AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
•Eps33•


__ADS_3

"Aku harus mengurus sesuatu pulanglah dahulu" Memberikan pil itu dan berjalan memutar dari arah rumah sang tabib supaya tidak di curigai oleh Yaoyao -Ye Nǚshén


"Dasar wanita pembawa sial masih berani ke rumahku, tidak tahu malu" Kesal sang tabib mengutuk perempuan yang baru saja dari rumahnya


"Permisi tuan" Berjalan mendekat dan sudah menggunakan cadar -Ye Nǚshén


"Apa ada yang perlu saya bantu" Berdiri dengan ramah


"Apa tuan menemukan 3 orang saya sedang mencari mereka?" Tanyanya ramah -Ye Nǚshén


"Ada perlu apa Nona dengan mereka?" Tanyanya curiga


"Ah.. saya sedang di hutan waktu itu untuk mencari barang saya yang tertinggal awalnya saya tidak curiga tapi saat tiba-tiba banyak hewan yang menyerang saya mulai curiga" Asal berbicara -Ye Nǚshén


"Maksud Nona?" Tanyanya


"Dan di sana ada saudara saya, saya sadar saat mereka sudah jauh" Bohong nya -Ye Nǚshén


"Jadi begitu.. Mereka ada di tempat kepala desa Nona" Menunjuk rumah yang ada di atas


"Terimakasih saya akan segera menyusul mereka" Pamitnya dengan ramah -Ye Nǚshén


"Baik Nona" Ramahnya


"Untung masih di sini" Batinnya sambil berjalan menjauh dengan senyuman di balik cadarnya -Ye Nǚshén


...Nǚshén kembali ke gubuk tampat adik kakak itu tinggal...


"Nona anda dari mana" Tanyanya -Yaoyao


"Ah tadi.. ada urusan sebentar" Tunjuknya ke belakang -Ye Nǚshén


"Kakak.. Nona" Ucapnya lemas dengan mata yang perlahan membuka -Yangyang


"Yangyang kamu sudah sadar" Kagetnya dan menghampiri adiknya itu -Yaoyao


"Kakak maafkan Yangyang" Sambil menatap Yaoyao -Yangyang


"Tidak apa kamu istirahatlah supaya cepat sembuh" Menghapus air matanya -Yaoyao


...Anak kecil itu hanya mengangguk dan memejamkan matanya kembali...


"Nona terimakasih berkat pil yang anda berikan adik saya sudah sadarkan diri" Berdiri dan menghampiri Nǚshén -Yaoyao


"Tidak apa, ini pil penyembuh jika sudah terbangun berikan ini" Memberi dua pil penyembuh tingkat 2 -Ye Nǚshén


"Tidak ini sudah dari cukup" Menolaknya -Yaoyao


"Terimalah ini sebagai tanda perpisahan" Memberikan nya dengan paksa -Ye Nǚshén


"Perpisahan?" Kagetnya "Ah.. saya faham" Menunduk dan tersenyum -Yaoyao


"Sebelum itu saya akan menukar barang yang sudah di janjikan" Berjalan ke kamar yang dulu -Ye Nǚshén


"Nona hati-hati" Berbalik dan sedikit berteriak -Yaoyao

__ADS_1


...Di dalam kamar...


"Li simpan telur ini dengan baik" Berkomunikasi dengan fikirannya -Ye Nǚshén


"Baik Nona" jawabnya -Li


...Dan setelah itu Nǚshén mengeluarkan ginseng yang sudah di sepakati lalu keluar kamar...


"Ini ginseng yang sudah saya janjikan" Memberikan ginseng itu -Ye Nǚshén


"Tidak Nona anda sudah sanagat banyak membantu" Menolaknya -Ye Nǚshén


"Terimalah lalu jual dan tinggal lah di kota" Memberikan dan berjalan keluar -Ye Nǚshén


"Terimakasih Nona" Terharu -Yaoyao


"Selamat tinggal semoga kita bisa bertemu kembali" Berbalik dan melambai -Ye Nǚshén


"Selamat jalan Nona hati-hati di jalan" Melambai sambil tersenyum -Yaoyao


...Lalu Nǚshén berjalan menjauh dan melompat ke atas...


...Setelah sampai di tempat tujuan Nǚshén sedikit waspada karena takut di ketahui dari bawah...


"Apa mereka di sini" Mengintip -Ye Nǚshén


"Tidak ada siapa-siapa di dalam" Bergumam dan berjalan di sekitar dengan cepat jadi hanya terlihat hempasan angin saja -Ye Nǚshén


"Mengapa di rumah kepala desa ada kepungan asap" <- Mengira jika itu asap


"Ada apa aku tidak bisa melihat manusia atau hewan di sana"


"Tidak ad... "Menyadari jika di bawah ada kerumunan yang sedang melihat ke arahnya -Ye Nǚshén


"Aku pergi saja dulu mungkin nanti mendapat info" Pergi dengan 1 detik -Ye Nǚshén


...Berpindah ke gubuk tua...


"Li, Ten, Tao, Shen, Jingmi" Memanggil dengan batin (Bisa karena mereka ada di dalam dimensi) -Ye Nǚshén


"Ada apa Nona" Jawabnya bersamaan -Para hewan


"Kemungkinan jika aku terbang ada yang melihatku?" Tanyanya -Ye Nǚshén


"Kemungkinan iya, kemungkinan tidak Nona" Jawabnya -Shen


"Aku tidak terlihat di jarak berapa?" Tanyanya -Ye Nǚshén


"Kemungkinan anda tidak terlihat di jarak 20.000 kaki Nona tapi jika menggunakan teropong kami tidak bisa memastikannya" Jawabnya -Tao


"20.000 kaki bukankah itu berlebihan" kaget nya "Bukankah dengan jarak setinggi itu aku bisa menyentuh langit, bahkan aku tidak bisa memperkirakan itu setinggi apa" Bergidik ngeri -Ye Nǚshén


"Itu hanya perkiraan Nona karena kaki Tao dengan anda sangat berbeda dan ketinggian di dalam dimensi dengan dunia nyata hampir 80% berbeda" Menjelaskan -Li


"Ah aku kira.. " Leganya -Ye Nǚshén

__ADS_1


"Dan tekanan di dunia nyata dengan dimensi juga berbeda makannya anda lebih lincah di dunia nyata" Melanjutkan -Li


"Ya aku di sini seperti sedikit melayang" Sedikit melompat (Hampir sama dengan tinggi meja yang ada di sekolah dasar) -Ye Nǚshén


"Oh makannya aku lari tidak sekencang yang dulu" Protes Ten yang di tatap sinis dengan 4 hewan lain


"Baiklah, Li apa aku boleh belajar terbang tidak menggunakan sayap?" Tanyanya kepada Li -Ye Nǚshén


...Karena Li yang selalu mengawasi Nǚshén...


"Boleh Nona tapi anda harus berhati-hati" Jawabnya "Dan jangan menggucapkan mantra karena takutnya ada hal yang tidak di inginkan" Sambil memberi saran -Li


"Baiklah.. Bentar aku akan berganti baju" Masuk ke dimensi -Ye Nǚshén


...Terlihat Kuda di sana sedang berlari yang di awasi oleh hewan lainnya...


"Semangat" Sambil menaikkan tangannya dan berjalan ke paviliun kesayangannya -Ye Nǚshén


...Baju yang di gunankan...



"Ternyara jahitanku tidak buruk juga" Tersenyum puas dan berjalan ke luar sambil memakai topengnya -Ye Nǚshén


"Nona anda membuat hal aneh lagi" Ucap Jingmi yang di angguki oleh hewan lain -Jingmi


"Ini bukan aneh tahu" Memajukan bibirnya "Ini aman untuk terbang" lalu keluar dimensi -Ye Nǚshén


"Huff" Menghela nafas secara bersamaan


...Diluar dimensi...


"Sepertinya aku sudah terbiasa dengan suhunya" Berjalan keluar -Ye Nǚshén


Baru mau membuka pintu sudah ada beberapa salju yang masuk ke gubuk itu


"Apa ada badai sampai segini" Mengangkat tangannya kedepan dan mulai mengontrol salju itu hingga berbentuk batu bata dan menjejerkannya di depan gubuk itu membentuk jalan-Ye Nǚshén


"Sudah" Tersenyum puas dan mulai mengontrol dirinya supaya tidak tertarik oleh gravitasi bumi dan perlahan melayang ke udara -Ye Nǚshén


"Apa segini sudah tinggi" Gumamnya sambil menanyakan kepada dirinya sendiri "Sepertinya belum" Naik dengan sangat cepat "Astaga" Memegangi dadanya "Aku hampir menyentuh langit" Kagetnya -Ye Nǚshén


Setelah sedikit tenang Nǚshén mulai sedikit miring ke depan supaya dia lebih bisa mengontrol kekuatannya yang bisa di sebut sangat di luar nalar manusia biasa dan mulai terbang dengan kecepatan motor balap itu


"Jika ada lomba pasti aku menang" Dengan merentangkan tangannya dan berputar bebas


"Jika di fikir mungkin tidak buruk juga aku pindah ke dimensi ini, jadi ingat aku di dunia ku itu seharian belajar supaya tidak malu harus bisa 4 bahasa, makan harus teratur, tidak bebas, dan yang paling parah aku kehilangan masa remajaku dan harus menutupi semua dengan senyuman" Mengela nafasnya dan melihat sekitar -Ye Nǚshén


"Bentar" Berhenti dan menegakkan tubuhnya "Kota ku yang kanan atau yang kiri" Mengaruk kepalanya yang tak gatal "Jika di ingat perempuan ini tidak mempunyai ingatan tantang kotanya" Sambil menarik rambutnya pelan -Ye Nǚshén


"Astaga bodohnya aku kenapa tidak memanfaatkan momen di mana ketemu sama pangeran kemalaman putri sialan itu sih" Teriaknya yang pasti tidak ada orang yang akan mendengar -Ye Nǚshén


...•Next•...


...❤...

__ADS_1


__ADS_2