AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Tempat kenangan


__ADS_3

Terimakasih Adam,jangan pernah pergi seperti kemarin.Aku takut menghadapi ujian Allah tanpa kamu.


"Mereka siapa sih Mas?kok bisa-bisanya mau begal kita?"Aku bertanya penasaran.


"Ga usah dipikirin,ga penting! Jangan takut lagi Mas akan selalu berusaha untuk melindungi kamu,itu janji Mas sama bapak!"Mas Adam Menatapku lekat, mengingat janjinya pada bapak.


"Aku juga janji pada bapak untuk bisa banggain bapak,tapi sekarang bapak udah ga ada seperti ga ada artinya!"Menahan air mata,mengingat betapa bapak adalah salah satu penyemangat ku.


"Kamu masih bisa banggain bapak! sekolah dulu yang bener, jangan banyak pacaran!"Gaya Mas Adam menasehati ku.


"Pacaran? siapa?"Mataku membulat.


"Ya kamulah, masa Mas?! Udahlah jangan pacaran dulu, sekolah dulu nanti Mas ngomong sama pacar kamu buat pending sementara pacarannya!"Masih dengan gaya menasehati.


"Emang pacar aku siapa Mas?"Aku pura-pura menanyakan.


"Itu anak pak Nugraha!pacar kamu bukan?"Adam berlagak bertanya.


"Oh...oke, jadi mau nya aku jadian sama Kak Restu?Oke... baik! Aku udah dapet hidayah sekarang,jawaban dari doa-doa ku!"senyum-senyum licik.


"Ntar sakit lagi!"Ledek Adam.


"Gapapa ntar kan bisa ditemenin Kak Restu!"Sombong Adel.


Mas Adam tersenyum melihat tingkah ku.


Kamu melanjutkan perjalanan, sekitar satu jam lebih kami baru sampai di kota Magelang.


"Del...bangun!"Mas Adam mengusap kepala ku agar aku terbangun.


Sepanjang perjalanan aku tertidur.


"Udah nyampe ya Mas?"Aku mengusap-usap wajahku, membenarkan kerudung ku.


"Kamu disini dulu,Mas mau beli bunga!"Mas Adam, ketika kami berhenti disebuah toko bunga.


Aku mengangguk,dan masih mengumpulkan nyawa.


Setelah Mas Adam kembali kedalam mobil dan membawa buket bunga.


"Buat siapa bunga nya Mas?"Aku bertanya pada Mas Adam, siapa tahu sekarang dia mau cerita tentang keluarga nya.


"Buat Papa!"Meletakkan bunga di jok belakang.


"Emang Papa Mas Adam tinggal dimana?Kok Adel ga pernah tahu?"Aku seperti anak kecil yang kepo.

__ADS_1


"Nanti kamu bakalan tahu!"Jawabnya singkat.


Melanjutkan perjalanan selama sepuluh menit,kami tiba disebuah pemakaman umum.Mas Adam memarkir mobilnya.Dan mengajakku turun.


Ya seperti biasa aku tak pernah banyak tanya,karena cowok satu ini ga bakalan jawab kalau ga keinginannya sendiri.Aku hanya mengikutinya melewati makam-makam.


Sampai pada satu makam ber nisan batu bertuliskan nama Hendriyanto, disebelahnya lagi sebuah makam bertuliskan nama Aisyah Sandri Pitaloka.


Aku bertanya-tanya dalam hati, siapa mereka? Apa benar ini merupakan makam papa dan adik Mas Adam?


Mas Adam berjongkok diantara kedua makam itu.Aku mengikuti nya, berjongkok disampingnya.


"Assalamualaikum Pah!Maaf Adam baru bisa kesini setelah lama ga bisa jenguk makam papa dan adek!"Sapa Mas Adam pada kedua makam tersebut.


Kemudian dia membaca tahlil sebentar dan berdoa.


Kekaguman ku pada laki-laki ini bertambah ketika dia sangat fasih melantunkan ayat-ayat tahlil.


Diluar sana banyak laki-laki yang baik kaya dan ganteng,tapi tidak dengan yang satu ini.Agamanya bisa dijadikan alasan aku menyukainya.


"Del ini makam papa dan Adek aku!ini adek aku namanya Aisyah!"Mengenalku pada keluarga nya, walau hanya sebuah makam.


"Jadi Mas Adam juga yatim?"Aku yang sebenarnya sudah mengetahuinya, mungkin ini saat yang tepat untuk menanyakan tentang Mama nya.


"Mas,aku boleh tanya sesuatu?"Sebenarnya aku takut menanyakan ini padanya tapi aku sangat ingin tahu.


"Kalau kamu mau tanya tentang Mama aku,jangan sekarang!yang ingin aku kenalkan hanya papa dan adik ku!"Ucapannya dengan nada tegas,yang dibalut kalemnya kata.


"Iya!"Aku berusaha mengerti apa yang sebenarnya dirasakan Mas Adam,dia hanya perlu waktu.


"Pulang yuk!hampir dzuhur,ntar kesorean nyampe Semarang."Dia yang sudah berdiri mengulurkan tangannya untuk membantu ku berdiri.


Aku berjalan mengikuti langkahnya,melewati jalan setapak diantara makam-makam.Tangannya menggandeng tanganku.Aku masih tak percaya, laki-laki yang ku sangka hilang dalam tugas dan hampir dinyatakan gugur kini ada dihadapan ku menggenggam tanganku erat.


Dia masih Mas Adam ku yang dulu, selalu membukakan pintu mobil untuk ku.Hal yang mungkin dianggap kecil tapi dia selalu memberikan hal-hal kecil yang bisa membuat seorang wanita dianggap ratu dihatinya.


"Kita mampir dulu makan ya!"Dia kembali melihat jam tangannya.


"Emang jam berapa sih Mas?"Aku yang tak tahu sekarang jam berapa, karena tadi aku pergi tanpa ponselku juga.


"Jam satu,habis makan kita pulang!Besok Mas ada pekerjaan yang harus diselesaikan.Sekitar dua hari,jadi tujuh harian bapak nanti Mas ga bisa ikut gapapa kan?"Mas Adam memang selalu ijin jika tugas,tapi tidak pernah dengan jelas gimana atau kemana.


Aku tak menjawab,bibirku manyun.


Dia masih belum sadar jika aku ngambek.

__ADS_1


"Kenapa?marah? ngambek? susahnya momong anak-anak!"Dia heran melihat tingkah ku.


"Siapa yang marah?"Melengos.


Sampai pada sebuah rumah makan kami berhenti.


"Turun yok!disini soto nya enak!"Mas Adam yang sudah membuka pintu mobil tempatku duduk.


"Aku bisa turun sendiri."ucapku ketus.


"Yang mau gendong kamu juga siapa?Mas gak kuat kaya Kak Restu mu itu yang bisa jadi Hulk gendong putri Viona nya!"Terkekeh menggoda ku.


Aku turun seperti anak kecil yang sedang ngambek karena tidak dituruti apa kemauannya.


"Mas Adam!Ya Allah,sudah lama tidak mampir!"Seorang laki-laki menyapanya.


"Iya Pak,saya baru pulang liburan!"Candanya.


"Ini istrinya?"Bapak itu menatap ku.


"Insyaallah Pak,doakan semoga iya!"Jawab Mas Adam dengan mantap.


"Bismillah,semoga lancar dan berjodoh dunia dan Jannah Nya!"Doa bapak penjual soto itu.


"Amin!"Aku juga meng-amin kan dalam hati.


"Soto seperti biasa?"Bapak menawarkan.


"Iya pak!"


Kami makan siang dengan soto di kota orang,walau Magelang tidak jauh dari Semarang.


"Dulu waktu Mas masih pendidikan sering makan soto kesini!"Dia tertawa mengingat masa lalunya.


"Suka banget emang,sama soto?"


"Soto tuh ngingetin Mas sama Papa,dulu waktu sebelum Papa meninggal ngajak aku makan disini!Jadi ini tempat kenangan!"Melihat sekeliling warung soto yang terlihat sederhana.Bangunan yang terlihat sudah tua tapi masih kokoh.


"Papa mas Adam itu sederhana ya!"Aku mencoba menilai papa mas Adam.


"Papa orangnya ga neko-neko ,beliau pendiam bahkan sangat diam, bahkan saat sakit pun tidak pernah mengeluh!yang ada ya menutupi rasa sakitnya, hingga beliau meninggal."Kulihat kesedihan dimata Mas Adam.


"Papa Mas Adam itu orang hebat,beliau mampu mendidik anaknya juga menjadi orang hebat!Kita harus bangga pada semua orang tua kita, tanpa mereka kita tidak akan pernah bisa ada di dunia ini!"Aku menyemangatinya.


Aku tak pernah melihatnya bersedih,baru kali ini aku melihatnya.Dia begitu menyayangi Papanya,dia juga begitu menghormati Papanya.Yang masih belum aku tahu, dimanakah Mamanya?adakah seorang ibu yang tega meninggalkan anak-anak nya demi laki-laki lain? Tidakkah dia melihat sekarang anak yang ditinggalkannya telah menjadi laki-laki yang hebat!

__ADS_1


__ADS_2