
"Aku masih ga nyangka Kak Restu bisa menjadi rekan bisnis aku!"sambil menyendok semangkuk bakso.
"Aku hampir dua tahun bekerja di perusahaan ini di Ausi,dua bulan aku ingin resign dan pulang ke Indonesia karena bosan hidup disana.Tapi malah aku ditawari untuk menjadi Direktur dikantor cabang yang disini,sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui kenapa ga!"mengangkat kedua alisnya.
"Hebat!"aku menggelengkan kepala dan menyodorkan kedua jempolku,dengan senyuman.
"Kapan nikah?"tiba-tiba Kak Restu menyergap ku dengan pertanyaan ini.
Aku tersedak,dan langsung terdiam.
"Pelan-pelan,ga usah kaget wajar kan aku bertanya ini?masih mau nunggu apalagi?kamu sudah dewasa,bukan anak SMA lagi kan.Kamu sudah sarjana,sudah menjadi CEO seperti yang dia minta! orang tua juga sudah pasti setuju semua,apa lagi?"
Aku membayangkan wajah Mas Adam terakhir ketika kami bertemu sebelum dia berangkat tugas.
Tiba-tiba Kak Restu berkata."Dia terlalu mencintaimu tanpa syarat apapun Del!"
"Maksudnya?"
FLASHBACK ON
"Dia terlalu berharga dibanding nyawaku sendiri!"Adam yang melihat Adel dari kaca di luar ruang ICU.
"Dia sangat mencintaimu,hingga dia tidak bisa menerima rasa cinta yang lain!"Restu yang juga melihat keadaan Adel yang sedang sekarat setelah tertembak.
"Aku hanya ingin dia bahagia tanpa takut akan kehilanganku,dia yang membuatku berubah menjadi lebih baik lebih sederhana dan keluarga adalah tempat ternyaman untuk kembali,tanpa syarat dan tanpa batas waktu."air matanya menetes deras di wajahnya yang begitu tegas namun ternyata rapuh karena seorang gadis.
"Aku melihat ikatan hati kalian sangat erat,hingga melindungi satu sama lain!jagalah dia gadis yang sederhana tapi dapat mengubah dunia kita menjadi lebih baik karena keceriaan nya,aku titip adik ku jangan pernah membuatnya menangis ataupun terluka jika aku tahu dia menangis ke ujung dunia akan ku cari kamu sampai dapat!"Restu berlalu pergi meninggalkan Adam yang masih saja memandangi Adel yang masih koma.
FLASHBACK OFF
"Dia sangat menyayangimu,tunggu dia hingga kau mampu,jika sudah tak mampu ingat kembali yang kaya dan ganteng kaya dia belum tentu ada yang mau sama cewek konyol kaya kamu!"menyelewengkan obrolan mereka.
Bibirku manyun mendengar kata-kata Kak Restu.
Aku melihat ponselku,ada pesan dari Deni untuk ke skedul ku hari ini.
"Kak...aku harus pergi,masih ada kerjaan!"pamitku.
"Aku antar?"Kak Restu menawariku.
"Ga usah kak...Deni sudah nunggu di depan!aku duluan ya kak,assalamualaikum!"aku bergegas keluar menemui Deni.
Deni yang sudah standby menungguku langsung menuju ke jadwalku selanjutnya.
Baru dua hari ngurus perusahaan Mas Adam aku sudah merasa sangat sibuk,tiba-tiba jadi kangen ibu.
__ADS_1
"Sudah sampai Mbak!"saat kami sudah berhenti di depan sebuah studio kebaya.
"Disini?"aku yang masih belum yakin.
"Saya sudah janjian dengan desainernya,Mbak Adel tinggal ukur baju dan pilih model!"terang Deni.
"Ok!"aku menurut.
Aku disambut oleh pemilik studio kebaya itu yang juga desainernya sendiri.Setelah ngobrol-ngobrol singkat,aku memilih salah satu kebaya yang menurutku cocok untuk acara nanti.
Mataku terpesona dengan sebuah kebaya pengantin.
"Mbak Adel!"pemilik toko itu membuyarkan lamunanku memandangi sebuah kebaya pengantin yang terpajang di sebuah manekin.
"Ah iya...!"jawabanku gelagapan.
"Kok ngelamun?"melihat ku yang kaget.
"Kebaya ini cantik Kak,pasti si pemakai nya juga cantik!"jawab ku polos.
"Besok ada acara ga?"
"Kenapa Kak?"
"Bisa Kak,besok Mbak Adel tidak ada jadwal kerjaan!"Deni yang tiba-tiba nimbrung.
Aku melototi Deni.
"Oke...kalau begitu besok acara jam delapan pagi, jadi kita mulai makeup dan lain-lain jam lima ya!aku tunggu ya Mbak Adel."desainer itu pergi.
Aku meninju tangan Deni dan langsung keluar menuju mobil.
Aku mencoba menghubungi Mas Adam tapi masih tidak bisa.
Sampai di apartemen aku mendapat sebuah buket bunga lagi.Dan ada sebuah surat berisi
aku ingin melihatmu sangat cantik esok,jangan sampai tak datang
...****************...
Pagi ini setelah shalat subuh Deni sudah siap mengantar ku.
"Awas aja ya Den...nanti kalau Mas Adam pulang aku aduin sama Mas Adam kalau kamu ngerjain aku hari ini!"aku menekan Deni.
Deni hanya tersenyum mendengar kata-kata ku.
__ADS_1
Hampir tiga jam aku di makeup,hingga aku sudah memakai baju kebaya yang kulihat kemarin.
Sekarang aku sudah berdiri di depan sebuah cermin besar melihat diriku sendiri yang mungkin bisa dikatakan aku sangat cantik,bukan seorang Adel yang miskin.Aku merasa ini bukan aku.
"Andai hari ini adalah hari terindah dalam hidupku!"Aku dalam hati,hingga tak terasa air mataku sudah memenuhi pelupuk mataku."Jangan nangis! makeup nya lama!!!"aku menyemangati diri sendiri.
Aku melihat Deni juga tiba-tiba memakai beskap dan blangkon.Katanya dia juga diminta untuk menjadi model.
Aku berangkat bersama Deni menuju sebuah hotel karena memang acaranya disana.
Sampai di hotel itu aku disambut oleh seorang perempuan yang mengarahkan ku untuk masuk ke dalam kamar hotel karena acara akan dimulai sekitar setengah jam lagi.
"Baik Kak, acaranya akan segera di mulai kita ke backstage dulu Kak!"Aku yang sejak tadi menurut saja.
"Kakak tunggu disini dulu,nanti aku kembali!"meninggalkan ku disebuah ruangan yang berhiaskan bunga-bunga yang rapi dan cantik.Aku duduk disebuah kursi aku bisa mendengar suara dari luar ruangan ini.
Tiba-tiba,
"Saya terima nikah dan kawinnya Fadela Hanifa binti Fatah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!"Suara laki-laki tegas dalam satu tarikan nafas, sangat aku kenal dan nama yang dia sebut itu namaku.
Aku yang tadinya duduk kini berdiri dan tercengang.
"Bagaimana saksi?sah?"seseorang lagi bertanya.
"Sah....!"suara satu nya lagi.
Ada yang mengetuk pintu dan membukanya, ternyata ibu dan Rifi yang juga berdandan cantik.
"Ibu...Rifi...kalian kok ada disini?"aku yang masih belum mengerti tentang semua ini.
"Iya nduk...!"Ibu yang sepertinya kaget juga melihatku.
"Udah...nanti kita jelaskan! sekarang kita keluar ketemu sama papanya Mahes!"Rifi menarik ku sedikit terburu.
"Sabar Fi...aku susah jalan,aku ga bisa pakai heels!"aku menggerutu karena Rifi jalan begitu cepat.
"Makannya jadi perempuan bukan laki-laki,untung suami Lo kaya,ganteng, pengertian!"sambil memegangi tangan ku agar tak jatuh karena heels yang ku pakai.
Masuk kesebuah ruangan yang luas dan besar dengan hiasan bunga dan dekorasi pelaminan aku ternganga.Semakin dekat dengan pelaminan aku melihat seseorang yang sangat aku rindukan menatapku tak berkedip sedetikpun.
Hingga kami hanya berjarak beberapa meter aku melihatnya jelas.Dia sangat gagah dan tampan memakai baju pengantin yang berwarna senada dengan ku.
Aku melihatnya meneteskan air mata saat kami bertatapan mata.
"Kamu cantik!sangat cantik!"dia masih intens menatapku,ku usap pipinya untuk menghapus air mata nya.
__ADS_1