Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Mall


__ADS_3

Sampai di parkiran khusus milknya sudah ada dua pasang calon pasutri yang sebentar lagi akan mengadakan acara pernikahannya. Mereka adalah Brady dan Tery.


Akhirnya setelah sekian lama Tery luluh dengan kegigihan Brady yang selalu meyakinkannya. Jadilah satu bulan lalu kedua keluarga mereka di pertemukan.


Tentu saja Brady membawa orang tua Farzan sebagai walinya karena dia sudah tidak memiliki orang tua atau bahkan keluarga.


Kalau kalian penasaran, hampir semua sahabat Farzan yang akan menikah dulu meminta pada orang tuanya untuk menjadi wali mereka. Tentu saja hal itu di sambut baik oleh Zeroun dan Zetta.


Tadinya Brady takut kedua orang tua Tery akan keberatan, tapi dugaannya salah. Bahkan mereka menyambut baik dan juga menerima dengan tangan terbuka.


Dari sana diputuskan pernikahan akan di gelar satu bulan ke depan atau di bulan Oktober nanti.


"Lo mau bareng kita atau bawa sopir?" tanya Brady yang sudah lebih dulu sampai di parkiran.


"Pake sopir aja. Lo juga pasti mau berduaan jadi santai aja," jawab Farzan sambil menurunkan Nasha dengan hati hati sebelum membukakan pintu mobil.


"Ini bumil makin cantik aja," goda Brady pada Nasha yang sedikit masih terlihat cemberut.


"Bohong! Bilang aja aku gendut sama jelekkan?" tuduh Nasha dengan raut wajah semakin suram.


"Lah lagi mode garang ternyata," gumam Brady yang tidak bisa di dengar Nasha.


"APA?!" nah kan cuma di liat doang perasaan sama Brady tuh, tapi udah ngegas aja.


"Udah Sayang. Yuk pergi nanti kena macet," ucap Farzan menenangkan Nasha yang memang akhir akhir ini begitu sensitive.


"Iya," jawab Nasha pelan dengan muka masih cemberut.


"Ketemu di sana," ucap Farzan yang diangguki Brady sebelum berjalan menuju mobilnya yang sudah ada Tery di dalamnya.


Masuk dalam mobil, Brady disambut tawa dari Tery yang tadi melihat dan mendengar sekilas obrolan dia dan Nasha.


"Jangan ketawa deh Yang," melas Brady dengan wajah dibuat menggemaskan yang jatuhnya menjengkelkan.


"Apaan sih. Mukanya ngga cocok, hahaha," ucap Tery sambil terus tertawa ngakak.


"Terserah kamu lah," pasrah Brady yang masih di tertawakan.


Brady mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya setelah melihat mobil yang di kendarai Farzan melaju di depannya.


Di dalam mobil Farzan dan Nasha terjadi keheningan. Nasha dengan pikirannya yang selalu menganggap dia sudah jelek sekali, bahkan dulu juga dia sudah jelek ditambah sekarang dia sangat gembul jadilah kepercayaan dirinya menghilang.


Farzan belum memulai percakapan karena masih membiarkan Nasha berkutat dengan pikirannya. Bukan tidak mau menepis, tapi membiarkan Nasha sebentar adalah cara ampuh Farzan agar saat bicara nanti Nasha bisa lebih mendengarkan dan kembali percaya diri.


Cukup lama menunggu bahkan hampir seperempat perjalanan mereka yang ternyata terjebak kemacetan karena sekarang sudah hampir mendekati waktu pulang kerja, bahkan sudah ada beberapa perusahaan yang memang jam pulang jadi menambah angka kemacetan lalu lintas saat ini.


"Sayang," panggil Farzan sambil mengelus rambut yang tertutup kerudung berwarna peach itu.


Sebelumnya Farzan menutup akses dari kursi kemudi ke kursi penumpang di belakang, jadi dia bebas berbicara dengan Nasha tanpa takut ada yang mendengar.

__ADS_1


"Apa," lirih Nasha masih menghadap jendela di sampingnya.


"Liat sini dong," bujuk Farzan.


Nasha dengan malas berbalik melihat wajah suaminya itu. Yang mana membuat hatinya sedikit sedikit kembali tenang.


"Jangan pikirin lagi itu ya? Kan yang penting kamu sama baby sehat," ucap Farzan lembut.


"Lagi pula kamu malah semakin terlihat menggemaskan juga seksi di waktu bersamaan," bisik Farzan dengan suara menggoda.


"Ih kamu mah," cicit Nasha malu malu dengan tangan menepuk pundak Farzan pelan.


"Hahaha.. tapi emang bener loh Sayang," tawa Farzan dengan masih terus menggoda Nasha.


"Aaaa.. jangan gitu. Aku malu," gumam Nasha menutup wajahnya dengan tangan karena sudah bisa di pastikan sekarang wajah putihnya memerah seperti tomat.


...----------------...


Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Mall yang sudah di sepakati sebelumnya.


Mobil yang di isi oleh Farzan dan Nasha sampai lebih dahulu, di susul mobil yang di kendarai Brady 3 menit setelahnya.


Mereka berjalan beriringan menuju resto tempat dimana kesepakatan untuk titik kumpul mereka.


"Mba Ter kan mau nikah, nanti aku mau reques stand topoki sama gelato yah," ucap Nasha meminta pada Tery yang berjalan di sebelah kirinya.


Posisi mereka Brady, Tery, Nasha, Farzan.


"Stt diem," ucap Tery sambil menyenggol pinggang Brady dengan sikutnya.


"Boleh. Nanti aku usahain ada ya," ucap Tery pada Nasha dengan senyumannya.


"Yes! Ada makanan gratis nanti," girang Nasha dengan bertepuk tangan heboh.


Tentu saja aksinya itu di perhatikan oleh banyak orang, apalagi mereka sedang menunggu di depan lift untuk naik menuju resto.


"Gue tf," ucap Farzan tanpa suara saat melihat Brady menatapnya.


Brady yang menyadari itu tersenyum bahagia dan menyambut antusias obrolan Nasha.


"Mau apalagi Sha? Tinggal bilang, nanti di sana semua pesenan kamu ada," ucap Brady tiba tiba antusias yang mengundang tatapan aneh dari Tery.


"Lah dia kenapa? bukannya tadi menggerutu," batin Tery heran.


"Aneh deh kamu Yang," lirik Tery dengan mata mendelik heran.


"Eh kok gitu sih Yang, aku kan sadar kalau permintaan bumil harus diturutin biar babynya happy," elak Brady dengan berusaha menutupi kegugupannya. Takut dia tuh sama Tery.


"Bener ya?! Kalau gitu aku mau takoyaki, zupa zupa, makanan korea, ramen, katsu cury, em.. apalagi ya," ucap Nasha mengabsen semua makanan yang ingin dia makan.

__ADS_1


"Buset dah, dikira pameran makanan kali ya," kaget Brady dengan suara pelan. Sepertinya keputusan dia untuk menanyakan pada Nasha adalah kesalahan karena permintaannya malah seperti itu.


"Hahaha rasain kamu, harus diturutin loh ya," ejek Tery dengan puas melihat wajah kekasihnya ini seperti tertekan.


Farzan hanya tersenyum mendengar keinginan Nasha ini. Semenjak mau makan kembali kemarin, Nasha memang antusias kembali dengan makanan, apalagi sekarang sekarang sudah jarang merasakan morning sickness jadi makanan yang masuk dalam tubuhnya lebih banyak lagi.


"Nanti aku siapin semua itu di rumah ya? Ngga perlu ke pernikahan mereka dulu," ucap Farzan lembut dengan membelai kepala Nasha.


"Em.. iya sih. Tapi aku mau ngasih juga buat yang dateng undangan, biar pada ngerasain makanan itu," ucap Nasha yang entah kenapa masih ingin melihat makan yang disebutkannya ada di acara pernikahan Brady dan Tery.


"Tapi kan.." belum selesai Farzan berbicara Nasha sudah lebih dulu memotong ucapannya.


"Engga boleh ya? Yaudah deh, maaf," cicit Nasha yang sudah tidak lagi tersenyum senyum, hanya senyuman yang di paksakan saja.


"Bukan gitu Sayang," kali ini ucapan Farzan kembali terpotong karena Nasha tidak memperdulikannya dan malah menyapa para sahabatnya.


"Hai hai semua, maaf ya lama tadi macet di jalan," ucap Nasha pada para wanita dan mereka saling berpelukan satu sama lain.


"Engga kok kita juga baru sampe," ucap Billa mewakili yang lain.


"Kita pisah meja aja ngga sih?" bisik Ana tapi masih didengar oleh mereka semua.


"Bener banget. Lagian kalau kita main ke Mall semua makanan kan gratis, jadi aku mau coba lagi sekarang, kalau harus bayar nanti suruh mereka aja," jawab Nasha menyetujui karena masih penasaran.


"Nah iya bener. Aku juga masih kesel soalnya mereka ngikut ngikut," kini giliran Eve yang berbicara.


"Bagus kita pindah aja," setuju Mita dengan semangat.


"Nanti Kylla ngga bisa peluk peluk suami dong," cemberut Kylla yang sedang manja, dia sedang mengandung 2 bulan jadi masih ingin bermanja.


"Yaudah Kylla di sana aja, kita mau beda tempat," ucap Ana memancing keributan.


"Ish ngga mau. Masa aku di tinggal sih. Yaudah ikut kalian aja deh," ucap Kylla dengan sedikit tidak ikhlas.


"Yaudah ayo, nanti mereka nguping," ucap Billa menyuruh segera, padahal dari tadi mereka yang dimaksud sudah mendengar.


"Yaudah yo, tuh di ujung sana ada yang kosong," ucap Tery yang tadi memperhatikan sekitar.


Tentu saja para pria ingin menahan wanitanya masing masing namun ternyata memang para wanita sedang mode kesal sekarang, jadi sangat sulit untuk di bujuk, hanya Kylla yang hampir menyetujui.


Nasha yang masih sedih dengan penolakan Farzan tadi juga hanya menjawab malas Farzan atau tidak menjawab sama sekali, lebih memilih diam.


Pada akhirnya mereka bisa memisahkan diri, walaupun tanpa mereka sadari para suami selalu mengawasi mereka dari mejanya saat ini.


...----------------...


happy reading..


tandai typo yah, hehe..

__ADS_1


bye bye


__ADS_2