
5 bulan kemudian...
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sudah hampir 7 bulan berlalu sejak saat pertemuan para sahabat baru itu.
Usia kandungan Nasha juga sudah masuk 26 minggu atau hampir mendekati 7 bulan.
Dalam beberapa bulan belakang, Nasha dan juga para istri dari sahabat suaminya Farzan, lebih sering berinteraksi lewat sambungan telepon atau pesan grup yang mereka buat.
Pernah satu kali mereka bertemu di Mall milik Farzan bersama dengan Rumi dan Diel serta tunangan dari Diel, Sera (maaf kalau salah sebut nama, aku lupa soalnya hehe).
Untungnya mereka juga bisa berkenalan dengan akrab dan mengobrol dengan nyambung.
Tapi sayang Rumi sudah akan pindah ke luar kota bersama dengan calon suaminya. Kebetulan keluarga suami serta orang tuanya ada di satu kota yang sama, jadi mereka memutuskan menikah di sana dan mempersiapkan dari sekarang, jadilah akan sulit untuk bertemu dengan Rumi kembali.
Sedangkan Diel dan Sera akan menikah di tahun depan, hanya saja beberapa bulan ke depan mereka akan pergi ke negara T untuk membuat bisnis kuliner di sana.
Soal kuliah? Nasha sudah lulus 2 bulan yang lalu, tentu saja semua itu berkat bantuan Farzan yang selalu ikut menemani membuat skripsi bahkan Farzan ikut menemui dosen pembimbing Nasha.
Karena hasil skripsi milik Nasha di anggap sudah tidak ada yang perlu di revisi lagi, jadi dia bisa menyelesaikannya dan juga sidang dengan lancar.
Farzan tentu saja bangga pada istrinta itu, dia bahkan memberikan hadiah satu rumah di pulau pribadi atau bisa di bilang sebenarnya Farzan memberikan hadiah pulau itu pada Nasha. Hanya takut Nasha marah dia bilang hanya membuatkan rumah di sana saja.
Untuk keluarga kandung Nasha? 3 bulan yang lalu mereka sudah meminta maaf dan juga memperbaiki kesalahannya. Nasha dengan senang hati menerima maaf dan juga bahagia karena keluarganya bisa kembali lagi.
Namun sayang, tepat saat akan mendatangi acara 4 bulanan Nasha, mobil yang mereka kendarai terlibat kecelakaan beruntun dengan 4 mobil lainnya.
Naasnya mobil yang ditumpangi mereka terlempar cukup jauh dan mengakibatkan tidak ada yang selamat saat itu.
Nasha tentu saja sangat sedih, bahkan hampir depresi jika saja Farzan tidak ada di sisinya dan juga menenagkannya yang sedang kalut itu. Bahkan saat itu kandungannya kembali bermasalah karena Nasha mogok makan selama hampir kurang lebih empat hari.
Seiring berjalannya waktu Nasha mulai menerima dan mengikhlaskan semua itu dan mulai menata kembali kehidupannya bersama dengan Farzan.
...----------------...
2 minggu lagi adalah acara 7 bulanan yang akan di gelar di salah satu hotel mewah milik Farzan eh bukan tapi milik Nasha.
Wanita itu bahkan terlihat begitu menggemaskan dengan perut bulat serta pipi yang seperti akan tumpah saking banyaknya dia makan beberapa bulan ini.
"Sayang aku mau pergi sama yang lain yah?" tanya Nasha yang sedang duduk di sofa ruangan Farzan.
Selama ini memang Nasha tidak pernah mau jauh dari Farzan maka dari itu dia selalu ikut ke perusahaan. Tentu saja Farzan sangat senang akan hal itu, bahkan menyambut baik keinginan Nasha ini.
"Kemana hm?" tanya balik Farzan dengan suara yang begitu lembut.
"Um katanya sih mereka mau ke Mall aja, di sana kalau mau makan atau belanja suka dikasih gratis. Kemarin aku beli es krim dikasih cuma cuma, baik bangetkan? Mereka kayanya lagi bagi bagi rezeki deh," ucap Nasha antusias.
Mall yang di maksud tentu saja ARCHA MALL miliknya sendiri. Dan lagi di sana ada Zargio yang mengelola walau sesekali berpindah pada cabang yang lain.
Tapi tentu saja semua pekerja di sana sudah mengetahui para istri pemegang saham di sana yang tak lain mereka berenam.
Bukannya tidak membayar, hanya saja semua tagihan akan bergilir di bayar oleh salah satu dari para pria karena memang itu kesepakatannya.
__ADS_1
Lagi pula mereka senang mengeluarkan uang untuk kebahadiaan pasangan mereka masing masing.
"Oh ya? Aku mau ikut juga dong," ucap Farzan pura pura tidak tahu.
"Iya! Em tapi nanti di sana perempuan semua Loh. Aku juga mau ajak Tery," ucap Nasha memperingati, walau dalam hati dia ingin sekali Farzan ikut.
"Engga papa. Lagian aku juga jarang ketemu sama sahabatku. Mumpung semua lagi di kota ini lebih baik kita ketemu di sana. Nanti kalau kalian mau jalan berenam juga ngga papa," usul Farzan, karena dia sempat bertukar pesan dengan para sahabatnya.
"Sebentar," ucap Nasha dengan wajah menatap ponsel dan juga kening yang mengernyit.
"Menggemaskan sekali istriku itu," gumam Farzan dengan suara pelan.
Farzan berjalan perlahan mendekati istrinya yang sedang fokus berkirim pesan dalam sebuah grup.
...Women Zone...
...Grup • 7 peserta...
...Ana, Billa, Eve, Kylla, Mita, Tery,......
•Ana
Jadi ngga kita?
^^^•Anda^^^
^^^Jadi^^^
^^^Tapi masa Kak Arza mau ikut🤔^^^
Sama Sean juga malah mau ikut☹
•Mita
3in
•Kylla
4in
•Billa
5in
•Tery
Kenapa sama semua sih? heran
^^^•Anda^^^
^^^Mungkin mereka lelah^^^
__ADS_1
•Ana
Random banget dah ini anak, sama kaya bocil satu lagi
•Kylla
Ana sirik aja😑
Sekilas percakapan mereka dalam grup itu. Hampir semua sama sama ingin suami mereka masing masing ikut. Padahal tadinya mereka mau girls time mumpung sedang ada di kota yang sama semua.
•Billa
Yaudah deh, dari pada ngga jadi mending bolehin ikut aja
^^^•Anda^^^
^^^Oke deh^^^
Akhirnya setelah berdebat sedikit mereka mau tidak mau menyetujui saja. Lagi pula mungkin mereka juga ingin bertemu jadi ya sudah tidak apa.
"Gimana?" tanya Farzan yang sudah duduk di sebelah Nasha.
"Eh!" kaget Nasha hampir menjatuhkan ponsel miliknya.
"Maaf Sayang. Kaget ya?" ucap Farzan meminta maaf dengan tangan mengelusi perut Nasha agar anaknya tidak ikut kaget.
"Iya kaget. Kamu kenapa udah di sini aja," ucap Nasha sambil cemberut karena masih sedikit kaget.
"Haha.. udah dari tadi loh aku di sini, cuma kamu fokus sama hp, jadi ngga akan tahu," ucap Farzan dengan memeluk Nasha gemas.
"Makin lama kenapa makin gemesin sih? Hm?," gemas Farzan dengan memeluk Nasha tidak terlalu erat.
"Bohong! Orang aku gendut gini kok," ucap Nasha tidak percaya.
"Kapan aku bohong?" tanya Farzan menaikkan salah satu alisnya.
"Em engga tahu," ucap Nasha dengan mengangkat kedua bahunya acuh.
"Ih gemes aku! Yaudah, sekarang kita pergi aja deh, nanti takut kemaleman pulangnya," ajak Farzan sambil mengangkat Nasha ala pengantin baru untuk menaiki lift di dalam ruangan.
"Kya! Kaget ih! Lagian aku juga udah berat, kasian kamu nanti," ucap Nasha dengan memeluk erat bahu Farzan karena takut terjatuh.
"Mana ada berat, kamu masih ringan juga. Lagian, kamu tenang aja, aku masih kuat buat sekedar gendong kamu gini," ucap Farzan dengan membanggakan dirinya sendiri.
"Ish tau ah," kesal Nasha dan menaruh kepalanya di bahu Farzan dengan mata yang terpejam.
...----------------...
sorry aku percepat alurnya karena takut ngebosenin😁
happy reading..
__ADS_1
tandai typo yah, hehe..
bye bye