AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Remuk


__ADS_3

Mereka tampak asik ngobrol.


Hatiku rasanya remuk,apa yang ku lihat hari ini benar - benar membuat ku terluka.


Bukannya tadi pagi Mas Adam pamit denganku harus ke Magelang?dan sekarang kulihat dia sedang bersama wanita.


Entah berapa lama aku mematung melihat pemandangan itu hingga akhirnya air mataku menetes.


Buuukkk...


Seseorang tak sengaja menabrak ku.


"Maaf mbak!"Dia meminta maaf.


"Iya gapapa!"Aku segera meninggalkan tempat itu.Dan tak menghiraukan orang yang menabrak ku.


Aku berusaha menahan air mata tapi tidak bisa, disepanjang perjalanan didalam angkot,air mataku menetes jika mengingat apa yang ku lihat tadi.


Apa ini yang sebenarnya akan kamu tunjukan ke aku Mas?secara perlahan?Aku memang tidak ada apa-apa nya dibandingkan Erli tapi bukan begini caranya.


Aku memang ingin menjauhi mu tapi bukan berarti aku bisa kamu lakukan seperti ini.Kemarin kamu mengatakan bahwa kamu sedang merayu Allah agar kita berjodoh tapi hari ini kamu merayu wanita lain.Seperti itulah kamu yang sebenarnya?


Mungkin ini memang jawaban dari semua yang aku butuhkan.


Ponselku bergetar satu panggilan dari Kak Restu.


"Hallo assalamualaikum!"buka ku.


"Wallaikumsalam!udah pulang Del?"Kak Restu kalem.


"Sudah Kak,baru aja! Gimana kabar Kak Restu ?"Aku menahan tangis ku.


"Del kamu kenapa?kamu nangis?"Kak Restu sepertinya mendengar suara ku yang bercampur dengan isakan.


"Ga kok kak,cuma dari tadi bersin-bersin terus jadi agak kaya nangis!"Aku beralasan.


"Oh... Kakak kira kamu nangis lagi karena kangen bapak!Minum vitamin gih,jangan kecapekan juga.Jangan nangis lagi ya!Kak Restu lebih sedih kalau lihat kamu sedih!"


"Iya Kak tenang aja!"Aku pura-pura baik-baik saja.


"Besok Sabtu ada acara ga?"


"Ga ada Kak! kenapa ?"


"Aku dapat undangan launching cafe baru temen kuliah aku ,mau temenin ga?"

__ADS_1


"Gimana ya Kak?Kalau malam aku ga bisa soalnya kasihan ibu dirumah sendirian!"


"Sore kok acaranya,gimana?kalau ga bisa ya gapapa nanti biar aku minta Kak Nisa aja gapapa!"Dia sepertinya tidak enak kepadaku.


"Ya insyaallah kalau sore bisa Kak!tapi aku ga janji ya!"Seperti biasa masih aku gantung.


"Perlu aku minta ijin Mas Adam untuk ngajak kamu?"dia meragu.


"Ga usah Kak!"Aku memotong.


"Oh ya udah! kalau gitu kamu istirahat ya...besok Kak Restu jemput! Assalamualaikum."tutup Kak Restu.


"Wallaikumsalam !"


Sebenarnya aku tidak ingin dianggap balas dendam pada Mas Adam.Jika jalan sama Kak Restu.Tapi aku juga bingung kalau harus menolak!


Alah apa urusanku dengan itu toh Mas Adam juga bukan apa-apa ku.


Ponselku kembali berdering namun kali ini nama Mas Adam yang muncul di layar ponselku.


"Ngapain lagi telpon bukannya sudah sama dokter cantik? Dasar semua cowok lain dibibir lain dihati!"Aku menggerutu dan hanya melihat ponselku.


...**********...


"Buk... nanti sore aku mau nemenin Kak Restu ke acara temennya,boleh?"Aku menggelendot di punggung ibu yang sedang sibuk menata pakaian yang baru dilipat.


"Injih bu!"Aku memeluk ibu.


"Buk...ga kerasa ya bapak sudah pergi hampir seratus hari! Sepertinya baru kemarin!"Tiba-tiba terbayang wajah bapak ketika aku bergelayut manja pada ibu,pasti bapak akan selalu bilang"Aku pasti ada maunya!"


"Iya nduk!Serasa waktu itu berputar lebih cepat!"Ibu yang kini berubah menjadi sendu.


"Buk!"


Kini posisi ku berubah tidur dipangkuan ibu.


"Iya!"


"Kalau aku kerja jadi merawat Kak Restu boleh?"


"Merawat Restu?"Sepertinya ibu sedikit kaget.


"Iya, kemarin mamanya Kak Restu itu minta tolong sama aku untuk merawat Kak Restu,tapi aku mau dikasih uang jajan sebagai imbalan!"


"Iya gimana ya Del? sebenarnya ibu juga sudah ga enak terlalu banyak dibantu sama Adam,tapi memang kita tidak punya pemasukan.Uang yang ditinggalkan bapak sudah habis!"Ibu kini seperti berpikir keras.

__ADS_1


"Iya,Adel bilang sama Mamanya Kak Restu kalau Adel harus sekolah!Tapi mama Kak Restu bilang gapapa yang penting ada yang kontrol kak Restu.Ya Adel bilang harus ijin ibu dulu boleh atau tidak!"


"Ya ibu terserah kamu,asal tidak ganggu sekolah dan waktu belajar kamu saja!"Membelaiku.


"Ya kalau ibu boleh besok aku mau bicara sama Mama Kak Restu!"


Karena sudah mendapatkan lampu hijau dari ibu entah kenapa aku sangat bersemangat.


"Tapi kalau Adam tahu apa tidak marah?"Tiba-tiba ibu membahas mas Adam.


"Mas Adam sudah punya calon Bu... seorang dokter cantik! Mereka udah kenal sejak sekolah!Jadi Mas Adam itu menjaga kita membantu kita karena sudah janji dengan bapak!"Aku berusaha memberikan penjelasan perlahan pada ibu,walau jika mengingat apa yang kulihat kemarin rasanya sakit.


"Apa iya Nduk? Setahu ibu Adam sayang sama kamu! Karena setiap dia kesini ya ibu lihat dia memang menyayangi kamu bukan karena bapak atau ibu!"Menurut ibu.


"Ibu...tapi mungkin sekarang Mas Adam sudah menemukan orang yang tepat,dokter Erli namanya mereka dulu pernah pacaran tapi putus karena dokter Erli harus kuliah dan bekerja di luar negri dan sekarang mereka sudah bertemu lagi!Adel memang sayang sama Mas Adam tapi Adel juga akan bahagia jika Mas Adam bahagia!Adel minta sama ibu juga kita bisa kok mandiri,Adel ga mau ngrepotin Mas Adam terus!"Aku berusaha menahan air mata yang sudah diujung mata agar ibu yakin bahwa aku sudah ikhlas dengan hubungan ku dan Mas Adam.


"Ya sudah!ibu terserah dengan kamu, yang terpenting tetap menjaga hubungan baik ya Nduk ! Karena entah kenapa kalian itu saling menyayangi, Adam juga sudah berjanji akan menjaga kamu sampai kapanpun!Adam laki-laki yang baik.Jika memang kalian belum berjodoh anggap saja ini adalah sekolah yang suatu saat akan lulus karena sudah belajar!"Senyum ibu yang selalu menyemangati ku.


"Iya buk!Kita buka hari dengan kekuatan kita sendiri ya buk!Doa in Adel bisa sekolah dan kerja secara bersamaan,Adel juga bisa kuliah nantinya!Biar bisa banggain bapak kalau satu-satunya putri bapak yang cantik ini bisa menjadi kebanggaan."Aku memeluk ibu karena setiap menceritakan bapak air mata ini tidak bisa dibendung dan memeluk ibu adalah kekuatan yang selalu aku dapatkan.


"Amin...iya Nduk yang terbaik selalu jadi doa ibu!Kamu sekarang satu-satunya semangat ibu sekarang melihat kamu ibu seperti melihat bapak!"Ibu pun menangis.


Beberapa saat kami sama-sama menangis dalam pelukan.


"Sudah-sudah hampir dzuhur kamu mandi dan siap-siap katanya mau pergi sama Restu!Anak perawan kalau libur jarang mandi!"Ibu pura-pura memarahiku dengan tersenyum.


"Iya ibu ku yang cantik!"Aku mengeloyor dengan tersenyum jail.


Saat aku mengecek ponselku sudah ada puluhan telepon dari Mas Adam dan puluhan juga pesan darinya.


Namun hanya ku buka tanpa ku balas.


Del nanti Kak Restu jemput jam tiga ya.


Pesan dari Kak Restu.


iya Kak


Balasku.


Sudah hampir jam tiga aku pun sudah siap.


Tok...tok...tok...


Suara pintu diketuk.

__ADS_1


"Pasti Kak Restu!"Tebakanku,dan bergegas membuka pintu.


Saat ku buka pintu, ternyata bukan kak Restu seperti dugaan ku melainkan Mas Adam.


__ADS_2