AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Hadiah tertinggal


__ADS_3

Aku naik keatas panggung kecil mengikuti langkah Deni.


Setelah Deni menyampaikan sambutan, dia memanggilku.


"Perkenalkan ini Mbak Fadela Hanifa, beliau pemilik sekolah ini! Dibawah yayasan AM PRADIPTA FOUNDATION dengan ini saya resmi dibuka!"Pidato Deni.


Deni memberiku gunting untuk memotong pita tanda resmi dibukanya sekolah itu.


Tepuk tangan riuh terdengar,senyum mengembang juga nampak di wajah tamu-tamu undangan.


"Siapa perempuan itu? kenapa sekolah ini malah diberi namanya bukan nama Adam saja? bukankah Adam belum beristri?Apalagi perempuan itu masih berseragam sekolah SMA!"Ku dengar beberapa orang sedang membicarakan ku.


"Mari mbak kita keliling untuk melihat-lihat semua fasilitas nya!"Ajak Deni.


Aku seperti boneka yang mengikuti semua alur cerita tuanya.


"Pak Deni!"Seorang laki-laki memanggil Deni.


"Pak Yusuf!"Deni memanggil nya balik.


Kemudian mereka mengobrol.


Entahlah,aku sangat tidak fokus untuk urusan ini sebenarnya.Kalau bukan karena Mas Adam aku juga tak mau kesini,pikirku.


"Mbak Adel kenalkan ini Pak Yusuf beliau Kepala sekolah disini,Pak Yusuf ini Mbak Adel beliau pemilik sekolah ini!"Deni saling memperkenalkan kami.


Setelah berkeliling melihat-lihat fasilitas yang disediakan sekolah ini, aku meminta Deni untuk diantar pulang.


"Den...biar Adel aku yang antar!kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu!"Seorang laki-laki berperawakan gagah seperti Mas Adam,berkulit sawo matang terlihat jelas manis .


"Baik Mas!Mbak Adel saya permisi dulu,Mbak Adel nanti diantar Mas Erda!"Deni yang seperti tidak tanggung jawab menyuruhku untuk pulang bersama orang yang sama sekali belum ku kenal.


"Ga usah,aku bisa pulang sendiri!"Jawabku ketus,dan berlalu.


"Aku Aerda Maherda Permadi, sahabat Adam!"Mengulurkan tangannya ketika aku hendak meninggalkannya.


"Aku Fadela Hanifa..."Aku masih meneruskan langkahku tanpa memperdulikan seseorang yang mengaku sahabat Mas Adam.


"Del... minta waktu nya sebentar,bisa?"Pintanya yang berhasil menghentikan langkah ku.


Aku berhenti berjalan.


"Ada titipan Adam yang harus aku berikan padamu! Amanahnya harus aku sampaikan padamu!"Lanjutnya.


Ada rasa terketuk di hati ini,rasa yang kembali hadir dengan semua bayangan Mas Adam.


Aku mengikuti Erda kesebuah cafe yang kuingat ini adalah tempat dimana aku diajak oleh Mas Adam saat dia memintaku menemaninya untuk urusan pekerjaan nya.


"Kamu mau pesen apa Del?"Erda menawarkan.

__ADS_1


"Latte Macchiato!"Jawabku tanpa melihat isi menu.


"Ternyata Adam masih ada di hidup kamu!"Dia tersenyum simpul.


Kemudian dia memanggil waiters dan memesan.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?aku harus segera pulang!"Aku mencoba untuk tidak basa-basi.


Erda mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna hitam, diletakkan nya diatas meja.


"Apa maksudnya ini?"Aku yang tahu bahwa itu kotak perhiasan.


"Ini milik Adam! ketinggalan di camp waktu terakhir dia harus bertugas!"Menggeser kotak itu lebih dekat dengan ku.


"Itu milik Mas Adam, bukan milikku!"Aku masih Keukeuh.


"Didalamnya ada nama kamu!"kembali menjelaskan.


"Aku masih ga ngerti!"Menatapnya dengan kebingungan.


"Buka aja!"Erda memintaku untuk membuka kotak itu.


Karena penasaran dan ingin tahu yang dimaksud Aerda aku membuka kotak beludru itu.


Didalamnya berisi sebuah kalung berukir nama ku.Aku mengambilnya dari dalam kontak itu.


"Itu Adam pesan khusus untuk kamu sebagai hadiah atas kemenangan kamu di Popda kemarin.Belum sempat dia memberikannya padamu langsung!"Erda mulai bercerita.


"Dia sudah mempersiapkan semuanya untukmu,dan ini amanahnya untukmu!"Menekan tombol play di ponselnya,


Flashback on


"Gue titip Adel!satu bulan lagi Lo pulang kan!temui dia sampaikan kata Cinta Gue padanya!"


flashback off


Suara Mas Adam yang sangat ku kenal.


Aku semakin tidak bisa mengontrol kesedihan ku jika kembali keruang Mas Adam.


"Dia cinta sama kamu Del!hanya dia belum sempat mengungkapkan perasaannya langsung,dia ingin kamu menjadi wanita yang patuh pada kedua orang tua kamu,hingga nanti dia pulang tugas dan mengungkapkan perasaannya pada mu!"


"Aku juga sayang sama dia,aku berjanji akan menunggu nya pulang!Tapi..."tangis ku pecah,hingga beberapa orang di cafe itu melihatku.


"Ya dia sayang banget sama kamu!jujur kalau aku masih berharap dia kembali dengan selamat, sampai saat ini aku masih selalu berharap dia akan kembali karena tidak ada yang tidak mungkin karena sampai saat ini jika dia meninggal harusnya jasadnya diketemukan!walau sedikit kemungkinannya!"Erda juga kelihatan sangat kehilangan.


"Iya... sudah lah,aku tidak mau begini terus!hidup harus berjalan,terima kasih untuk semuanya!"Putus ku.


Ponsel Erda berdering,Dia mengangkat nya dengan tidak jelas nada bicaranya.

__ADS_1


Kemudian dengan cepat dia menutup panggilan itu.


"Aku antar pulang sekarang?"Dia terlihat ada sesuatu yang disembunyikan.


"Iya...!"Aku mengangguk dan bergegas mengikuti ke mobilnya.


Sampai dirumah sudah ada Kak Restu yang menungguku.


"Assalamualaikum!"ku ucap salam.


"Wallaikumsalam!"Jawabnya, langsung berdiri ketika melihatku datang.


"Diantar siapa?"Melihat mobil Erda.


"Oh...itu sahabat Mas Adam,tadi ketemu di acara peresmian sekolah gratis! Karena Deni ada urusan jadi aku diantar Erda pulang!"Jelas ku.


"Oh...kamu sudah makan?"


"Sudah Kak!Adel ganti baju dulu ya Kak!"Aku pamit untuk berganti baju dan shalat ashar.


"Kakak udah dari tadi?"Aku yang kembali dari ganti baju, menemukan Kak Restu yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Del kakak pulang dulu ya!Ada urusan mendadak!"Tiba-tiba dia terburu-buru.


"Oh iya Kak! Hati-hati!"


Dia terlihat sangat khawatir, terburu-buru menaiki motor sport nya.Kulihat sangat cepat melajukan motornya.


"Aneh banget itu orang!kesambet apa tiba-tiba ga jelas gitu!"Memandangi kepergian Kak Restu.


Aku kembali masuk kedalam rumah.


Merebahkan diri,menarik nafas kasar.


Kuingat kalung yang diberikan Erda tadi,ku mengambilnya dari dalam tas.


"Cantik banget!Mas Adam selalu memberiku yang terbaik!Erda benar semuanya masih mungkin terjadi mas Adam kembali,walau kemungkinan nya kecil."Aku berkhayal.


Ponselku bergetar.Satu panggilan tanpa nama,


"Hallo!"Aku.


"Aku sudah peringatkan untuk jauhi Restu! kenapa kamu masih saja mendekatinya?oh kamu nantangin aku?oke lihat apa yang akan terjadi pada hidup Lo!"Suara ancaman disebrang sana.


"Kamu itu siapa sih?kamu kalau mau aku jauhi Restu harusnya kamu bilang sama Restu untuk tidak mendekati aku lagi!ngerti!"Suaraku meninggi.


"Oke kamu akan tahu akibatnya jika kamu nantangin aku!"Dia kembali mengancam.


"Terserah!yang penting aku ga pernah jahat sama orang lain!"Aku menutup telepon.

__ADS_1


Dasar otak ga jelas!ngancam orang sembarangan.Aku ga pernah tahu siapa dia tapi dia selalu mengancamku!


Sebenarnya aku tidak ingin memikirkan ini,tapi karena aku juga penasaran,siapa orang itu yang selalu mengancamkuh.


__ADS_2