AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Debat


__ADS_3

"Mas!"Aku memanggilnya.


"Iya!"Dia berdiri membelakangi ku.


"Tolong!jangan beri aku harapan apapun, biarkan aku dan ibu hidup dengan usaha kami sendiri.Kami sudah terlalu banyak berhutang budi pada kamu dan Mama mu,aku berterima kasih untuk semua yang telah kamu berikan!Kejar apapun yang ingin kamu raih,dan biarkan aku menjadi Adel yang mandiri.Tentang janji pada bapak, anggap saja sudah lunas karena sekarang beliau juga sudah meninggal."Aku tak bisa menahan air mataku.


"Andai kamu tahu betapa dalamnya rasa cinta Mas padamu,Aku sudah ingin menghalalkan mu.Aku hanya ingin menjadi seorang lelaki yang bisa memegang teguh janji!Apa gunanya aku bertahan hingga saat ini jika bukan karena besarnya rasa ini!Aku tidak ingin kamu tahu betapa tersiksanya aku dengan semuanya,aku hanya ingin mengukir senyum di wajahmu!Cukup aku yang lelah,cukup aku yang sakit kehilangan semua orang yang aku sayang.Aku hanya ingin menjadi pundak untukmu,menjadi tempat ternyaman untuk semua keluh kesah mu.Tapi aku mohon bersabarlah untuk satu persatu aku menceritakan semua tentang kehidupan ku.Jadilah tempat ku kembali saat aku sudah tak kuat lagi.Aku kembali berdiri setelah melihat senyum dibibir mu! Del... banyak yang harus Mas selesaikan,beri waktu Mas Adam untuk semuanya!"Dia bersimpuh dihadapan ku dan menggenggam tanganku yang diletakkan di keningnya.


"Kita serahkan semua pada Allah,jika memang kita ditakdirkan bersama akan ada masanya semua itu terjadi.Jalani dulu kehidupan kita masing-masing,koreksi diri kita sendiri.Mungkin itu sekarang yang terbaik!"Aku segera melepaskan genggaman tangan ku dan berjalan kedalam rumah.


Andai kamu juga tahu Mas betapa besar sayangku padamu,tapi aku tak ingin semakin menjadi beban dalam hidupmu.


...********...


Aku sudah bilang jauhi Restu!Jadi cewek batu banget kamu!


Dan aku mendapat pesan seperti ini lagi.Aku sudah tahu siapa yang kirim.Dia pasti Desti karena yang selalu ingin aku menjauhi Restu hanya dia.


Aku sama sekali tidak menghiraukannya.


"Assalamualaikum!"Ada seseorang yang mengetuk pintu pagi-pagi sekali.


"Wallaikumsalam!"Sahut ibu dari dapur.


Dan berjalan menuju pintu depan kemudian membukanya.


"Pagi Bu...Mbak Adel nya sudah berangkat atau belum?"Mas Deni yang masih saja menjemput ku.


"Belum Mas!Monggo masuk dulu,ditunggu di dalam!"Ibu yang ramah seperti biasa.


"Maaf Bu...saya diluar saja!"Deni seperti biasa juga menungguku di luar.


Ibu hanya mengangguk dan tersenyum.Mengiyakan Mas Deni.


"Nduk, ditunggu Mas Deni diluar!Ayo cepat,nanti kamu telat!"Ibu mengetuk kamarku.


"Njih buk! sebentar lagi benerin kerudung!"Aku kembali terduduk karena tahu aku dijemput.


Aku sudah bilang kalau aku tidak mau dijemput kenapa masih dijemput.

__ADS_1


Dengan malas aku menemui Deni.


"Pagi Mbak Adel !"Sapa Deni.


"Pagi!"Dengan malas aku menjawabnya.


"Silahkan Mbak!"Membukakan pintu mobil untuk ku.


Aku masuk mobil tanpa melihat.


"Pagi!"Seseorang menyapaku di dalam mobil.


Aku menoleh dan kaget mendapati Mas Adam juga ada didalam mobil.


"Kenapa ngelihat aku kaya gitu ?"Ketika aku melotot memandanginya.


"Ngapain disini ?"Aku refleks.


"Aku mau berangkat kerja dong!ini mobil aku!"Dengan santai.


Aku yang tidak sadar jika hari ini Deni membawa mobil Mas Adam, bukan mobilnya.Aku juga tidak sadar jika Mas Adam memakai seragam TNI nya.


"Ibu negara sudah sarapan?"Menatapku yang dari tadi melengos.


Aku tak menjawabnya dan masih tidak menoleh.


"Den...nanti berhenti di warung bubur biasa ya! kasihan ibu negara belum sarapan sepertinya."Mas Adam pada Deni yang fokus menyetir.


"Ga...ga usah!nanti aku telat!"Aku refleks menolak.


"Tapi aku belum sarapan lho Del!Ga kasihan sama Mas?"Dia memelas.


"Lah ya bodo amat!aku tadi udah sarapan!"Aku mengenyel.


"Ya udah ga usah Den, yang penting Mbak Adel sudah sarapan!"Mas Adam cengengesan.


Kalau seperti ini terus,aku tidak bisa menjauhinya.Ya Allah aku harus bagaimana? Setiap aku ingin menjauhinya malah dia semakin tidak ingin jauh dariku.


"Hari ini Mas ke kantor karena sementara Mas dimutasi ke kantor KODAM!Nanti kamu dijemput supir dulu karena Deni ada meeting penting.Insyallah nanti sore Mas jemput jenguk Mama,kata Mama kangen menantunya."Dengan santainya dia menjelaskan kegiatannya hari ini.

__ADS_1


"Aku ga usah dijemput,aku bisa pulang sendiri!"Aku yang masih keukeuh.


"Ya udah nanti Mas yang jemput kalau ga mau dijemput supir!"Dia juga tidak kalah akal, walaupun Mas Adam yang sibuk dengan ponselnya.


"Aku kan sudah bilang ga usah antar jemput aku!Aku bisa sendiri!"Aku mulai tidak sabar dengan kegigihan Mas Adam.


"Aku juga ga mau tahu,kamu harus dalam pengawasan Mas Adam dua puluh empat jam."Dia tak kalah tegas.


"Mas!"Nada suaraku mulai meninggi.


Dia menatapku tajam.


"Mas ga akan lepaskan kamu!Kamu itu tanggung jawab Mas,nanti pulang sekolah latihan.Mas ga mau ada alasan mau kerja atau apapun!Jadi apa yang bapak inginkan,ngerti?"Dia sangat tidak ingin ditolak,aku tahu sifatnya yang ini.


Aku hanya terdiam dan meneteskan air mata.


"Del...Mas minta maaf!"Suaranya menghalus.


Tapi aku tidak peduli.Aku tidak suka dengan cara bicaranya.


"Hapus air mata kamu! Sekali lagi Mas minta maaf,Mas tidak ingin ada yang menyentuhmu seperti mereka menyentuh bapak!Mas sayang sama kamu Mas akan lakukan apa saja agar kamu nyaman."Menghapus air mataku dengan lembut.


Karena sudah sampai di sekolah aku langsung turun tanpa sepatah kata pun.


Meninggalkan Mas Adam yang masih memandangi ku hingga aku aku tenggelam di area sekolah.


Ponselku bergetar satu panggilan dari Mama Sari.


"Hallo assalamualaikum!"buka ku.


"Wallaikumsalam,kamu sibuk sayang?"Suara lembut Mama Sari yang selalu membuatku rindu sebenarnya.


"Ini baru sampai di sekolah Mah!"Aku berusaha menutupi kekecewaan ku padanya.


"Ya udah,Mama cuma mau ngabari kalau hari ini Mama sudah boleh pulang,Mama minta nanti temani Mama ya pulang!Nanti Mama minta supir Mama untuk jemput kamu disekolah."Terdengar Mama sangat bersemangat.


"Insyaallah Mah,Adel ga janji karena ada ekskul pulang sekolah nanti!Ya udah Mah,sudah bel aku masuk dulu ya! Assalamualaikum !"Aku segera menutup telepon.


Sebenarnya aku hanya beralasan untuk tidak berlama-lama ngobrol dengan Mama Sari.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah Mama sudah boleh pulang,semoga sehat terus ya Mah!"Aku yang memandangi layar ponselku yang sudah terkunci setelah panggilan telepon dari Mama ku tutup.


__ADS_2