh orang nyelakain Restu!"
"Itu semua sudah direncanakan suami Kak Desti maksudnya?"Aku masih tidak percaya.
"Iya,suami Desti itu salah satu wakil rakyat.Jadi Desti itu cuma memperalat suaminya demi melunasi hutang-hutang bapak nya.Karena suami Desti itu tahu kalau diluar Desti menjalin hubungan dengan Restu,ya timbullah mencelakakan Restu,dan ya berhasil!"Erda menceritakan bagaimana keadaan yang sebenarnya.
"Lalu,apa keluarga Kak Restu tahu akan hal ini?"
"Gibran tahu,tapi Gibran juga sayang pada Desti makannya dia tidak melakukan tindakan apapun pada suami Desti!"Jelas Erda.
"Ya Allah kasihan Kak Restu!"
"Semua itu kesalahan Gibran,kalau saja Gibran tidak menikah Desti,dan sekarang dendam Desti malah kepada keluarga nya!"
"Iya aku tahu cerita itu, sebenarnya aku tidak ingin ikut campur!Tapi kalau sudah kejadian seperti ini,mau tidak mau aku juga terlibat!"Aku sedikit menyesal dengan cerita hidup Kak Restu dan kakaknya kak Gibran.
"Maksud?"
"Aku sering banget dihubungi orang ga dikenal, mengancamkuh untuk tidak mendekati Kak Restu!Ku pikir siapa lagi kalau bukan pacarnya!Aku meyakini siapa yang selama ini sering mengancam ku.
"Makanya kamu harus hati-hati, jangan sampai pulang telat ntar pak bos marah pak bos itu sekarang orang nya!"Celoteh Restu.
"Dia mah memang aksinya ga jelas!"Aku mengolok sifat posesif Mas Adam.
"Kalau dia ga cinta sama kamu,dia ga mungkin se-posesif seperti ini!"Erda membela Mas Adam.
"Itu karena kalian sahabatan aja kan jadi saling membela!"Aku menyanggah pembelaan Erda untuk Mas Adam.
"Tahulah!cek tuh ponsel kamu,tadi kata pak bos dia telpon ga kamu!"Erda menyuruhku untuk membuka ponselku yang sedari tadi aku matikan.
Aku merogoh ponselku didalam tas,dan baru ku ingat ponselku ku matikan.
__ADS_1
Ada beberapa pesan dari Mas Adam.