AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Luluh(ADAM POV)


__ADS_3

Del mas Adam janji ini terakhir Mas Adam bikin kamu nangis!"Aku mencium tangan nya.Dan dia belum sadarkan diri.


Adel kamu yang merubah semua dunia ku,dunia yang sepi menjadi secerah mentari.Senyum yang selalu membuat aku selalu ingin kembali.


Maafkan aku yang hanya bisa membuat mu kecewa!


Aku menatap wajah ayunya.Dibalik senyum ceria nya dibalik sifat polosnya,ada ketangguhan ada ketulusan.Itu yang setiap hari aku dapatkan.Kamu memberiku banyak pelajaran.Hingga cara menghapus sakit hati secara perlahan.


Perlahan bola matanya mulai bergerak-gerak dan terbuka .Dia kembali menatapku dengan tatapan marah.


"Kamu sudah bangun Del?"Aku lega dia sadar.


Dia memaksa untuk bangun dari posisinya yang terbaring.Turun dari bed dan berjalan keluar dari ruang IGD.


"Kamu mau kemana?"Ku raih tangannya.


Dia hanya melirik ku, dan aku tahu dia masih sangat marah padaku.


"Mas bisa jelaskan semuanya!tapi Mas Adam mohon...kamu jangan seperti ini!"Aku berusaha membujuknya.


Matanya kembali berkaca-kaca,dengan menatap ku penuh.


"Mas antar pulang ya!"Aku sangat lembut,jujur aku takut kehilangannya.


Ku gandeng tangannya, dia menurut.Didalam mobil Adel tetap terdiam.Pandangannya hanya ke depan,ku tahu dia sangat kecewa.


Berhenti didepan rumahnya.Ku lihat wajahnya.


"Sampai kapan mau sembunyikan semuanya?"Adel berkaca-kaca.


"Del...Mas bisa jelaskan semuanya!Mas Adam ga ada maksud membohongi kamu!Beri waktu Mas untuk ngejelasin semua!Jangan kaya gini!"Aku berusaha memberikan penjelasan.


"Kamu dan Mama,dua orang yang aku sayangi bisa menyembunyikan hal besar seperti ini!"


"Kamu ga pernah tahu bagaimana rasanya jadi aku Del!Dua puluh tahun, berjuang sendiri tanpa sosok keluarga! Ditinggal Papa, Aisyah.Dan kamu tahu Mama lebih memilih laki-laki lain dan tak peduli dengan ku.Aku berjuang hidup ditengah gempuran kehidupan!Aku melewati masa-masa dalam hidup saat aku butuhkan seorang keluarga."Air mataku menetes.


"Itu hanya dari satu sisi coba Mas dengar dari sisi Mama!"Menurutnya.


"Rasa sakit itu!"


"Rasa itu bukan sebuah alasan.Rasa adalah indra manusiawi! seorang manusia diciptakan mempunyai Indra perasa itu bukan hati tapi lidah,dan lidah dapat merasakan berbagai macam rasa.Begitu juga dengan kehidupan,nikmati saja dan semoga bermanfaat untuk tubuh kita!"Adel.


Adel benar,ini semua hanya proses bukan hasil.Dan aku tidak seharusnya menuruti egoku dan melupakan apa yang menjadi kewajiban ku.Menjadi anak yang berbakti.


"Dan mulai hari ini biarkan aku menjadi Adel yang belum kamu kenal!Jangan kirim siapapun untuk ku,titip salam untuk Mama Sari semoga cepat sembuh.Kalau sebuah hubungan dimulai dengan kebohongan dan kebohongan itu akan beranak pinak!"Dia melepas kalung yang bertuliskan nama nya dan turun dari mobil.


Aku hanya sanggup memandangi kepergiannya.Rasanya bagai diterkam ribuan peluru.


Yang aku takutkan terjadi.Semuanya terjadi tanpa ada penjelasan.

__ADS_1


Ya Allah jika memang ini yang terbaik berikanlah kelapangan hati ini.Aku memandangi kalung bertuliskan nama ADEL yang ku pesan khusus di salah satu toko emas di Lebanon.


"Fadela Hanifa...semoga ngambek mu hanya malam ini!esok mood mu akan lebih baik!"Bisik ku dalam hati.


Aku menghubungi Deni untuk mengurus operasi Mama secepatnya.Mungkin Allah memang memberikan alur cerita ini untuk aku lebih baik menjadi seorang anak.Memperbaiki hubungan ku dengan Mama.


Er...lo lagi ngapain?


Aku mengirim pesan pada Erda.


Sorry bos baru aja masuk! kenapa? tumben!Balasnya.


Tak sabar aku langsung menghubungi nya


"Lo ke Semarang kapan?"


"Gue besok lusa baru ke Jakarta untuk ngurus surat tugas! bulan depan gue berangkat ke Papua.Hebat ga gue..."Cengengesan.


"Gimana Desti?"


Aku ingin tahu perkembangan Desti.


"Semua orang gue udah gue kerahin...Masih aja kaya belut itu cewek!Tapi gue udah urus semua bisnis bapaknya itu!"


"Suaminya?"


"Salah satu bisnis suaminya nyasar pabrik Lo!Gue lagi kumpulkan bukti soal itu!"


"Oke siap!"Gaya suara Erda seperti menerima perintah dari atasan.


"Oke...thanks!"Aku menutup telepon.


Aku memutuskan kembali ke rumah setelah sejenak memandangi rumah Adel.


Aku mendapat kabar Mama dapat dioperasi hari ini juga.Karena keadaannya stabil,aku meminta Deni untuk men-skedul ulang semua urusan ku hari ini.


"Dam... apapun yang terjadi nanti,Mama minta maaf !"Mama sebelum masuk keruang operasi.


"Insyaallah Adam sudah memaafkan Mama !Dan serahkan semua pada Allah mah, insyaallah akan mendapatkan yang terbaik."Kucium punggung tangannya.


"Mana Adel?"Mama mencari Adel.


"Adel ada acara mah!tapi nanti dia pasti akan kesini!"Aku membesarkan hati Mama.


"Dia calon mantu Mama! jangan kecewakan dia ya Dam!"Pinta Mama.


Aku tersenyum dan mengangguk.


Aku dapat memaafkan Mama itu semua karena Adel.Aku belajar banyak darinya,dia saja bisa menerima kenyataan kenapa aku tidak!

__ADS_1


Aku mencoba menghubungi Adel tapi ponselnya tidak aktif.


Ingin rasanya menemuinya tapi aku harus tetap disini untuk Mama.Deni hari ini harus ke Solo untuk mengurus pabrik disana.Erda dia juga belum pulang dari tugas.Aku bisa saja kirim orang tapi aku tidak percaya.


Berulang kali aku mengusap wajah ku.


"Tante pasti baik-baik saja!"Suara itu terdengar familiar,saat seseorang mengusap punggung ku dari belakang.


"Erli!"Ketika aku berbalik badan.


"Kondisi Tante Sari enam puluh persen siap untuk melakukan transplantasi ginjal ini.Jadi kemungkinan keberhasilan dalam operasi ini besar!"Terangnya.


"Amin!"Aku mengaminkan.


"Adek kamu mana?"Dia melihat ke segala arah.


"Adek?"bingung


"Iya...Adek kamu yang cewek itu!"


"Adel maksudnya!"


"Iya...dia adek kamu kan!ga mungkin kan dia cewek kamu,kata Tante Sari dia anak angkat tante!"Jelasnya.


Mama pernah kenalin Adel sama Erli?ini juga kelewatan yang ga aku tahu.


"Dia cewek aku!"Dengan tegas aku mengatakan ini pada Erli.


Masa lalu aku dan Erli yang pernah dekat,dan akhirnya dengan terpaksa aku harus mundur karena Erli lebih memilih karirnya menjadi seorang dokter di Ibukota.


"Kamu bercanda Dam?"Erli serasa tidak percaya.


"Ga aku ga bercanda!Dia memang calon istri aku!"Aku semakin menegaskan.


"Tapi aku pernah lihat dia sama cowok lain lho Dam! Belum lama ini!"


"Iya cowok itu saudaranya!"Pasti cowok yang dimaksud Erli adalah Restu.


"Masa sih? waktu itu aku lihat dia digendong cowok!"Erli seperti mencoba mengingat.


"Iya itu saudaranya !"Aku meyakinkannya.


"Oh...kamu sekarang sukanya sama yang masih muda-muda !"Godanya.


Aku hanya tersenyum menanggapi Kata-kata Erli.


Menyukai Adel bukan perkara anak kecil.Tapi dia anak kecil yang luar biasa.Mengubah hidup seorang Adam Mahesa Pradipta.


Meluluhkan benci, mengajarkan ketulusan dan pastinya dia anak kecil yang tangguh.

__ADS_1


I love you Adel,semoga kamu mendengar suara hati ini.


__ADS_2