Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Menyadari semua hanya mimpi


__ADS_3

“Acha mana?” tanya Farzan dengan sedikit panik.


“Acha siapa? Kan yang waktu itu Lo temuin bukan Acha,” bingung Brady yang baru saja mendekat ke arah ranjang Farzan.


“Bukan. Ini Acha yang sebenarnya! Dia ngga meninggal kan?” panik Farzan dengan mata menoleh ke sana kemari.


“Siapa yang meninggal sih Za, orang kaga ada yang meninggal,” ucap Brady yang semakin bingung.


“Lo bangun bangun kok aneh sih Za?” lanjut Brady dengan aneh melihat tingkah Farzan yang gelisah.


“Apaan sih Lo! Gue mau ketemu Acha pokonya,” bentak Farzan yang akan beranjak dari ranjang rumah sakit.


“Mau kemana Lo? Acha siapa sih? Kan belum ketemu lagi,” kesal Brady yang menahan tubuh Farzan agar tidak terjatuh.


Farzan yang memaksa bangun itu merasa kepalanya begitu sakit dan juga tangannya seperti tertahan sesuatu. Begitu melirik ke samping kiri, ternyata tangan kirinya sedang terpasang infus.


“Nah sakit kan kepala Lo! Makannya tiduran aja!” ucap Brady yang masih kesal saat melihat Farzan memegangi kepalanya.


Farzan hanya diam saja masih mencerna apa yang terjadi saat ini dan kenapa tangannya harus sampai di infus.


“Lo tuh udah ngga bangun 2 hari, eh pas bangun malah jadi aneh gini,” gerutu Brady karena keanehan Farzan ini.


“Lo tuh makannya kalau lagi ngga fit bilang aja kenapa sih? Bukannya Gue ngga mau rawat Lo, cuma Gue bingung harus kabarin istri Lo atau ngga. Kemarin Bu Ningrum telpon Gue, dia khawatir karena Nasha udah beberapa hari ini ngga nafsu makan, paling makan 2 lembar roti abis itu udah. Gue jadi bingung harus kasih tahu Nasha keadaan Lo atau ngga, tadinya kalau sampai besok Lo ngga Bangun juga baru Gue kabarin Nasha. Secara orang tua Lo pasti bakal pantau keadaan Lo dari orang kepercayaannya,” jelas Brady yang jatuhnya seperti orang sedang curhat.


“Istri? Nasha?” gumam Farzan dengan kening yang mengerut. Tunggu berarti?, batin Farzan menerka.


“Kita baru sampe dimana?” tanya Farzan memastikan.


“Negara S. Baru aja 3 hari yang lalu,” jawab Brady.


“Ini masih bulan April?” tanya Farzan lagi.


“Iya masih awal bulan juga. Lo kenapa sih nanya nanya gitu,” heran Brady bercampur kesal, ya masa tanggal sama bulan aja lupa, batin Brady.

__ADS_1


“Berarti yang tadi itu hanya mimpi? Arfa atau Acha masih ada. Tunggu apa tadi kata Brady Arfa ngga nafsu makan? Mungkin kah yang ada di mimpi itu benar?” batin Farzan memikirkan semuanya.


“Gue harus pulang sekarang!” ucap Farzan tiba tiba dan tidak ingin di bantah.


“Lo masih sakit juga!” protes Brady tidak mau kalah juga.


“Pokonya Gue mau balik hari ini juga!” kesal Farzan.


“Kita tanya dokter!” ucap Brady tidak mau di bantah.


Biar saja masalah perusahaan nanti di urus lewat jarak jauh. Tapi orang orang yang menurut mimpi Farzan di curigai akan dia selidiki lewat suruhannya nanti.


...----------------...


Tidak lama dokter datang dan memeriksa keadaan Farzan. Dokter bilang keadaan Farzan mulai membaik tinggal demamnya saja yang belum turun. Infus juga bisa di lepas setelah habis nanti.


“Saya bisa pulang hari ini?” tanya Farzan dingin.


“Maaf Tuan, kalau bisa besok atau lusa, tunggu sampai demamnya turun,” ucap Dokter itu dengan sopan.


“Lo dengerin dokter aja kenapa sih! Lagian besok atau lusa Lo langsung bisa balik,” kesal Brady karena Farzan keras kepala.


“Gue bisa di rawat di sana. Sekarang Gue khawatir sama keadaan Ac eh Arfa,” ucap Farzan yang memang tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.


“Oke! Kita pulang hari ini setelah infus Lo habis,” ucap Brady yang tidak lagi bisa menahan Farzan.


Brady juga merasa bersalah pada Nasha karena tidak memberi kabar keadaan Farzan. Dan lagi Ningrum juga bilang Nasha belum keluar kamar sejak pagi tadi.


“Tolong siapkan helikopter agar bisa lebih cepat menuju bandara. Siapkan juga pesawat, sore nanti kita kembali ke negara C,” ucap Brady lewat sambungan telepon, menghubungi bawahannya.


“Thanks bro,” ucap Farzan tanpa ekspresi.


Dokter sudah keluar sejak keputusan Brady tadi. Mereka juga tidak bisa memaksa, dan lagi Farzan merupakan pemilik rumah sakit jadi ucapannya sulit untuk di bantah.

__ADS_1


...----------------...


Farzan memang bangun ketika waktu sudah siang, perdebatan tadi dan juga ingatan tentang mimpi yang membuatnya kehilangan Nasha membuat keinginan untuk pulang tidak lagi bisa di bantah. Bahkan dia bisa saja nekat kabur dari rumah sakit dan melakukan penerbangan sendiri.


Farzan masih sering bertanya tanya kenapa bisa mimpi itu ada. Apa mungkin karena obrolan dengan Dirky dan juga bacaan dari buku diary Nasha mempengaruhi? Karena semua itu terasa begitu nyata.


Penerbangan sudah di lakukan sejak 2 jam yang lalu. Kemarin penerbangan memakan waktu sekitar 6 jam tanpa transit.


Tadi pesawat lepas landas saat pukul 5 sore waktu setempat, perkiraan pesawat akan tiba di negara C sekitar pukul 9 atau 10 malam.


Farzan sungguh tidak sabar bertemu kembali dengan Nasha dan memastikan apakah Nasha sedang mengandung atau tidak. Farzan juga rencananya akan membawa Nasha ke taman agar bisa membicarakan masalah Arza dan Acha.


Farzan tidak berniat menceritakan mimpinya kemarin, Farzan takut itu menjadi kenyataan jika dia bicarakan dengan orang lain. Biarkan saja mereka menganggap Farzan aneh, begitu pikirannya.


Dalam hati Farzan terus berdoa agar Nasha baik baik saja dan jika benar sekarang dia sedang mengandung, Farzan berharap kandungannya sehat dan tidak ada kejadian seperti dalam mimpinya.


Pukul 10.20 malam sesuai perkiraan pesawat baru saja mendarat dengan selamat di bandara. Farzan turun dan langsung menaiki mobil yang sudah menunggu di dekat pesawat, kali ini mobil langsung di masukkan ke dalam karena Brady pikir Farzan masih membutuhkan banyak istirahat.


Brady sendiri tidak ikut pulang, tapi tetap di sana untuk menggantikan Farzan sementara. Tadinya Brady akan ikut juga, tapi setelah Farzan bilang mencurigai beberapa orang, Brady merasa dia harus ikut mengawasinya juga. Siapa tahu ternyata ada penghianat kan.


Jadi hanya Farzan yang pulang dan kemungkinan akan kembali lagi setelah menyelesaikan beberapa urusan di negara C.


Farzan sampai di halaman mansion sekitar pukul 11.30 malam karena tadi sempat berhenti di minimarket 24 jam untuk membelikan beberapa cemilan sehat untuk Nasha.


Setelah sampai Farzan langsung menuju paviliun belakang dan masuk menuju kamar Nasha yang sebelumnya di beritahu oleh Ningrum. Farzan sudah membawa kunci cadangan agar bisa masuk langsung.


Koper dan bawaan lainnya Farzan minta di bawa menuju kamarnya langsung. Cemilannya sebagian Farzan bawa ke kamar yang Nasha tempati, dan sebagian lagi Farzan berikan untuk para pekerja di sana.


...----------------...


happy reading..


tandai typo yah, hehe..

__ADS_1


bye bye


__ADS_2