
"Ya Allah enteng banget badan setelah mandi!"Aku duduk di ruang tamu dan mengeringkan rambut dengan handuk.
"Nduk!tadi Bu Dhe Wati ngabari kalau Bagus mau menikah minggu depan dan kita diminta ke sana!"Duduk di berhadapan dengan ku.
"Mas Bagus buk!Lah Mas Bagus kan baru lulus kuliah?"
"Iya...dia sudah bekerja dan sekarang menjadi mandor,begitu cerita Bu Dhe Wati."Ibu yang juga sibuk melipat pakaian.
"Berarti kita nginep Bu disana?"
"Iya kalau pulang ga bisa nduk kan Solo jauh!Naik bis aja bisa tiga sampai empat jam!"
Solo disana tanah kelahiran Bapak.Sebenarnya dulu aku pernah hidup disana,saat Mbah Uti dan Kakung masih hidup.Itu hanya satu tahun setelah Mbah Kakung meninggal dan Mbah Uti ikut salah satu anaknya kami kembali lagi ke Semarang.
Dan hanya Bu Dhe Wati yang hingga saat ini masih mau menganggap kami saudara,ya karena kehidupan keluarga kami yang jauh dari kata ada.Tapi kami selalu bersyukur karena cukup itu jauh lebih baik dibanding tidak ada.
Kalau harus ke Solo,aku harus cari biaya untuk ongkos ke sana.
Seketika aku memutar otak untuk mencari biaya.
Ponselku bergetar satu pesan dari Rifi,
Del maaf ya aku belum bisa bantu soal pekerjaan,soalnya sekarang yang kelola laundry ibu aku sendiri...maaf ya Del!
Aku sebenarnya sudah bisa menebak,kalau Rifi pasti tidak mau menerima ku karena Mas Adam pasti tidak memperbolehkannya.
Aku harus kemana lagi?
"Itu obatnya ga diminum nduk?"Ibu membuyarkan lamunanku.
"Nggih buk nanti Adel minum!"
Ponselku bergetar satu pesan dari Mama Kak Restu,
Del bisa bantu Tante?
"Bantu apa maksudnya?"Aku bertanya-tanya.
Bantu apa ya tante?
Balasku.
Besok Tante jemput saja ya sepulang sekolah nanti kita ngobrol!
Balas Mama Kak Restu yang berhasil membuat ku penasaran.
Aku merebahkan tubuhku dikursi panjang ruang tamu.
Wajah bapak tiba-tiba muncul di awang-awang.
"Kalau benar kecelakaan bapak adalah sebuah kesengajaan yang sudah direncanakan,apa salah bapak dengan orang itu? sedangkan setahuku bapak tidak pernah mengurusi hidup orang."
Hingga tak terasa aku tertidur pulas karena banyak yang aku pikirkan.
__ADS_1
Adzan subuh membangunkan ku.
"Ya Allah aku tidur di sini!"Ketika aku bangun dan sadar masih diruang tamu.
Aku bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.Kemudian membangunkan ibu untuk shalat.
Aktifitas yang biasa aku lakukan membuatkan ibu sarapan dan mengurus rumah.
Setelah semua selesai aku bersiap untuk sekolah.
Aku membuka ponselku sudah ada beberapa panggilan dari Mas Adam,namun tak terjawab.Hingga dia mengirim pesan.
Del hari ini Mas Adam ada acara di Magelang,Deni juga harus ke Solo karena ada meeting penting.Hari ini Mas sudah kirim orang untuk menjemput kamu!Maaf ya Del...
Aku tidak ingin membalas pesan itu.
Ngapain orang ini sekarang mau kemana aja pamit?Ga jelas!
Tak berapa lama ada yang mengetuk pintu.Dan ternyata itu orang suruhan Mas Adam.
"Pagi Mbak... saya Jono supir Pak Adam!"Dia memperkenalkan diri.
"Saya Adel pak!"Aku membalasnya dengan senyuman.
"Berangkat sekarang ?"
"Iya pak!"
"Nanti pulang jam berapa Mbak? karena saya diminta pak Deni untuk antar ibu juga ke rumah sakit untuk cek up!"Pak Jono.
"Baik Mbak!"
Tujuh jam menghabiskan waktu di sekolah membuatku sedikit jenuh hari ini.Mungkin karena aku juga banyak pikiran.
Del Tante tunggu di depan sekolah ya!
Mama Kak Restu ketika aku membuka ponselku.
Aku dengan pikiran yang menerka-nerka apa yang akan dibicarakan oleh Mama Kak Restu.
Setelah Ku melihat mobil Mama Kak Restu aku langsung menghampirinya.
"Masuk Del!"Membuka pintu mobil ketika Mama Kak Restu saat aku sudah sampai."Maaf ya Tante ganggu waktu kamu terus!"Saat aku sudah duduk disampingnya.
"Gapapa tante!gimana kabar Kak Restu tan?"Aku berbasa-basi agar tidak terlalu formal.
"Alhamdulillah semakin hari semakin membaik hanya dia memang butuh waktu yang lama untuk kembali bisa berjalan!"Terlihat raut wajah sendu di wajah Mama Kak Restu.
"Ya yang sabar Tante,semua butuh kesabaran dan keikhlasan pasti hasilnya tidak akan mengecewakan!semua itu hanya proses."Aku menguatkan nya.
"Iya... karena itu Tante mau bicara masalah ini dengan kamu!"Tante Nugraha memulai.
"Masalah apa tante?"Aku sudah tak sabar.
__ADS_1
"Gini Del... kemarin Tante bicara dengan Restu, karena Tante dan om memang harus mengurus restoran jadi Tante tidak bisa menemani dan mengurus Restu setiap hari.Tante dirumah kalau pagi agak siang Tante harus ke resto karena om juga ada bisnis lain!Dirumah memang ada art tapi si mbak dirumah juga bantu Nisa jadi ya sebenarnya Tante n om sudah sepakat untuk mencari suster buat mengurus Restu.Karena Restu tidak boleh telat minum obat dia juga tidak boleh aktifitas yang biasa dilakukan.Jadi dia harus ada yang mengontrol! Kemarin Tante dan om sudah bicara dengan Restu masalah ini,tapi dia tidak mau katanya kalau hanya minum obat dan makan sendiri dia masih bisa,tapi Tante tahu bagaimana Restu kalau tidak dikontrol.Dari ini Tante minta tolong sama kamu,kamu mau kan temani Restu selama masa pemulihannya?"Mama Kak Restu sepertinya yakin dengan keputusannya untuk memintaku.
"Gimana ya tante?Adel sih mau tapi kan Adel harus sekolah!Adel juga harus ekskul juga karena ada pertandingan juga."Aku berusaha untuk tidak memberikan kepastian.Agar Mama Kak Restu juga tidak berharap lebih padaku.
"Ya kamu bisa temani Restu kalau pulang sekolah juga tidak apa-apa!Tante minta tolong kamu karena Tante yakin kalau Restu tidak akan menolak kamu kalau kamu yang merawatnya!"Menggenggam tanganku.
"Adel pikir-pikir dulu ya tante! karena Adel juga tidak ingin memberi harapan apapun pada tante!"Aku masih tidak bisa memberi keputusan.
"Maaf ya Del bukannya Tante mau merendahkan kamu!Anggap saja kamu bekerja pada Tante gimana?Tante tahu kamu juga pasti butuh uang jajan kan.Kamu bantu Tante nanti Tante kasih kamu yang jajan!"Seperti bisa membaca pikiran ku Tante Nugraha sebetulnya memberiku jalan keluar atas semua yang aku butuhkan sekarang.
Tapi aku tidak ingin gegabah untuk memutuskan ini.Aku juga ingin membicarakan ini pada ibu dulu.Karena ibu harus tahu kalau aku akan bekerja aku harus meminta ijin nya dulu.
"Maaf Tante,beri Adel waktu untuk berpikir ya tante!Adel juga harus minta ijin ibu dulu,tapi Tante juga jangan berharap apapun dulu karena Adel ga bisa janji mau atau tidaknya!"Aku memberikan penjelasan.
"Iya Del...Tante tahu!yang penting Tante sudah menceritakan apa yang Tante inginkan.Tante pilih kamu karena Tante tahu yakin kamu anak yang baik dan tulus.Dan Tante sudah anggap kamu seperti anak Tante sendiri!"Dia memeluk ku.
Mama Kak Restu memang tidak berubah sejak aku pertama mengenalnya hingga sekarang.Masih seorang perempuan yang benar-benar ramah dan baik hati.
Tiba-tiba aku kepikiran bagaimana kalau Mas Adam tahu aku ditawari bekerja merawat Kak Restu?
Sudah pasti dia tidak akan memperbolehkannya.Tapi tekad ku sudah bulat untuk menjauhinya.
Aku tidak ingin bergantung terus padanya.
"Ya udah Tante antar kamu pulang!"
"Ga usah Tante!Adel mau kerumah sakit dulu mau bertemu Mama Sari.Soalnya dari Mama Sari dirumah sakit belum sempat bertemu lagi, mumpung ini Mama Sari lagi cek up aku susul kerumah sakit aja!"Karena tadi aku sudah bertanya pada pak Jono jam berapa Mama cek up jadi aku ingin menemui Mama Sari dirumah sakit saja
"Ya sudah Tante antar kamu kesana!"Mama Kak Restu menawarkan.
"Ga ngrepotin tante?"Aku tidak enak hati.
"Ga..!"Tante Nugraha tersenyum ramah.
Aku diantar ke rumah sakit tempat Mama Sari cek up.Turun dari mobil aku berjalan menuju customer care rumah sakit untuk menanyakan ruangan cek up untuk pasien pasca operasi seperti Mama Sari.
Setelah dicek oleh petugas ternyata pasien cek up atas nama Mama Sari hari ini ada janji dengan dokter spesialis organ dalam dan aku diarahkan dimana ruangan itu.
"Silahkan Mbak nanti mengikuti jalan ini lurus,belok kiri nanti ada food court setelah itu ada lift naik kelantai tiga dan tanya disana ruangan dokter Haris disana ruangannya."Pengarahan petugas rumah sakit.
"Terimakasih!"Aku bergegas menuju ruangan yang dijelaskan oleh petugas tadi.
Dari kejauhan aku melihat seorang wanita cantik berjas dokter berjalan menuju food court.Sepertinya aku sangat familiar dengan wanita itu.Mataku menyipit meyakinkan ku untuk memperjelas penglihatan ku.
Dan benar wanita itu Erli.Ya benar karena Erli juga dokter di rumah sakit ini.
Tadinya aku tidak ingin tahu,aku hanya melihat tingkah nya berjalan menuju food court itu.Ketika aku melihatnya berhenti disebuah meja ternyata dia bertemu dengan seseorang.Aku pun memperhatikan dari jauh, seorang laki-laki berpakaian formal memakai kemeja putih dan celana slim fit menunggu Erli menghampirinya.Dari perawakannya aku sangat mengenal laki-laki itu.
Ku perhatikan mereka bertemu kemudian duduk berhadapan dan mengobrol.
Tiba-tiba rasa penasaran ku muncul dan ingin meyakinkan diri bahwa yang kulihat adalah laki-laki yang ku kenal.Beberapa langkah aku mendekat dan benar laki-laki itu adalah Mas Adam.
Mereka tampak asik ngobrol.
__ADS_1
Hatiku rasanya remuk,apa yang ku lihat hari ini benar - benar membuat ku terluka.
Bukannya tadi pagi Mas Adam pamit denganku harus ke Magelang?dan sekarang kulihat dia sedang bersama wanita.