AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
•Eps13•


__ADS_3

"Pegang tanganku" mengulurkan tangannya -Ye Nǚshén


"Siapa kau dan kenapa aku harus menurutimu" Bicaranya dengan nada yang sangat dingin


" Jika kamu tetap disini tuan kamu akan mati karena membeku dan juga lukamu sedikit parah aku tahu di hutan kegelapan ada gua yang bisa kau tinggali sementara" Berdiri -Ye Nǚshén


"Aku tidak seperti yang kamu fikirkan jika kamu tidak percaya padaku aku tidak apa tapi percayalah lukamu ini jika tidak ditangani akan mengakibatkan infeksi dan membekas" Mengulurkan tangannya -Ye Nǚshén


"Baiklah" Memegang tangannya


" 'Gua Kegelapan' " Gumamnya / Berpindah tempat -Ye Nǚshén


"Sebentar aku akan mengumpulkan kayu" Ingin berlari keluar -Ye Nǚshén


"Tunggu..." Memegang tangan Ye Nǚshén


"Tenang aku tidak akan meningalkanmu tunggu aku di dekat sini banyak ranting² walau musim dingin tapi mereka punya energi yang bisa mencairkan es" Mencoba melepaskan tangannya -Ye Nǚshén


"Siapa namamu" Tanyanya


"Emm..." Mengelengkan kepala


"Huff yasudah" Menghembuskan nafasnya kasar dan melepaskan tangannya


...|Lima menit Ye Nǚshén berpura-pura mencari ranting supaya tidak dicurigai...


"Tuan apa kau bisa bertahan" Berlari masuk dan berpura-pura terengah-engah -Ye Nǚshén


"Bisa" Jawabnya simpel


"Syukurlah" Menatanya supaya seperti api unggun -Ye Nǚshén


"Kau sedang apa" Tanyannya tapi masih meggunakan nada dinginnya


"Membuat Api unggun" Setelah selesai Ye Nǚshén menggunakan kekuatan apinya dengan sangat kecil untuk menyalakannya tapi dia tidak menggunakan mantra apapun jika menggunakan seperti itu mungkin nasip nya akan seperti dagingnya yang dulu -Ye Nǚshén


Daging gosong : apa salahku aku hanya daging


Author : Terimalah nasibmu wahay daging gosong bwahahaha


"Hufff tuan makanlah pil ini mungkin bisa menyembuhkanmu" Memberi pil energi tingkat empat -Ye Nǚshén


"...."


"Ini tidak beracun" Mengulurkan tangannya


"Oh ya emm bisa aku tanya namamu" Gugupnya -Ye Nǚshén


"Namaku Xian Rei kau bisa memangilku Rei" Wajabnya simpel dan memakan pilnya -Rei


"Baiklah" Senyum dibalik cadarnya -Ye Nǚshén

__ADS_1


Karena ini kedua kalinya Nǚshén menemukan laki-laki tampan di jaman ini dan juga sikap dinginnya itu yang membuat dia ingin mengenalnya karena saat dia masih di jaman modern dia sangat muak dengan gombalan para laki-laki yang ingin menjadi pacarnya


Dan mendekatinya dia sangat ingin mengenal laki-laki yang dingin kepadanya walau dia harus bertingkah aneh dan membuat dirinya malu tapi ada hal itulah yang ingin dia coba


Jika di jaman modern dia hanya tersenyum tipis kepada satu siswa di kelas malah yang lain ikut tersenyum dan bertengkat jika yang dia senyumi itu mereka


...Kembali kecerita...


"Uhuk.. uhuk.. panas" Mencoba menahan -Rei


"A... aiss aku lupa" Duduk di belakangnya dan mencoba menyalurkan energinya -Ye Nǚshén


...¦Beberapa menit kemudian...


"Uhuk... " Memuntahkan darah kotornya -Rei


"Hufff untunglah berhasil" leganya -Ye Nǚshén


"Kau... mengapa membantuku" Tanyanya -Rei


"Bukankah menolong itu hal yang terpuji" Mencoba menyelimuti dirinya -Ye Nǚshén


"Apa kau tidak takut jika aku orang jahat" tanyannya -Rei


"Tidak kau tampan tidak aja penjahat yang tampan dan memakai pakaian yang lumayan mahal" Dengan Pd nya -Ye Nǚshén


"Tadi kamu mengatakan apa" mengangkan satu alisnya -Rei


"Ya.. kau.. tampan " Dengan nada lambat yang terdengar sangat imut -Ye Nǚshén


"Untuk apa takut kepada orang tampan dan dingin" Batinnya "Uhuk..uhukk...hachu" pura-pura batuk dan bersin supaya menghentikan bicaranya-Ye Nǚshén


"Apa kamu tidak apa-apa" Tanyannya -Rei


"Ah tidak hanya kedinginan saja oh ya menggapa kamu bisa ada di hutan dan mengapa tidak membawa senjata atau melawan menggunakan kekuatan" Tanyannyan-Ye Nǚshén


"Hufff aku dan prajuritku sedang pulang dari medan perang tak di sangka ada banyak pembunuh bayaran menyerang secara tiba-tiba dan kami tidak siap dengan senjata hanya aku yang selamat dan tidak sengaja memasuki wilayah serigala emas" Ucapnya -Rei


"Perang tapi menggapa tidak menggunakan kekuatan" Tanyannya "Apa di jaman ini juga ada perang" Batin -Ye Nǚshén


"Ya kami tidak sempat beristirahat saat pulang" Ucapnya acuh tak acuh -Rei


"Ooo... jadi gitu lalu bagaimana dengan kesehatanmu" Sambil memiringkan kepala -Ye Nǚshén


"Aku baik-baik saja terimakasih" -Rei


Ingin berdiri tapi saat berdiri ia malah terjatuh


...|Bukk...


"Ahhh" Kagetnya -Ye Nǚshén

__ADS_1


"M...maaf nona" Gugupnya "menggapa kakiku seperti mati rasa" Gumamnya -Rei


Posisi saat Rei jatuh itu sangat dekat bahkan muka keduanya hanya berjarak beberapa cm tubuhnya sebagian terjatuh ditubuh Nǚshén dan sebagian tertahan oleh tangan yang kuat milik Rei yang menahan badan


"Aemm tidak apa tapi bisakah anda menyingkir dahulu" Mencoba tidak mengeluarakan kekuatan saat tadi terkejut -Ye Nǚshén


"Ah... iya" langsung berdiri -Rei


"Ada apa? apa masih ada yang sakit" Duduk sambil membenarkan cadarnya -Ye Nǚshén


"Tidak mungkin tadi karena kaget saja" Memutar badannya "Mengapa detak jantungku sangat cepat" Batin -Rei


"Baiklah oh ya apa anda lapar" Tanyannya -Ye Nǚshén


"Tidak terimakasih" kembali duduk -Rei


Beberapa menit kemudia api unggun yang dibuat kayunya sudah mulai habis terlahap oleh api


"Emm tadi aku menaruh kayu di mana ya" Melihat sekeliling dan menemukan nya di samping Xian Rei lalu ia berdiri dan menghampiri Rei -Ye Nǚshén


Tak disangka saat Nǚshén membungkukkan badannya untuk mengambil kayu bakar dengan hati-hati supaya Rei tidak terbangun


"Ada apa nona" sadarnya dan melihat keatas -Rei


Xian Rei melihat ke arah Nǚshén dan tanpa sadar dia juga kaget karena merasa terlalu dekat dengannya dan mata keduanya itu pun bertemu dan saling memandang


Mata Nǚshén melebar dan melihatkan mata coklat nya yang dipadu dengan warna hitam dan dilingkari dengan cincin berwarna merah gelap


Nǚshén yang menyadari bahwa api unggunnya akan mati langsung mengambil kayu itu dan bediri lalu berjalan menambah kayu di atas api unggunnya


"Em... maaf menganggu tidurmu" Berdiri dan menghampiri Rei -Ye Nǚshén


"Tidak menganggu" Menyenderkan kepalanya kembali "Akhh" Tiba-tiba memegangi dadanya -Rei


"Ada apa tuan" Kagetnya -Ye Nǚshén


"Tidak sepertinya lukaku masih belum pulih aiss" Masih sambil memegangi dadanya -Rei


"Bentar apa aku melupakan sesuatu" Gumamnya / Menempelkan ujung jarinya ke mulut yang terturup cadar "Ah Aku ingat obat yang aku berikan hanya menyembuhkan luka dalam saja luka luar tetap terbuka" Sadarnya -Ye Nǚshén


"Emm Tuan maaf bisakah anda membuka pakaian..." Tiba-tiba terhenti -Ye Nǚshén


"Tidak perlu" Ucapnya cepat -Rei


"Emm tapi itu sama saja bisa menimbulkan infeksi" Bujuknya -Ye Nǚshén


"Tidak ini hanya luka kecil saja tak perlu khawatir" Memejamkan matanya -Rei


"B..baiklah" Mendekati api unggun -Ye Nǚshén


"Kau orang luar yang pertama melihat wajahku" Ucapnya dengan nada yang sedikit berbeda -Rei

__ADS_1


...•Next•...


...~~~...


__ADS_2