AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
•Eps26•


__ADS_3

"Hahahaaha" Tawanya kecil "Kalian tidak mengangguku, malah aku senang karena ada yang menemaniku.. ayo makan" Mengandeng salah satunya dan menyuruhnya duduk -Ye Nǚshén


.........


"Mm.. terim.. kash Nona ini sangat enak" Sambil makan dengan lahap -Anak 2


"Benar ini sangat enak" Melahap makanannya -Anak 3


"Hey apa kalian tidak kedinginan dengan pakaian yang tidak tebal" Mengerutkan alisnya dangan kepala di tahan oleh tangan kanan -Ye Nǚshén


"Tidak.. kami sudah biasa" Mengelengkan kepalanya dan melanjutkan makannya dengan lahap -anak 1


"Ah.." Menganggukkan kepalanya "Apa kalian mau makan lagi" Tanyanya -Ye Nǚshén


"Tidak.. tidak" Kagetnya secara bersamaan sambil mengelengkan kepalanya


"Lanjut kan lah jika mau tambah makan dan minum bilang ya" Sambil meminum teh yang baru saja dia pesan -Ye Nǚshén


"Baik Nona" Ucap mereka secara bersamaan


...|Beberapa saat kemudian mereka selesai makan...


"Kenyangnya.." Ucapnya sambil memegang perutnya -anak 1


"Jangan bersikap begitu tidak sopan" Sambil menyenggol tangan anak itu -anak 3


"Em.. hehe sebabnya aku tidak pernah makan sekenyang ini" Ucap anak itu sambil tertawa ringan dan mengaruk lehernya yang tidak gatal "Maaf Nona saya tidak sopan" sambil membungkukkan badannya -anak 1


"Nona terimakasih kami tidak pernah sekenyang ini" Ucapnya dengan membungkukkan badannya -anak 2


"Tidak.. tidak.. tidak perlu sesopan itu" Melambaikan tangannya di depan badannya sambil tertawa cangung "Oh ya siapa nama kalian" Mengalihkan pembicaraan -Ye Nǚshén


"Maaf kan kami yang tidak sopan" Ucap mereka sambil membungkukkan kepalanya hingga terbentur ke meja


"Aiss biar aku lihat.. apa itu terluka" Sambil berdiri -Ye Nǚshén


"Ini hanya luka ringan" Sambil memeganggi jidatnya -anak 2


"Walau itu luka ringan tapi jika luka dalam bagaimana" Melihat dan memegang jidat mereka dan menyembuhkannya -Ye Nǚshén


"Lukaku sembuh" Memegang jidatnya -anak 1


"Lukaku juga" Memegang jidatnya -anak 2


"Wahh.. Nona sangat hebat" Memegang jidatnya sambil menampilkan senyumannya -anak 3


"Jadi siapa nama kalian" Tanyanya sambil duduk kembali -Ye Nǚshén


"Perkenalkan saya We Lin saya anak tertua dari tiga bersaudara" berdiri dan memberi hormat -anak 1


"Saya We Dong anak kedua dari tiga bersaudara" Melakukan hal yang sama -anak 2


"Saya We Yan anak ketiga dari tiga bersaudara" Melakukan hal yang sama -anak 3

__ADS_1


"Jadi kalian bersaudara" Mengangguk paham -Ye Nǚshén


"Iya kami bersaudara" jawabnya bersamaan


"Hari menjelang malam apa kalian tidak pulang" Tanyanya sambil meminum teh nya -Ye Nǚshén


"Astaga pasti kita di cari.." Panik anak tertua -We Lin


"Bagaiaman ini.." Panik nya juga -We Dong -We Yan


"Hahaha.. mari aku antar kalian pulang" Tawanya ringan dan berjalan keluar berdampingan dengan anak-anak itu -Ye Nǚshén


...|Saat di perjalanan menuju rumah anak-anak itu mereka menjelaskan mengapa kerajaan itu di namakan kerajaan air.....


'Jadi kerajaan air itu tidak pernah kering airnya walau musim panas, katanya kerajaan itu di berkahi oleh Dewa air dan banyak keturunan kerajaan juga yang mempunyai kekuatan air makannya kerajaan itu di namakan kerajaan air'


"Nona terimakasih telah mengantarkan kami" Membungkuk tanda berterimakasih, secara bersamaan


"Oh ya aku punya hadiah karena tadi menceritakan tentang kerajaan ini" Mengeluarkan sekantong kecil koin emas "dan jika ada masalah beritahu aku dengan memecahkan liontin ini" Mengalungkan ke leher mereka -Ye Nǚshén



"Wah di dalamnya seperti ada awan" Terkagum-kagum -We Dong


"Lihatlah seperti ada bintang juga" Melihatnya dengan sangat senang -We Lin


"Nona uang ini adalah koin emas besar apa anda benar ingin memberikan ini anda bisa memberikan koin perunggu atau perak kecil saja" Tolaknya secara halus.. tidak maksutnya dia tidak mau merugukan siapapun -We Yan


"Apa koin emas besar seburuk itu" Mensejajarkan tubuhnya -Ye Nǚshén


"Hahaha.. tahu kah bahwa Nona ini baik hati.." Tertawa kecil dan membelai rambut anak itu "Kamu sudah Nona angap adik sendiri jangankan sekantong kecil sekantong besar juga Nona akan kasih jika kamu berusaha keras dan baik dari sini" Ucapnya lembut sambil penepuk dada sisi kiri anak itu pelan -Ye Nǚshén


"Tapi kenapa Nona memberikan ini bahkan kita belum pernah bertemu sebelumnya" Tanyannya bingung -We Yan


"Apa kamu tahu bahwa orang baik akan di datangi orang baik dan akan menimbulkan hal baik dan ini dia buktinya kalian baik dan akan di datangi hal baik.. selalu rendah hati dan jangan sombong.. jadilah diri kalian sendiri sekantong uang ini adalah hal baik yang kalian galih masuklah dan beri tahu orang tua kalian pasti mereka khawatir" Merapikan pakian anak itu dengan lembut -Ye Nǚshén


"Baiklah Nona.. jaga diri Nona saya tidak akan melupakan hal baik anda" Mengucapkan kata-kata itu sambil berkaca-kaca -We Yan


"Kamu anak terakhir tapi kamu juga yang paling dewasa" Menghapus air yang keluar dari matanya di pipi "Lindungi lah kakak-kakak mu dan keluargamu saat dewasa" Membelai kepalanya lembut -Ye Nǚshén


"Baik Nona" Mengangguk pelan dan menghapus air matanya -We Yan


"Masuk lah keluargamu pasti menunggu" Menepuk bahu anak itu pelan -Ye Nǚshén


"Jaga diri Nona" Berlari ke arah rumah nya dan melambaikan tangannya -Ye Yan


"Jika waktu mengijinkan" Melambaikkan tangannya dan bergumam -Ye Nǚshén


...|Dan Nǚshén lagi-lagi tidak sadar sedari tadi dia di perhatikan oleh orang itu lagi.. bukan sedari tadi tapi selalu di ikuti...


"Kamu adalah milikku dan akan menjadi milikku selamanya" Ucapnya dengan senyuman yang susah di artikan


.........

__ADS_1


"Ouhh.. badanku pagal sekali" Merebahkan dirinya ke ranjang -Ye Nǚshén


"Huff.. sepertinya aku melupakan sesuatu" Berfikir "Tapi apa ya.." Berfikir hingga mengacak-acak rambutnya sendiri -Ye Nǚshén


...¦Setelah beberapa lama berfikir Nǚshén ingat bahwa......


"Astaga Ten aku tinggal" Kagetnya hingga berdiri dan menimbulkan barang yang ada di sekelilingnya tertiup dan jatuh akibat angin yang dia buat karena kaget -Ye Nǚshén


...Disisi lain...


"Nona apa anda melupakan saya sampai jam segini anda tidak datang-datang" Ucapnya yang tidak orang ketahui, dan menangis di dalam hati -Ten


.........


...|Sesampainya di sana 'Nǚshén menggunakan teleportasi' Nǚshén langsung menghampiri kandang yang Ten gunakan...


"Astaga Ten maafkan aku.. aku lupa" Membuka pintunya -Ye Nǚshén


"Nona apa aku mudah untuk di lupakan" Menangis dalam batin -Ten


"Hehehe.. maaf ten aku lupa habisnya tadi ada yang datang dari kerajaan dan aku tidak suka itu" Menggelengkan kepalanya pelan -Ye Nǚshén


"Baiklah" Mengangguk faham -Ten


"Masuklah ke dimensiku di sana juga ada beberapa hewan ku tapi mereka baru saja berlatih nanti aku kasih pil yang bisa membuatmu naik tingkat secara drastir" Ucapnya dan melihatkan gelang dimensinya -Ye Nǚshén


"Baik Nona" Masuk ke dalam dimensi -Ten


"Baiklah aku tingalkan surat di sini" Menaruh surat itu -Ye Nǚshén


...Isi Surat...


^^^Untuk Jendral Yang terhormat^^^


...Jendral saya membawa hewan ini bersama saya...


...Surat ini sebagai tanda izin saya kepada anda...


...Dan sebagian uang ini adalah biaya untuk membelinya...


...Terimakasih atas perhatian anda...


^^^Dari saya 'L'^^^


...|Dan di atas surat itu ada sekantong sedengan uang koin besar...


"Baiklah semoga saja tidak ada yang melihat" Setelah menaruh surat dan uang itu Nǚshén berjalan keluar dan berteleportasi ke kamar penginapannya lagi -Ye Nǚshén


...•Next•...


...~~~...


Author : Maaf kalok banyak typo nya semoga kalian tidak bosan dengan novel author yang gj ini.. dan jangan lupa mampir ke chat story author ya yang judulnya "The Demon Queen Moved Dimensions" ceritanya gj sih😂 dan untuk pecinta non konflik-konflik kayaknya cukup cocok

__ADS_1


...Coba dulu lah😂😅...


Jangan lupa klik tanda jempol dan hatinya lalu jangan lupa tingalkan jejak kalian dengan berkomentar 👍 ❤ 'Cinta kalian'


__ADS_2