AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Memilih


__ADS_3

Setelah makan soto kesukaan Mas Adam,kami melanjutkan perjalanan pulang.


Dan seperti biasa sudah kenyang aku selalu tertidur pulas,ya kebiasaan ku yang sudah Mas Adam hafal.


Hampir sore kami sampai dirumah.


Tante Nugraha terlihat menangis dan sedang ditenangkan oleh ibu.


"Assalamualaikum!"Aku dan Mas Adam bersamaan.


"Wallaikumsalam!"Tante Nugraha langsung memelukku dengan tangis.


"Ada apa tante?Tante kenapa?"Aku membalas pelukan nya,juga bingung karena beliau tiba-tiba menangis.


"Restu Del,Restu koma Del!"Tante dengan isakan,aku terkejut mendengar berita itu.


"Mas pulang dulu,ada urusan penting!nanti Mas hubungi!"pamit Mas Adam dengan bahasa mulutnya komat-kamit seperti baca mantra,tapi aku tahu dia mengucapkan kalimat itu.


Ku raih tangannya, kucegah kepergian Mas Adam.Sepertinya Mas Adam mengerti maksudku,dia menghentikan langkahnya dan hanya memandangi ku.


"Tante,kita masuk dulu ngobrol didalam!"Aku memintanya untuk masuk dan membicarakan apa yang terjadi didalam rumah.


Aku memberikan minum pada Tante Nugraha agar lebih tenang.


Dan beliau mulai bercerita tentang sakitnya kak Restu.Sejak kecelakaan waktu itu, sebenarnya Kak Restu sering merasakan sakit kepala hebat bahkan sering pingsan.Ya,ku akui aku tidak pernah mengetahuinya.


Dan akhir-akhir ini Kak Restu sering pingsan dan yang terparah dua hari yang lalu dia mengeluh sakit kepala dan pingsan,hingga hari ini masih belum sadarkan diri.


Sekilas aku memandangi Mas Adam yang terlihat sedang sibuk dengan ponselnya.Aku tahu dia pasti tidak ingin mendengar apapun tentang Kak Restu,tapi aku tidak ingin dia salah paham dengan kondisi yang sebenarnya.


"Sebenarnya Kak Restu sakit apa tante?"Yang ingin ku tahu penyebabnya.


"Kecelakaan waktu itu, benturan keras waktu kecelakaan itu yang sekarang menimbulkan efeknya! beberapa pembuluh darahnya pecah."Jelas Tante Nugraha.


"Tante, bukannya Adel tidak mau kesana tapi ini sudah mau magrib!nanti juga ada pengajian untuk bapak jadi Adel minta maaf, insyaallah besok Adel kesana!Tante yang sabar,Tante harus kuat demi Kak Restu."Aku Menguatkannya.

__ADS_1


"Iya, makasih ya Del!Adam,maaf bukannya Tante mau mengganggu hubungan kalian tapi Tante hanya ingin Adel tahu bagaimana kondisi Restu sekarang,karena yang Tante tahu Restu juga menyayangi Adel.Walau semuanya kembali lagi pada keputusan Adel untuk memilih siapa!"Tante Nugraha mengusap-usap lengan Mas Adam,yang sejak tadi tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Adam tahu tante!Adam juga menyerahkan semua keputusan pada Adel.Adel belum sah juga memilih Adam,jadi Adam tidak akan mengekang Adel untuk berhubungan dengan siapapun."Mas Adam memang selalu dewasa dan tenang menghadapi apapun.


Tak berapa lama Tante Nugraha pamit karena mendapat telpon dari suaminya.


Aku mendekati Mas Adam yang terduduk dikursi ruang tamu.


"Mas!"Entah dia memang benar-benar sibuk atau hanya memainkan ponselnya,tapi sedari bertemu Mama Kak Restu dia menjadi pendiam.


"Dalem!"Jawabnya sangat halus.


"Kenapa diam?"Aku mencoba mencari tahu bagaimana hatinya sebenarnya.


"Mas harus pulang Adel, ada pekerjaan yang harus Mas selesaikan.Besok Mas juga harus ke kantor Mabes pusat,flight pagi-pagi!"Sepertinya dia hanya mengalihkan pembicaraan kami saja.


"Harus?"Aku mulai menekan kata-kata ku.


"Adel...Mas tahu kamu bertanya-tanya gimana perasaan Mas Adam ke kamu?dan kamu juga mikirin gimana perasaan Mas dan Restu sekarang?"Dia selalu bisa menebak apa yang aku pikirkan,Ya Allah dia bisa mengerti apa yang aku maksud.


"Mas Adam gapapa kamu deket sama Restu, bahkan kamu perhatian dengannya!semua terserah kamu,dari awal Mas hanya menyebut namamu didalam doa Mas! Tanpa sengaja kita bertemu dan tiba-tiba aku mencintaimu,lalu aku mengerti ketika aku harus jauh dari mu tujuan utama dari doa adalah meminta bukan memaksa!Del... semuanya berada di hatimu, Allah pemilik semua takdir.Kita manusia hanya sanggup berdoa dan berusaha!Yang harus kamu tahu hanya satu Mas Adam cinta sama kamu!"Tatapan Mas Adam kali ini membuat ku menjadi wanita yang bersyukur, jujur sedikitpun aku sudah tak memiliki rasa apapun pada Kak Restu,aku hanya menganggapnya sebagai kakak ku sendiri.


Tak kusadari air mataku menetes mendengar ucapan Mas Adam.


Dia mengusap air mataku dengan lembut.


"Jadilah wanita yang berperan untuk semua orang,jadi yang terbaik untuk sekeliling mu!Mas Adam akan tetap menjadi bagian dari semua yang kamu putuskan!"Laki-laki ini memang yang dipilih Allah,hanya kata itu yang terucap dalam batinku.


Adzan magrib berkumandang,Mas Adam pamit karena kutahu dari tadi ponselnya tak berhenti berdering,namun dibiarkan saja.


"Mas Adam pergi sebentar, kalau kamu mau kerumah sakit biar Erda yang antar! kamu tahu kejadian dijalan tadi,itu bisa aja terjadi lagi.Nurut kata aku,oke!"Sebelum dia pergi.


Aku mengangguk,kini aku tahu kemana dan mau apa dia pergi.Cukup tenang walaupun masih ada sedikit ketakutan akan kehilangan lagi.


Malam ini aku benar-benar memikirkan semua ucapan Mas Adam,tapi Kak Restu juga membuat kacau pikiran ku.

__ADS_1


Semenjak sore tadi, mama Kak Restu terus memintaku untuk datang ke rumah sakit.Jujur aku merasa terganggu,tapi aku juga tak sanggup untuk menolaknya.


Ku kirim pesan pada Mas Adam,


Mas besok aku mau jenguk Kak Restu!


Oke...biar diantar Erda, jangan kemana-mana tanpa aku Deni atau Erda oke! Ingatkannya.


oke!


Biasanya kalau tidak sibuk aku kirim pesan dia akan telpon, mungkin kali ini dia benar-benar sibuk.


"Belum tidur nduk?"Ibu melihatku masih ku sibuk dengan ponselku diruang tamu.


"Belum bu!Ibu juga belum tidur?"Ternyata ibu juga belum tidur.


"Besok mulai sekolah lagi kan?kamu ga ngantuk disekolah besok?"Ibu menemaniku duduk.


"Bentar lagi buk!belum ngantuk juga!"aku meringis, meletakan ponselku diatas meja.


"Besok naik angkot kesekolah?"


"Besok diantar Aerda,Mas Adam ga dibolehin aku pergi sendirian buk! karena tadi kami hampir di begal orang dijalan!"mengingat kejadian tadi siang bersama Mas Adam.


"Ya Allah!kok bisa nduk,tapi kamu gapapa to?"ibu sangat khawatir.


"Alhamdulillah gapapa buk,Mas Adam bisa melawan mereka!tapi terus Adel ga boleh kemanapun sendirian!"Aku sebenarnya sedikit terkekang dengan Mas Adam yang sekarang sedikit posesif tapi aku berpikir ini semua karena dia khawatir padaku.


"Adam ingin kamu aman nduk,hargai dia!Lalu bagaimana dengan Restu?"Ibu menanyakan hal yang sebenarnya tidak ingin ku bahas.


"Insyaallah besok pulang sekolah aku kerumah sakit,aku juga ingin tahu bagaimana keadaan Kak Restu!"


"Nduk, jika kamu sudah menjatuhkan pilihan salah satu dari mereka jangan lupa dengan kebaikan salah satu yang tidak kamu pilih.Tetap jalin silaturahmi yang baik."Nasehat ibu.


"Iya buk,Adel ngerti!"Aku menunduk meresapi ucapan ibu.

__ADS_1


Aku sudah mantap memilih Mas Adam dalam hati ku,tapi aku juga tidak ingin memutus tali silaturahmi dengan keluarga Kak Restu yang sudah baik padaku.


__ADS_2