Alin & Hazar

Alin & Hazar
BAB 12


__ADS_3

“Mengapa isinya tidak ada yang bisa aku pakai” Ucap Alin saat kado terakhir pun sudah ia buka, tapi tidak ada yang bisa ia gunakan. “Semuanya kekurangan bahan, dan terlihat mudah sobek” Gumamnya. Tanpa membereskan kotak-kotak kado yang berhamburan beserta isinya itu. Alin langsung beranjak tidur.


*


Saat bangun tidur Hazar sangat terkejut, mendapati kamarnya yang berantakan, seperti kapal pecah. Di lihatnya si pelaku masih tertidur pulas. Hazar melangkah ke luar kamar, memanggil seorang pelayan.


“Ada yang bisa saya bantu Tuan”


“Tolong bersihkan kamarku sekarang juga!”


“Baik tuan”


Angel yang saat itu baru sampai di rumah Hazar, mencoba mendekati pelayan yang baru saja di jumpai Hazar.


“Ada perlu apa Tuan Hazar memanggilmu?” Selidiknya.


“Untuk membersihkan kamarnya Buk”


“Sekarang!” Tanyanya lagi.


“Iya Buk”


“Bukankah, dia tidak suka orang memasuki kamarnya, saat dia ada di rumah?” Tannya Angel lagi.


“Saya juga kurang tahu buk”


“Sudah, pergi sana” Usir Angel, dia terlihat sangat kesal.


*


Pagi itu Hazar kembali sarapan sendirian, sebab dia punya istri masih tertidur pulas. Bahkan Istrinya tidak terganggu oleh krasak-krusuk pelayan yang sedang membersihkan kamar mereka. Saat Bibi Yona hendak membangunkannya, di cegah oleh Hazar.


“Biarkan saja dia, kalian siapkan sarapan untuknya saat dia bangun nanti” Perintah Hazar.


“Baik Tuan” Jawab Bibi Yona.


Setelah sarapan Hazar tidak langsung pergi, dia kembali ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.


“Mengapa Kakak tidak membangunkan Aku!” Ternyata Alin sudah bangun saat dia masuk ke kamar.


“Apa sekarang itu menjadi tugasku?” Hazar menatap Alin.


Alin menghela napas, kemudian bangkit dari tempat tidur, masuk ke kamar mandi. “Tidak ada gunanya aku mengajaknya bicara” Gumam Alin.


Baru saja Hazar hendak keluar dari kamar namun terhenti, karna teriakan Alin dari pintu kamar mandi.


“Kakak tunggu!” Alin berteriak dengan keadaan mulutnya yang penuh busa odol, berusaha mengosongkan mulutnya dengan menelan “Ada yang ingin aku bicarakan, apa Kakak punya waktu sebentar?”


“Bicaralah” Hazar masih berdiri di tempatnya, memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana, dan satu tangan lagi memegang ponsel.

__ADS_1


“Apakah boleh aku membawa Bibi Fatma untuk tinggal di sini?” Tanya Alin ragu. Mata Hazar menatapnya dengan tajam.


“Terserah”


“Terimakasih Kakak, dan apa boleh aku menginap di rumah sakit malam ini?” Suara Alin terdengar sangat riang.


Hazar yang kala itu nyaris membuka pintu urung dia teruskan, berbalik badan, dan menatap Alin. Alin yang di tatap sedemikian, seketika membeku di tempatnya.


“Aku akan pulang ke rumah jam delapan nanti malam” Alin berkata lirih, wajahnya terlihat murung, kembali masuk ke kamar mandi di iringi oleh tatapan Hazar.


Saat Hazar sampai di lantai bawah, Karin dan Pak Naf telah menunggunya.


“Apa supir untuk Istriku sudah datang?” Tanya Hazar.


“Sudah tuan” Jawab Karin.


“Suruh dia ke ruangku” Hazar masuk ke ruang kerjanya, di ikuti oleh Pak Naf. Tak lama kemudian Karin dan seorang laki-laki pun menyusul masuk.


*


“Aku kira bakalan bisa hidup bebas, tapi nyatanya” Alin menggerutu sambil memilih-milih baju dalam lemari “Ternyata Hazar memang jelmaan Kakek”


Saat Alin turun ke bawah, Bibi Yona telah menunggunya di depan tangga “Selamat pagi Nona” Sapa Bibi Yona.


“Pagi juga Bibi”


“Mari saya antar Nona ke ruang makan”


“Tapi Nona. Tuan muda sudah berpesan kepada kami untuk menyiapkan sarapan Anda”


“Baiklah Bibi” Alin terpaksa pergi ke ruang makan “Mengapa dia selalu suka merepotkan orang lain” Alin merutuk Hazar dalam hati.


Saat Alin telah duduk bersiap hendak makan, telinganya menangkap suara Angel yang sedang berbicara dengan beberapa pelayan.


“Wanita seperti apa yang baru bangun jam segini, sungguh merepotkan orang lain saja. Apa kalian tahu bahwa Tuan Hazar hannya terpaksa menikahinya?” Angel


“Benarkah? Tapi tadi aku dengar dari pelayan yang membersihkan kamar Tuan Hazar katanya, Tuan Hazar sangat beringas di malam hari, sampai-sampai pakaian dalam Nona Alin bertebaran di seluruh ruangan, dan saat Bibi Yona hendak membangunkan Nona Alin malah di cegahnya. Katanya, biarkan saja, dia pasti kelelahan”


Terdengar pekikan tertahan beberapa pelayan. Alin hampir tersedak mendengar ucapan pelayan barusan, namun ia berusaha untuk terlihat tenang saja.


“Bukankah Tuan Hazar sangat romantis”


“Tidak mungkin, pasti kejadiannya tidak seperti yang kalian bayangkan. Tuan Hazar sangat benci menyentuh dan di sentuh orang lain” suara Angel terdengar kesal.


“Tapi. Jika Tuan Hazar tidak suka dengan Nona Alin, mereka pasti akan pisah kamar. Tapi Tuan Hazar mau saja tinggal satu kamar dengan Nona Alin.


“Itu karna Nyonya Rosa sudah menyiapkan segala keperluan Nona Alin di dalam kamar Tuan Hazar” Jawab Angel.


“Tetap saja! Di rumah ini kan masih banyak kamar yang lainya. Tuan Hazar tidak akan susah untuk pindah ke kamar yang lain. Atau menyuruh Nona Alin untuk pindah ke kamar yang lain”

__ADS_1


“Diamlah kalian. Pergi kerja sana” Usir Angel.


Alin hanya geleng-geleng kepala tetap melanjutkan sarapannya. Bagi Alin Bukan hal baru lagi jika ada orang yang tidak suka padanya. Setelah menyelesaikan sarapannya Alin pun berdiri.


“Apa Anda sudah selesai Nona” Bibi Yona muncul dari arah belakang.


“Sudah Bibi”


“Apa Anda akan berangkat sekarang?”


“Hmmm, iya” Jawab Alin.


“Bobi sudah menunggu Anda di luar Nona”


“Bobi!? Siapa dia?” Tanya Alin.


“Sopir baru Anda Nona”


Alin pun pergi keluar di antar oleh Bibi Yona sampai teras.


“Selamat pagi Nona” Sapa Bobi.


“Pagi. Apa Anda yang akan mengantar saya? Tanya Alin.


“Iya Nona”


“Kalau begitu, karna ini hari pertama Anda bekerja dengan saya, Anda boleh istirahat Hari ini” Ujar Alin.


“Tidak perlu Nona. Saya akan bekerja mulai hari ini” Bobi menjawab cepat “Tuan Hazar sudah menugaskan saya untuk mengantar Anda kemana pun Anda pergi Nona”


Alin menghela napas “Mana kunci mobilnya?” Tanya Alin.


“Tapi Nona”


“Sudah. Cepatlah” Desak Alin.


“Nona, Tuan Hazar akan marah bila Anda pergi sendirian!” Ujar Bibi Yona. Bobi mengangguk cepat mengiyakan ucapan Bibi Yona barusan.


“Aku akan memberi tahunya nanti. Cepatlah mana kunci mobilnya” Desak Alin.


Akhirnya Alin pun bisa pergi sendirian, dengan mengancam akan memecat sopir barunya itu. Alin sangat benci bila ia harus di kekang, di kawal kemana pun dia pergi. Sudah bisa dia pastikan Bobi bukan hanya sopir biasa, dengan badan yang tinggi dan tubuh berotot seperti itu Bobi lebih cocok jadi Bodyguar dari pada sopir.


*


“Nona ini sudah hampir jam delapan malam. Apa Anda tidak akan pulang?” Tanya Bibi Fatma. Alin masih uring-uringan di atas kasur.


Tadi pagi ketika Alin baru datang ke ruangannya. Alin langsung menceritakan betapa tidak sukanya dia tinggal bersama Hazar, yang ternyata adalah jelmaan kakeknya yang Suka mengatur dan berbuat seenaknya.


“Aku akan menginap di sini!” Alin duduk “ Kita lihat seperti apa dia akan memarahiku. Kalau hukumannya lebih berat dari hukuman Kakek, Aku akan mencari suami baru, atau aku akan menjebak sekretaris Jon untuk tidur denganku” Ujar Alin. Kembali berbaring di kasur Bibi Fatma.

__ADS_1


Bibi Fatma menggeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2