Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Sedikit Reward


__ADS_3

“Saya terima syarat yang kamu berikan, besok saya akan datang ke rumah kamu setelah pulang dari kampus untuk membicarakan masalah ini,” ucap Farzan menyetujui syarat yang Nasha berikan. Mungkin akan sulit membuatnya langsung di terima, tapi apa salahnya mencoba kan? Meski ada maksud lain di dalamnya, tapi dia akan mencoba menjadi imam yang baik kelak. Jangan terlalu mencela orang lain, tidak ada yang tau semua itu baik atau buruk kecuali orang itu sendiri.


Mendadak Nasha diam kembali, dia tidak bisa berbuat apa apa lagi sekarang, saat syarat yang dia minta langsung disetujui dia tidak punya pilihan juga untuk menolak kembali. Dia punya prinsip yang tidak semua orang tau.


“Saya tidak punya hak untuk menolak atau apa pun itu, lakukanlah yang menurut Bapak baik, saya hanya akan jadi pemain yang mengikuti alur dari sutradara. Bapak mau menerima syarat yang saya ajukan saja saya sudah bersyukur. Terimakasih Pak dan Maaf,” ucap Nasha kemudian.


“Hem.. baiklah. Sekarang ikut saya ke bawah, banyak yang sudah menunggumu,” ucap Farzan yang membuat kening Nasha kembali berkerut bingung.


“Maksud Bapak?” tanya Nasha


Sebelum Farzan menjawab, suara ketukan pintu membuat mereka menoleh ke arah pintu karena sudah di beri ijin masuk oleh pemilik ruangan. Dan ternyata itu adalah Brady yang baru saja datang setelah peninjauan, yang langsung datang untuk datang ke acara kecil kecilan yang dia buat.


“Permisi Pak, di bawah semua sudah menunggu kehadiran Bapak dan Zaina, bisa kita mulai acaranya Pak?” lapor Brady dan menanyakan kesediaan mereka untuk turun.


“Baik. Kita turun sekarang,” ucap Farzan lalu berdiri dan memakai kembali jasnya dan Nasha hanya mengikuti mereka dari belakang.


Mereka pun turun menggunakan lift karyawan, setelah keluar dari lift mereka harus berjalan dulu ke aula yang letaknya ada di sebelah barat barulah sampai di aula tersebut.


Ceklek.. (anggap suara pintu dibuka)


Satu kata yang pertama Nasha lihat. Gelap. Ya, saat baru di buka aula tersebut gelap seakan tak ada apa pun disana. Dan Nasha masih berdiam diri di depan pintu sampai..


“SELAMATT ZAINA” teriak hampir seluruh karyawan disini. Termasuk Bos ralat calon suami dan rekan kerjanya yang lain. Kaget? Tentu saja, dia bahkan tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penghargaan seperti ini. Padahal yang dia lakukan hanya mengikuti sebuah presentasi. Tapi memang itu penting karena menyangkut kerja sama perusahaan. Tapi tetap saja, bagi Nasha ini begitu berarti.


“Hey sampai kapan kamu diam disana dan tidak memotong tumpeng yang ada di depan?” ucap Tery yang mengagetkan Nasha dari keterdiamanya. Mungkin Nasha masih syok.


“Eh.. mm.. ada apa eh bukan kenapa ada eh bukan bukan. Duh gimana cara ngomongnya ya, aku kaya orang linglung aja sih. Tapi emang iya sih,” gumam Nasha karena suaranya seperti tercekik, jadilah dia berdehem sebentar lalu melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


“Ini maksudnya apa ya Bu?” bingung Nasha. Dan semua orang tertawa mendengar perkataan Nasha barusan.


“Duh ini anak, gini saya jelasin ya. Karena kamu tadi berhasil memenangkan kerja sama jadi Pak Farzan memberikan reward kepada kami dengan memberikan jam bebas setelah makan siang, dan juga sedikit membuat syukuran kecil untuk keberhasilan kamu. Jadi kita berkumpul disini untuk menikmati hari ini sebelum besok kembali bekerja dengan lebih baik lagi. Mengerti?” ucap Tery menjelaskan, dan yang lain hanya menyimak saja.


“Oh gitu ya Bu, mm.. tapi kan saya baru sekali aja ikutnya, harusnya ini bukan untuk saya melainkan Pak Farzan karena beliau yang sudah bekerja keras,” ucap Nasha merendah.


“Bagi saya ini bukan suatu hal yang sulit karena saya dibantu orang orang hebat di belakang saya seperti kalian. Dan kamu Zaina, saya membuat acara ini sebagai apresiasi karena bisa mempelajari hal yang baru dengan singkat dan juga berhasil membuat perusahaan mendapatkan tanda tangan kontrak. Memang ini hal biasa, namun untuk sebagian orang hal ini luar biasa. Bahkan mereka sekalipun. Mulai sekarang enam bulan sekali kita adakan acara seperti ini atau kita buat liburan karyawan, agar mereka bisa bekerja dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan hasil yang terbaik terus menerus. Walaupun masalah pasti ada, jika kita percaya kita bisa, maka apa yang terjadi akan sesuai dengan harapan kita. Sekarang kita nikmati acara kali ini sebelum besok kita kembali ke aktivitas yang melelahkan. Silakan,” ucap Farzan seperti pidato singkat yang membuat mereka bertepuk tangan gembira, walau terkesan dingin tapi kali ini Farzan menunjukkan sisi lain yang sedikit hangat. Tapi ini baik untuk mereka. Kegembiraan ini berasal dari Nasha dan mereka berdoa agar Nasha selalu diberikan kebahagiaan dan keselamatan.


“Terimakasih Pak,” ucap mereka berbarengan. Acara pun dilanjutkan dengan memotong tumpeng oleh Nasha (walau dengan sedikit paksaan tentunya) dan memberikan tumpeng tersebut pada Pak Farzan, tadinya dia mau memberikan itu kepada Bu Tery, Bu Eno, dan teman temannya yang lain. Tapi mengingat mereka sudah mempunyai jatahnya masing-masing jadi tumpeng itu dimakan oleh Farzan dan Nasha, sisanya mereka akan memberikan itu pada beberapa penjaga atau juga dibawa pulang. Tapi rasanya tidak mungkin untuk Nasha bawa pulang karena dia belum siap untuk kemungkinan yang akan terjadi nanti.


Acara sebenarnya masih berlangsung, bahkan mungkin akan sampai pertengahan malam nanti. Sekarang waktu menunjukkan angka 6.40 p.m. artinya Nasha harus segera pulang sekarang. Dan sedari tadi Diel sudah meneleponnya terus menerus, juga serentetan pesan singkat yang mengatakan dia sudah berada di depan lobby untuk menunggunya. Karena itu Nasha meminta ijin untuk pulang lebih dahulu.


“Pak maaf, saya ijin pulang lebih dulu ya? Teman saya sudah menunggu saya di depan,” ijin Nasha kepada Farzan.


“Siapa temanmu itu? Apa yang tadi pagi?” tanya Farzan


“Iya Pak, karena saya tadi berangkat bersama dengannya, maka pulang juga demikian. Orang tua saya tidak mengetahui saya pergi bekerja jadi dia datang untuk mengantarkan saya pergi dengan alasan mengantarnya. Ada lagi yang Bapak ingin tahu? Karena saya sudah terlambat untuk pulang,” jawab Nasha sambil terus menerus melihat jam tangannya.


“Hm.. huh.. (tarik nafas, hembuskan) bukannya saya menolak Pak (emang nolak sih), tapi bukannya besok Bapak akan datang ke rumah? Jadi lebih baik hari ini saya pulang bersama teman saya, lagi pula jika saya tidak pulang dengannya orang tua saya bisa curiga. Saya akan membicarakan masalah ini nanti pada mereka, agar tidak ada kesalahpahaman nanti,” ucap Nasha menolak.


“Kalau begitu saya ijin pulang lebih dulu Pak, semoga rencananya besok lancar,” lanjut Nasha, dan Farzan hanya terdiam dengan pandangan lurus ke depan.


“Temen temen aku pamit pulang duluan ya, maaf gabisa lama, soalnya keburu malem, dadah semua. Makasih ya,” ucap Nasha pada rekan kerjanya yang lain, dan dibalas anggukan dan melambaikan tangannya.


Nasha pun keluar dari aula dan mendekati Diel yang sedang bersandar di samping pintu penumpang sambil memainkan ponselnya. Saat menyadari ada yang datang dia mengalihkan pandangannya pada orang yang sedang mendekat ke arahnya, orang itu adalah Nasha.


“Hai.. maaf lama menunggunya ya? Aku ada acara dulu sebelum pulang, hehe,” ucap Nasha diakhiri cengirannya.

__ADS_1


“Kebiasaan ga ngabarin. Tapi gapapalah. Udah yu sekarang kita pulang, takut dicari-in sama Ibu Ayah,” ucap Diel yang diangguki oleh Nasha dan Diel membukakan pintu penumpang untuk Nasha duduk.


“Makasih,” ucap Nasha sambil menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk tanda love dalam bahasa Korea. Diel hanya mengusap kepala Nasha lalu menutup pintu dan berjalan ralat sedikit berlari ke sisi tempat duduk di belakang kemudi.


Tanpa mereka sadari, lagi lagi Farzan memperhatikan semuanya. Bahkan dia heran karena Nasha bisa sedekat itu bersama temannya sampai bertingkah seperti anak kecil. Berbeda sekali dengan kedewasaan yang dia tunjukan. Mungkin sifatnya itu berlaku untuk orang terdekatnya saja. Mungkin. Entahlah, bukan saatnya memikirkan itu, sekarang dia harus menyiapkan untuk besok dan juga minggu depan. Kenapa minggu depan? Karena dia akan membawa serta kedua orang tua serta keluarganya yang lain.


“Brady siapkan segala sesuatunya untuk minggu depan, dan siapkan penjagaan yang ketat padanya mulai sekarang, suruh Saka (orang kepercayaannya di perusahaan miliknya) mengawasinya ke mana pun dia akan pergi nanti, awasi sekitar rumahnya juga, jangan sampai terjadi sesuatu disana,” ucap Farzan yang menyadari Brady ada di belakangnya jadi sekalian saja dia bicara sekarang pikirnya.


“Baik. Akan saya laksanakan. Untuk tempat bagaimana?” tanya Brady memastikan.


“Untuk besok dan 2 hari ke depan hanya di rumah. Untuk minggu depan siapkan sebuah Garden Party untuk lamaran resmi,” ucap Farzan


“Baik,” ucap Brady dan langsung menyiapkan segalanya, juga memerintahkan orang orang kepercayaan Farzan memperketat penjagaan.


Jika kalian penasaran dari mana orang yang mengikuti Nasha sewaktu pergi berbelanja, maka jawabannya adalah mereka orang kepercayaan Farzan. Tapi ada 2 orang yang memang selalu mengikuti Nasha dan itu orang suruhan Diel. Diel memang dari keluarga terpandang, hanya saja dia memilih hidup sederhana selama kuliah. Perusahaan keluarganya cukup besar, walaupun tidak sebesar perusahaan keluarga Farzan. Dan Cafe yang pernah dia datangi, itu Cafe miliknya yang baru dibangun sekitar 1 tahun yang lalu dengan menggunakan uang tabungannya sendiri.


Jika kalian berpikir Diel lebih hebat karena membangun Cafe menggunakan uang sakunya sendiri. Kalian salah. Tanpa ada yang tau, bahkan Farzan memiliki perusahaan keamanan yang tersebar di beberapa Negara besar, perusahaannya juga yang sering di pakai oleh beberapa petinggi untuk memakai jasa seperti pengawal atau hal lainnya. Perusahaan yang dia bangun tanpa campur tangan keluarganya. Beberapa peretas handal juga menjadi orang kepercayaannya untuk menjaga keamanan perusahaan keluarganya. Dan jika ada yang bermain main maka dia duluan yang mengetahuinya dan bertindak lebih dulu untuk memberantasnya.


.


.


.


.


maafkan kalo ga nyambung ato apapun itu..

__ADS_1


masih belajar soalnya hehe..


bye bye..


__ADS_2