
"Arza! Kamu bener bener ya, masa masalah serius kaya gini ngga langsung kasih tahu Momy sih!" geram Zetta ketika mendatangi anaknya yang tengah sarapan dalam kamar bersama istrinya.
"Apa sih Mom," malas Farzan yang sedikit kaget melihat Zetta tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu diikuti Zeroun.
Aletta sedang ada kegiatan di luar jadi tidak bisa ikut. Tapi bukan berarti Aletta bebas, puluhan bodyguard bayangan bahkan yang terang terangan ada di sekitarnya tanpa diketahui oleh orang awam. Karena teman teman Aletta sudah tahu dan memaklumi hal itu.
"Momy kenapa?" tanya Nasha bingung, tadi dia juga tersentak kaget karena pintu langsung di buka begitu saja.
"Eh anak kesayangan Momy. Engga ada apa apa kok nak," ucap Zetta berbeda 360° saat mendengar suara dari anak cantiknya yang di klaim kesayangannya setelah Aletta.
"Assalamualaikum Momy, Daddy," ucap Nasha karena tadi Orang tuanya ini lupa mengucap salam.
"Wa 'alaikumsalam," jawab Zetta dan juga Zeroun bersamaan.
"Maaf ya tadi Momy lupa, hehe," cengir Zetta meminta maaf, sadar dirinya memang salah.
"Udah selesai sarapannya belum? Masih mau makan apa ngga? Nanti Momy buatin deh," cerocos Zetta sambil mengusap sayang kepala Nasha.
"Ini juga masih ada Momy, nanti kalau aku mau makan lagi apa pun pasti bilang Momy kok," ucap Nasha menunjukkan piring berisi setengah lagi nasi goreng dengan tambahan telur dan nugget ayam, jangan lupakan sayuran yang harus selalu ada, kali ini sayurnya di buat salad, tentu karena permintaan Nasha sendiri.
"Momy jangan ganggu deh, mending tunggu di luar atau kemana gitu," kesal Farzan yang diganggu waktu untuk berduaan dengan istrinya.
"Dad masa anak kamu usir aku?! Padahal aku masih mau sama anak kesayangan aku," rajuk Zetta mengadu pada Zeroun.
"Berani kamu Za?" peringat Zeroun karena malas berdebat panjang.
"Ya engga lah," gumam Farzan malas.
"Yaudah kamu mending makan lagi aja Sayangnya Momy, biarin aja anak satu itu ngga usah di hiraukan," ucap Zetta seolah Farzan ini pengganggu, padahal kan, hm.
"Serah Momy aja, yang penting happy," pasrah Farzan yang duduk di sofa bersama dengan Daddynya membahas masalah bisnis.
Nasha kembali makan sambil sesekali disuapi oleh Zetta karena paksaan Zetta tentunya.
Setelah makanannya habis Farzan berniat untuk membawa Nasha menuju ruang periksa di samping ruangan miliknya ini, untuk memastikan jika kondisi Nasha baik baik saja.
Awalnya Zetta bingung kenapa Farzan bilang akan pergi ke ruang sebelah dulu sebelum menengok baby boy yang baru saja lahir kemarin malam, namun setelah tahu apa yang terjadi, tentu saja Zetta malah panik tidak karuan.
__ADS_1
Tapi karena langsung di jelaskan Zetta jadi sedikit lebih tenang namun tetap khawatir dengan kondisi menantu kesayangannya ini.
...----------------...
Hasil pemeriksaan tadi, tidak ada yang serius. Hanya sedikit kram yang biasa terjadi pada Nasha seperti dulu. Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena ini tidak membahayakan. (please.. ini ngarang ya, hehe)
Mereka yang mendengar tentu bernafas lega mendengar hal itu, namun tetap saja Farzan tidak akan membiarkan Nasha berjalan selama satu minggu atau bahkan lebih agar hatinya tetap tenang.
Zetta dan Zeroun ikut saat Nasha di periksa karena ikut khawatir, juga agar bisa menjaga menantunya nanti dengan menanyakan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Nasha kedepannya sampai waktu melahirkan nanti.
Tentu saja dengan Zetta yang paling antusias dengan semua hal itu. Apalagi ini cucu pertama di keluarga besarnya juga suaminya.
...----------------...
Selesai pemeriksaan, mereka berempat berjalan menuju ruangan Billa dan juga Reno untuk menengok baby baru.
Dulu waktu Elhan mereka langsung melihat setelah usianya kurang lebih sudah 2 bulan, itu pun setelah tahu dari Farzan sewaktu sahabatnya pulang dari mansion miliknya.
"Assalamualaikum everybody," salam Zetta dengan yang lainnya bersamaan, hanya suara Zetta lebih mendominasi.
"Cucu aku mana nih?" tanya semangat Zetta.
"Lagi di dalem nyusu dulu Mom, baru bangun tadi soalnya," jawab Eve yang memang sudah bangun lebih dulu.
"Oalah yaudahlah nunggu aja dulu," ucap Zetta mengangguk angguk sambil duduk di sofa yang kosong.
"Ini kalian kenapa ngga pernah tengok Momy hah?! Udah lupa ada Momy di sini!" kesal Zetta melihat sahabat dari anaknya yang sudah dianggap anak juga olehnya.
"Hehe, maaf Mom, kemarin kita pada beda kota," ucap Sean canggung merasa bersalah.
"Bohong Mom, emang mereka setipe sama Arza aja," ucap Brady memanasi sambil menatap licik pada sahabatnya yang lain.
"Halah beda kota beda kota, heli diciptain untuk apa? pajangan?" delik Zetta kesal. Orang kaya Zetta mah bebas dah.
"Mom matanya," peringat Zeroun menatap istrinya sedikit tajam.
"Ehehe ya maaf Dad," cengir Zetta.
__ADS_1
"Udahlah Momy males sama kalian. Lagian kamu kalau bukan karena mau nikah, sama aja kaya mereka," ucap Zetta diakhiri melirik Brady dengan sinis.
"Eh hehe, maaf Mom aku juga sibuk," ucap Brady menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
"Yang lain pada bobo ya?" tanya Nasha melihat Ana, Kylla, dan Tery masih terlelap.
Mita dan Ergi masih dalam perjalanan ke rumah sakit, karena semalam anaknya rewel, akhirnya mereka pulang menggunakan helikopter milik Farzan yang memang di ada di dekat rumah sakit.
Dan sekarang sepertinya mereka baru saja mendarat di atap, baru setelahnya turun satu lantai dan lanjut menaiki lift menuju ruangan Billa.
"Assalamualaikum," sapa Ergi dan Mita berbarengan begitu masuk kamar rawat itu.
Yang lain menjawab salamnya dan melanjutkan obrolan sambil menunggu Billa selesai menyusui anaknya.
Frans tadi keluar sebentar untuk menandatangani berkas penting, dan baru masuk kembali ke kamar setelah semua berkas selesai.
"Cucu Grandma yang ini udah tambah embul aja sih, udah mamam apa aja hm?" tanya Zetta mengajak ngobrol Elhan.
"Banyak Grandma, udah mamam bubur sama buah yang di halusin," ucap Mita sambil menirukan suara anak kecil.
"Iii gemes Momy, nanti kalau lebaran cucunya udah banyak deh. Akhirnya bisa bagi bagi thr yang banyak lagi," ucap Zetta antusias.
Mungkin bulan ramadhan tahun depan nanti sudah ada cucu cucunya yang akan di beri thr olehnya, biasanya dia hanya memberi keponakan dan juga anaknya dan itu hanya sedikit saja. Kalau nanti kan tambah 3. Eh tidak, otw 6 atau bahkan 7 langsung nanti.
Zetta sungguh tidak sabar menantikan hal itu. Belum lagi ada partnernya Arni yang bisa diajak membeli baju bayi yang lucu bersama nanti. Semua itu sudah dia susun dalam kepalanya, entah nanti akan terwujud langsung atau bertahap, yang jelas semuanya dia pastikan akan terealisasikan, hehe.
...----------------...
Nama anaknya masih dipikirin, haha.
Maaf kalau kurang nyambung atau membosankan atau hal lainnya ya, hehe.
happy reading..
tandai typo yah, hehe..
bye bye
__ADS_1