
"Kamu mau kemana Mas?"Adel ketika melihatku telah memakai seragam lengkap.
Suaranya yang terdengar masih lemah dia berusaha untuk duduk.Aku membimbingnya untuk duduk pelan-pelan.
"Jangan dipaksakan jika belum benar-benar enakan!"mengganjal bantal pada punggung nya.
"Pusing tidur terus!"jawab nya.
"Iya pelan-pelan!tapi jangan dipaksa badan kamu butuh proses,tuan putri!kamu aja kalau tak paksa nikah ga mau kan!"godaku.
Ck....
Dia melengos
"Udah makan?aku suapin ya?"aku mengalihkan pembicaraan ketika melihat mangkuk bubur nya masih utuh.
"Aku kapan boleh pulang Mas?bosen disini terus!"Dia mulai mengeluh bosan.
"Nanti,sabar...luka kamu masih perlu penanganan dokter!"dengan sabar aku menyuapinya.
"Mas,kapan pulang?"tiba-tiba nada suaranya berubah.Menatapku dalam dan penuh harapan.
Aku tak berani menatapnya balik seperti biasa,karena untuk saat ini pun aku tak bisa memberikan kepastian padanya.
"Mas!"tangan nya menggenggam tangan ku.
"Mas ga bisa janji kapan Mas Adam akan pulang tapi Mas hanya bisa janji Mas akan jaga kamu walau Mas jauh dari mu!"aku membalas tatapan nya.
Adel tersenyum,"Ibu sudah cerita semuanya,Mas Adam sudah terlalu berkorban untuk aku!dan sekarang negara panggil Mas untuk menjaganya! Jaga diri kamu ya Mas,aku ingin kamu pulang dengan Mas Adam yang sama!"tersenyum tulus.
"Ya Mas janji,Mas akan segera pulang buat kamu!"aku mengelus kepalanya.
Adel berkaca-kaca aku tahu ini semua pasti berat untuknya tapi dia berusaha menutupinya.
"Hhhhhhhh!" dia menghela nafas panjang."Udah berangkat sana,tapi awas jangan macam-macam!"Dia berlagak mengancam.
"Kamu cepet pulih ya!jangan buat Mas Adam khawatir!"Aku menghapus air mata yang hampir menetes di pipinya.
Dia hanya mengangguk lesu tapi masih memberi sentuhan senyum dalam wajahnya.
"Cepet pulang!"ketika aku ingin melangkah meninggalkan nya.
Aku menoleh dan tersenyum.
Aku tak pernah tahu kapan aku akan pulang tapi,aku berjanji akan pulang dengan selamat dan cinta di hatiku hanya untuknya gadis konyol ku Fadela Hanifa.
__ADS_1
Aku melangkah mantap meninggal rumah sakit.
...****************...
ADEL POV
"Adam Mahesa Pradipta terimakasih telah menjadi lelaki yang terbaik pengganti bapak,aku akan menunggu mu pulang!"Aku menatapnya yang perlahan hilang dari pandanganku.
Ponselku bergetar satu pesan dari nomor tak dikenal.
Assalamualaikum Del!aku dengar kamu sudah siuman,jika sudah membaik aku lega mendengar nya.Ini nomorku yang baru Kak Restu!Sekarang aku sudah di Australia dan kuliah disini....
"Kak Restu kuliah di Australia?"aku bingung karena yang ku ingat dia tidak pernah cerita ingin meneruskan kuliah disana.
Alhamdulillah Kak sekarang sudah lebih baik!cuma pengen cepet pulang...hehe...Kak Restu sendiri gimana kabarnya?Maaf ya Kak,endingnya malah jadi gini!!!!
Aku membalas pesan nya.
Aku menerawang sebelum terjadi ini semua aku bekerja untuk nya,tapi apa mau dikata kehendak Allah siapa yang tahu?dan sekarang Kak Restu malah sudah berada di Australia dengan tiba-tiba.
"Assalamualaikum tante!"Rifi yang datang dengan Mahes dalam gendongannya,juga ibu mengiring mereka.
"Walaikumsalam!"Aku kaget dengan kedatangan Rifi dan Mahes.
"Lagi ngapain tante Adel?"dengan menirukan gaya anak kecil.
"Kok Ibu bisa bareng sama Rifi?"Ibu yang sedang menata lemari nakas di samping bed ku.
"Iya tadi Papa Adam telepon katanya suruh Mahes kesini temenin tante Adel biar ga sedih!"Rifi sambil memainkan tangan Mahes.
Aku tersenyum" Mas Adam selalu begitu!"Batinku.
Aku bermain bersama Mahes,namun belum ada satu jam Mahes sudah tertidur pulas karena ini jam tidurnya.
Rifi menidurkan di sofa bed ditemani ibu yang ternyata juga tertidur karena semalam ibu memaksa untuk tidur di rumah sakit bersama ku.Mungkin ibu kecapekan.
"Mas Adam tugas kemana?"Rifi membuyarkan lamunan ku yang asik melihat Mahes tertidur dengan pipi gembul nya yang tidak hilang sejak bayi.
"Hemh...ga tahu!"aku mengangkat kedua bahuku.
"Lah!dia ga bilang mau kemana?"Rifi kali ini sangat kepo.
"Dia cuma bilang,dia harus tugas keluar pulau dan ga tahu sampai kapan!" aku tak ingin mempermasalahkan itu.
"Aku tuh bingung!kok kamu bisa sampai diculik dan ke tembak itu gimana ceritanya?"sepertinya Rifi mulai menginvestigasi ku.
__ADS_1
Aku tertawa melihat mimik wajah Rifi yang sangat ingin tahu.
"Kebiasaan banget kepo in hidup orang Anda?"aku tersenyum menggodanya.
"Kamu ya Del... masih aja sama!ntar ga aku ceritain ketika pangeran kamu itu gimana waktu kamu masih koma!"Rifi membalas.
Aku terkikik dengan mimik wajahnya.
"Del... mumpung Mahes tidur!"Dia mulai merengek.
Dan aku mulai menceritakan awal aku diculik oleh Desti dan Devan.Hingga aku bisa tertembak.
Ya Allah...kalian tuh pasangan James Bond ya!bisa saling melindungi!"Rifi tertawa dengan ungkapnya.
"Huuuhhh...aku bersyukur masi inih diberi kesempatan hingga saat ini! walau aku ga bisa lihat lelaki ku setiap hari setidaknya aku tahu dia benar-benar selalu ada didekat ku."aku membayangkan wajah Mas Adam dan masih terasa detak jantung nya saat dia memeluk ku saat aku tertembus peluru.
"Iya..Iya Mas Adam tetep paling bisa!"Rifi mencubit pipiku.
"Oh ya tadi Kak Restu chat aku katanya dia sekarang kuliah di Australia!"aku.
"Aku tahu! sebelum Kak Restu benar-benar memutuskan kuliah disana dia cerita sama Al... katanya dia yakin kamu bersama laki-laki yang tepat,yang bisa jaga kamu yang bisa buat kamu nyaman! makannya dia yakin untuk kuliah di Australia."
"Semoga dia juga akan mendapatkan wanita yang tepat untuknya!"Doa ku untuk Kak Restu.
"Rencana kamu apa setelah keluar dari rumah sakit?"tanya Rifi.
"Melanjutkan hidup dan mimpi sambil nunggu pangeran Adam ku pulang dan meminang ku!"Dengan senyum percaya diri.
Aku dan Rifi bersamaan tertawa.
"Semoga kalian segera halal!"Rifi menatapku dengan senyuman dan menepuk-nepuk punggung tangan ku.
"Amin!"aku menutup wajah ku untuk mengamini doa Rifi.
"Aku pulang dulu ya Del... kasihan Mahes kalau tidur disini,besok aku bawa Mahes kesini lagi!"pamit Rifi.
"Lah gimana pulang nya?"
"Supir pak CEO masih nungguin di luar,aku diberikan full servis jika mau kesini!aku tinggal telepon supir dan mobil datang dengan sendirinya!"gaya Rifi melipat kedua tangannya seperti sosialita.
"Iya deh!"aku mengiyakan saja.
"Tapi Mahes semua katanya!"tiba-tiba mulut Rifi mengerucut.
Aku tersenyum geli melihat tingkah sahabat ku ini.Dia selalu dikirim Mas Adam agar aku tak kesepian.
__ADS_1
Mas...aku akan meneruskan semua yang bapak minta dan membuktikan akulah putri kebanggaannya.Dan kamu harus pulang untuk ku!