
Pagi ini seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga setelah selesai sarapan pagi ini.
Orang tua dari Ergi dan Reno ikut menginap selesai acara kemarin.
Rencananya mereka akan mengadakan acara liburan bersama menuju negara F. Tentu dengan mempertimbangkan segala sesuatunya terlebih dahulu.
"Bagaimana kalau kita ke sana sesudah Sha lahiran? Baby juga harus cukup umur juga kan," saran Reno.
"2 atau 3 bulan lagi dong?" timpal Ana menghitung tanggal.
"Ya sekitar segitu lah. Tapi kalau ada usul lain juga ngga papa," ucap Reno mengiyakan dengan memberi kesempatan yang lain bicara.
"Kalau baby Elard udah boleh terbang sekarang sekarang juga ngga papa sih. Kita bisa di sana sampai Nasha lahiran," usul Farzan santai, tidak memikirkan pekerjaan sama sekali.
"Inget berkas numpuk. Mau liburan apa berenti kerja?" ejek Brady sedikit kesal juga. Ujung ujungnya nanti dia juga yang akan repot.
"Bisa kita pantau dari jauh kan? Tapi terserah juga sih," ucap Farzan mengedikkan bahu acuh.
"Jangan terlalu lama Za. Aletta juga masih masuk kampus kan," sanggah Zetta.
"Yaudah setelah Nasha lahiran aja ke sananya. Kalau untuk sekarang sekarang kita ke villa di daerah J aja," usul Eve.
"Nah bener sih kata istri Gue, dari pada ngga jadi mending yang deket dulu aja, yang jauhnya nanti nyusul," ucap Sean menyetujui.
"Tapi kita mau pergi berapa hari?" tanya Nasha yang diangguki para wanita, mereka harus menyiapkan semuanya kan.
"Sekitar 7 atau 10 hari mungkin?" pendapat Farzan dan meminta saran lewat nada bicara juga pandangan mata.
"10 hari deh," sahut Kylla semangat.
"Bocil satu itu pasti mau main ke pantai kan? Padahal kita ngga ke pantai," ucap Ana memulai keributan.
"Hih! Ana kenapa suka jawab sih kalau Kylla ngomong?! Kan Kylla tanya yang lain, bukan Ana," galak Kylla melebarkan kedua bola matanya. Bukannya takut, yang lain malah menatapnya gemas.
"Yo istri Lo," desis Deon tak suka pada Zargio.
"Sutt Baby jangan mancing mancing dulu, oke?" bisik Zargio di telinga Ana agar suasana tidak berubah sementara ini.
"Yahh.. padahal lagi seru nih," lesu Ana kehilangan kesempatan untuk berdebat.
__ADS_1
"Nanti aja kalau udah beres baru lanjut lagi," bisik Zargio menyemangati Ana.
Benar saja setelah mendengar hal itu Ana kembali antusias dan duduk tenang mendengarkan rencana yang sedang di susun mereka.
...----------------...
"Oke fix 10 hari. Villa deket pantai di atas bukit pesisir. Jarak antara villa dan pantai 15 menit sedangkan untuk ke daerah perkebunan 5 menit saja. Dan itu adalah villa milik pak bos kita, siapa lagi kalau bukan Farzan Adya Lakeswara," ucap Brady setelah semua kesepakatan dan juga keinginan di tampung, akhirnya terdapat kesimpulan ini.
"Untuk kendaraan kita pakai mobil van yang biasa aku sewakan, kira kira 4 atau 5 mobil cukup kan ya?" ucap Farzan sambil mengetik sesuatu lewat ponsel miliknya.
"Bodyguard jaga jaga 8 mobil depan tengah belakang," ucap Deon tidak ingin terjadi sesuatu di jalan nanti.
"Ini kita sekalian nunggu hari pernikahan Brady dan Tery kan ya?" tanya Fera menghitung berapa hari lagi acara itu dilaksanakan.
"Iya MaFe (Mama Fera). Kemarin ada sedikit masalah yang terjadi dan aku takut itu mempengaruhi kita semua atau bahkan membahayakan," angguk Farzan mengiyakan.
Yang lainnya sedikit tercengang mendengar penuturan dari Farzan kali ini. Kecuali para lelaki tentunya, mereka sudah lebih dulu membicarakan ini tanpa sepengetahuan para pasangannya.
"Untuk masalah orang tua dari Mita maupun Tery bisa ikut juga atau kalau tidak bisa, kita beri penjagaan di sekitarnya nanti," Farzan menghela nafasnya ketika harus banyak menjelaskan seperti ini.
"Mereka juga ada urusan mendekati hari h ini, jadi tidak bisa ikut," timpat Tery memberitahu. Kedua Orang tuanya tidak bisa ikut jika harus pergi lama.
"Oke. Jadi beberapa hari lagi kita kumpul di sini ya? Semua perlengkapan bisa mulai disiapkan dari sekarang," ucap Zetta menyediakan tempat kumpul.
Yang lain mengangguk sambil berkata 'oke' menyetujui usulan dari Zetta.
Rencananya sekitar weekend nanti mereka berangkat dan langsung menuju daerah J. Perkiraan perjalanan nanti membutuhkan waktu sekitar 20 jam kurang lebih dari kota ini.
...----------------...
Selesai dengan merencanakan hal tadi, semua kembali ke kamar masing masing untuk sedikit beristirahat kembali.
Apalagi kemarin para wanita sudah terlalu lama di luar dan pasti acara kemarin menguras tenaga mereka, jadi lebih baik waktunya di pakai untuk istirahat.
"Besok kita juga pulang dulu ke rumah kan?" tanya Nasha mengingat yang lainnya akan kembali dulu ke rumah masing masing untuk persiapan pribadi besok.
"Kamu maunya gimana?" tanya Farzan lebih mementingkan keinginan Nasha.
Kalau untuk kebutuhan mereka berdua sih, bisa di ambil dari pakaian yang ada di sini atau bahkan bisa membeli baru sekalian, tapi pasti Nasha tidak akan mau jika harus beli lagi pakaian.
__ADS_1
Apalagi nanti rencananya, Farzan akan menginap di mansion Lakeswara sampai waktu melahirkan tiba.
Farzan ingin jika dia ada keperluan untuk ke perusahaan, Nasha ada teman di rumah. Setidaknya Aletta juga pasti akan menemani Nasha jika di sini.
"Em.. engga usah deh. Nanti bulak balik," ucap Nasha berpikir untuk mempertimbangkan dulu sebelum menjawab.
"Oke. Nanti kalau ada yang kurang bisa minta tolong di anter sama maid di rumah," ucap Farzan mengiyakan dan sedikit memberi saran.
"He em, nanti tapi kita belanja ya? Buat cemilan di jalan sama di sana nanti," angguk Nasha sambil meminta untuk pergi belanja makanan.
"Oke. Besok tapi ya? Sekarang kamu harus istirahat dulu," ucap Farzan mengelus pipi Nasha yang ada di depannya.
Posisi mereka memang sedang duduk di atas ranjang dan Nasha berada di depan Farzan, menonton serial film animasi terbaru.
"Masa baru juga bangun udah di suruh tidur lagi sih," gerutu Nasha pelan, tapi masih bisa Farzan dengar.
"Soalnya kalau malam kamu bakal susah tidur, jadi aku suruh banyak istirahat sekarang," bisik Farzan yang mana membuat Nasha malu dengan wajah merah padam.
"Ehehe, Kak Arza pasti kebangun ya? Tapi pura pura merem kan," tebak Nasha yang diangguki Farzan terkekeh kecil.
"Hehe, iya," balas Farzan tidak membantah.
Farzan akan berpura pura melenguh dan membawa Nasha ke dalam dekapannya agar Nasha bisa kembali tertidur, atau jika Nasha sudah sangat tidak nyaman baru Farzan akan terbangun.
Tontonan Nasha belum ada setengah jalan, tapi sepertinya obrolan ringan juga usapan lembut dari Farzan membuat Nasha terlena untuk memejamkan matanya.
Tidak sampai 10 menit, Nasha yang tadinya menolak untuk tidur kini malah sudah terlelap dengan tangan memeluk sebelah tangan Farzan yang ada di hadapannya.
"Hehe, kamu selalu menggemaskan Sayang" Farzan terkekeh melihat kebiasaan Nasha yang gampang tertidur ini.
Tidak lama, tangannya mengambil remot untuk mematikan film yang masih berjalan itu dan ikut memejamkan matanya setelah menaruh bantal di sekitaran Nasha agar tidurnya nyaman.
...----------------...
happy reading..
tandai typo yah, hehe..
bye bye
__ADS_1