
Mereka terus mengobrol sambil sesekali bertanya pada Nasha tentang Farzan kecil yang menurut Zetta dan Zeroun dulu dia susah di atur. Apalagi terkadang Farzan pergi tanpa pamit untuk bermain dan sudah pasti itu dengan Nasha.
Aletta juga pernah mengikuti Farzan agar bisa bermain bersama berakhir kena marah Kakaknya itu saat pulang kembali ke rumah, karena memang Aletta dulu mengikuti Farzan diam diam. Untung saja tidak ada kejadian buruk saat itu.
Belum lagi dulu ternyata Grandma dan Nenek sudah mengetahui tentang Nasha saat mengikuti Farzan sebelum mobil masuk ke kawasan perumahan tempat tinggal mereka dulu. Gadis kecil yang bisa membuat Farzan menuruti permintaannya sekalipun hal tersebut dianggap memalukan oleh anak lelaki.
Ada satu hal yang perlu di garis bawahi. Sejak awal Grandma dan Nenek sudah tahu siapa itu Nasha dari tatapan dan juga garis wajahnya. Mereka bisa langsung mengenali gadis kecil yang dulu menemani cucu laki lakinya. Makannya mereka langsung menerima tanpa ada perdebatan apa pun.
Tapi untuk hal itu Grandma dan Nenek menutup mulutnya rapat rapat sedikitnya mereka juga tahu permasalahan Farzan sewaktu akan menikah. Dan mereka hanya ingin menguji seberapa lama Farzan mengetahui tentang kebenaran itu.
Kembali lagi ke ruang keluarga dimana mereka masih mengobrol panjang di selingi sedikit canda tawa. Sampai akhirnya Zetta mengutarakan kesempatan yang tidak akan mungkin datang berkali kali. Putranya itu hanya akan sibuk bekerja dan tidak ingin menginap lama di rumah mereka yang ini. Mentang mentang mansionnya lebih luas jadi tidak betah, tidak bisa begitu dong, batin Zetta seraya terkekeh jahat memikirkan rencana menawan Nasha di mansion ini selama mungkin.
“Kalian harus nginep. Kita bikin acara syukuran kecil kecilan di rumah,” semangat Zetta, ini jadi kesempatan agar mereka menginap sebelum weekend. Siapa tahu nanti bisa di suruh pindah ke sini kan, batin Zetta terkekeh.
“Bbq di sini aja, itu kompor di meja baru di pasang kan, waktunya untuk mencoba,” semangat Aletta mengingat bulan kemarin dia minta untuk memasang kompor listrik yang ditanam di meja ruang keluarga agar bisa di pakai untuk masak ala suki. Semua sudah selesai dari dua minggu lalu, tapi belum di pakai karena sedang tidak ingin. Dan sekarang menjadi waktu yang pas menurut Aletta.
“Mau kimbap juga sama ramyeon pedes,” semangat Nasha karena tiba tiba memikirkan kedua makanan itu.
“Jangan makan pedes dulu, Sayang. Daging juga jangan dulu ya? Takut ngga matang semua,” larang Farzan lembut yang dihadiahi tatapan aneh oleh tiga orang di sana dan tatapan sedih dari orang yang dituju.
“Loh emang kenapa?” tanya Zetta heran karena Farzan tidak biasanya melarang Nasha. Biasanya Farzan mengiyakan saja mau Nasha selagi masih aman dan layak konsumsi tanpa melarang.
“Acha lagi hamil soalnya,” santai Farzan dengan wajah tanpa dosanya. Biarlah dia beritahu mereka dengan cara ini, tadinya dia mau bicara antusias tapi semangatnya sudah keburu hilang entah kemana.
“Hah?” dengan wajah linglung kedua wanita beda generasi itu saling tatap untuk mencerna maksud ucapan putra dan saudaranya.
__ADS_1
...----------------...
“Selamat Nak,” ucap Zeroun yang sudah tersenyum dengan mata berkaca kaca karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Kakek. Hanya Zeroun yang langsung menanggapi karena mengerti dengan baik ucapan anaknya, walau sedikit kaget sebentar tadi.
“Shaa/Kak Shaa selamat,” ucap kedua wanita itu berbarengan sambil memeluk Nasha di kanan dan kirinya. Tadi Nasha berpindah duduk di tengah para wanita.
“Eh iya,” Nasha yang sedikit kaget dengan teriakan itu hanya diam sebentar sebelum membalas pelukan keduanya.
“Momy hiks mau jadi hiks Grandma hiks hiks,” saking terharunya Zetta langsung menangis. Dia sungguh bahagia mendengar kabar ini.
“Sebentar lagi aku jadi aunty dong. Aaaa akhirnya, seneng banget akutuhh. Makasih ya Kak,” Aletta tak kalah semangat mendengarnya, dalam hati dia berjanji akan menuruti apa pun keinginan keponakan pertamanya ini.
Kebetulan anak ini akan menjadi cucu pertama keluarga Lakeswara, pastinya bukan hanya Aletta yang akan melakukan apa saja demi anak ini, tapi seluruh keluarga besar juga akan melakukan hal yang sama.
^^^“Cucu pertama nih. Kalian kapan punya cucu?" tulis Zetta di bawah foto.
^^^
Tak lama grup ramai ucapan selamat dan juga tidak percaya karena cucu pertama keluarga mereka akan segera hadir.
Zetta dan Aletta membalas semua ucapan itu, Zeroun hanya membaca sesekali terkekeh melihat balasan kedua wanita kesayangannya yang begitu heboh dan juga sedikit bumbu drama dari keduanya untuk memanasi keluarga yang lain.
Karena terlalu larut dalam kesenangannya memamerkan hasil USG Nasha, mereka lupa untuk memesan bahan bahan untuk membuat shabu shabu dan juga daging untuk nanti di grill di atas pan.
Tapi tenang saja, Farzan selalu lebih sigap. Apalagi Nasha tidak boleh terlambat makan dan meminum vitaminnya.
__ADS_1
...----------------...
Tidak lama setelah memesan, semua makanan sudah di kirim oleh kurir dan sudah di ambil oleh para maid yang mendapat kabar dari sambungan telepon bodyguard yang berjaga di depan tadi.
Barulah mereka berjalan menuju ruang keluarga untuk langsung menanyakan tentang penataan makanan yang baru saja datang ini.
Tenang saja, para pekerja juga sudah mendapat bagiannya masing masing agar bisa lebih semangat lagi bekerjanya.
“Permisi Tuan, Nyonya dan Nona. Ini ada paket makanan,” beberapa maid datang membawa boks berisi apa yang dibutuhkan untuk makan malam kali ini.
“Oh iya lupa. Untung Kak Arza inget, hehe,” ucap Aletta sambil terkekeh karena baru ingat acara makannya. Aletta tentu tahu siapa yang sudah memesan semua itu karena Farzan memang selalu bisa diandalkan.
“Tolong tata di sini. Nanti sekalian bawa penanak nasi dan taruh di meja juga. Jangan lupa siapkan piring dan gelas. Kita mau isya dulu,” ucap Farzan yang meminta mereka menatanya agar nanti bisa langsung makan malam.
Untuk minuman dan juga makanan penutup, ada dispenser, kulkas dan lemari khusus es di ruang keluarga jadi mereka nanti bisa ambil sendiri apa yang mereka inginkan. Paling meminta mereka isi teko agar tidak bulak balik ambil air minum nantinya.
Tadi saat sampai sudah masuk waktu magrib dan mereka sudah lebih dulu sholat di perjalanan sebelum sampai. Dan lagi pasti Orang tua dan adiknya sudah lebih dulu menunaikan ibadah wajibnya sebelum dia datang. Jadi sekarang tinggal sholat isya yang sudah masuk dari 30 menit yang lalu.
...----------------...
happy reading..
tandai typo yah, hehe..
bye bye
__ADS_1