
Infus baru saja di lepas beberapa menit yang lalu, Dokter dan perawat juga sudah kembali ke rumah sakit. Dua orang yang masih berada di atas kasur itu masih terdiam dengan pemikiran berbeda.
“Maaf,” ucap Nasha yang merasa keterdiamanya Farzan karena dia menahan emosi atau marah padanya.
“Kenapa minta maaf, hm?” tanya Farzan dengan suara lembut seperti biasa, tadi Farzan sedikit menjauh karena harus mengurus perempuan yang sedikit lancang. Perawat tadi. Tapi ternyata Nasha malah memikirkan hal lain.
“Kamu marah,” cicit Nasha dengan suara bergetar menahan tangis.
“Eh, engga Sayang,” Farzan sedikit khawatir jika Nasha menangis, karena tadi baru saja dokter bilang jangan membuat Nasha banyak pikiran atau semacamnya.
“Kenapa bisa mikir kaya gitu? Aku lagi urus beberapa hal sama bodyguard di luar,” lanjut Farzan sambil memeluk tubuh Nasha di atas tempat tidur.
“Ha bis aku ban del,” suara Nasha mulai tersendat karena sudah menangis. Sungguh ini seperti bukan Nasha yang biasanya. Nasha yang bisa menutupi segala emosi yang sedang dia rasakan dan menyimpannya sendiri.
“Hehe, kamu emang bandel, tapi ngga papa, sesekali bandel juga bagus. Tapi nanti aja dulu bandelnya ya, sekarang kan ada adek di perut kamu, nanti kalian kenapa napa,” ucap Farzan sambil terkekeh lembut.
“Hu um,” angguk Nasha dengan tangan tak mau lepas dari pelukan Farzan.
“Nangisnya jangan lama lama ya, haha,” ucap Farzan sedikit tertawa dengan tangan terus mengusap punggung Nasha.
Beberapa saat hening, hanya ada suara isak tangis Nasha yang sedikit sedikit sudah mulai mereda dengan mata yang terkantuk kantuk.
“Oh ya, nanti sahabat sahabatku akan main ke sini,” baru ingat Farzan jika dia belum memberitahu Nasha tentang hal itu.
“Terus aku harus gimana?” bingung Nasha sambil mendongakkan kepala melihat ke arah Farzan.
“Ya ngga gimana gimana, kamu bisa diam di kamar aja, kan dokter bilang kamu harus bedrest,” ucap Farzan sambil menatap Nasha juga.
“Ish masa aku diem di kamar sih. Oh atau kamu malu ya kalau temen temen kamu tahu aku yang jelek dan bo.. eh tidak pintar ini,” cebik Nasha dengan hampir mengucap kata bodoh yang sempat membuat Farzan marah dulu sewaktu awal mereka menikah.
“Ck.. kamu itu ngga jelek dan hal buruk lainnya. Kamu wanita sempurna yang bisa melengkapi kekurangan dan kelebihanku. Hanya kamu yang bisa membuatku jatuh sedalam dalamnya. Jadi tolong Sayang jangan selalu berpikir seperti itu,” ucap Farzan sambil menangkup kedua pipi Nasha.
“Aaa kamu kenapa buat aku mau nangis lagi,” Nasha yang mendengar terharu dengan mata berkaca kaca.
“Haha kamu ini mau sedih mau bahagia, tetep aja nangis,” tawa Farzan karena gemas dengan tingkah Nasha sekarang ini.
“Ish jangan ledek ledek,” tangisnya malah kembali lagi karena kesal di ledek Farzan.
“Hahaha iya iya maaf,” Farzan hanya bisa memeluk Nasha gemas karena terlampau gemas.
Mereka mengobrol santai sampai waktu makan siang dan juga makan di dalam kamar karena Nasha belum boleh beranjak. Bahkan Nasha melaksanakan ibadah wajib dengan posisi duduk di atas kasur.
__ADS_1
...----------------...
“Nanti sahabat kamu jadi ke sini?” tanya Nasha yang menyandarkan kepalanya pada dada Farzan yang satu tangannya memainkan laptopnya.
“Jadi Sayang. Nanti kalau kamu mau keluar boleh kok, tapi sebentar aja ya,” ucap Farzan mengecup pucuk kepala Nasha sebentar sebelum kembali fokus pada laptop di depannya.
“He em,” dehem Nasha menjawab dengan anggukkan kepala. Matanya terasa berat dan dia mulai mengantuk sekarang.
“Kamu mau ngemil?” tanya Farzan yang masih fokus pada laptop tapi tetap memperhatikan Nasha.
Tidak ada jawaban karena mata Nasha sudah tertutup dengan nafas teratur. Hanya pelukannya yang tetap erat tidak mau terlepas. Farzan yang heran tidak mendengar jawaban pun menengok ke arah Nasha.
“Udah tidur ternyata, kamu emang ngga bisa lepas ya dari aku, liat aja ini tangannya kuat banget peluknya,” gumam Farzan mengelus surai Nasha yang tergerai indah.
Farzan membiarkan Nasha dalam posisi seperti ini sebentar sampai menyelesaikan membaca laporan tadi, saat itu sudah selesai Farzan mengubah posisi mereka menjadi berbaring agar Nasha juga nyaman tidurnya. Tak lama Farzan juga ikut memejamkan matanya menikmati alam mimpi.
...----------------...
Malam harinya beberapa sahabat Farzan sudah berkumpul sofa yang ada di lantai 3, agar mempermudah Nasha jika sudah ingin berbaring kembali di kamar nantinya.
Mungkin setelah nanti Farzan jelaskan tentang beberapa hal yang terjadi belakangan ini, dia baru akan membawa Nasha keluar kamar menemui mereka.
Zargio, Deon, Sean, Reno, Brady, Farzan. Ergi.
(takut lupa jadi di simpen sini, hehe)
“Ini Arza ngapain sih? Ngajak ngumpul tapi orangnya ngga datang datang,” gerutu Sean karena mereka sudah menunggu hampir satu jam.
“Paling lagi bucin,” sahut Reno santai sambil mengusap punggung Billa.
“Lah emang Lo kagak,” kali ini suara Zargio yang menyahuti.
“Ck kalau gebetan Gue tadi ngga ngambek pasti Gue ajak ke sini. Liat Lo pada berasa jadi anak ilang Gue,” dari semua sahabatnya hanya Brady yang masih belum menikah karena ya pujaan hatinya masih sulit di taklukkan.
“Hahahaha makannya kalau udah sreg langsung lamar,” ledek Sean yang sedang bermanja dengan istrinya Jieve atau biasa dipanggil Eve.
“Lo kurang meyakinkan, jadi cewek mikir mikir kalau mau sama Lo,” Deon yang sejak tadi menyimak mulai menyahut dengan kata kata yang menembus jantung Brady.
“Lo mending diem deh, sekalinya ngomong suka bener, heran,” Brady yang tadinya bersuara keras kembali mengecil dengan suara melas.
“Deon emang pendiem tapi sekalinya nyeletuk bikin orang insecure,” ucap Zargio membenarkan.
__ADS_1
“Assalamualaikum,” salam Ergi yang baru saja datang bersama dengan Mita dan anak mereka yang baru berusia 2 bulan, Elhan Lioner Aditama.
“Wa’alaikumsalam,” jawab mereka serentak.
“Loh Kak Mita udah lahiran?” bingung Billa dan yang lainnya karena tidak mendapatkan kabar kelahiran putra mereka.
“Hehe iya, maaf ya kemarin lahiran dadakan di negara A karna nemenin meeting, dan baru bisa balik minggu kemarin,” jelas Mita sambil meringis kecil karena merasa bersalah.
“Jahat ngga kasih kita kabar. Padahal kan sekalian kita main nanti ke sana,” ucap Eve.
“Ehehe ya maaf, tadinya kita ngga mau bikin kalian panik, biar kita aja yang panik,” ucap Mita sambil terkekeh.
“Aaa baby nya lucu,” ucap Kylla atau Aquilla dengan suara imutnya, Kylla ini istri dari Deon. Entah bagaimana mereka bertemu yang pasti sifat Kylla hampir mirip dengan Nasha saat manja, bahkan dia terkesan masih SMP padahal umurnya sudah 21 tahun. Mungkin karena badannya yang mungil dan juga suaranya yang masih seperti bocah.
“Kamu juga lucu,” sahut Deon sambil mengusap rambut Kylla sayang. Deon yang bersama Kylla akan berubah lembut dan banyak bicara ketimbang dengan teman temannya.
“Halah ini lagi bucin bet, sama orang aja ngomong dikit terus bikin nyelekit, sama bininya udah kaya tahu susu yang lembut parah,” Brady yang mendengar ucapan Deon mengomentari dengan nada yang sinis karena ada dendam tersendiri.
“Terserah Gue,” ucap Deon dengan mengedikkan bahunya acuh.
“Kita kapan ya Beb,” tanya Ana atau Levana istri Zargio.
“Sabar Beb, semua sudah ada yang mengatur,” ucap Zargio menenangkan, karena memang mereka sudah lama menikah tapi belum dikaruniai momongan. Bukan karena tidak ingin atau menundanya, tapi memang belum di beri oleh Yang Kuasa.
“Kita juga lama kok programnya. Ngga apa apa, sabar aja nanti juga ada waktunya,” ucap Billa menenangkan, karena dia juga harus melewati banyak hal sebelum bisa mengandung.
“Iya bener, aku juga sama kok,” sahut Eve menanggapi.
Yang akan mempunyai anak memang baru Billa dan Nasha juga Mita yang lebih dulu mempunyainya. Sedangkan Eve, Ana dan Kylla belum. Sebenarnya kalau Kylla dan Deon memang baru saja menikah belum ada satu tahun, waktunya juga hanya beda 4 bulan dengan Nasha dan Farzan. Lagi pula mereka berdua memang santai dan tidak terlalu memikirkan tentang itu.
“Kylla kalau jadi Momy pasti lucu ya Kak?” ucap Kylla sambil mendongak menatap mata Deon.
“Kamu selalu lucu dalam situasi apa pun Sayang,” ucap Deon dengan sangat lembut di sertai senyumannya.
...----------------...
semoga tidak mengecewakan..
happy reading..
tandai typo yah, hehe..
__ADS_1
bye bye