
Beberapa mobil yang mengikuti itu merupakan orang orang Farzan yang sudah mengetahui rencana mereka karena mobil yang di pakai telah di sadap sebelumnya.
Salah satu mobil membawa Ucan kembali ke kota tapi tidak langsung ke rumah orang tua Nasha. Tapi membawanya ke salah satu markas untuk memberi sedikit efek jera.
Bukan kebetulan atau keberuntungan Grasya dan Hadi bisa meninggalkan tempat hukuman, semua itu sudah di rencanakan oleh Farzan. Membiarkan mereka lolos agar tahu rencana selanjutnya dan juga orang di balik keduanya.
Ada satu orang lagi yang Farzan curigai karena dalam laporan kemarin, keduanya bertemu dengan orang yang telah membuat keributan di Negara D. Farzan jadi ikut mencurigai orang itu.
Walau memang saat keributan terjadi di luar kendali Farzan dan dengan terpaksa dia harus meninggalkan Nasha sendiri. Kejadian di rumah sakit juga belum sampai ke telinga Farzan karena dia fokus merombak sistem hari ini.
...----------------...
Di rumah sakit, keadaan Nasha tidak membaik sedari tadi. Pintu kamar Nasha dengan sengaja Ucan kunci saat masih berada di sekitar ruangan. Ucan yang sedang bicara tidak sengaja melihat remot kunci yang terletak di atas nakas. Dan dibuang saat melihat pot bunga di sebelah lift.
Suara ketukan pintu membuat tubuh Nasha tersentak kaget, padahal suaranya tidak keras tapi efeknya pada Nasha begitu berbeda. Nasha kembali menutupi kedua telinganya sambil terus menggumam lirih.
Nasha yang ketakutan berusaha untuk turun dari ranjang pasien yang lumayan tinggi itu, apalagi saat kakinya di pijakkan ke lantai Nasha tidak bisa merasakan apa apa, jadilah Nasha jatuh terduduk karena tidak ada penyangga.
Infus di tangannya sudah mengeluarkan darah, Nasha tidak merasa sakit sama sekali. Bahkan saat terjatuh Nasha tidak merasakan sakit. Hatinya jauh lebih sakit sekarang.
__ADS_1
“Engga. Engga. Dia anak kami. Aku tidak bohong. Kenapa dia jahat,” gumam Nasha terus menerus sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Nasha menggusur kakinya agar bisa bersembunyi di balik meja nakas dekat dengan jendela yang tertutup. Jarum infus yang dirasa mengganggu Nasha cabut hingga mengeluarkan banyak darah lagi dari tangannya.
Dengan susah payah Nasha akhirnya berhasil menyandarkan tubuhnya di pinggir nakas sambil memejamkan kedua matanya yang tidak berhenti mengeluarkan air.
DI luar ruangan para perawat datang untuk pemeriksaan dan juga memberikan makan siang untuk Nasha, karena sekarang sudah jadwalnya. Tapi berkali kali bodyguard mengetuk pintu Nasha tidak menyahut dan saat mereka akan membuka pintu, tidak bisa karena di kunci dari dalam.
Mereka akhirnya tidak lagi mengetuk pintu karena berpikir Nasha masih terlelap dan juga ingin beristirahat makannya pintu itu di kunci. Jadi perawat diminta kembali lagi nanti saat Nasha sudah membuka kunci.
Nasha yang kelelahan menangis akhirnya terlelap dengan lelehan air mata yang masih terus membanjiri wajahnya. Rasanya sakit sekali di tuduh oleh keluarga sendiri, orang yang harusnya menguatkan dan memberi dukungan malah menorehkan luka yang lebih sulit di sembuhkan.
...----------------...
Rencananya Farzan akan bekerja sama dengan perusahaan keamanan miliknya yang di urus oleh Deon, yang merupakan sahabatnya juga seperti Brady.
“Za, apa kamu mengenal perusahaan keamanan itu?” tanya Zeroun ketika mereka sudah dalam ruangan Farzan.
“Tentu saja Dad, aku tidak mungkin merekomendasikan sesuatu tanpa riset terlebih dahulu. Perusahaan itu dikelola oleh sahabatku, Deon. Dan lagi sudah banyak perusahaan yang memakai jasa dari sana,” jelas Farzan tanpa memberitahukan jika dia pemilik dan juga pendirinya.
__ADS_1
Ada saatnya nanti Farzan akan mengungkap semuanya. Dan itu ketika Nasha sudah sehat kembali dan bisa beraktivitas seperti biasa. Rencananya nanti Farzan akan membuat pesta besar besaran, tidak termasuk mengenalkan Nasha pada semua orang.
Farzan ingin mengantisipasi kejadian seperti kemarin terjadi lagi. Walau kemungkinannya sangat kecil, tapi sebisa mungkin Farzan akan menjaga Nasha lebih ketat lagi. Mungkin nanti Nasha akan kembali di latih bela diri, karena dulu Nasha sempat mengikuti salah satu ekstrakurikuler itu di sekolah.
“Baiklah, Daddy hanya ingin memastikan saja. Memang keamanan di sini masih sedikit kurang ketat, mungkin ada beberapa mata mata juga yang masih berada di sekitar kita,” ucap Zeroun sedikit memberi saran.
“Ya sepertinya begitu, karena mereka bisa bergerak sesuai dengan kelonggaran waktu saat makan siang. Itu memudahkan rencana mereka tadi,” ucap Farzan sambil menerawang jauh.
Entah kenapa Farzan baru terpikirkan tentang Nasha. Sudah lama dia meninggalkan Nasha sendiri saja. Zetta dan Aletta tadi pagi sedang ada seminar di beberapa kampus, sebenarnya Zetta yang menjadi narasumber dan Aletta hanya menemani saja.
“Astaghfirullah. Maaf Dad aku harus cepat cepat ke rumah sakit. Nasha sudah terlalu lama aku tinggal sendiri,” ucap Farzan sedikit panik.
“Astaghfirullah, Dad juga melupakan itu tadi. Yasudah sekarang kamu segera pergi, takut nanti terjadi apa apa di sana. Dad jadi khawatir pada Nasha,” ucap Zeroun yang juga ikut panik, apalagi kekacauan hari ini merupakan salah satu rencana dari dua orang itu.
Farzan mengangguk dan mencium tangan Zeroun sebelum benar benar pergi meninggalkan ruangan itu.
...----------------...
happy readiny..
__ADS_1
tandai typo yah, hehe..
bye bye