
"Nona apa itu adalah ruang dimensi" Tunjuknya sambil berbisik -Yangyang
"Ini hanya kalung biasa" Tunjuknya -Ye Nǚshén
...Karena benar itu hanya kalung biasa ruang dimensi Nǚshén itu sekarang gelang...
"Nona, Yangyang kakak masak dulu jangan nakal ya Yangyang" Ancamnya kepada adiknya -Yaoyao
"Iya kak" Setelah kakaknya pergi dia memajukan bibirnya untuk mengejek kakaknya
"Nona apa mau mencari obat bersamaku" Tanyanya polos
"Kan tadi sudah di perindahkan jangan nakal jika kamu pergi kakak kamu sama siapa di rumah" Tanyanya -Ye Nǚshén
"Tapi aku kasian dengan kakak dia selalu mencari bahan obat jika malam hari" Menatap Nǚshén -Yangyang
"Kan tadi kakak sudah bilang kita barter kakak mengambil telur itu dan kakak akan memberi ginseng seribu tahun atau itu masih kurang?" Tanyanya sambil berfikir -Ye Nǚshén
"Tidak tidak tidak Nona" Mengelengkan kepala sambil melambai-lambai -Yangyang
"Yasudah kakak ke belakang dulu ya" Lalu Nǚshén mengacak-acak pelan rambut anak itu dan dia berjalan ke belakang -Ye Nǚshén
...Di belakang...
"Maaf menganggu" Berjalan mendekat -Ye Nǚshén
"Tidak apa ada perlu atau yang lain" Berdiri -Yaoyao
"Tidak aku hanya mau membantu" Mengelengkan kepalanya pelan -Ye Nǚshén
"Tidak perlu di sini kotor tidak cocok dengan..." Tiba-tiba cangung -Yaoyao
"Jika kotor.. bagaimana jika kita makan di luar" Tanyanya -Ye Nǚshén
"Tidak" Tolaknya cepat "Maksudku.. itu.." Tunjuknya ke asal arah dan berujung menggaruk lehernya -Yaoyao
"Tidak apa-apa aku yang bayar" Menarik lengannya ke depan -Ye Nǚshén
"Ehh..." Tergeret -Yaoyao
"Di mana Yangyang bukannya tadi di sini ya" Tunjuknya -Ye Nǚshén
"Aiss anak ini selalu merepotkan" Mencari di kamarnya namun tidak ketemu -Yaoyao
"Hahahah tidak apa namanya juga anak-anak" Menutup matanya dan mulai mencari titik keberadaan manusia menggunakan frekuensi gerakan -Ye Nǚshén
"Gawat" Kagetnya dan membuka matanya -Ye Nǚshén
__ADS_1
"Ada apa Nona" Karetnya dengan sentakan Nǚshén yang keras -Yaoyao
"Yangyang sepertinya dikejar 'kelinci berekor dua'.. " Menarik tangan Yaoyao dan berlari -Ye Nǚshén
Sesampainya di sana Nǚshén dan Yaoyao menemukan Yangyang terluka dan berbaring dan di dekatnya masih ada kelinci itu
"Kelinci sialan" Ucap Yaoyao kesal
"Mau membunuhnya" Tanya Nǚshén
"Itu kelinci berekor dua mereka sangat lincah bagaimana bisa.. hiks Yangyang sudah berapa kali kakak bilang" Ucapnya sambil menangis -Yaoyao
"Sudahlah tidak berguna juga jika menangis" Berjalan mendekat -Ye Nǚshén
"Nona hati-hati itu kel.." Terhenti -Yaoyao
...Saat Nǚshén berjalan dia melempar jarum api...
...Kelinci akan melompat dan menendang terlebih dahulu lalu pergi menyerang jadi dia akan tertusuk jarum itu di bagian kaki lalu terbakar...
"Yangyang kamu masih sadar" Mengangkat tubuh Yangyang -Ye Nǚshén
"Dingin.. sakit" Ucapnya lemah -Yangyang
"Yangyang hiks.. sudah berapa kali kakak bilang jangan pergi sendiri jika tidak ada Nona mungkin kakak tidak tahu jika kamu pergi" menangis setelah melihat kondiri Yangyang yang terluka di bagian lengan, kaki, dan kepala -Yaoyao
...Di rumah Yaoyao...
"Dingin.. dingin" Gumamnya -Yangyang
"Bagaimana ini mengapa dia masih kedinginan" Khawatir -Yaoyao
"Emm.. atau mungkin dia demam" Batinnya "Tapi jika aku menggunakan penyembuhku dia bahak tau aku bisa..." Batinnya sambil berfikir -Ye Nǚshén
"Ah bagaimana jika kita merendamnya menggunakan air panas jika tidak kita menghangatkannya jadi di sekelilingnya menggunakan api unggun" Ucapnya yang hanya di lihatkan muka bingung -Ye Nǚshén
"Api?.. Unggun? Jika api saya tahu tapi jika Unggun itu... apa?" Tanyanya -Yaoyao
"Emmm... Apa orang di sini benar-benar tidak faham" Batinnya bingung -Ye Nǚshén
"Nona" Mengibas-ibaskan tanggannya di muka Nǚshén -Yaoyao
"Ya?" Sadar dari lamunannya -Ye Nǚshén
"Anda baik-baik saja" Tanyanya -Yaoyao
"Ya saya baik-baik saja" Angguknya "Oh ya sebaiknya kita bawa dia ke tabib.. Desa atau ke.." Terpatah-patah karena dia sebenarnya dia juga tidak tahu harus ke mana -Ye Nǚshén
__ADS_1
"Tapi.. saya tidak mempunyai uang" Canggung nya -Yaoyao
"Jika masalah uang kamu tidak perlu khawatir biar aku yang urus" Mengangguk pelan dengan di iringi senyum yang manis mencoba meminta persetujuan -Ye Nǚshén
"Anda tidak keberatan?" Tanyanya -Yaoyao
"Tidak.. tentu saja tidak" Mengeleng lalu dia berjongkok menghadap Yaoyao "Yang paling penting adalah nyawa" Meyakinkan Yaoyao -Ye Nǚshén
"Baiklah Nona saya akan membalas budi anda suatu saat nanti" Ucap Yaoyao yang mengagetkan Nǚshén -Yaoyao
"Tidak.. tidak perlu" Kagetnya -Ye Nǚshén
"Saya harus membalas budi kepada anda" Ucapnya tetap dengan nada dan ekspresi yang sama -Yaoyao
Setelah berdebat cukup lama akhirnya Nǚshén yang mengalah
"Tabib tolong adik saya" Menangis -Yaoyao
"Pergilah kalian pembawa sial" Usirnya -Tabib itu
"Tabib tapi..." Terhenti -Yaoyao
"Pergi dari pada aku ketiban sial" Sentaknya -Yaoyao
...Nǚshén hanya melihat dari jarak jauh...
...Jika dia ketahuan mengikuti para pangeran² itu...
...entah apa yang akan terbayang jika mereka melihat muka Nǚshén sekarang...
...Yaoyao datang sambil menggendong adiknya sambil menangis dan memeluk adik satu² nya itu...
"Ambillah pil ini" Memberikan beberapa butir pil yang ada di botol milik Nǚshén "Jika aku memberikan semuanya mereka tidak akan menerimanya" Batinnya -Ye Nǚshén
"Tapi Nona.." ingin menolak -Yaoyao
"Aku harus mengurus sesuatu pulanglah dahulu" Memberikan pil itu dan berjalan memutar dari arah rumah sang tabib supaya tidak di curigai oleh Yaoyao -Ye Nǚshén
...•Next•...
...Maaf ya lama upnya author otw ulangan hehe jadi harus belajar...
...jadi di sini author bakal kasih pengumuman jika jadwal up author belum bisa nyeimbangin jadi up sesempatnya author dan lagi author punya 2 novel dan yang satunya chat story dan bakal author sempatin yang chat story...
...Jangan lupa jaga kesehatan makasih mau mampir ke novel author yang gak seberapa ini...
...♥♥❤♥♥...
__ADS_1