
Seharian bersama Mahes membuat ku sedikit melupakan Mas Adam.
"Del...ponselmu tuh!"Rifi menunjuk ponselku bergetar.
Aku yang sedang asik bermain dengan si bayi Mahesa.
"Siapa malam-malam ga tau waktu!"Aku mengomel dan mengambilnya.
Tertera nama Mas Adam dilayar ponsel.
"Ye elah jaelangkung!ganggu aja!"aku menekan tombol hijau diponselku."Assalamualaikum!"
Rifi melihatku tersenyum simpul,Rifi tidak kaget dengan tingkah konyol ku.
"Wallaikumsalam!"Suara khas Mas Adam diseberang sana,"Lagi ngapain?"
"Lagi menikmati waktu sama si ganteng!"Jawabku menggantung.
"Si ganteng siapa?Besok kamu harus sekolah Del...harus latihan juga... pertandingan kamu sudah tinggal hitung hari,bisa kan dikasih tahu!"Cerocos Mas Adam.
"Lah orang si ganteng nanti malam aku tidur sama dia!"Aku menjahilinya.
"Del...jangan buat Mas kirim orang kesana buat ngajar itu cowok ya!"Terdengar menahan amarahnya.
"Kirim aja!"Aku menutup teleponnya, tersenyum puas.
"Dasar cah gemblung!Ada aja...kalau aku jadi Mas Adam udah tak tinggal nikah kamu,biar ga banyak kelakuan ga jelas!Ben kapok kamu!"Rifi geleng-geleng kepala.
"Biar suruh siapa jadi cowok ga jelas!"aku tersenyum menang.
"Lah kamu sendiri ga jelas!sama Restu mau,sama Adam mau banget!"Rifi mengejek ku.
"Lah laki-laki itu jangan diberi seluruh dunia kita,kalau di dunia ini ada siang ada malam ya siang sama Restu,malam sama Adam!"Aku terkekeh puas.
"Belajar dari mana Lo? Lama-lama gue ga mau temenan sama cewek poliandri kaya Lo!"Rifi pura-pura bergidik ngeri,dan memeluk Mahes.
Aku langsung nimbrung di antara mereka dengan menciumi pipi gembul Mahes.
Tok...tok...tok...
Kami bertiga yang sedang asik bercanda langsung terdiam.
"Ada tamu tuh!"Rifi.
"Aku lihat dulu!"Aku dengan mantap keluar dari kamar dan bergegas membuka pintu.
__ADS_1
"Malam Mbak Adel!"Mas Deni yang ada dibalik pintu.
"Malam Mas Deni!Ada apa malam-malam kesini?"Aku bingung melihatnya yang membawa sebuah tas reusable .
"Ini ada titipan dari Pak Adam untuk Mbak Adel!"Menyerahkan tas yang dibawanya.
"Apa lagi itu orang!"batinku.
Aku melongoknya dan kelihatan semua isinya adalah makanan ringan,yang jumlahnya bukan lumayan lagi tapi banyak.
"Kalau begitu,saya pamit Mbak! Assalamualaikum!"Deni setelah memberikan satu tas penuh camilan suruhan Mas Adam.
"Iya makasih Mas!"
Aku kembali masuk kedalam kamar membawa kiriman Adam Mahesa Pradipta yang selalu ada aja.
"Itu orang emang kadang suka ga bisa di logika!"Aku meletakkan tas diatas meja belajar ku.
"Apaan?"Rifi yang sedang menyusui Mahes.
"Loh kok udah mau bobok,tante masih mau main sama kamu sayang!"Aku menciumi pipi Mahes,bayi itu hanya menggeliat saja.
"Lo mau nanti dia ga tidur?Dia kalau tidur telat bisa semaleman ga tidur!"Menatapku ganas.
Ponselku bergetar satu pesan dari Mas Adam,
Mas tahu cowok itu Mahes dan pasti ada Rifi disana, makanya Mas kirim cemilan buat kamu dan Rifi!kalian udah lama ga ngobrol kan?!
Selamat ngobrol sampai pagi nona-nona!
"Itu orang tahu aja gue ngapain! Sebenarnya dia itu dukun atau mak lampir yang punya baskom ajaib sih!"Aku menggumam.
"Ga usah kenceng-kenceng nanti anak gue bangun!"Rifi melotot.
Aku meringis,"Lo ga disuruh Mas Adam kesini kan Fi?"Aku melirik curiga pada Rifi.
"Emang!Emang gue disuruh Mas Adam kesini!"Tersenyum licik.
"Gue beneran tanya nih!"Aku benar-benar ingin tahu.
"Iya... beneran! Kemarin Mas Adam itu telpon gue katanya dia mau tugas keluar planet,lah kebetulan Al juga mau jemput emak dan bapak diluar kota ya udah gue pikir mending nginep aja sekalian dari pada gue dirumah sendiri kan horor!"Rifi meringis.
"Ini emang sableng itu cowok ada aja idenya!"Aku memperlihatkan camilan yang dikirim Mas Adam."Katanya buat teman kita ngobrol!"Aku.
"Aku tuh sampai bingung sama hubungan kamu dan Mas Adam,dia bisa selalu ada buat kamu, walaupun dia jauh dari kamu sekalipun.Aku sampai bilang ke Al andai kamu seperti Mas Adam Al!"Aku Menggeleng-gelengkan kepala.
__ADS_1
"Ya jalan kita masing-masing!kamu mah udah jelas udah punya Al sekarang ada Mahes,lah aku?"Aku menghentikan kata-kata ku.
"Emang kamu mau laki-laki yang seperti apa lagi sih Del?"Rifi menyambung.
"Aku pengen punya calon imam yang mau jujur sama aku Fi,semoga Mas Adam adalah laki-laki itu!Dan semoga dia selalu jujur sama aku walau aku sering jauh darinya."Aku melirih.
"Semoga kalian dijodohkan Allah!Lihat kamu sekarang,berhijab lebih taat berarti dia memang ingin membawamu lebih baik!"Rifi menyemangati.
"Amin...semoga ya Fi,doain Aku!"Aku memeluknya.
Adam dia selalu bisa membuat aku tersenyum dan tidak kesepian.
Rifi benar dia selalu ada bahkan saat dia jauh.
"Lalu bagaiman hubungan mu dengan Kak Restu?Jangan bilang kamu juga masih ada rasa dengannya?"Rifi melirikku tajam.
"Rasa sih ga Fi cuma,aku kasihan aja sama dia!kata Mas Adam yang menyebabkan Kak Restu kecelakaan itu Kak Desti wanita yang dicintainya,hingga meruntuhkan mental ku waktu itu!"Aku tersenyum tolol.
"Maksudnya?"
"Desti itu punya suami yang seorang politikus sekaligus mafia,dan Kak Restu memang sengaja dicelakai waktu itu oleh anak buah suami Kak Desti.Sedangkan Kak Gibran itu juga pernah menikah siri oleh Kak Desti!Pusing ga tuh cerita!"Aku tertawa.
"Itu fix sinetron!Lalu kok Lo bisa kerja sama Kak Restu?"Rifi sepertinya sangat ingin tahu.
"Gue kasihan sama di Fi,dia sebenarnya harus menderita kelumpuhan karena kecelakaan itu!Dan yang gue denger dia akan sulit kembali berjalan."
"Dia masih berhubungan dengan Desti itu?"
"Gue sih ga tau kalau masalah itu,yang gue tahu gue pernah hancur karena cinta buta Restu ke Desti!"Aku menatap Rifi seperti orang malang.
"Tapi sekarang udah dapat yang lebih baik kan!"Rifi menoyor ku.
"Gue juga berharap,tapi saingan gue berat Fi!"
"Saingan?"
"Iya...ada seorang cewek cantik sebagai seorang dokter yang dari kehidupan Mas Adam sejak dulu,namanya Erli.Dan seberuntungnya aku dokter Erli itu yang menangani Kak Restu!Heboh ga tuh dunia percintaan gue?"Aku tertawa pasrah.
Rifi tertawa geli melihatku."Yang sabar ya nduk!kasihan hidupmu,ga cantik...cantik amat tapi kisah cinta mu muter-muter kaya sinetron!"
"Ngomong-ngomong Lo udah ngapain aja sama si pak Tentara?"Tiba-tiba mata Rifi menyelidik.
Dan obrolan kami sampai larut, karena sangking enaknya lama ga ngobrol ngalor ngidul ga jelas.
Dan kami tertidur pulas setelah ngobrol,malam ini rasanya lega hatiku juga seneng.Terima kasih Adam sudah mengirim sahabat terbaikku menemani hari ku hari ini,walau entah berapa lama kita berpisah tapi namamu akan selalu ku sebut dalam sujud ku.Akan ku bisikan nama mu kepada Allah agar kita dapat bersama suatu hari nanti.
__ADS_1