
Hari ini aku sengaja berangkat sekolah lebih pagi, karena aku tidak ingin diantar oleh orang-orang Mas Adam.
Karena terlalu pagi sampai disekolah aku memutuskan untuk ke taman belakang sekolah untuk membaca novel yang aku temukan di tumpukan meja belajar ku tadi malam.
"Ini novel darimana aku dapetnya ya?"Aku mencoba mengingat-ingat.
"Mbak Adel !"Seorang ibu-ibu menghampiriku.
"Dalem saya buk!"Aku sedikit kaget karena beliau tahu namaku.
"Pagi sekali,baru jam enam seperempat sudah disini?"
"Iya buk!lagi ingin berangkat pagi, biasanya telat!"aku meringis.
"Biasanya diantar supir?"Dan ibu itu tahu lagi kegiatan hari-hari ku.
"Itu supir teman saya buk!hari ini lagi ada acara!"Aku beralasan.
"Tak kira itu sopirnya Mbak Adel ?"Beliau sembari menyapu.
Ternyata beliau petugas kebersihan sekolah.Namun aku baru sadar kalau ada ibu-ibu petugas kebersihan.Yang kutahu hanya ada dua petugas dan semuanya laki-laki.
"Ga buk,saya cuma menumpang!"Tersenyum tipis.
"Ibu baru disini?Maaf nuwun sewu kok Adel belum pernah lihat ibu sebelumnya ?"Karena aku penasaran.
"Iya...saya baru empat bulan disini Mbak!anak saya juga sekolah disini, beberapa bulan yang lalu suami saya kecelakaan dan sampai sekarang masih belum bisa bekerja lagi,lalu saya mau memutus sekolah anak saya tapi saat saya bilang ke bapak kepala sekolah ada Mas-mas ganteng yang nyuruh saya bekerja disini!katanya dia yang akan bayar saya dan agar anak saya juga tidak berhenti sekolah!"Beliau bercerita.
Mas-mas ganteng?kaya Mas Adam aja karakternya!Mas Adam yang enteng banget untuk suatu hal.
"Alhamdulillah ibu...itu rejeki anak ibu!"Memberikan beliau semangat.
"Disini ternyata?"Suara yang sangat aku kenal.
Mas Adam yang sudah berdiri dibelakang ku.
"Ya Allah ini orang gampang banget sih dimana-mana ada!"Aku dalam hati.
"Mas!"Ibu petugas kebersihan tadi menyapa Mas Adam.
"Ibu...!Ibu sudah sarapan ?"Mereka seperti sudah kenal.
"Sudah...saya sudah sarapan tadi!"Dengan logat Jawa.
"Gimana kabarnya ibu?betah disini ?"
"Alhamdulillah betah Mas !"Menjawab dengan senyuman.
__ADS_1
"Alhamdulillah!"
"Adel sarapan dulu,tadi ibu bilang kamu berangkat belum sempat sarapan!"Membuka sebuah kotak bekal.
"Mari buk sarapan!"Mas Adam kembali menawarkan.
"Monggo Mas,saya sudah!Mas e kok kenal Mbak Adel?"Ibu itu ternyata belum tahu siapa Mas Adam.
"Iya buk,ini calon ibu dari anak-anak saya nanti!"Mas Adam menyenggol ku.
Aku yang mendengar langsung mengeluarkan tatapan jahanam ku.Yang sebenarnya berbanding terbalik dengan senangnya hatiku ketika Mas Adam mengatakan itu.
"Oalah... mbak Adel ini pacarnya ?Ya wes ibu tak nyapu disana takut ganggu!Monggo mas...mbak!"Pamit ibu-ibu itu.
"Ini sarapan dulu,nanti kamu lapar malah tidur waktu pelajaran!"Menyendok makanan dan menyuapkan padaku.
"Aku bisa sendiri!"Aku merebut kotak bekal yang dia pegang.
"Cie pegang-pegang !"Mas Adam menggodaku.
"Udah pulang sana!Ini sekolah bukan medan perang!"Aku mengusirnya.
"Masakan kamu enak ya!Tadi aku sarapan dua piring sama ibu! Kapan-kapan masakin lagi boleh?"
Bekal yang dia bawakan memang masakan ku sendiri.Berarti Mas Adam benar-benar dari rumah tadi.
Aku tidak menjawabnya,dan asik makan.
"Kamu masih marah sama Mas ?"Dia memandangku.
Aku masih tak menjawab.
"Del..!"Kali ini suaranya berubah serius.
"Ini sekolah! Bukan tempat yang seharusnya membahas hal pribadi,jadi tolong sebentar lagi aku masuk ngerti jalan keluar kan?"Aku tak ingin kalah dengan nada tegas.
"Ya udah Mas pulang ya!Nanti Mas harus ke kantor ngurus laporan-laporan,kalau boleh minta tolong nanti sepulang ekskul jenguk Mama!Mama kangen sama kamu,biar nanti dijemput sama Deni!Karena nanti sore Mas harus ke Solo ngurus kerjaan disana!"Berdiri dan hendak pergi.
"Aku ga bisa!aku ada acara! bilang sama Tante Sari aku minta maaf!"Aku mendahuluinya pergi.
Mas Adam terpaku melihatku.Aku tak memperdulikannya, karena tekad ku sudah mantap ingin menjauh dari kehidupan keluarga Mas Adam.
Sepanjang pelajaran aku memikirkan bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan.Sedangkan aku dan ibu butuh cukup uang untuk kebutuhan sehari-hari dan juga cek up ibu setiap bulan.
Kalau aku sepulang sekolah bekerja berarti aku tidak bisa mengikuti ekskul lagi dan itu tandanya aku harus mundur.
Ya Allah pilihan yang sangat sulit.
__ADS_1
Ponselku bergetar,satu pesan dari Kak Restu.
Hari ini aku pulang Del...nanti sore ada pengajian untuk syukuran kepulangan ku,kamu datang ya!biar nanti dijemput supir.
Acaranya habis magrib!!!
Isi pesan dari Kak Restu.
Insyaallah Kak!
Balasku singkat, karena jujur aku juga enggan membahas dia.
Sejak aku mengenalnya banyak ancaman yang harus aku terima.Hingga aku pernah berpikir, kecelakaan bapak adalah sebuah kesengajaan.
Sepulang sekolah aku langsung kerumah Rifi.Aku memutuskan untuk tidak mengikuti ekskul.
Ketika aku datang kerumah Rifi, sepertinya dia kaget dengan tiba-tiba aku kerumah nya.
"Tumben kesini ga sama pak tentara yang ganteng?"Rifi membawakan segelas air putih untuk ku.
"Ga dia sibuk!"Jawabku santai,dengan memandangi si kecil Mahes yang masih tertidur pulas.
"Emang pernah Mas Adam ga sibuk?Dia ga sibuk itu kalau udah menyangkut tentang kamu, udah itu udah ga ada kata ga bisa,dia selalu bilang bisa buat kamu!"
"Fi... Alfian kerja?"Aku mengalihkan pembicaraan.
"Iya Dia kerja sekarang, kenapa?"Rifi.
"Loundry nya gimana?"Aku memancing pembahasan.
"Iya kalau pagi sampai sore dikelola emak gue, kalau Al pulang ya gantian!"Cerita Rifi.
"Kalian ga butuh karyawan gitu?"Aku berbasa-basi.
"Maksudnya?"
"Ya aku butuh kerjaan Fi buat biaya hidupku sama ibu! Mungkin kamu dan Alfian bisa nolongin gitu!"Aku memelas.
"Bukannya Mas Adam ngasih kamu dan keluargamu fasilitas ya Del? Sampai kesehatan ibu kamu aja ditanggung semua oleh Mas Adam?"Rifi kelihatan bingung.
"Iya Fi!Tapi aku ga mau bergantung dengan dia terus!Kan kamu tahu sendiri,aku kaya gimana orang nya!"Aku berusaha meyakinkan Rifi.
"Iya ntar aku obrolin dulu sama Al ya Del!Aku ga bisa memutuskan sendiri, karena usaha itu Al yang rintis!"Aku tahu Rifi tidak bisa menolak ku.Dan semoga Alfian juga mau menolongku.
"Ok! Yakinin suamimu ya Fi!"Aku mengacungkan kedua jempol tanganku.
"Insyaallah... kalau bisa aku ngebantu pasti aku bantu!"Rifi tersenyum.
__ADS_1
Rifi memang sahabat yang paling ngerti.
Semoga aku cepat mendapatkan pekerjaan.Jadi aku bisa mencari alasan untuk menjauhi Mas Adam juga.