
"Iya tapi tidak begini juga mama menyikapinya.Mah semua yang kita lakukan pasti ada balasannya tapi bukan berarti kita harus membayarnya sekarang!Allah punya pengadilan tersendiri!kalau seperti ini namanya bukan mereka yang memang tidak peduli tapi mama!Mama harus sembuh demi mereka, anak-anak mama butuh mama nantinya.Tebus kesalahan mama dimasa lalu dengan kesehatan mama!"Aku terlalu berapi-api menyemangatinya.
"Mama hanya ingin dia tahu bahwa mama sangat menyayanginya! Mama sadar bahwa mama ini bukan ibu yang baik!Dari itu mama ingin menyusul putri Mama untuk menebus dosa mama dimasa lalu!"
"Mah...jangan menghakimi diri sendiri!Kalau anak Mama ga sayang sama Mama,Adel sayang sama Mama! udah ga usah dibahas lagi masalah ini,Mama istirahat!"Aku berusaha menenangkan pikirannya.
Toh aku sendiri hari ini sangat pusing.
Setelah kulihat mama Sari tertidur,aku keluar untuk mencari Mas Adam yang sedari tadi tidak menyusul ku.
Ku hubungi berulang kali tapi tak menjawab.
"Gusti... ganteng-ganteng kok koyo jaelangkung!"Aku mengomel sendiri.
Lalu ku cari ke parkiran.
"Mobilnya masih ada!kemana itu om...om!"Rasanya gemas aku dengannya karena sering banget ngilang ga jelas.
"Kenapa cari aku?"Dia tiba-tiba nongol dibelakang ku.
"Astaghfirullah!"Aku terkaget, refleks aku mencubit perutnya.
"Aduuuihhhhhhh!"Mas Adam berjongkok kesakitan.
"Ya Allah maaf!maaf ga sengaja...maaf!"aku khawatir melihatnya kesakitan.
"Hahahahahaha!"Dia tertawa geli.
"Apa...apa...kok ketawa?"Aku bingung melihatnya yang tiba-tiba ketawa.Menggaruk-garuk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.
"Kamu tuh lucu tahu ga kalau takut gitu!"Dia masih tertawa.
Aku meninju lengannya.Kali ini aku tak mau ditipunya lagi dengan pura-pura kesakitan.
Kuihat kali ini dia benar-benar kesakitan.
"Ya Allah tega bener kamu nduk!Ini namanya kdrt!"Dia melirikku dengan wajah memelas.
"Bodo amat!suruh siapa pura-pura!"Aku menatapnya dengan tatapan ingin memangsanya.
"Galak amat jadi cewek!nanti cowok-cowok pada kabur kalau galak!"Mencoba menggodaku.
__ADS_1
" Bodo!"Rasanya aku semakin gemas ingin marah padanya,tanpa ku tahu apa salahnya.
"Mau pulang?"
"Kata siapa?"Aku masih ketus.
"Ini udah jam delapan lho Del!kamu besok sekolah juga!"Mengingatkan ku.
"Kayaknya aku tidur sini aja gimana?besok subuh aku pulang!"Aku tiba-tiba berpikir ingin menemani Mama Sari.
"Ga usah membuat cerita misteri ya Del!Ga lucu, kasihan ibu dirumah sendirian!"Dia memikirkan ibu.
"Tapi kasihan Mama, kalau ada apa-apa sama Mama gimana?"Dan kali ini aku benar-benar khawatir akan keadaan Mama Sari hingga aku menangis.
"Gini deh,Mas perintahkan orang jaga Mama disini!tapi kamu harus pulang kasihan ibu dirumah sendiri!"Aku tahu Mas Adam pasti tak bisa melihatku menangis.
"Mas,Mama tuh masih keras kepala ga mau dioperasi! Beliau masih nunggu anaknya,aku ga tega lihat dia kaya gitu!"
"Nanti biar Mas yang urus,yang penting sekarang kamu pulang jagain ibu dirumah besok sekolah!Bentar lagi ada pertandingan juga,kamu halus lolos!Ngerti?"Dia selalu tegas,jika sudah mengambil keputusan.
"Aku pamit mama dulu!"Aku berbalik untuk pamit ke Mama.
Tiba-tiba,
Mas Adam hanya tersenyum simpul.
"Loh Mbak Yuni kok disini!Mama didalam sama siapa?"Saat kutahu assisten Mama Sari bertemu dengan kami diluar kamar.
"Ibu istirahat Mbak!Saya ingin keluar untuk mencari makan sebentar!"Jawabnya.
"Oh gitu!Ya udah, kalau gitu pamitin sama Mama aku pulang! insyaallah besok aku kesini lagi."Aku pamit pada assisten Mama, karena aku tak mau mengganggu istirahat Mama.
"Baik Mbak Adel,Mas Adam saya permisi!"Dia berlalu pergi.
Diperjalanan pulang aku sebenarnya penasaran ingin menanyakan tentang assisten Mama Sari yang sepertinya sudah kenal dengan Mas Adam,tapi kulihat Mas Adam sedang sibuk menghubungi seseorang.
Seperti biasa aku tertidur jika Mas Adam selalu sibuk sendiri.Hingga aku di bangunkan nya setelah sampai didepan rumah.
"Bangun...Del!sudah nyampe...!"Dia membangunkan ku dengan mengusap-usap kepala ku.
Aku menggeliat dan membuka mata ku.
__ADS_1
"Udah nyampe?"mengucek mata.
"Sudah!Mas ga mampir ya...sudah malam ga enak sama tetangga!"Mas Adam turun dan seperti biasa Membukakan pintu untukku.
"Iya!"Aku turun dan berjalan malas masuk rumah.
"Del...!"Mas Adam memanggilku.
"Iya!"Dengan malas aku menoleh.
"Terimakasih untuk hari ini, terimakasih sudah tulus untuk Mama!"Entah apa maksud yang diucapkannya tapi aku memang tidak bisa mencerna karena masih ngantuk.
Aku hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman, kemudian kembali berjalan masuk kedalam rumah.
Setelah aku masuk dan menutup pintu, terdengar suara mobil Mas Adam perlahan pergi.
Pagi ini selepas shalat subuh,aku membuat sarapan untuk ibu.
Setelah bapak meninggal apa yang biasa dilakukan bapak kini aku yang menggantikan.
"Masak apa nduk?"Ibu melihatku sedang sibuk membuat sarapan.
"Nasi goreng buk! Adel kan belum bisa masak kaya bapak,maaf ya buk!"Aku meminta maaf pada Ibu karena belum bisa mengganti posisi bapak untuk ibu.
"Ndak papa...yang penting,ada yang dimakan!Ibu dibuatkan sarapan saja sudah terimakasih!"Senyum ibu begitu sangat menerima.
"Bu...hari ini Adel pulang agak telat,mau jenguk Kak Restu dan Mama Sari!Jadi ibu kalau mau malem nanti sudah Adel masakin buat nanti siang dan malam!"
"Loh... Mama Sari juga dirumah sakit?"ibu terlihat kaget mendengar mama kembali dirawat dirumah sakit.
"Iya buk... kondisi Mama Sari drop!Harusnya Minggu lalu beliau sudah dioperasi untuk transplantasi ginjal nya tapi beliau mengundur jadwalnya hingga nanti anak nya pulang dari luar negri!"Aku bercerita pada ibu.
"Ya Allah...lah anaknya kapan pulang nduk?"
"Ga tau buk... sepertinya anaknya tidak ingin tahu soal Mama Sari yang sakit! Mereka punya masalah keluarga buk!yang aku sendiri ga tahu gimana!"Aku sendiri bingung dengan masalah keluarga Mama Sari, karena aku tidak mengetahui masalah yang sebenarnya.
"Ya udah!yang penting jangan lupa makan ya!"Ibu mengingatkan ku.
"Iya buk!Maaf ya buk,Adel belum bisa menjaga ibu seperti bapak menjaga ibu!Adel sibuk dengan urusan Adel sendiri."Aku memeluk ibu.
"Kamu itu anak ibu!bukan suami ibu!yang harus kamu lakukan itu sekolah,jadi gadis manis bapak seperti bapak masih ada saja,jangan pernah berubah!"Mengelus-elus punggungku.
__ADS_1
Setiap subuh biasanya kami bertiga shalat berjamaah, itulah yang membuat aku selalu merindukan subuh.Subuh juga yang membuat kami hangat.Alunan suara bapak mengaji.Aroma masakan bapak.Dan kenangan terakhir sebelum bapak pergi untuk selamanya, Beliau selalu mengingatkan ku untuk tidak meninggalkan shalat.
Kenangan akan bapak membuatku semakin merindukannya.Bapak adalah laki-laki cinta pertamaku yang selalu melindungi ku.Menyayangiku melebihi rasa sayangnya kepada dirinya sendiri.