Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Part 109


__ADS_3

Farzan dan Nasha kembali dari pusat perbelanjaan sekitar pukul 8 malam, karena tadi banyak yang harus mereka beli.


Belum lagi mereka berdua juga jadi membeli beberapa perlengkapan baby karena waktu perkiraan lahir hanya tinggal kurang lebih 2 bulan lagi.


Zetta dan Aletta juga sudah mulai membeli barang barang yang menurut mereka lucu.


Zeroun bahkan membuat satu ruangan khusus dengan desain darinya langsung untuk tempat bermain cucunya nanti di mansion ini.


Para saudara baik dari pihak Nasha maupun Farzan juga sering mengirimkan barang barang yang diperlukan untuk baby dan ibunya nanti.


Melihat keantusiasan dari seluruh keluarga besar, mereka berdua tentu saja sangat bahagia.


...----------------...


"Kak besok pergi jam berapa?" tanya Nasha yang sedang duduk bersandar di atas kasur dengan layar tv yang menayangkan kartun Barbie.


"Malem kayanya. Biar nanti sampe pas udah pagi," jawab Farzan yang sedang duduk di sofa dengan meja yang dipakai untuk menaruh laptop kerjanya.


"Em nanti banyak yang jual makanan ngga di jalan?" tanya Nasha lagi.


"Haha.. kamu ada ada aja pertanyaannya Cha. Kalau lewat jalan yang nanti di lalui sih sepertinya banyak rest area kemungkinan buka 24 jam. Jadi kamu tenang aja ya," tawa Farzan yang langsung mendekat pada Nasha yang masih asik menonton film.


"Hehe kan cuma nanya. Nanti kalau misalnya pada tutup atau ngga ada kan aku bisa bawa bekel gitu," ucap Nasha malu.


"Kamu tenang aja ya? Nanti kita bawa snack aja yang lumayan banyak sama minumannya juga, kan kemarin udah banyak stok," ucap Farzan mendekap Nasha gemas.


"Oke! Makasih Kak Arza," angguk Nasha sambil mengingat ngingat apa yang kemarin dia beli.


"Udah malem, sekarang tidur ya? Besok kan udah mau berangkat," ucap Farzan mengambil remot untuk mematikan tv.


"Kak Arza masih harus kerja ya?" tanya Nasha saat sudah berbaring.


"Cuma sedikit lagi kok, kamu tidur duluan ya?" ucap Farzan lembut sambil mengusap kepala Nasha.


"He em, selamat tidur Kak Arza," gumam Nasha yang sudah memejamkan matanya.


"Selamat tidur juga Mami and Baby," ucap Farzan pelan mengecup bergantian kening dan juga perut Nasha.


Setelah memastikan Nasha benar benar tertidur, Farzan beranjak membereskan semua berkas dan menaruh kembali laptop di atas nakas.


Farzan lebih memilih tidur dari pada melanjutkan semua pekerjaannya tadi. Alasannya tentu saja karena Nasha akan mudah terbangun lagi dengan rasa tidak nyaman jika perutnya tidak di usap olehnya.


...----------------...

__ADS_1


Pagi ini Nasha mengajak Farzan untuk jalan santai di taman yang ada di tengah perumahan.


Biasanya Nasha hanya akan melakukan kegiatan ini di area mansion yang memang sudah luas ini.


"Kenapa ngga di sini aja hm?" tanya Farzan sambil mengambil salah satu kunci mobil yang tersusun di dekat garasi.


"Ehm.. ngga boleh ya?" tanya balik Nasha.


"Bukan Sayang. Cuma kan biasanya kita jalan di sekitaran mansion aja," ucap Farzan langsung menghampiri Nasha yang sedang duduk di undakan tangga.


"Pengen sekalian jajan, hehe," ucap Nasha tersenyum malu.


"Udah aku tebak sih," ucap Farzan terkekeh gemas.


"Yaudah yuk berangkat, nanti keburu siang," lanjut Farzan mengangkat Nasha perlahan menuju mobil yang sudah di buka pintunya.


Tenang saja, walaupun deretan mobil di garasi banyak, tapi setiap beberapa bulan sekali semuanya selalu di bawa ke bengkel untuk perawatan, dan lagi setiap hari ada yang bertugas memanaskan mobil, jadi saat darurat semua mobil bisa digunakan.


Mobil yang Farzan kendarai melaju perlahan menuju taman yang Nasha mau.


Setiap pagi dan sore biasanya sekitaran taman perumahan mereka memang selalu ramai oleh beberapa penjual makanan.


Semua makanan juga sudah terjamin kebersihan juga keamanannya, karena sebelum masuk mereka pasti selalu di periksa terlebih dahulu.


Maka dari itu Farzan bisa dengan santai mengiyakan keinginan Nasha untuk jajan sepuasnya nanti.


Butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai di taman yang di tuju, karena Farzan mengendarai mobil dengan kecepatan pelan, apalagi Nasha juga ingin menggunakan jendela dengan alasan menghirup udara segar.


"Kak parkir di sini aja," tunjuk Nasha pada sisi jalan yang memang di pergunakan untuk parkir kendaraan.


"Iya Sayang," Farzan mengiyakan kemauan Nasha.


"Masih pagi jadi sepi ya Kak," ucap Nasha memperhatikan sekeliling yang hanya di lalui beberapa orang saja.


"Sekarang kan bukan hari libur, jadi di sini lumayan sepi," ucap Farzan mengingat sekarang masih hari jum'at.


"Iya sih bener juga. Tapi yang jualan udah banyak, hihi," kikik Nasha senang karena ada beberapa makanan yang dia mau sudah mendirikan tenda.


"Kita jalan dulu satu puteran ya? Nanti baru beli apa yang kamu mau," ucap Farzan yang sudah membukakan pintu mobil di sebelah Nasha.


"Oke. Tapi kayanya kalau lebih dari satu puteran juga aku bisa kok," ucap Nasha yakin.


Padahal taman yang mereka datangi ini tidaklah kecil, cukup luas dengan beberapa tempat duduk dan area bermain anak di sebelah sisinya.

__ADS_1


"Kita liat nanti ya? Jangan di paksain," ucap Farzan menggandeng tangan Nasha dan berjalan perlahan mengikuti langkah kaki Nasha yang pelan.


......................


Padahal Nasha bilang sendiri dia kuat jalan beberapa putaran.


Nyatanya baru setengah putaran saja nafasnya sudah terengah dan keringat juga mulai bercucuran.


"Masih kuat, hm?" tanya Farzan melihat Nasha dengan nafas memberat.


"Duduk dulu," rengek Nasha sudah lelah.


"Oke," ucap Farzan membawa Nasha duduk di kursi yang di sediakan di setiap sudut.


"Minum dulu," Farzan memberikan botol air mineral yang sedari tadi dia bawa, dan langsung Nasha habiskan setengahnya. Farzan hanya meminum beberapa teguk saja.


"Cape," rengek Nasha melengkungkan bibirnya dengan tangan yang melingkar di leher Farzan.


Farzan memang tidak duduk dan malah berlutut di depan Nasha untuk memijat pelan kakinya.


"Tadi siapa yang bilang kuat beberapa puteran, hm?" bukan maksud meledek, Farzan hanya mengingatkan saja.


"Ish kan tadi belum mulai. Keliatannya ngga jauh kok dari sana, eh pas udah jalan malah kaya ngga ada ujungnya," cebik Nasha sebal.


"Hehe, yaudah ngga papa kita duduk dulu ya, nanti kalau udah ngga cape kita jalan lagi," ucap Farzan menenangkan.


Di bandingkan dengan taman di mansion memang di sini lebih luas. Karena jika di mansion tamannya dibagi bagi dengan beberapa jenis, jadi Nasha bisa berjalan lebih dari tiga putaran setiap paginya.


"Udah yuk jalan lagi. Mau cepet cepet jajan nasi kuning sama bubur kacang ijo," semangat Nasha melihat jejeran penjual makanan yang seperti sudah memanggilnya.


"Haha, kamu ini," tawa Farzan karena Nasha pasti akan semangat jika mengingat makanan.


...----------------...


happy reading..


maaf kalau garing, lagi banyak kegiatan jadi susah buat dapet idenya.


kemungkinan beberapa part lagi selesai sih hehe.


jangan lupa tandai typo yah, hihi..


bye bye

__ADS_1


__ADS_2