
Ku buka perlahan,Ku membacanya tanganku lemas tak berdaya.Tubuh ini rasanya mati, kertas itu terjatuh dan air mata tak terbendung.
Seketika aku tak sadarkan diri.
Ketika aku membuka mata,aku sudah berpindah ke kamar.Ibu berada disampingku membelai rambutku.
"Ibu...!"Ku meraih tangan ibu dan menggenggam erat tangannya.
"Iya nduk!"Memeluk ku.
"Surat itu bohong kan buk!"Aku mulai tidak bisa mengontrol emosi.
"Nduk!Kamu harus tenang,nyebut nduk!"Menenangkan ku.
"Ibu...ini semua ga benar kan!Mas Adam pasti pulang kan?"Kali ini aku benar-benar hilang arah dan tak dapat mengontrol luapan emosi.
Tangis ku benar-benar pecah.
Aku berharap tentang Mas Adam apa yang tertulis disurat itu tidak benar.Dia pasti pulang,dia masih berjanji akan mengungkapkan perasaannya padaku.Dia juga berjanji akan menjagaku.
"Adel... bapak tahu kamu kehilangannya tetapi kamu harus ingat,semua yang ada di dunia ini hanya milik Allah!Apa yang bernyawa akan pulang pada Nya!Adam anak yang sangat baik,dia juga sayang padamu Adam pernah mengungkapkan bahwa dia menyayangimu pada Bapak! Laki-laki yang baik dia akan meminta hati seorang wanita kepada ayahnya, karena cinta pertama seorang anak adalah bapaknya!"Mengusap punggungku dengan lembut.
Tangisanku semakin menjadi setelah aku mengetahui bahwa Mas Adam sudah meminta ku pada bapak.Seorang laki-laki yang benar-benar membuatku nyaman dan menjaga kehormatan ku.
Tapi sekarang dia pergi jauh dari hidupku,tak akan kembali.Saat aku juga mulai mencintai nya kini dia hanya menjadi bagian dari masa lalu yang pernah membuat ku bahagia.
"Ikhlas kan dia nduk,agar dia juga bahagia.Adam sedang berjihad!negara pasti bangga memilikinya!"Menguatkan ku .
"Maaf Mbak Adel!Saya permisi dulu,ada beberapa hal yang harus saya selesaikan.Nanti saya kesini lagi!"Pamit Deni yang ternyata masih disini menungguku tenang.
Aku sudah tidak mengerti bagaimana menghadapi hari-hari kedepannya.Banyak mimpi yang ku bangun karena Mas Adam.Kenangan bersamanya,membuat air mata ini tak bisa berhenti mengalir.
flashback on
Dan berhenti disebuah studio foto.
"Kok kesini,mau ngapain?"aku yang masih tak beranjak ketika Mas Adam sudah membuka pintu mobil tempat ku duduk.
"Mau nonton dangdut!katanya kamu mau nonton dangdut!"dia tersenyum penuh arti.
"Ga akh lagi ga mau nonton dangdut!aku mau pulang!"aku beralasan.
"Mau turun sendiri atau aku gendong?"dia berkata lembut.
Aku menatap matanya,ku tahu jika mata elangnya sudah dia keluarkan berarti dia sedang serius.
__ADS_1
Aku menggeser tubuhku untuk turun dari mobil.
"Kita lihat mereka foto shoot biar nanti tahu kalau foto shoot prewedding gimana!"Mas Adam dengan senyuman licik.
"Oh jadi hari ini aku dikerjain?"aku melangkah pergi,namun tanganku diraihnya.
"Kenapa hari ini ngambek terus?Mas kan cuma bercanda!"dia menatapku.
"Siapa yang ngambek?"aku melengos.
"Gini deh kita foto dulu sama pengantin baru,nanti kita ngobrol sambil makan,gimana?"dia membujukku.
Aku tak menjawab.
"Kali ini Mas janji!"menyodorkan jari kelingkingnya.
Dia menggandengku kali ini,aku pun pasrah mengikutinya.
Flashback off
Kenangan terakhir bersama nya.Memori itu berulang-ulang di kepalaku.Senyumannya...suaranya tatapan jahilnya.Ya Allah aku begitu merindukannya.
"Makan dulu ya nduk!badan kamu anget kamu lemes pucat!"Ibu membujukku.
"Del...makan ya!Kak Restu suapi!"Kak Restu yang datang ke rumah setelah mengetahui Mas Adam dinyatakan hilang dalam tugas.
Aku sama sekali tidak memperdulikan Kak Restu.
"Del kamu harus makan!kasihan Mas Adam jika tahu kamu seperti ini.Kamu sayang kan sama Mas Adam?Kamu harus makan kamu harus lanjutkan semua mimpi Mas Adam!"Aku tahu Kak Restu sering cemburu pada Mas Adam,tapi ku dengar kali ini dia sangat tulus.
Deni datang membawa dokter,karena kondisiku yang sudah tidak memungkinkan.Hingga akhirnya aku harus dilarikan kerumah sakit.
"Assalamualaikum!"seseorang mengetuk pintu kamarku.
"Wallaikumsalam!"Jawabku.
"Adel, Mama boleh masuk?"Mama Sari melongok kedalam kamar.
"Mama Sari!"Panggil ku.
"Anak Mama sakit apa?"Mencium kedua pipiku.
"Adel sakit tipus Bu!"Ibu yang menjawab.
"Ini ibunya Adel?"Menatap ibu dengan sumringah dan memeluk ibu.
__ADS_1
"Iya...saya ibunya Adel!"Ibu memperkenalkan diri.
"Maaf,saya Sari!saya sudah menganggap Adel seperti anak saya sendiri,jadi saya meminta dia memanggil saya Mama!"Mama Sari memang ramah,beliau tidak pernah memandang orang dari status sosial.
"Iya,tidak apa-apa Bu saya malah senang berarti Adel dapat diterima di manapun!"
"Adel...Mama kangen sama kamu!"Mengelus punggungku.
Aku hanya terdiam, melihat Mama Sari mengingatkanku pada Mas Adam.Air mataku kembali menetes.
"Adel...kamu kenapa sayang?Ada yang sakit?Biar Mama panggilkan dokter ya!"Khawatir.
"Adel...sudah hampir seminggu ga mau makan, sering menangis!Saya bingung Bu harus bagaimana?"Ibu melihatku sedih.
"Ya Allah!Adel...Adel pernah bilang kan sama Mama dulu, kalau Allah tidak suka dengan hamba Nya yang menyiksa dirinya sendiri!"Mengingatkan ku.
Air mataku semakin deras.
Mama Sari memeluk ku.
"Mbak bisa minta waktunya saya dan Adel ngobrol?"
"Iya Bu,saya tinggal shalat Dzuhur dulu kalau begitu!"Ibu meninggalkan aku dan Mama Sari berdua.
"Adel...Adel sayang sama Mama?"Aku bersandar di dada Mama.
Aku mengangguk,Mama menghapus air mata dipipi ku.
"Cerita sama Mama!Apa yang Adel rasakan cerita sama Mama,biar hati Adel tidak sesak!"Mengelus rambutku.
"Mah... kenapa Allah mengambil Mas Adam begitu cepat, kenapa Mah?"Setelah tangisanku berubah menjadi isakan.
"Mas Adam?Mas Adam kekasih kamu?"karena Mama Sari belum mengenal Mas Adam,jadi beliau masih bingung dengan ceritaku.
"Iya Mah! Kenapa harus Mas Adam?"Aku masih mengisak.
"Sayang, cerita sama Mama ya!Mama pengen kenal sama Mas Adam yang Adel sayangi itu!"Mama Sari memang seorang ibu yang lemah lembut.
Aku mulai menceritakan tentang Mas Adam.Dari awal aku dan Mas Adam bertemu hingga dia harus bertugas keluar negri dan sekarang meninggal tapi jasadnya belum ditemukan dalam genjatan senjata.
Aku masih belum bisa menerima dengan kenyataan bahwa Mas Adam yang ku kenal kini hanya tinggal kenangan tanpa aku dapat melihat wajahnya untuk yang terakhir kalinya.
"Adel...Kamu yang sabar ya!Allah memberikan ini pada kamu, karena kamu adalah hamba Nya yang terpilih, seorang yang kuat hebat!Berbaik sangka sama Allah, setiap apapun yang Allah berikan kepada kita berarti semuanya sudah Allah sudah atur sedemikian rupa demi kebaikan kita!"Nasehat Mama.
Pelukan Mama Sari membuat aku nyaman dan tenanng.Setiap aku berada di dekat Mama Sari serasa berada di dekat Mas Adam.Entahlah!
__ADS_1