
"Nona apa anda mempunyai dendam dengan mereka?" Tanyannya lagi -Rei
"Dendam?" Lihat ke atas langit "Dendam hanya akan membuat orang gila akan kenyataan dan buta akan kehidupan yang terfikir di fikiran mereka hanya balas dendam" Senyumnya dengan penuh kekecewaan (Teringat saat dia di racuni) "Apa kamu berfikir aku punya dendam bukankah jika aku punya dendam dengan mereka aku bisa membuat mereka mati dalam satu detik" Liriknya lagi -Ye Nǚshén
"Aku percaya tapi... bukankah dulu anda pernah bilang menolong itu suatu hal yang terpuji" Mengingatkan tentang perkataan yang Nǚshén lontarkan dari mulutnya itu -Rei
"Kamu tahu.. walau menolong adalah hal yang terpuji tapi kita juga harus memilih akan menolong orang yang baik dan tidak bersalah atau orang yang munafik dan berhati rubah" Ucapnya penuh penekanan -Ye Nǚshén
"Baik dan tidak bersalah? munafik dan berhati rubah? tapi mengapa anda menolongku bahkan anda tidak tahu aku ada di sisi mana" Mengucapkan apa yang Nǚshén tidak mau jawab -Rei
"Huuff" Menghembuskan nafasnya kasar "Kamu menyerang hewan itu karena di saat posisi itu kamu akan mendapat pose 'hidup menyerang mereka' atau 'mati diserang mereka' jadi itu bukan salahmu" Mengucapkan itu sambil mengayun-ayunkan kakinya -Ye Nǚshén
"Memang apa kesalahan mereka" Tanyanya lagi -Rei
"Mereka membunuh hewan yang ada di hadapan mereka" Berdiri -Ye Nǚshén
Tapi memang benar karena hewan yang ada di sekitar mereka atau di dekat mereka, mereka akan langsung membunuhnya tanpa belas kasih
"Itu kerajaan siapa Nona" Tanyanya sambil mengerutkan alisnya -Rei
"Yang di serang oleh para hewan itu adalah tenda kerajaan 'Langit' mungkin yang di lindungi adalah Putri mereka" Dengan menekan kata Langit dan melihat laki² itu dengan seringai sensenyuman -Ye Nǚshén
"Apa? kerajaan langit.. mungkin Putri Jian ada di sana" Kagetnya dan melajukan kudanya ke sana -Rei
"Ck ck ck tak ku sangka putri seorang selir sangat di sayang dan di manja, aku sudah memperingatkan mu Pangeran Rei dari kerajaan Angin jadi bukan salahku" Melompat dan menaburkan bubuk darah hewan -Ye Nǚshén
"Lindungi Putri"
"Jangan sampai para hewan itu menyakiti putri
"Sekarang tidak hanya singa dan ular para hewan lain ikut menyerang" Teriaknya
"Apa!" Kaget (Semua yang ada di sana)
"Pangeran kereta kuda anda telah siap" Ucap pengawal
"Pangeran ada Putra Mahkota dari kerajaan Angin" Ucap pengawal yang lain sembari berlari terburu-buru
"Mengapa Putra Mahkota bisa berada di sini" Kagetnya -Gu Zhanshi
...Ada kuda dan pengendara nya mendekat...
"Pengeran Gu di mana Putri" Ucap laki-laki itu khawatir -Rei
"Ada di tendanya" Tunjuknya -Gu Zhanshi
"Baiklah aku akan membawa putri pergi dari sini" Setelah itu laki-laki ini pun pergi ke tenda putri -Rei
"Salam Pangeran semoga anda di beri umur panjang" Hormat para pengawal
__ADS_1
"Di mana putri" Turun dari kudanya -Rei
"Ada di dalam pangeran" Memberi jalan
...Pangeran pun masuk ke dalam tenda...
"Putri anda tidak terluka" Masuknya dengan tergesa-gesa -Rei
"Tidak pengeran" Sembari mengelap air matanya -Jian Xinai
"Ayo itu aku kita pergi" Menarik tangan sang putri -Rei
"Tapi bagaimana dengan adikku" Tanyanya -Jian Xinai
"Dia juga pergi bersama kita" Ucapnya sembari membantu putri menaiki kudanya -Rei
...Dan dia pun juga menaiki kuda itu dan menjalankannya mendekati adik dari putri itu...
"Adik Gu ayo kita pergi" Teriak perempuan itu dengan nada khawatir -Jian Xinai
"Baik kakak" Mengikuti kuda itu dari belakang -Gu Zhanshi
.........
"Tak ku sangka ternyata yang aku tolong adalah bagian dari kerajaan" Sambil meminum obat untuk mencerahkan kulit yang dia buat (Kelinci percobaan nya \= Ten ≧∇≦) Sambil melihat dua kuda itu mendekat kearah nya -Ye Nǚshén
...Nǚshén duduk menyamping dari batang pohon itu dengan membelakangi bulan jadi hanya terlihat sebagian dari tubuhnya dan wajahnya tidak terlalu terlihat dia tidak terlalu khawatir jika dirinya diketahui jika ada di sana...
"Nona bukankah anda bilang aku hanya akan di serang oleh hewan-hewan itu" Teriak laki-laki itu dari bawah -Rei
"Jika aku berbicara mungkin dua kakak adik itu akan tahu jika aku adalah Nǚshén" Batin nya sambil melihat mereka "Tapi jika aku tidak berbicara mungkin saja mereka akan curiga" Batinnya lagi sambil menyipitkan matanya -Ye Nǚshén
"Nona menggapa anda tidak berbicara" Tanyanya yang berhasil membuat Nǚshén sadar dari lamunannya -Rei
"Aku..." Terhenti -Ye Nǚshén
Tanpa sadar sudah ada laki-laki tepat di sebelah Nǚshén dan dia menatap tiga orang di depan Nǚshén dengan tatapan sinis
"Bukankah tadi kamu sudah di peringatkan" Ucap laki-laki tersebut dengan sangat dingin sampai terasa aura yang sangat mematikan
...Waktu mundur...
...Sisi pria yang tidak di kenal itu...
"Wanitaku memang kejam" Mengelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum tidak jelas
"Ck.. apa dia tahu aku! jika tahu aku takut dia tidak mau bersamaku" Keluhnya sambil memandangi perempuan yang berjarak beberapa meter dari dia
Perempuan itu tidak sadar akan kehadiran laki-laki itu sama seperti waktu-waktu yang lalu
__ADS_1
"Aku ingin mendekatinya tapi bagaimana caranya" menyandarkan tubuhnya ke pohon
Dia melihat dari arah lain ada orang yang menaiki kuda mendekati perempuan itu dan dia akan melompat ke orang itu tapi terhenti karena perempuan itu sama sekali tidak melawan atau menyerangnya
"Siapa laki-laki itu?" Mengerutkan alisnya "Aku tidak akan membiarkan laki-laki manapun merebut wanitaku" Menyilangkan tangannya di dada
Beberapa saat terlihat laki-laki itu terburu-buru ke arah tenda sambil menunganggi kudanya
"Kenapa dia ke arah sana?" Menaikkan satu alisnya
Tidak lama perempuan itu melompat melewati kerumunan orang yang sedang melawan para hewan itu
"Kamu akan ke mana wanitaku" Mengikuti dengan jalan memutar
Beberapa saat dia melihat wanita itu sama seperti di pohon sebelumnya duduk dengan angun tapi membelakangi bulan
Lalu beberapa saat kemudian laki-laki yang di lihatnya tadi muncul sambil membawa perempuan di depannya dan bertanya
"Mengapa wanitaku tidak menjawab" Tanyanya kepada dirinya sendiri
Setelah beberapa saat wanita itu tetap sama tidak menjawab dan pada akhirnya laki-laki ini melompat di sebelah wanita itu dan menjawab lontaran dari laki-laki di depannya
...Back to story...
"Bukankah tadi kamu sudah di peringatkan" Ucap laki-laki tersebut dengan sangat dingin sampai terasa aura yang sangat matikan
"Siapa dia? apa aku mengenalnya?" Batinnya / Dengan penuh tanya di sisi-sisi Nǚshén
"Siapa anda tuan saya bertanya dengan Nona bukan anda" Dengan menahan sakit yang ada di tubuhnya -Rei
"Aku? apa kamu pantas menanyakan hal itu kepada ku" Dengan tatapan yang bertambah sinis
"Apa anda adalah tunangannya" Tanya laki-laki itu lagi -Rei
"What tunangan? jangan bercanda aku bahkan tidak mengenalnya" Batinnya / Kagetnya sampai tak sadar jika dia berada di atas pohon dan tangannya tergelincir -Ye Nǚshén
"Ah.." Tergelincir dan hampir terjatuh
"Ya dia tunanganku" Menarik tangannya dan memeluk pingangnya
"Apa?" Batinnya sambil membelakkan matanya di depan laki-laki itu terkejut -Ye Nǚshén
"Dia sekarang adalah tunanganku jadi kamu jangan pernah meliriknya atau berharap akan memilikinya" Menutupi tubuh Nǚshén dengan jubahnya sambil memeluk Nǚshén dan menutupi wajah Nǚshén dengan cara wajahnya di letakkan di bahu Nǚshén
"What aku di perilaku kan seperti pacarnya saja" Mencoba menahan malu -Ye Nǚshén
"Maaf Tuan tapi aku tidak percaya" Ucap laki-laki itu dengan keras -Rei
...•Next•...
__ADS_1
...~~~...