
"Aku belum kasih tahu Mas Adam karena kata Erda,Mas Adam memang sedang dimutasi kesana entah sampai kapan!Jadi ya aku kasih tau kamu aja,sama aja kan!"
Apa benar kata Kak Gibran kalau Mas Adam memang sedang mempertaruhkan jabatannya? Tapi maksud mempertaruhkan jabatannya itu apa?Aku bertanya-tanya dalam hati.
"Del!"Kak Sela mengibas-ngibaskan tangan nya di depan mataku."Yah...dia ngelamun!"Kak Sela yang melihatku melamun.
"Emh...ya Kak!Maaf...maaf! tiba-tiba aja kepikiran sesuatu!"Membuyarkan lamunanku.
"Ngelamunin Mas aku yang ganteng itu ya?"Tersenyum menggodaku.
"Semoga dia disana sehat dan selalu di lindungi Allah!"Pandangan ku datar dan tersenyum tipis.
"Amin!Erda dan Mas Adam disana tuh saling ngejaga,aku juga agak aneh pertamanya dengan persahabatan mereka tapi lama-lama salut dengan mereka yang solid!"Kak Sela juga sepertinya sedang membayangkan Mas Adam dan Aerda.
Aku tersenyum tipis,"Udah ya kak bentar lagi aku masuk nih!nanti kabari aku kapan dan jam berapa, insyaallah nanti aku usahakan datang!"pamitku sebelum meninggalkan Kak Sela.
"Nanti aku hubungi kamu lagi!"Sahutnya.
"Oke!"Aku mengangkat jempol tanganku dan berlalu meninggalkan Kak Sela sendirian di kantin.
Aku kembali memikirkan tentang dimutasi nya tugas Mas Adam.
Apa ada yang disembunyikan Mas Adam lagi dariku?
Ah tidak!aku harus percaya dengan Mas Adam,aku yakin bagaimanapun yang sedang dia hadapi sekarang dia pasti jujur padaku.Aku harus belajar percaya padanya.
Sepulang sekolah aku langsung menuju ke rumah sakit,dan tiba-tiba ada yang menarik tanganku dan membungkam mulutku.
"Gue udah berulang kali peringatkan Lo ya cewek sok polos! Kalau Lo pengen cowok Lo itu balik kesini hidup-hidup jauhi Restu dan keluarganya.Ngerti Lo!"Lantas dia mendorong ku hingga aku hampir terjatuh.
Aku yakin aku mengenal orang itu,dari suaranya.Tapi apa maksudnya dia mengatakan itu?
Tapi dia sudah berulang kali mengancam ku dan itu hanyalah sebuah gertakan saja.Aku tak ingin memikirkan orang yang sedang menyalakan dendam dalam hidupnya.
Aku kembali melanjutkan ke kamar Kak Restu,saat ingin ku mengetuk pintu aku mendengar Kak Restu sedang berdebat dengan Papa nya.
__ADS_1
"Kalau Papa lebih memilih Kak Gibran dibanding aku,aku lebih baik hidup tanpa kalian gapapa!"Suara Kak Restu tegas.
"Bukannya Papa memilih salah satu dari kalian tapi Papa tidak ingin kalian salah paham terus menerus ini semua harus diluruskan Res!"Suara Om Nugraha pun tidak ingin kalah.
"Untuk apa Pah?apa Papa masih mau tinggal dengan orang yang sudah bohongi kita selama ini?Coba Papa tanya bagaimana perasaan Kak Nisa jika dia tahu? karena dia juga aku jadi begini!"Kini makin meninggi.
"Ya sebaiknya kita dengar dulu apa alasan Gibran!Dia pasti mempunyai alasan Res!"
"Ga ada yang harus dijelaskan Pah!Aku sudah kabari tante Ami pulang dari sini aku ikut tante Ami di sana!"Akhir dari perdebatan ayah dan anak itu diakhiri dengan keputusan Kak Restu yang tidak ingin pulang kerumahnya.
Aku mengetuk pintu setelah semuanya mereda.
"Assalamualaikum!"sapaku.
"Wallaikumsalam!"terdengar lirih dari mereka berdua.
"Adel! Masuk Del!"Om Restu ramah walau mereka sedang berdebat tapi tidak kelihatan dari Om Nugraha.
"Iya Om!Om ga kerja?"Aku berbasa-basi karena suasananya masih kaku, karena Kak Restu yang diam saja.
"Iya...tadi Bi Runi pulang jadi Om kesini gantian!tapi karena sekarang ada kamu ya udah Om balik ke kantor lagi!"Mendekati Kak Restu dan mengelus kepalanya."Papa balik ke kantor ya Res, jangan nyusahin Adel!Del...Om nitip Restu ya,nanti Tante pulang cepat!"
Setelah Om Nugraha keluar, Kak Restu masih terdiam dengan raut wajah yang tidak enak.
"Kak Restu sudah makan?"Aku mencoba untuk mengajaknya bicara.
Dia masih terdiam.Dengan pandangan penuh amarah.
"Kak!Adel ada salah sama Kak Restu?"Hingga beberapa lama dia masih belum mau membuka mulutnya.
"Ya udah kalau memang Adel punya salah,Adel minta maaf!Adel pamit ya kak,maaf kalau ganggu Kak Restu! Assalamualaikum!"Aku beranjak pergi,namun Kak Restu meraih tangan ku.
"Maaf Del!bukan maksudku untuk marah sama kamu!"
Aku menghela nafas panjang,"Kak setiap apa yang kita hadapi,jangan hadapi dengan amarah karena amarah hanya akan membuat kita menyesal!"Aku kembali terduduk di samping bed nya.
__ADS_1
"Aku ga tahu lagi Del!aku sudah sangat kecewa dengan Kak Gibran!Setega itu dia dengan ku dengan Mama yang pasti dengan Kak Nisa juga!"Menggenggam tanganku erat, seperti menyalurkan energi.
"Kak... hubungan Kak Restu dan Kak Desti dulu juga keluarga ga tahu kan!"
Dia mengangguk dan menatap ku.
"Ini semua hanya salah paham Kak!Dulu waktu Kak Restu cerita tentang asal mula hubungan Kak Restu dan Kak Desti itu juga bermula dari hubungan Kak Gibran dan Kak Desti!Dan kalian pacaran tapi backstreet itu sama aja Kak!Kak Gibran dan Kak Nisa menikah karena perjodohan sedangkan Kak Gibran mencintai Kak Desti, kalian itu mencintai satu perempuan yang sama!Hanya cara kalian salah! sekarang sudah berbeda kondisinya, kalian sudah memutuskan untuk tidak bersama wanita itu, Kak Gibran sudah bahagia dengan keluarga kecilnya dan Kak Restu harus bangkit dari kondisi sekarang! Kalian ini keluarga,wajar kita hanya manusia biasa khilaf itu manusiawi tapi kita juga harus belajar untuk memaafkan itu juga penting!"
Kak Restu menunduk dan meneteskan air mata.
"Kak...belajar mengerti dan memahami itu sulit tapi itu semua akan membuat kita menjadi lebih dewasa!"Aku mengelus pundaknya.
"Untuk saat ini aku masih belum bisa menerima Del!"Jawabnya lirih.
"Tidak apa-apa Kak semua itu proses butuh waktu!Yang terpenting kakak harus berusaha untuk memaafkan!"Aku memberikan semangat.
"Makasih ya Del kamu selalu ada buat aku!"Dia menatapku dengan senyuman.
"Sama-sama Kak! Cerita aja jangan dipendam, ungkapkan pasti lebih baik!"Menguatkan nya.
"Andai dulu aku mengenal mu lebih dulu pasti rasa itu akan lebih indah!"Dia menatapku penuh.
"Kita tidak pernah tahu apa yang Allah gariskan untuk hambaNya tapi sebagai manusia kita hanya perlu bersabar dan belajar dari semua yang terjadi!"
"Tapi aku masih boleh meminta pada Allah untuk sedikit membuka hatimu untukku?Aku tahu ini terlambat Del karena sekarang ada Mas Adam di hatimu,namun semua masih bisa berubah kan Del?Hanya perlu bersabar dan belajar untuk membuka hatimu untuk namaku!"Pandangan kami saling bertemu,aku menarik tanganku yang sedari tadi di genggamnya.
"Maaf Kak...aku memang memasrahkan semua pada Allah!Ya aku hanya minta yang terbaik dari semua yang baik!"Aku menundukkan wajahku.
"Kamu perempuan yang baik Del,sabar dan tangguh!Dulu mama pernah memintaku untuk melamar kamu setelah kamu lulus nanti!Tapi sekarang aku ga mungkin bersaing dengan Mas Adam yang hebat, sedangkan aku hanya akan merepotkan mu."Dia kembali tidak percaya diri.
"Bisa kita tidak bahas ini dulu?Yang terpenting sekarang Kak Restu sehat dulu,dan masalah dengan Kak Gibran bisa Adel minta untuk segera diselesaikan dengan baik-baik ?"Aku kembali membujuknya.
"Untuk itu beri aku waktu Del!"Dia mengalihkan pandangannya.
"Gapapa Kak,yang terpenting kakak harus sembuh dulu!"
__ADS_1
Sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa Mas Adam sudah melamarku,tapi entahlah rasanya canggung karena kondisi Kak Restu sekarang sedang tidak baik fisik dan psikis nya.
Semoga Mas Adam juga mengerti kondisi ku sekarang.