AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Kekecewaan Restu


__ADS_3

Aku sendiri sejujurnya tidak ingin terlalu jauh mencampuri urusan keluarga ini.Aku disini hanya untuk membantu dan bekerja.


"Lebih baik Kak Gibran ceritakan ini ke Kak Nisa dan Om, Tante sebelum terlambat Kak!Aku takut jika Kak Restu siuman nanti dia pasti akan marah!"Aku meninggalkannya yang termenung sendirian.


Aku kembali ke ruang IGD disana Mama Kak Restu menangis.


"Tante... kenapa?"Aku mendekatinya dia langsung memelukku.


"Restu tidak ingin ditemui siapapun kecuali kamu!"Dokter Erli yang juga teman dekat Mas Adam.


"Kamu kedalam ya sayang, kasihan Restu!"Mama Kak Restu memintaku,dengan air mata yang terus mengalir.


"Restu sudah siuman!ajak dia ngobrol pelan-pelan ya Del...dia sedang memikirkan sesuatu yang berat, harusnya dia tidak boleh berpikir terlalu stres atau terus menerus jika sudah begitu dia pasti akan merasakan sakit kepala hebat dan kejadian ini tidak baik untuk pemulihannya."Dokter Erli menjelaskan.


Aku menghela nafas berat,dengan sedikit ketenangan aku melangkah ke dalam ruang IGD.


Saat ku buka pintu,dia sedang memejamkan mata namun terbuka kembali saat mendengar pintu terbuka.


"Adel ganggu?"Aku yang masih dipintu memandang nya dari kejauhan.


Dia menggeleng.


Aku pun mendekatinya."Masih sakit kepalanya Kak?"Aku menatapnya yang lemas.


"Sudah lebih baik sekarang!"Dia sangat lemas.


"Kak Restu mau apa,biar Adel ambilkan!"


"Aku ga mau pulang Del!Aku juga ga sudi satu rumah dengan penghianat!"Emosinya kembali namun fisiknya lemah.


"Kak Restu ga usah mikirin itu dulu, kakak harus sembuh kalau kakak memikirkan itu terus kakak ga sembuh-sembuh!"


Dia memejamkan mata,dari ujung matanya keluar bulir air mata.


"Kak kita bisa meminta penjelasan dengan Kak Gibran, Kak Gibran pasti ada alasannya melakukan itu!Tapi jangan bahas itu sekarang! Dengerin Adel Kak!"Aku menggenggam tangannya yang terasa dingin.


"Kak Restu harus sembuh dan pulih!Baru kita bahas ini!Mama dan Papa kak Restu ingin tahu keadaan kakak juga,mereka sangat khawatir,boleh mereka masuk?"Aku mencoba membujuknya.


Dia mengangguk."Ini sudah malam,kamu istirahat biar Mama dan papa yang temani aku!"Menyuruhku pulang.


"Ya udah tapi janji sama aku jangan mikirin ini dulu!"Aku mengacungkan jari kelingking ku agar dia mau berjanji.


Dia mengaitkan jari kelingkingnya juga,dan tersenyum.


"Adel pulang ya Kak! Assalamualaikum !"pamitku.


Sesampainya di luar aku memberi tahu Mama dan Papa kak Restu untuk masuk,tapi tidak dengan Kak Gibran.

__ADS_1


Dan sepertinya Kak Gibran sudah mengerti dan mengajak istrinya untuk pulang bersama ku.


Sampai dirumah aku langsung merebahkan diri di kamar.


"Capek nduk?"Ibu yang membawakan aku segelas teh hangat ketika melihatku datang dan langsung tiduran.


"Lumayan buk!"Aku terbangun dan duduk.


"Jangan capek-capek!"Memberikan segelas teh.


Aku langsung meminumnya dengan sekali tenggak.


"Pelan-pelan Del!"


"Huuuhhh..!"Lega mendapat air.Rasanya tenggorokan yang tadinya kering sekarang sudah lembab.


"Ponsel kamu dari tadi bergetar!tapi ibu ga tahu siapa!"


Aku mengambil ponselku dari atas meja.


"Ya Allah Mas Adam telpon berulang kali buk!Aku juga lupa tadi ponselnya ga aku bawa."Menepuk jidat.


"Ya udah sana telpon balik,mungkin dia khawatir karena kamu dari tadi ga angkat teleponnya.Ibu sudah siapkan makan juga,jangan lupa makan ya nduk!"Meninggalkan ku.


"Iya buk!"


"Kok ga bisa dihubungi?"Aku mencoba menghubungi nya kembali,hingga beberapa kali.Namun tak kunjung bisa.


Aku menjadi gusar! Akhirnya aku menghubungi Deni,kupikir Deni pasti tahu schedule bosnya.


"Assalamualaikum Mas Deni!"Aku tidak sabar ketika nada tersambung dengan Deni.


"Wallaikumsalam Mbak Adel, selamat malam ada yang bisa saya bantu?"Suara Deni santun.


"Maaf Mas Deni aku ganggu, malam-malam!Mas Deni bisa menghubungi Mas Adam sekarang?"Aku memintanya.


"Maaf Mbak... Pak Adam sedang ada meeting sekarang jadi mungkin ponselnya dimatikan."Jelas Deni.


"Oh gitu ya Mas,ya udah makasih! Assalamualaikum!"Tutupku.


Ah sedikit lega mendengar Mas Adam hanya sedang sibuk.Jujur aku khawatir sejak ngobrol dengan Kak Gibran tadi.Karena aku Mas Adam dimutasi ke Papua.


Tak berapa lama ponselku bergetar ada nama Mas Adam disana.


"Hallo assalamualaikum!"Aku yang tidak sabaran ingin mendengar suara laki-laki yang sedang kupikirkan.


"Eh...semangat banget habis temenin Kak pacar!"Godanya.

__ADS_1


"Kemana aja dari tadi ga angkat telepon?"Cerocos ku.


"Lah...kamu sendiri kemana aja? Puluhan kali dihubungi ga diangkat!Sibuk temani Kakak pacar?"Suaranya menahan tawa.


"Ga lucu!"Aku manyun dan sebal.


"Gimana kerja hari ini, lancar?"Dia bertanya kepada ku santai.


"Kok Mas Adam tahu aku kerja?"


"Iya aku kan punya baskom nya Mak lampir jadi tahu semua yang kamu lakukan."Dia terkekeh.


"Paling juga anak buah kamu memata-matai aku!"


"Ga...tadi Gibran cerita sama aku,dia juga minta ijin buat kamu kerja dengan keluarganya!Ya kalau Mas Adam ga bisa larang kamu,kamu pasti juga ga mau dilarang kan?"Dia memang mengerti bagaimana sifat ku.


"Iya bukannya begitu,aku hanya ingin mandiri Mas!"Aku membela diri.


"Kamu sudah terlalu mandiri,buat Mas!"


"Aku ga mau ngrepotin kamu terus!"


"Ya udah kerja aja dengan aku! Gampang kan? kalau kamu bisa bekerja untuk Restu kamu juga pasti bisa bekerja untuk Mas!"Dia yang mulai tak mau kalah.


"Kenapa sekarang jadi konyol gini sih kamu Mas?"Aku mulai sebal dengan protesnya.


"Kan jadi kamu yang marah!"Dia tahu aku mulai tidak mau berdebat panjang."Ya udah..besok kerumah ya Mama kangen sama kamu!"Dia mengalihkan pembicaraan.


"Emang Mama sudah pulang?"Aku masih sedikit ngambek.


"Hari ini Mama pulang!tadi Mama kirim pesan pengen ketemu kamu!"


"Iya...!"Jawabku singkat.


"Ga usah ngambek!besok ketemu calon mertua, baik-baik nanti ga dijadiin mantu!"Candanya.


"Iya...!"


"Oh iya...gimana kemarin sama cowok kecil,seru ga?"


"Siapa Mahes?"


"Iya...pasti seru dong!Mas Adam tahu kamu pasti kangen sama mereka,jadi ya Mas minta aja mereka temani kamu tidur biar kamu ga kesepian!"Jelasnya.


"Makasih ya Mas,kamu selalu mengerti apa yang sedang aku butuhkan!Kamu juga tidak ingin aku sedih dan kamu selalu ada aja caranya nyenengin aku!Terima kasih!"Aku hampir menangis jika mengingat semua yang Mas Adam lakukan demi kebahagiaan ku.


"Iya...Mas hanya ingin menjadi seperti Bapak yang selalu memelukmu dalam keadaan apapun!Dan Mas ingin melindungi kamu walau Mas jauh dari kamu!"

__ADS_1


Inilah Adam yang ku kenal dari pertama kali bertemu dia selalu mengagumi bapak,karena Bapak adalah energi untuk ku.


__ADS_2