AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
•Eps14•


__ADS_3

"Kau orang luar yang pertama melihat wajahku" Ucapnya dengan nada yang sedikit berbeda -Rei


"Maksutnya??? Melihat wajahmu" Bingungnya sambil memiringkan satu kepalanya -Ye Nǚshén


"Tidak lupakan saja" Berdiri -Rei


"Tuan jangan berdiri luka luarmu belum..." Berdiri -Ye Nǚshén


Karena ini pertama kalinya dia merawat seseorang didunia ini dan didunia sebelumnya dia tidak pernah merawat orang yang terluka didunia sebelumnya karena saat keluarganya atau temannya sakit langsung dibawa kerumah sakit


"Hei Nona apa kau tahu aku tidak menyukai wanita" Liriknya dengan sinis menggunakan mata elangnya -Rei


"Maaf aku hanya khawatir karena aku pertama kalinya merawat seseorang" Melihat bawah -Ye Nǚshén


"Maksutmu?" Tanyanya bingung "Bagaimana bisa dia pertama kalinya merawat orang bahkan tadi dia menyembuhkan luka dalamku menggunakan kekuatannya" Batinnya bingung -Rei


"Ya... ini.. emm aku baru pertama kalinya keluar dari kerajaanku karena dihukum" Ucapnya gugup -Ye Nǚshén


"Dihukum?" Jalannya mendekat -Rei


"Ya karena aku..." Terhenti "Jangan jika dia salah satu prajurit atau orang penting di kerajaan bahkan bisa di kekaisaran dia bisa mengetahui identitasku secara langsung" Batinnya -Ye Nǚshén


"Ada apa mengapa terhenti" Berhenti di depan Nǚshén -Rei


"Tidak apa ini masalah keluargaku" Mengangkat kepalanya keatas -Ye Nǚshén


...|Deg...


Dua-duanya kaget karena ini kedua kalinya mereka bertatapan bahkan Rei bisa melihat dengan kelas mata Nǚshén yang sangat cantik dan sedikit memancarkan aura berwarna merah


...Beberapa detik berlalu mereka saling menyadarinya...


"Maaf saya tidak bermaksut begitu" Ucapnya gugup sambil melihat kearah lain -Rei


"A.. tidak seharusnya saya yang meminta maaf" Melihat kebawah -Ye Nǚshén


Tiba-tiba saat kecangungan itu berlangsung Nǚshén merasakan ada banyak orang di tempat saat dia melawan hewan-hewan itu


"Nona ada apa" Tanyanya bingung karena melihat Nǚshén tiba-tiba melamun -Rei


"Ah tidak tuan sepertinya anda harus ketempat yang tadi" Memberitahu -Ye Nǚshén


"Ah apakah saya merepotkan anda" Mengerutkan alisnya -Rei


"Saya tidak merasa terepoti tapi sepertinya anda harus kesana karena sudah banyak yang menunggu anda" Menggulurkan tangannya -Ye Nǚshén


"Apa anda bisa melihat disana?" Tanyannya -Rei


"Mungkin" Mengulurkan tangannya -Ye Nǚshén


"Huff yasudah" Menghela nafas berat dan memegang tangannya -Rei

__ADS_1


" 'Hutan iblis' " Gumamnya dan berpindah tempat -Ye Nǚshén


Posisi Ye Nǚshén dan Rei sedikit jauh dari para prajurit karena Nǚshén tidak mau berurusan dengan prajurit kerajaan


"Baiklah saatnya saya pergi" Inggin melompat tapi terhenti karena Rei tiba-tiba mengengam tangannya -Ye Nǚshén


"Ada apa" Liriknya -Ye Nǚshén


"Apa kita bisa bertemu kembali suatu saat nanti" Tanyannya -Rei


"Mungkin saja jika waktu mempertemukan kita" Jawabnya "Jangan sampai aku bertemu denganmu lagi bisa-bisa aku terlibat dengan kerajaan" Batinnya -Ye Nǚshén


"Baiklah hati-hati" Melepaskan tangannya -Rei


"Terimakasih" Melompat ke salah satu pohon yang berkayu tebal -Ye Nǚshén


"Siapa di sana" Teriak seorang prajurit


"Ada apa? apa kau menemukan..." Terhenti


"Aku ada disini" Teriak Rei


"Pa..." Teriak semuannya terhenti


"Aku sudah aman semua balik kekereta kuda kalian dan lanjutkan perjalanan" Sambil menatap sinis mereka


"Baik laksanakan" Teriak mereka kompak


"Bisakah aku bertemu denganmu lagi" Gumamnya sambil melihat kebelakang "Apa yang sedang aku fikirkan tidak mungkin aku tertarik oleh seorang wanita yang baru aku kenal dan bahkan tidak tahu dia itu siapa" Batinnya dan berjalan menjauh -Rei


...Kerajaan...


"Yang Mulia Raja dan permaisuri telah tiba" Teriak seseorang dengan keras


"Bawa pengawal yang melapor jika Putri Ye Nǚshén menghilang" Teriak Raja


"Yang mulia mengapa anda memanggilnya" Marahnya -selir jia an


"Bagaimana saya tidak marah selirku dia berani berbohong kepada ku" Marahnya


"Hormat kepada Yang Mulia Raja dan Selir Jia an" Pengawal


"Hukum dia karena sudah berani berbohong kepada Raja" Marahnya -Raja


"Yang Mulia hamba tidak membuat kesalahan mengapa..." Terhenti / Kagetnya -Pengawal


"Kau hanya pengawal rendahan berani sekali kepadaku hukum mati dia karena tidak hormat kepada Raja dan telah berbohong jika Putri Ye Nǚshén tidak ada" Perintahnya dan pergi -Raja


......Www......


"Ukhhh menggapa badanku seperti ada yang masuk" Melihat kebelakang badannya "Mungkin perasaanku saja" Melihat segerombolan orang yang menunggangi kuda dan bebberapa kereta yang membawa jasat menjauh -Ye Nǚshén

__ADS_1


"Huff sudah lah" Berbalik -Ye Nǚshén


"Nona"


Tiba-tiba ada seseorang wanita yang berlutut dibelakang Ye Nǚshén dan terlihat kuat


"Siapa kamu" Mencoba bersikap tenang dan mengeluarkan sedikit aura nya "Astaga kaget mengapa dia seperti hewan tampan sih" Batin -Ye Nǚshén (Hewan tampan \= Li, Jingmi, Shen, Tao)


"Maaf Nona saya telah lancang saya adalah Rong rong pelayan anda yang di utus oleh Tuan Wang Zheng" Dengan hormat Pelayan itu


"Kakek?" Tanyanya "Seingatku kakek perempuan ini telah meninggal karena ikut turun ke medan perang" Batin -Ye Nǚshén


"Iya Nona, Tuan adalah ayah dari ibu anda saya adalah pelayan nya selama sepuluh tahun terakhir ini" Tetap sambil memberi hormat


"Bagaimana saya bisa percaya kepada anda jika itu benar, atau bisa saja anda adalah mata - mata untuk mengawasi pergerakanku" Masih dengan nada dinginnya - Ye Nǚshén


"Jika anda tidak percaya saya mempunyai plat dari klan Ye yang didirikan oleh kakek anda dan Nyonya Ye" Memberikan plat nama rahasia


...Glek...


"Bagaimana bisa ini sama persis dengan yang aku temukan di laci meja" Batinnya -Ye Nǚshén


...flashback...


"Baiklah apa ada barang petunjuk di sini setelah itu aku akan ke hutan kegelapan" Mencari dan melihat sekitar


...beberapa menit kemudian...


"Sebuah plat? dengan bertulisan Klan Ye apa ini huh, tidak tahu simpan saja dulu mungkin suatu saat berguna" Menaruh di lemari


...Back to story...


"Bagaimana bisa ini sama persis dengan yang aku temukan di laci meja" Batinnya -Ye Nǚshén


"Tapi juga ada perbedaan seperti yang aku temukan yang itu berwarna emas dan ini berwarna hijau" Gumamnya sambil membolak balik kannya -Ye Nǚshén


"Nona apa anda percaya kepada saya jika anda tidak percaya anda bisa membunuh saya, saya merasa terhormat bisa meninggal di tangan anda" Tiba-tiba bersujud


"Sudah lah tidak perlu sedramatis itu hidup mu hanya sekali bagaimana bisa mau menyerahkan nyawanmu" Membarikan platnya "Itu hidupmu sih kalau aku dua kali" Batin -Ye Nǚshén


"Terimakasih Nona" Menerima platnya kembali


"Berapa usiamu?" Tanyannya sambil berjalan -Ye Nǚshén


"Dua puluh satu tahun Nona" Ucapnya sambil mengikuti


"What" Gumamnya kaget "Bentar berapa tadi" Memutarkan badannya -Ye Nǚshén


"D...dua puluh.. satu tahun" Merinding karena tiba-tiba Nona barunya seperti orang yang sangat mengerikan


"Bagaimana bisa apa kau belum menikah?" Kebingunggan -Ye Nǚshén

__ADS_1


...•Next•...


...~~~...


__ADS_2