Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Acara dan Tangisan Nasha


__ADS_3

Acara baru benar benar dimulai sekitar pukul 10.15, karena menunggu beberapa orang panti dan juga ibu ibu komplek yang ikut di undang oleh Zetta.


Rangkaian acara yang telah tersusun dengan rapi, satu persatu telah dilaksanakan.


Akhirnya tepat pukul 1 lewat 30 menit siang ini semua rangkaian acara telah selesai dilaksanakan.


Sekarang hanya tinggal acara makan bersama juga melaksanakan ibadah sholat dzuhur sebelum akhirnya para tamu pulang nanti.


"Anak Momy udahan dong nangisnya nak. Nanti dadanya sesak loh," ucap Zetta yang sedang memeluk dan dipeluk oleh Nasha.


Selesai acara pengajian tadi, Nasha mengingat orang tua dan juga adiknya yang sudah tidak ada. Jadilah sampai sekarang dia masih menangis mengingat hal itu.


"Hiks.. hiks.. su sah Mom hiks.. hiks," ucap Nasha terbata karena masih sesenggukan.


"Aduh ini mantu MaAr kok masih sedih sih? Mana Arza lagi sholat jama'ah dulu lagi," ucap Arni mengusap kepala Nasha.


Para lelaki memang sedang melaksanakan sholat bersama tadi setelah selesai.


Farzan juga tidak tahu jika Nasha menangis, karena tadi saat dia tinggal Nasha masih biasa saja.


"Gegara nenek peyot itu nih mantuku jadi nangis gini. Perlu dikasih pelajaran tuh orang," gerutu Fera mengingat Yuni yang tadi menghampiri para wanita yang sedang berkumpul dan membahas orang tua Nasha yang tidak datang.


Yuni tidak mengetahui jika kedua orang tua Nasha sudah tidak ada, karena pada saat itu semua anggota arisan yang Zetta, Arni dan Fera ikuti sedang ada acara liburan bersama. Waktu itu hanya ketiganya yang tidak ikut.


Apalagi Zetta juga tidak memberitahu secara terbuka di halayak umum tentang kabar duka dulu, mengingat menantunya yang drop saat itu.


"Aku telpon dulu suruhan Mas Zeroun biar tahu rasa itu orang," Zetta yang kesal mengingat ucapan Yuni, tidak akan segan lagi untuk memberi pelajaran pada orang itu.


"Keliatan sekali anak tidak benarnya ya? Orang tua sendiri saja sampai tidak datang di acara penting seperti ini. Kok kamu masih pertahanin sih wanita ngga bener kaya dia? Mending anak saya yang tidak durhaka pada orang tuanya."


Sepenggal kalimat itu yang Yuni ucapkan tadi, bukan hanya membuat Nasha sedih, tapi membuat para wanita yang lain naik pitam mendengarnya, namun masih harus diam karena Nasha menatap mereka sambil tersenyum paksa.


"Kenapa ini?" tanya Farzan yang baru saja datang bersama yang lainnya.


Kenapa para wanita tidak ikut sholat bersama di masjid? Jawabannya karena mereka di minta sholat di rumah saja oleh para pasangan masing masing.

__ADS_1


Dan lagi masih banyak tamu yang ada di rumah, ada juga yang sedang tidak sholat, jadi mereka lebih memilih sholat bergantian agar ada yang menemani tamu.


"Kak Arza," panggil Nasha terbata menatap Farzan meminta untuk memeluknya.


Zetta yang paham melepaskan pelukannya dan bergeser agar Farzan bisa menggantikan posisinya.


"Kenapa Mom?" tanya Farzan tanpa suara pada Zetta.


"Gegara nenek peyot. Jadi inget orang tua sama adiknya," balas Zetta tanpa suara pula.


Kening Farzan berkerut melihat gerakan bibir dari Zetta. Tapi beberapa saat kemudian dia langsung paham jika ada seorang wanita yang jadi penyebab istrinya menangis seperti ini.


"Stt.. nanti sesek dadanya Sayang," bisik Farzan mengusap punggung Nasha juga perutnya.


Farzan memang sering mengusap perut Nasha, rasanya menenangkan dan Farzan harap Nasha juga bisa lebih tenang saat dia mengusap perutnya, walau terkadang tidak ada hubungannya.


Farzan memeluk Nasha dari samping dengan Nasha yang menelungkupkan kepalanya pada ceruk leher Farzan.


"Dad pokonya aku mau perusahaan H di ambil alih dan pecat Doni langsung. Suruh buat fokus ajarin istri dan anaknya biar lebih sholehah lagi," ucap Zetta keras. Biar saja jika jika orangnya mendengar langsung, batin Zetta terlampau kesal.


"Anaknya juga jangan kasih job dulu deh sementara. Suruh fokus buat cari ilmu agama. Kesel loh Mama," sahut arni menimpali.


"Kalau perlu asingkan dulu sementara ke daerah terpencil biar bisa belajar. Enak aja main main sama kita," kali ini Fera ikut menyuarakan kekesalannya.


"Begini banget punya besan besan, semuanya kompak kalau ada yang senggol langsung berantas," ucap wanita paru baya yang tak lain adalah Ibu dari Mita, Selia.


"Oh harus itu bestie, udah dibaikin malah ngelunjak soalnya. Masa semua anak cantik kita dijelekin sama dia. Pake banggain anak sendiri segala, di promosiin pula, kaya ngga laku aja," timpal Zetta yang tidak lagi menahan diri untuk julid. Sesekali tak apalah, haha.


"Bener sih. Keluarga aja bisa di senggol kalau memang salah, apalagi hanya orang asing," timpal wanita lain yang tak lain adalah Ibu dari Tery, Desi.


Orang tua dari Mita dan Tery memang mudah beradaptasi dan tidak canggung pada besan juga para sahabat dari menantu mereka.


"Istirahat di kamar ya?" ajak Farzan agar Nasha bisa lebih tenang. Tangisan Nasha memang sudah mereda namun masih menyisakan sesenggukan.


"Heem," gumam Nasha mengiyakan ajakan Farzan, malas juga dia kalau harus mendengar atau berurusan dengan Yuni Yuni itu.

__ADS_1


"Semuanya Arza pamit bawa Nasha dulu ya," pamit Farzan sambil beranjak menuju kamarnya setelah mendapatkan anggukan dari semua yang ada.


...----------------...


Sementara Farzan dan Nasha ke kamar, di lantai bawah tepatnya keluarga Yuni yang baru saja mendengarkan gertakan dari Zetta dan yang lainnya mulai ketar ketir ketakutan jika apa yang mereka ucapkan menjadi kenyataan.


Doni yang mendengarnya seketika murka karena sekarang perusahaannya terancam karena tindakan ceroboh dari istrinya.


"Kamu bicara apa Ma?" desak Doni menahan amarah.


"Mama cuma bilang kalau mantu jeng Zetta itu anak tidak benar. Memang benar kok, buktinya sekarang bahkan orang tuanya saja tidak ikut serta dalam acara sepenting ini. Dulu juga waktu pernikahan raut wajah kedua orang tuanya seakan malas," bela Yuni tidak mau di salahkan.


"Kalau sampe job model aku hilang, Mama harus tanggung jawab," gumam anaknya yang bernama Cecil dengan nada kesal.


"Loh kok kamu gitu sih. Harusnya kita tuntut mereka yang udah seenaknya. Mama juga lakuin ini buat kamu, biar bisa hidup enak," ucap Yuni dengan gumaman di akhir kalimatnya.


"Kamu terlalu gegabah Ma, harusnya kita diskusikan terlebih dahulu, jangan seperti ini," desis Doni.


"Ya terus sekarang gimana? Masa Mama yang harus minta maaf, ngga banget deh," kesal Yuni tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Mau gimana lagi memangnya? Kamu mau kita diasingkan? rencana kita bakal berantakan Ma," bisik Doni kesal.


Mereka tidak tahu saja, Farzan sudah selangkah lebih dulu. Kemarin di beberapa perusahaan cabang yang bekerja sama dengan perusahaan Doni terdapat kejanggalan, dan Farzan tentu saja sudah lebih dulu menyelidiki semua itu.


Bahkan dua orang tadi malam, bukanlah penjahat jalanan, tapi memang di suruh oleh Doni. Niatnya menculik Nasha sekaligus mobilnya. Tapi belum sempat mendekat mereka sudah lebih dulu terciduk oleh Farzan.


Jika keluarga Doni meminta maaf pun, hukuman masih akan berlanjut. Bukan karena tidak memaafkan, tapi jika tidak segera bertindak bisa saja mereka berbuat lebih nekat lagi.


Mungkin gabungan hukuman tadi dan juga hukuman tambahan dari Farzan akan lebih pas, agar mereka bisa lebih baik lagi ke depannya dan mengurangi nilai curang yang selalu mereka lakukan.


...----------------...


happy reading..


tandai typo yah, hehe..

__ADS_1


bye bye


__ADS_2