
“Kamu tidur!Ya sudah selamat malam gadis konyolku,Mas akan selalu berusaha untuk mendekap mu dalam doa,semoga suatu hari nanti Mas bisa melihat mu terlelap dalam pelukan Mas Adam.”
Setelah kurasa Adel benar-benar terlelap.Aku mengakhiri telepon.
Jujur aku tak tenang setelah mendengar cerita Adel tentang Gibran.
Aku tahu seperti apa Gibran,dari dulu Gibran tidak bisa melepaskan Desti, karena Desti adalah satu-satunya perempuan yang dia cintai karena Desti selalu memberikan apapun yang Gibran minta termasuk kehormatan nya.
Aku menghubungi Deni.
“Assalamualaikum,pak Adam ada yang bisa saya bantu?”
“Den...saya minta tolong untuk mencari tahu tentang hubungan Gibran dan mantan pacar nya Desti!”
“Gibran?”
“Iya Gibran kakaknya Restu!”
“Restu temannya Mbak Adel pak?”
“Iya... Gibran teman saya waktu SMA,dan kasih saya informasi sedetail-detailnya semua tentang Gibran dan Desti!”Perintah ku.
“Baik pak!”
“Bagaimana hubungan Adel sendiri dengan Restu?”Aku pun penasaran dengan Adel yang jauh dari ku.
“Restu dan Mbak Adel masih sering jalan pak!Dan yang saya tahu Restu juga masih berhubungan dengan Desti!”
“Lalu siapa sebenarnya suami Desti?”
“Kalau masalah itu saya belum tahu pak!”
“Cari tahu semua tentang Gibran Desti dan Restu.Jaga Adel terus,aku ga mau dia dalam bahaya.”
“Baik pak!Emhhh pak Ibu Sari sedang mencari pendonor ginjal! Beliau juga mengembalikan semua saham yang Bapak berikan.”
“Berikan dia semua laba dari saham yang dia kembali kan.”
“Baik pak!”
“Satu lagi berikan laporan pertandingan Adel.”
“Baik pak!Ada lagi yang harus saya lakukan?”
“Tidak,itu saja terimakasih!”
Semoga Deni cepat mendapatkan informasi tentang Gibran Desti dan Restu.
Aku tahu benar bagaimana Gibran bagaimana sifat-sifat nya.
__ADS_1
Lamunanku melayang pada wajah Adel,gadis konyolku itu.Aku berjanji pada orang tuanya untuk melindunginya tapi sekarang aku tidak bisa disampingnya.
Aku merindukan ngambeknya,merajuknya.Dia tidak pernah sadar melakukan itu padaku.Sepolos itulah dia.
Ponselku bergetar satu pesan dari Mama, yang sebenarnya aku sudah tak ingin memanggilnya Mama.
Adam, bagaimana kabar kamu sayang?Mama kangen!
Aku tak membalas nya.Kalau aku tak ingat dia sudah melahirkanku,aku sudah menjauh sejauh-jauhnya darinya.Tak ingin aku mengenalnya.
Aku juga belum sama sekali jujur pada Adel tentang keluarga ku.Tentang Aisyah tentang Papa, sebenarnya aku tidak ingin Adel mendengar semua dari orang lain.
"Hey bro... ngapain ngelamun?"Erda membuyarkan lamunanku.
"Eh dari mana Lo?"Yang langsung tiduran di samping ku.
"Bosen jalan-jalan ke camp tetangga!"
"Paling juga lihat dokter cewek asal Malaysia itu Lo,ga usah alasan jalan-jalan!"Menggoda nya.
"Tau aja bos!Mending Gue masih kelihatan normal, daripada Lo ga disini ga di Indonesia ga ada harapan!"Mencela,tertawa.
"Sialan Lo,Gue pulang ntar langsung nikah liat aja!"
"Sama siapa? cewek SMA yang Lo telpon tiap hari itu? paling Lo pulang dia udah disamber orang!"
"Sekarang aja dia udah mau ditikung orang Er, makanya Gue galau!"Menertawakan diri sendiri.
"Dia bukan tipe cewek yang memandang materi Er!
"Gila...lima tahun selalu tugas bareng Gue lihat Lo bucin baru sekarang!Besok pulang ke Indonesia kenalin Gue ya bos!"
Aku hanya tersenyum melihat tingkah Erda yang menilai ku.
Erda memang sangat mengerti bagaimana aku,karena dari awal penugasan kami bersama.Dan walaupun Erda berada di bawahku dia sahabat terbaik saat susah.Ya hanya disaat kami bertugas seperti ini.Karena kalau di Indonesia kami jarang bertemu bahkan tidak pernah bertemu, persahabatan yang aneh memang.
Semalaman ku lalui tugas dengan tidak fokus.
Sehabis shalat subuh aku menghubungi Adel, hingga beberapa kali tak ada jawaban.
Tadi malam dia mengeluh badan nya terasa remuk,aku memaklumi nya ini pertandingan pertama nya.
"Kemana ini bocah... ditelepon dari tadi ga diangkat!kalau di Indonesia sekarang sudah jam sepuluh juga kan,masa iya dia belum bangun!?"Menggumam.
Entah panggilan keberapa puluh kali tapi Adel benar-benar tidak menjawab telepon ku.
Akhirnya aku meminta Deni untuk kerumah Adel,untuk mengetahui kenapa dia tidak menjawab telepon ku.
"Hallo... bagaimana Den?Adel lagi apa?"Setelah Deni menghubungi ku dan mengatakan sedang dirumah Adel.
__ADS_1
"Mbak Adel masih tidur pak!Saya tidak enak meminta Ibu untuk membangunkannya,maaf pak!"
"Berikan ponselmu pada Ibu,aku ingin berbicara pada Ibu!"Pintaku.
"Baik pak, sebentar!"
"Hallo assalamualaikum Nak Adam, bagaimana kabare?"Ibu Adel.
"Wallaikumsalam Ibu, Alhamdulillah baik Bu...Ibu sendiri gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah sehat...!Ini ada apa kok tumben mau bicara sama ibu?"
"Maaf Bu kalau Adam ngrepotin,bisa minta tolong bangunkan Adel?Dari tadi Adam sudah menghubungi Adel tapi ga dijawab,dan Adel masih tertidur Bu!"Tanpa segan aku meminta tolong.
"Iya...dari subuh ibu bangunin tapi hanya shalat terus tidur lagi, sepertinya dia kecapekan!"
"Iya Bu!Maaf Adam lancang minta tolong Ibu untuk bangunkan Adel!"
"Iya sebentar Ibu bangunin!"
Terdengar ibu membangunkan Adel berulang kali,dan terdengar pula hanya rengekan yang Adel lakukan.
Rasanya ingin sekali berada disana untuk membangunkan gadis konyolku itu.
Jangankan bertanding hingga kelelahan.Aku pernah melihatnya tidur waktu jam pelajaran.
"Hallo... assalamualaikum!"Suara khas seorang masih belum ingin berpisah dengan mimpi nya.
"Bangun sayang!Dalam hitungan kelima kamu ga bangun Mas pulang nikahin kamu!"
"Masih ngantuk Mas!"Rengek nya.
"Bangun sayang nya Mas Adam!Satu...Dua...Tiga...!"
"Iya...iya iya bangun!Udah ga usah ngitung lagi...!"Terdengar dia sudah lumayan sadar dari tidurnya.
"Ini tuh masih pagi Mas!Adel masih ngantuk capek banget!"Cerocos nya.
"Udah siang sayang!Ini udah jam sebelas siang waktu Indonesia!"
"Ntar ntar sayang?"Dia baru sadar sedari tadi ku memanggilnya sayang.
Aku terkekeh geli,gadis konyolku ini memang menggemaskan.
"Ini juga ponsel siapa kok bagus banget!"Entahlah dia selalu tidak sadar dengan keadaan.
Bahkan apa sampai saat ini dia belum sadar kalau kita pernah bertemu di toko buku saat itu? Itulah kali pertama aku jatuh hati padanya.Cinta pada pandangan pertama,hingga aku tak seperti Adam yang dulu.
Mengejar cinta anak SMA sepolos Adel.
__ADS_1
Hingga aku bisa lakukan apa saja untuknya,agar dia tidak merasa sedih.
Cepat lulus gadis konyolku,biar Mas cepat bisa nikahin kamu!