
Aku yang tadinya tiduran santai mau tidak mau jadi gusar.
"Selalu jurus andalan!minta bantuan ibu!"Aku menggerutu.
Rasanya pengen nonjok itu orang.
Alhasil aku harus keluar,aku tidak mau si tukang ngadu itu minta bantuan ibu.
Aku melihat Mas Adam duduk gusar diruang tamu sendirian.Aku lihat ibu sedang membaca Alquran dikamar.
Sepertinya Mas Adam masih mengirim pesan padaku tapi ponselku kutinggal dikamar.Aku mengamati polah tingkah lakunya.
Seorang tentara yang gagah sikapnya yang tegas wajahnya yang dingin runtuh seketika jika melihat tingkahnya kali ini.
Dari duduk bersandar lalu berubah setengah tiduran kemudian duduk gaya big bos dan yang ini membuatku ingin tertawa kencang rasanya.Duduk kemudian terperosot kelantai,kemudian kembali duduk lagi dan diulang nya beberapa kali.
Besar kepala aku!Tapi jika melihatnya diam-diam seperti ini rasanya puas,apalagi melihat tingkah konyolnya.Kalau harus bertatap mata aku tak sanggup mata elangnya selalu membuatku lemah.
"Adel!"Ibu memergoki ku sedang memperhatikan Mas Adam.
Aku berjingkat kaget.
"Ibu...Adel kaget!"Aku pura-pura agar kegiatanku memperhatikan Mas Adam tidak ketahuan.
"Ya kamu kok malah berdiri disini,itu Adam ada disana!"Ibu menunjuk untuk aku mendekat dengan Mas Adam.
"Ibu...Adel!Kok musyawarah disitu?"Candanya.
"Terus dimana?di gedung DPR !"Jawabku ngasal.
"Akhirnya putri tidur bangun juga!Dari tadi dong Del,ini malam minggu masa iya Mas Adam kesini cuman ngapelin nyamuk!"Memasang muka memelas.
Aku hanya melipat tangan dan menyender ditembok ruang tamu.
"Buk boleh ga saya ajak Adel keluar sebentar! Sepertinya tuan putri saya sedang butuh jalan-jalan biar ga apek!"Menarik tanganku berjalan keluar.
"Lepas!"Aku berusaha melepaskan tanganku dari gegamannya namun percuma.
Menarik ku sampai ke mobil.
"Masuk ya cantik!"Membuka pintu mobil.
"Ga!"Aku menolak.
__ADS_1
"Aaaaa!"Tiba-tiba dia menggendongku dan mendudukkan ku kedalam mobil.
"Jangan ngambek-ngambek lagi,bikin bingung! Kenapa sih cewek suka ga jelas? Cowok itu bukan paranormal atau anak indigo yang tahu isi hati kamu!"Dia masih berdiri di pintu mobil menghadang ku yang ingin keluar.
Aku masih diam dan berusaha untuk turun dari mobil diapun masih terlalu kuat untuk aku yang kecil ini.
"Kalau ga mau ngomong,ya udah gini aja ga usah pergi!"Dia mengancam.
"Minggir ga?"Aku berusaha mendorong badannya,tapi malah dia semakin memepet mendekatkan wajahnya ke wajahku.
Harum parfumnya ga pernah berubah,seharian walau ga mandi dia masih sewangi ini.Hangat nafasnya menyapu wajahku.
Setiap didekatnya bukannya aku takut tapi malah nyaman.Aku beberapa kali dipeluknya walau dalam kondisi dan situasi yang ga enak tapi entah di dada bidangnya itu nyaman banget.
"Ga...kalau masih ngambek terus ga jelas,gini aja terus!"
"Aku teriak kalau masih ga mau ngalah!"Aku mengancam.
"Teriak aja paling kita dinikahin!"Santai.
Bukan Mas Adam namanya kalau nyerah.
Aku memutar badanku,"kamu kenapa sih Mas jadi cowok nyebelin banget?Bisa ga,ga maksa gitu? cowok itu sukanya maksa!"Aku melipat tangan ku dan bersender di jok mobil.
"Hiiiiiihhhh...dasar cowok,udah bikin salah masih aja ga mau ngalah!"Aku semakin gemas denga kelakuan Mas Adam.
Dia tertawa melihat tingkah ku.Dan mengusap kepala ku.
"Nyebut Nduk!ga baik marah-marah terus,nanti cantiknya hilang!"Mengelus kepala ku, memperlakukan aku seperti anak kecil.
Menutup pintu mobil dan berjalan memutar ke pintu kemudi.
"Dasar semua cowok itu sama aja,buaya buntung semua!"Aku berhenti menggerutu karena tiba-tiba wajah Mas Adam berjarak dua sentimeter dari wajahku.
Jujur aku takut aku langsung terdiam dan menutup mata ku.
"Kenapa nutup mata?"Mas Adam menarik tali seat belt dan menguncinya.
Astaga aku terlalu halu!Apa yang aku lakukan membuatku semakin malu.
"Udah jangan ngambek terus ah,kamu pasti lapar kan dari pulang tadi belum makan?"Masih sabar dan perhatian padaku.
Disepanjang perjalanan seperti biasa dia selau memasang earphone di telinga nya.
__ADS_1
Dan ya selalu walau bersama ku selalu tiga puluh persen orangnya bersamaku dan tujuh puluh persen otak n pikirannya ada di pekerjaan.
"Oke...siapkan semua untuk flight aku besok pagi Den!Dan untuk pabrik di Solo aku sudah atur semua kamu ga usah ikut campur!"Sepertinya yang sedang sibuk dengannya kali ini Deni assisten pribadinya.
"Iya besok gue susul Lo kesana!tapi cuma sementara buat gantiin Kapten Rendradi yang sakit!Oke...siapin anak buah Lo seperti yang gue minta kemarin!"Dan kali ini sepertinya Erda.
Berarti dia ga bohong kalau besok dia harus tugas di luar kota.
Baguslah setidaknya aku menyembuhkan rasa kesal ku jika tidak bertemu dengannya sementara waktu.
"Oh iya...tadi pergi kemana sama Restu?"Dia mulai memancingku sepertinya.
"Emang harus tahu aku kemana aja dan sama siapa aja?"jawabku ketus.
"Ya ga...maksud Mas,apa Restu sudah sembuh kok sampai udah ngajak jalan?Yang aku dengar dia masih pakai kursi roda karena beberapa saraf pusat nya belum kembali normal!"Jelasnya.
"Kata siapa?"
"Iya Erli sih ceritanya gitu kemarin!Kan yang menangani Restu itu ternyata Erli."Dengan santai.
"Oh jadi gitu! berarti kemarin ketemuan dong sama Erli? Sebenarnya Erli tu siapa sih?"Aku meredam emosi ku.
"Erli? Siapa?"Mas Adam terlihat bingung.
"Iya Erli itu siapa kamu? sepertinya kok dia deket banget sama kamu?"Aku yang kini memancingnya.
"Kok jadi bahas Erli?kan tadi kita lagi bahas Restu!"Mas Adam berusaha keluar dari pembahasan.
"Ya tadi kamu tanya kan aku pergi kemana sama Restu,tadi kami ke acara launching cafe baru temannya Kak Restu!Itu udah tak jawab kan Mas Adam! sekarang aku tanya Erli itu siapa kamu?"Kali ini aku memaksanya.
"Ya kita hanya teman!Erli itu dulu teman sekolah Mas waktu SMP terus kita beda sekolah dan baru bertemu akhir-akhir ini karena dia bantuin aku merawat Mama selama dirumah sakit!"Dia berusaha menjelaskan.
"Oh temen!Temen atau mantan pacar?"Tegasku.
"Mantan pacar?"nada Mas Adam kaget."Oh jadi kamu ngambek gara-gara ini! Sekarang Mas tahu kamu cemburu ya?"Dia malah menggodaku.
"Aku tanya teman atau mantan pacar?"Aku masih kekeh ingin dia menjawab.
Kami berhenti disebuah cafe, setelah parkir Mas Adam mengajak ku turun.
"Kita turun dulu!Nanti Mas ceritain di dalam!Kita makan dulu,perut yang kosong biasanya membuat kita jadi mudah marah!dan marah itu biasanya karena lapar!Jadi kita makan dulu...oke!"Membujuk ku
Aku menatapnya tajam.
__ADS_1
"Mas janji,Mas bakal ceritain semua!atau mau digendong lagi?"menatapku jahil.