
Pulang dari taman Farzan dan Nasha langsung membersihkan diri.
Sesudahnya mereka memeriksa kembali barang barang yang akan di bawa nanti untuk liburan.
Selain pakaian, Nasha membawa beberapa tas ukuran sedang yang isinya makanan ringan dan mie instan cup.
Untung saja Farzan memperbolehkan, karena menurutnya Nasha juga sudah cukup lama tidak makan mie instan, jadi kali ini dia biarkan Nasha membawa beberapa cup mie instan.
"Kak Arza, kalau mau bawa es krim boleh? Eh tapi nanti pasti cair di jalan ya," ucap Nasha yang sedang duduk di atas karpet tebal.
"Kita bisa bawa wadah khusus nanti. Kamu mau bawa berapa?" tanya Farzan, untung saja Farzan ingat dengan box khusus makanan dingin yang sering di gunakan restonya agar beberapa makanan penutup masih dalam keadaan baik.
"Mau bawa 10 cup di beberapa tas ya? Nanti buat di mobil yang lain juga," ucap Nasha meminta persetujuan.
"Boleh. Untuk minggu ini kamu boleh makan apa pun yang kamu mau, tapi masih harus makan nasi lebih dulu ya?" ucap Farzan mengiyakan, tapi dengan syarat makan nasi terlebih dahulu.
"Oke! Dikit aja tapi ya, hehe," angguk Nasha yakin, tapi tetap dengan penawarannya.
"Hm, kita liat aja nanti," ucap Farzan yang juga yakin Nasha akan makan banyak.
Setelahnya mereka kembali melanjutkan untuk membereskan barang lainnya.
...----------------...
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, yang artinya mereka semua sudah bersiap untuk berlibur seperti yang sudah di rencanakan.
"Mobil depan, belakang sama tengah di isi pengawal. Banyak memang tapi ini demi keselamatan di perjalanan nanti," ucap Brady yang sudah mendapat info berapa bodyguard yang ikut nanti.
"Tambah 2 mobil lagi, siapa tahu di jalan nanti kita ada kendala sama kendaraan. Pastikan semua aman dan nyaman untuk para wanita nanti," angguk Farzan menerima info dari Brady.
Sean, Zargio, Ergi, dan Deon sedang memasukkan koper ke dalam mobil yang akan di pakai nanti.
Selesai obrolan singkat tadi Farzan dan Brady baru ikut memasukkan barang ke dalam mobil.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Zeroun setelah selesai dengan kegiatan mereka tadi.
__ADS_1
"Boleh. Perkiraan tiba nanti sekitar pukul 5 atau 6 pagi, siapa tahu bisa melihat matahari terbit," angguk Farzan yang ada di dekat Zeroun.
"Oke, kita panggil para wanita terlebih dahulu," ucap Seno yang diangguki mereka semua.
Para lelaki berjalan beriringan untuk menggendong pasangannya masing masing, jangan tanya apa alasannya, karena yang tahu jawabannya hanya diri mereka pribadi haha.
...----------------...
Perjalanan di mulai sekitar pukul 8. Di awali dengan mobil yang berisikan bodyguard di depan, tengah, belakang dan juga tambahan beberapa motor yang berdampingan di setiap sisi seperti mengepung kendaraan yang ada di tengah tengahnya.
Dalam mobil 1 ada Farzan, Nasha, Zeroun, Zenna, dan Aletta.
Mobil ke 2, Tery, Brady, Deon, Kylla.
Mobil ke 3, Billa, Reno, Frans, Arni dan baby Elard.
Mobil ke 4, Mita, Ergi, Seno, Fera, dan baby Elhan.
Mobil ke 5, Ana, Zargio, Sean, dan Eve.
(note: maaf kalau ada nama yang ketinggalan, beberapa ada yang lupa soalnya hehe)
Terdapat meja di bagian belakang satu set dengan bantal empuk sebagai pengganti kursi yang bisa di gunakan untuk 3 orang.
Fasilitas lain juga ada Tv di bagian depan yang berada persis di belakang kursi kemudi di depan. Di setiap sisi juga terdapat alat yang menghubungkan dengan bagian kemudi untuk komunikasi.
Terdapat box makanan dan juga minuman dingin yang ada di bagian depan. Jangan lupakan juga jendela di setiap sisi yang dilengkapi dengan gorden berwarna pastel.
......................
"Kak Sha kita nonton film disney yang terbaru yuk," ajak Aletta yang sedang memegang remot Tv sambil duduk selonjoran di atas karpet bulu.
"Yang lagi rame itu kan? Boleh yuk," ucap Nasha mengiyakan.
"Tapi aku duduk di sini ngga papa ya? Punggungnya agak kerasa pegal soalnya, hehe," lanjut Nasha yang memang sudah duduk di kursi dekat dengan Aletta.
__ADS_1
"Mana yang sakit? Kita tiduran di belakang aja ya?" sanggah Farzan yang baru menyadari jika Nasha duduk dengan tidak nyaman.
"Enggak ada kok, ini kan mau nonton jadi mau disini aja hehe," ucap Nasha menunjukkan senyum menenangkan.
"Oke kalau kamu mau nonton," ucap Farzan mengiyakan namun tangannya bergerak membawa Nasha berpindah duduk dipangkuannya, tangannya langsung bergerak aktif mengurut pelan punggung Nasha.
"Ck ada aja caranya biar bisa berduaan. Jomblo kaya aku bisa apa coba," gumam Aletta kesal sendiri.
"Jangan banyak ngedumel deh Ta," ucap Farzan yang masih fokus pada Nasha namun mendengar gumaman adiknya itu.
"Padahal aku ngomong pelan loh tapi kok masih aja denger ya? Heran deh," aneh Aletta menatap bingung pada Kakaknya.
"Udah buruan setel filmnya, habis itu kalian harus istirahat dulu," ucap Farzan yang disetujui oleh Aletta, Nasha yang ada di pangkuannya hanya memperhatikan perdebatan mereka sedari tadi karena merasa nyaman dengan pijatan Farzan.
Jika kalian tanya dimana Zeroun dan Zenna, mereka berdua sudah berada di kasur yang bisa di pakai berdua tepatnya di bagian belakang mobil.
2 kasur lagi terletak di bagian tengah mobil yang dipisahkan oleh lorong dan berbeda ukuran.
Perkiraan saat pukul 11 malam nanti mereka akan beristirahat di rest area yang memang terkenal dengan kenyamanan dan keamanannya. Sebut saja itu salah satu cabang usaha milik Farzan yang lainnya.
......................
Dipertengahan film, Aletta mengeluh mengantuk dan memilih untuk pindah ke tempat tidur yang berukuran pas untuk 1 orang.
Farzan mengiyakan dengan anggukan kepala karena sebenarnya Nasha sudah lebih dulu tertidur dalam pelukannya.
Sebelum pergi, Farzan meminta Aletta untuk mengambilkan sebuah selimut dan juga bantal agar bisa menyangga bagian punggung Nasha yang sedang duduk menyamping.
"Shh," desis Nasha dengan kening berkerut karena merasakan tendangan dari anak dalam kandungannya.
"Stt.. Jangan terlalu keras menendangnya, kasihan Momy kalian tidak nyaman dalam tidurnya," batin Farzan dengan tangan yang mengelus lembut perut Nasha.
Tak lama kerutan di dahi Nasha menghilang digantikan raut wajah tenang seperti semula.
...----------------...
__ADS_1
Happy reading..
Tbc..