
Jangan lupa makan
Jangan lupa shalat
Jangan pergi sendirian
Pesan dari Mas Adam.
Ok....
Balasku.
Tak berapa lama dia menelpon.
"Assalamualaikum!"Suara dari sebrang sana.
"Wallaikumsalam!"Seneng banget setiap denger suaranya.
"Sudah pulang?"Tanyanya.
"Sudah,tadi sebelum magrib sudah dirumah."
"Gimana keadaan Restu?"Entahlah kenapa seneng banget dia bahas orang lain.
"Masih belum sadar! Rencananya besok mau dioperasi!"
"Semoga cepat membaik!"Doanya kemudian terdiam
"Kenapa diam?"Beberapa menit Mas Adam benar-benar tak bersuara, hanya deru nafas.
"Gapapa!Kamu udah makan?"Dia terdengar kehilangan kata-kata.
"Sudah, kapan pulang?"Bukan aku kangen tapi aku hanya ingin meyakinkan diri bahwa dia akan kembali, tidak seperti hari kemarin.
"Lusa, masih ada beberapa yang harus Mas urus disini!"
"Cepat pulang!Dua bulan lagi aku ikut seleksi PON, mulai minggu depan aku mulai dilatih oleh para TNI!"Aku mengalihkan pembicaraan.
"Iya...! tidur gih...besok sekolah!Mas ada meeting bentar lagi!"
"Gini ya rasanya nanti kalau punya suami seorang tentara?Super sibuk!"Aku mulai mengeluh akan waktu yang diberikan Mas Adam untuk ku.
"Adel...aku ga suka kamu mulai mengeluh masalah waktu!Mas Adam akan luangkan waktu sebisa Mas Adam bisa!"Tegasnya.
"Maaf!"Ucapku melemah.
Aku tahu resiko mempunyai hubungan dengan seorang yang mempunyai pekerjaan prajurit negara,aku hanya ingin selalu meyakinkan hatiku bahwa dia benar-benar kembali.
"Sudah ga usah dibahas!Tidur,besok Deni yang jemput kamu!Erda sudah mulai aktif tugas lagi."Jelas nya.
"Iya, jangan tidur malam-malam juga! Assalamualaikum!"Akhir teleponku.
"Wallaikumsalam!"
__ADS_1
Lalu terdengar suara telepon diakhiri.
Memikirkan hubungan dengan seorang Adam, membuat ku terbang ke alam mimpi.
Hingga adzan subuh membangunkan ku.
Pukul enam pagi Deni sudah siap menjemput ku.Membawa sebuah paperbag dan memberikannya padaku.
"Apa ini Mas?"
"Itu sarapan untuk Mbak Adel dari pak Adam!"
Aku membukanya, ternyata berisi satu cup latte Macchiato dan sandwich.
Ponselku bergetar,aku meraih nya dari dalam saku rok ku.
Satu pesan dari Mas Adam.
Semangat hari ini,jangan tidur dikelas tadi pagi Rifi sudah melahirkan anaknya cewek!besok kita jenguk mereka sama-sama.
Dan jenguk Restu sepulang sekolah nanti,yang aku tahu operasinya dimulai jam sebelas nanti
Sebenarnya dibuat dari apa sih hati ni cowok?sama sekali ga punya jelous.Ya Allah lempeng-lempeng aja hidupnya.
"Nanti siang,ada acara lain Mbak?"Deni bertanya acara ku hari ini.
"Pulang nanti antar aku ke rumah sakit,Mas mau jenguk Kak Restu!"Jawabku malas.
"Baik Mbak!"
Seperti biasa,aku sangat malas ke kantin karena jujur aku sangat ngirit karena uang peninggalan bapak tidak banyak.Walau banyak ditopang Mama Sari setelah meninggal nya bapak tapi aku tidak mau membebani orang lain.
Aku selalu ke perpustakaan,disana tempat ternyaman,untuk mencuri tempat memejamkan mata.
Selama jam istirahat aku selalu tertidur di perpustakaan.
Ponselku bergetar,pesan dari Rifi.
Kamu ga mau lihat cewek kecil aku?
Hanya ku baca tanpa ku balas, karena aku ingin tidur.
Namun entah mengapa aku tidak bisa mengantuk hari ini.
Pikiran ku melayang pada Kak Restu.Aku memikirkan semua cerita Erda tentang Kak Restu dan Kak Desti.Kasihan Kak Restu menanggung semuanya sendiri,padahal hubungan itu terjadi karena kesepakatan mereka berdua.
Tapi aku juga tidak menyalahkan suami Kak Desti jika bertidak diluar kewajaran.Tetapi harusnya bukan hanya Kak Restu yang mendapat akibatnya,itu namanya ga adil.
Hingga bel masuk kelas kembali berbunyi aku tidak bisa tidur seperti biasa.
Mama Kak Restu memintaku untuk kerumah sakit sepulang sekolah, karena Kak Restu siluman dan memanggil namaku.
Sepulang sekolah aku langsung kerumah sakit.Baru saja Kak Restu keluar dari ruang operasi.
__ADS_1
Dan masih dalam masa observasi dokter, jadi tidak boleh dijenguk siapapun.
Aku memutuskan untuk shalat dulu.Kulihat seseorang wanita yang sangat ku kenal.Wanita paruh baya itu seperti Mama Sari,sedang mengobrol disebuah cafe shop disekitar rumah sakit.Sebenarnya aku ingin menyapanya,tapi ku ingat-ingat wanita yang sedang ngobrol dengan Mama Sari itu aku pernah melihatnya,tapi siapa? dan dimana?
"Itu bukannya teman Mas Adam yang dirumah sakit waktu itu ya!Tapi kok bisa kenal sama Mama Sari?"Aku menggumam sendiri.
Karena keingintahuan ku aku mendekati mereka dan menyapa.
"Mama!"Panggilku pada Mama Sari yang sedang asik mengobrol.
"Adel!"Mama Sari terlihat kaget melihatku.
"Mama kok disini?"tanyaku.
"Iya mama habis cek up,ini dokter yang menangani Mama!"Menunjuk seorang wanita cantik yang duduk di depannya.
Wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Hay,aku Erlita dokter yang menangani Tante Sari!"Kami berdua berjabat tangan.
"Adel,anak Mama Sari!"Dengan bangganya aku memperkenalkan diri sebagai anak Mama Sari.
"Ini anak Tante Sari?Berati ini adeknya Adam tante?"Aku terkejut mendengar kata-kata dokter Erlita.
"Adam?Adam siapa maksudnya dok?"Aku yang terkejut langsung mencari tahu maksud dari yang diucapkan oleh dokter Erlita.
"Bukan Lita,ini anak angkat tante! Kalau begitu Tante permisi dulu ya...ada yang harus Tante selesaikan,Ayo Adel!"Mama mengandeng tanganku dan berjalan menjauh dari dokter Erlita.
"Mama mau kemana?Kok buru-buru mah!"Aku bingung dengan perubahan sikap mama, seperti ada yang disembunyikan.
"Mama lupa sayang,harus menemui teman Mama di restoran depan!kamu temani Mama ya!"Ajaknya.
"Maaf Mah Adel ga bisa,Adel harus jenguk Kak Restu mah!Kak Restu baru saja dioperasi!"Aku menghentikan langkah,hingga mama pun berhenti.
"Restu sakit?"Mama kelihatan kaget mendengar kak Restu sakit dan baru dioperasi.
"Iya Mah,maaf Adel ga bisa temani Mama!"
"Ya udah gapapa sayang!titip salam buat Restu ya,semoga cepat sembuh!"
"Iya Mah!"
"Ya sudah Mama pergi dulu ya!sudah ditunggu."Pamit mama Sari, mencium kedua pipiku.
"Iya Mah, hati-hati!"
Aku jadi penasaran dengan dokter yang ngobrol dengan Mama Sari tadi, rada aku pernah melihatnya,tapi dimana?Ya Akan kenapa urusan mengingat aku lemah sekali, Aku mulai tidak sabar,dan berhenti berpikir.
Aku melangkah pergi meneruskan langkahku ke sebuah mushola dirumah sakit itu.
Di mushola aku bertemu Deni yang sedang sholat juga.
"Mbak Adel diminta ibu untuk tidak pulang kesorean karena hari ini tujuh harian bapak Mbak Adel."Deni mengingatkan ku.
__ADS_1
"Oh iya Mas,habis shalat kita pulang!Tapi aku pamit dulu dengan keluarga Kak Restu!"