AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Keluarga


__ADS_3

Hari ini aku diperbolehkan pulang oleh dokter setelah empat hari harus pindah tidur dirumah sakit.


"Assalamualaikum!"Kak Restu membuka pintu kamar,dengan senyuman mengembang diwajahnya.


"Wallaikumsalam!"Jawabku bersamaan dengan Ibu,yang sedang membereskan barang-barang.


"Hari ini jadi pulang kan Del?"Mendekat dan duduk di bed.


"Jadi Kak!"Sahutku bersemangat.


"Semangat banget mau pulang!"Godanya.


"Iya kangen banget sama kasur dirumah,kangen pengen sekolah,kangen pengen ekskul lagi!"Suaraku mengecil ketika kangen ekskul.


Silat, ekskul itu mengingatkan ku pada Mas Adam.Aku menerawang dengan senyuman,mengingat semua kenangan seorang Mas Adam.


"Del...Adel...kok malah ngelamun!"Kak Restu membuyarkan lamunanku.


"Eh-emh iya Kak!"Aku berusaha kembali keruang kenyataan.


"Sudah ibu sudah kemasi semuanya,ayo kita pulang!"Ibu.


Tanpa sengaja, saat aku akan pulang Mama Sari datang bertemu di lobby rumah sakit.


"Adel...kamu mau kemana?"Melihatku di dorong diatas kursi roda oleh Kak Restu dan Ibu disampingku.


"Mama, Adel udah boleh pulang Ma!"Jawabku,mencium punggung tangannya.


"Alhamdulillah!Ya udah pulang naik mobil Mama ya!"Pinta Mama.


"Emh maaf tante,biar Adel sama saya saja!"Kak Restu memotong.


"Mah... kenalkan ini Kak Restu temen Adel!Kak kenalkan ini Mama Sari, Mama angkat Adel!"Aku memperkenalkan Kak Restu pada Mama Sari,begitu sebaliknya.


"Saya Restu Tante teman Adel"Kak Restu menjabat tangan Mama Sari.


"Iya saya Tante Sari Mama angkat Adel!Ya udah biar Mama ikuti kalian dari belakang ya!"Mama Sari memang ramah.


Setelah mobil Kak Restu siap,aku turun dari kursi roda tapi dicegah oleh Kak Restu.Tiba-tiba dia menggendongku sampai di mobil.


Aku terbelalak kaget dengan apa yang dia lakukan.


"Kak...aku bisa jalan sendiri!malu dilihat banyak orang!"Aku berusaha meminta turun.


"Udah Kak Restu kuat kalau cuma gendong kamu! Kalau gendong tugu muda baru Kakak nyerah!"Tak mengindahkan keinginan ku yang malu karena dia menggendongku tanpa persetujuan dari ku.

__ADS_1


Sampai didalam mobil aku melihat dia meringis kesakitan.Mungkin karena menggendongku tadi.


"Tangan Kakak sakit?"Melihatnya menahan sakit.


"Sedikit!"Tersenyum tapi ku tahu dia sedang menahan sakit.


"Tuh kan, ngeyel sih!orang aku bisa jalan sendiri juga!"Aku mengomelinya dan memegangi tangannya.


"Adel...Restu tangannya sakit malah kamu marahi!"Ibu menengahi.


"Gapapa mungkin karena belum terbiasa sejak lepas gips kemarin!cuma nyeri sedikit aja kok!"Menenangkan.


"Beneran?bisa nyetir ga?kalau ga bisa kita ikut mobil Mama Sari aja!"Khawatirku dengan keadaan tangan Kak Restu.


"Gapapa Del...cuma nyetir doang!udah yok kita pulang,kasihan Bapak sudah nunggu dirumah!"


Sampai dirumah,bapak menyambut di depan rumah.


"Aku ga mau ya ada adegan gendong-gendongan lagi!"Aku mengancam Kak Restu ketika akan turun dari mobil.


"Iya...galak banget sih!"Tersenyum geli melihat ku yang manyun dan meliriknya.


"Tiduran dikamar aja Del,kamar kamu sudah bapak bersihkan!"Bapak kepadaku,karena aku malah duduk diruang tamu.


"Silahkan masuk bu!Monggo duduk,ya beginilah rumah Adel!"Ibu pada Mama Sari.


"Terimakasih kasih Bu...rumah itu yang penting nyaman bukan mewahnya,disana diisi keluarga yang saling menyayangi!"Mama Sari memandang aku ibu dan bapak.


"Mama...Mama bisa disini temani Adel kalau mama dirumah kesepian!"Aku memeluk Mama Sari, kurasakan kesedihan di tatapan matanya.


"Iya sayang!"Mama Sari begitu baik,dia benar-benar menganggap ku seperti anak kandungnya.


"Bapak, kenalkan ini Mama Sari!Adel kenal Mama Sari ga sengaja waktu ibu cek up waktu itu!Dan sekarang Mama Sari mengangkat Adel seperti anaknya sendiri! Gapapa kan Pak...Buk,Adel menganggap Mama Sari seperti ibu!"Ijinku pada Bapak dan Ibu.


"Ya Ndak apa-apa Nduk!ibu senang berarti ada yang bantuin ibu marahi kamu kalau kamu ngeyel!"Canda ibu yang mencubit hidungku.


"Kenalkan Ibu Sari saya bapaknya Adel!"Bapak mengulurkan tangannya.


"Saya Sari pak,maaf kalau saya lancang mengangkat anak bapak sebagai anak saya tanpa ijin dulu!"Meraih tangan bapak dan berjabat tangan.


"Tidak apa-apa Bu,saya senang berarti anak saya ini dapat diterima dimana saja! Sampai Ibu Sari saja berkenan menganggapnya seperti anak sendiri!"Jelas Bapak.


"Adel bersyukur punya Ibu Bapak dan sekarang Mama!"Aku memeluk Mama dan Ibu bersamaan, mencurahkan kasih sayang.


"Kok kak Restu ga dipeluk sendiri?"Goda Kak Restu yang dari tadi menjadi penonton.

__ADS_1


"Ih ganjen banget jadi cowok!"Aku meringis.


"Adel...maaf Mama ga bisa lama-lama,ada acara mendadak! kapan-kapan Mama kesini lagi!"Mama Sari yang tiba-tiba pamit.


"Iya Mah! Kapan-kapan nginep sini ya tapi!"Aku memintanya.


"Iya...tapi kamu juga kapan-kapan nginep dirumah Mama juga ya!"Membalas permintaan ku.


"Iya...!"Senyumku, kemudian Mama memeluk ku lagi.


"Del... sehat-sehat ya, Mama ga mau lihat kamu sakit!Anak Mama kuat,kamu sekarang semangat Mama!"Mama Sari memeluk ku erat,kutahu dia menangis.


"Iya Mah,Mama juga sehat-sehat ya!Semoga cepat dapat pendonor yang cocok!Adel sayang sama Mama!"Ungkap ku padanya.


Aku melepaskan pelukannya,ku hapus air mata dipipi Mama.


"Amin...!"Senyumnya.


"Mama pamit dulu, assalamualaikum!"Pamit Mama Sari.


"Wallaikumsalam!"Aku mencium punggung tangannya.


"Kasihan Mama Sari buk, beliau harus hidup sendiri sedangkan satu-satunya yang dia punya anaknya sekarang sedang bertugas di luar negeri! Beliau sedang melawan penyakitnya sendirian!"Memandang Mama Sari yang berjalan menjauh menuju mobilnya.


"Ya Allah, kasihan ya nduk!Semoga Allah selalu melindungi dan segera mengangkat penyakitnya!"Ibu untuk Mama Sari.


"Amin!"Aku mengusap wajah ku dengan telapak tangan ku.


Ketika aku ingin berjalan menuju kursi tiba-tiba badan ku lemas dan akan jatuh,dengan sigap Kak Restu menangkap ku.


"Kamu itu masih lemas! ngeyel banget sih dibilangin, digendong ga mau!"Masih menggodaku.


"Maaf ya Kak,biar Adel diantar bapak aja ke kamar!"Aku berusaha tidak memberinya perhatian.


Aku tidak mau dia berpikir bahwa aku dengan mudah melupakan mas Adam begitu cepat.Aku juga tidak ingin terlalu dekat dengan nya karena aku tidak mau berurusan dengan Kak Desti.


Semenjak aku sakit kak Restu memang sangat perhatian padaku.Dia tidak pernah menyebut nama Desti lagi sejak kecelakaan yang dialaminya.


Aku tidak pernah tahu bagaimana perasaannya pada Desti,toh aku juga tak ingin tahu sebenarnya.Karena jujur aku sudah tak memiliki rasa padanya.Dan sekarang aku juga tidak bisa melupakan Mas Adam dengan mudah.


Pertemuan kami yang singkat, dan hubungan kami yang singkat juga tak berarti dengan singkat aku bisa melupakannya.


Mas Adam mengajarkan ku banyak hal tentang kehidupan, hingga aku lupa bahwa kami belum mengungkapkan rasa satu sama lain.


Walaupun kini kami sudah terpisah dimensi tapi rasa cinta ini sedekat bumi dan udara,yang saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2